SEASON 2
Cerita cinta Raka anak pasangan CPNCT 1
yang harus memilih antara masa lalu dan sekarang, memperbaiki semuanya sebelum terlambat.
Mampir kuy😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon auliya rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Raya menatap tak percaya,matanya membulat sempurna dan reflek menutup mulutnya dengan tangan.Perasaan marah,benci,sedih berkumpul jadi satu.Ternyata orang yang selama ini
dijodohkan dengannya adalah laki laki didepannya ini.
KAMU!!!!!!!!!!
"RI.....RIZKY?????" ucapnya tak percaya.
Rasa marah karena merasa seperti dipermainkan,rasa benci karena seperti orang bodoh yang tak tau apa apa,dan sedih,ternyata tangisnya selama ini sia sia,karena pada akhirnya sang kekasih jugalah yang menjadi jodoh a.k.a suami yang sekarang ada didepannya,atau semua ini hanya halusinasinya karena terlalu memikirkan Rizky?.Kalau benar mimpi,tolong jangan bangunkan dia.Terlalu indah untuknya.
"Hay," sapa Rizky pada Raya yang masih diam,menatapnya tak percaya.
Raya mengerjapkan matanya perlahan,selain
bisa tersenyum dia juga bisa bicara,pikir Raya."Ka...,kamu beneran Rizky?ini nyata atau aku lagi halu?" tanya Raya bingung.
"Awwww....." pekik Raya.Rizky mencubit pipi Raya agak keras."Sakit?" tanyanya.Raya mengangguk dan seketika pipinya berubah merona,seperti kepiting yang pernah dimasak Mamanya.
"Hey..,hey..,hey cubitanku sakit banget kah?" tanya Rizky lagi.
Raya menggeleng lalu bertanya "kenapa?".
"Karena wajah pucatmu tadi,langsung memerah saat sudah ku cubit." jawab Rizky dengan tampang watadosnya.
Dengan cepat Raya langsung melayangkan pukulan bertubi tubi pada lengan Rizky,membuat Rizky tertawa gemas.Sifat istrinya ini selalu saja berubah ubah dengan cepat."Hey hey stop,kamu menyakiti suamimu ini sayang," ucap Rizky,setelah menangkap tangan Raya.Raya langsung membuang wajahnya asal,dengan tangan bersilang didepan dada.
"Tadi aja pura pura malu,nunduk mulu nggak mau liat suaminya,dan sekalinya liat agresif banget dah," celetuk Boby sebagai sepupu dari Rizky pasti dia harus hadirkan.
"Jangan mesra mesraan depan kami donk,jangan mentang mentang udah SAH yah,bikin jomblo makin ngenes aja," tambah Bila dengan wajah pura pura ngambek.
"Kalau mau mesra entar malem aja dikamar puas puasin deh,nggak bakal ada yang ganggu kok," ledek Arya yang mendapat cubitan dari Sivia,hingga ia pun meringis dengan cengir kudanya.
Sebagai sahabat terlebih Bff,Bila dan Sivia memang harus datangkan diacara pernikahan Raya,terlepas dari acara ini diinginkan atau tidak olehnya.Mereka akan selalu memberi dukungan penuh pada Raya,yang sepertinya sekarang sudah menerima status barunya itu,jelaslah wong ternyata suaminya pacar sendiri.
Raya juga Rizky tersipu,mendengar celetukan dari sahabat dan keluarganya.Acara pernikahan yang dihadiri oleh orang terdekat itu dan beberapa rekan bisnis dari orang tua mereka berjalan dengan lancar.Tidak ada resepsi,karena itu memang permintaan Rizky dan Raya,mengingat mereka masih SMA.Itu bisa dilakukan setelah mereka lulus nanti.
"Jadi kapan kamu tau kalau kita dijodohkan?" tanya Raya,kini mereka berdua mengobrol dikamar pengantin.Rizky duduk bersandar pada kepala ranjang merangkul bahu Raya yang juga duduk disampingnya.
"Emmmm...,kembali dari acara ulang tahun Nabila," jawab Rizky.
"Selama itu?" tanya Raya tak percaya.Rizky mengangguk saja.
"Ceritakan..." rengek Raya.
FLASHBACK ON
Rizky baru saja pulang dari acara ulang tahun Nabila,ia masih belum keluar dari mobil yang sudah terparkir cantik didepan rumahnya.Masih terlintas bagaimana ekpresi Raya tadi,dan langsung pergi begitu saja dengan menangis.
"Arghhhhhh....,kenapa cinta pertamaku harus berakhir seperti ini!!!" teriaknya sambil memukul mukul setir mobilnya.
Lama Rizky berada didalam mobil merenung,akhirnya setelah satu jam ia pun keluar.Ia melangkah masuk kedalam rumahnya dengan gontai saat akan menaiki tangga,langkahnya terhenti dengan panggilan seseorang.Rizky pun berbalik dan berjalan menuju sofa,dimana orang yang memanggilnya juga duduk disana.
"Kenapa Pi?" tanya Rizky pelan.
"Papi to the point saja,Papi tidak suka basa basi,kamu akