"Ra tunggu dong kamu belum jelasin sama aku," ucap Aldian menarik tangan gadis itu.
"Apa sih Al?" tanya gadis itu menoleh.
"Maksud nya apa tadi bilang kita cuma tetanggaan?" tanya Aldian karna selama ini Ia merasa sudah sangat dekat dengan gadis itu.
Gadis itu nampak diam namun setelah itu Ia tersenyum hambar.
"Ya aku harus bilang apa dia bilang pacar kamu," jawab gadis itu melangkah pergi.
Mereka memang cuma berteman tapi Aldian tidak terima kalo Tiara berkata seperti itu.
Persahabatan mereka berujung saling jatuh cinta, namun karna banyak masalah yang di hadapi mereka pun tidak bisa bersama
Bagaimana kelanjutan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali sedih
Keesokan harinya Tiara pun pulang ke rumah orang tua nya, sebenarnya Ia benar benar malas pulang namun demi menghargai orang tuanya Ia pun menyempatkan diri pulang dulu sebelum kembali ke Jakarta.
"Bukannya kamu masih libur kenapa gak di sini dulu?" tanya Ibu nya namun Ara pun beralasan kalo Ia harus kembali bekerja.
"Maafin Ara bu bukannya gak mau lama lama di rumah tapi Ara benar benar tidak bisa lama karna harus kerja," alasan nya padahal Ia baru saja ingin melamar dan belum tentu keterima.
"Kerja?"
"Iya maaf gak cerita sama ibu tapi Ara merasa tidak enak pada ibu dan bapak harus terus menanggung biaya kuliah Ara, setidak nya kalo Ara kerja Ara sedikit meringankan beban bapak," jelas nya.
Ibunya pun lantas memeluk nya sambil menangis Ia tidak menyangka kalo Ara akan berpikiran seperti itu jujur Ia merasa tidak berguna sebagai orang seharusnya Ia bisa membahagiakan sang anak dan menyekolahkan nya ke jenjang paling tinggi bukan malah membuat anak nya susah.
"Sayang bapak masih bisa membayar kuliah kamu nak sebaik nya kamu belajar saja yang rajin tidak perlu bekerja sungguh kami sangat menghargai keputusan kamu tapi itu semua adalah tugas kami sebagai orang tua mu dan kami sedikit keberatan," ucap ibu nya.
Sebenarnya Tiara tahu kalo orang tua nya sudah pusing mencari biaya untuk nya untung saja Tiara mendapatkan beasiswa sehingga tidak harus membayar sepenuh nya.
"Gak papa bu aku gak terbebani kok lagian kerja nya juga paruh waktu gak ganggu kuliah aku," jawab nya.
Ibu nya pun tidak bisa berkata kata lagi Ia tidak bisa melarang Tiara karna gadis itu sangat lah keras kepala.
Setelah berbincang dengan ibunya Ia pun masuk ke dalam kamar nya menyiapkan barang barang yang akan di bawa nya ke dalam tas, namun tiba tiba saja pintu kamarnya terbuka Ara pun langsung menoleh melihat siapa yang datang.
"Ara kakak mau bicara sama kamu," ucap Windy ternyata yang masuk ke kamar nya adalah sang kakak yang sedari tadi di hindarinya.
"Bicara apa? aku sibuk," jawab Ara malas berbicara dengan kakak nya itu.
"Kakak cuma mau jelasin aja sama kamu soal malam itu," ucap Windy.
Ara pun menoleh lalu tersenyum sinis melihat wanita itu, jujur Ia sangat membenci kakak kandung nya itu karna sudah merebut pria yang Ia sayangi.
"Gak perlu di jelasin aku udah tahu semua nya lagian bukannya kamu senang kalo kami putus biar kamu bisa jadi wanita satu satu nya buat dia," ungkap Tiara.
"Syukurlah kalo kamu mengerti tentu aku sudah menunggu momen ini dan sekarang kamu terlanjur tahu semuanya, aku hanya ingin mempertegas aja kalo kamu sudah berhubungan sejak 6 bulan yang lalu dan kamu tahu kan maksudku apa," ucap Windy tanpa tahu malu nya Ia mengakui kesalahan nya dan dengan bangga Ia mengatakan nya.
Tiara pun menghela nafas jujur dada nya mulai sesak kenapa kakak nya benar benar tega padanya padahal masih banyak cowok di luaran sana.
Lalu Ia menatap tajam kakak nya yang bermuka tembok itu, apa dia tidak merasa bersalah padanya? entah lah yang jelas tidak ada raut penyesalan di wajah nya.
"Awal nya aku tidak percaya kalo kakak ku seperti itu namun kini aku tahu kalo wanita yang ku sayangi ternyata tega menusuk ku dari belakang. Tapi tenang saja aku relakan dia untukmu karna dimana mana yang waras yang ngalah," jawab nya sambil tersenyum tipis.
Windy pun kesal mendengar nya niat hati ingin mengakui semua nya agar Tiara tahu kalo Ia lah yang menang namun malah Ia di buat malu oleh adiknya itu.
Windy pun keluar dari kamar itu dengan kesal Ia membanting pintu kamar Tiara dengan kencang.
Brukk
Tiara pun mengusap dada nya lalu terisak jujur Ia tidak sekuat itu meski pun Ia relakan Gunawan untuk saudara nya tapi entah mengapa dada nya merasa sakit sekali.
"Kalo saja kamu bukan kakak ku mungkin ini gak akan sesakit ini," gumannya.
Tiara pun mempercepat kepulangan nya, Ia langsung pamit siang itu juga pada orang tuanya dan Ia pun bernafas lega saat tahu Windy sedang pergi keluar jadi Ia tidak perlu berbasi basi dengan wanita itu.
"Ara pamit dulu ya bu," ucap nya mencium tangan orang tuanya bergantian.
"Hati hati ya, titip salam buat teman kamu yang kemarin ya ibu sangat berterimakasih pada nya karna mau repot repot mengantarmu pulang," ucap ibunya dan Tiara pun mengangguk.
Tiara memang tidak mengatakan kalo mau kembali lagi bersama Alvian. Karna Ia terlanjur mengatakan kalo pemuda itu sudah pulang.
"Jaga dirimu baik baik ya nak, bapak do'akan semoga kamu sehat selalu dan di kelilingi orang orang yang baik dan menyayangi mu," ucap bapak nya mengelus kepala Tiara.
Tiara pun menunduk menahan air mata nya, jujur Ia masih rindu dengan mereka namun karna kejadian itu Ia pun terpaksa kembali lebih cepat.
Tiara sampai di rumah Gina, rencana nya Ia akan kembali ke Jakarta nanti malam bersama Alvian.
"Kenapa kok kek sedih gitu?" tanya Gina melihat Tiara nampak sedikit murung.
"Gak papa kok," jawab nya, namun Gina tahu kalo Tiara sedang menyembunyikan sesuatu.
"Apa lu ketemu sama kakak lu?" tebak Gina dan Tiara pun mengangguk.
"Gimana apa dia meminta maaf sama lu?" tanya nya lagi Ia penasaran dengan apa yang Windy katakan namun tanpa di duga Tiara menggelengkan kepalanya.
"Maksudnya dia gak nyesel gitu udah ngelakuin itu sama lu?"
Gina benar benar kesal mendengar nya sebenarnya Windy itu kakak kandung nya Tiara bukan sih kenapa tega sekali menjadi orang ketiga di antara hubungan mereka, bukannya seorang kakak biasa nya akan banyak mengalah untuk adik tapi ini apa? Tiara malah terus mengalah demi kakak nya itu.
"Sini peluk gue," ucap Gina, Ia tahu Tiara butuh waktu tempat untuk bersandar.
"Hikk hikk... kenapa harus kaya gini Gin, apa salah gua sama kak Windy kenapa dia tega lakuin ini sama gue?" ucap Tiara sambil terisak di bahu Gina.
"Sabar gua yakin Tuhan tahu yang terbaik buat lu, bukan Gunawan jodoh lu dan seharusnya lu bersyukur Tuhan udah memperliahatkan kelakuan nya sebelum kalian menikah, coba kalo lu udah nikah terus ini terjadi pasti itu akan lebih sakit lagi," ujar nya.
Tiara juga berfikir seperti itu karna di balik musibah pasti ada hikmah, di balik hujan pasti ada berkah yang tersimpan.
aQ tunggu up selanjutnya 😊
penasaran banget akunya,,, 🤔
up lagi donk semakin seru nich ceritanya
aku penasaran gimana yach perasa,an tiara ke Al nantinya,,,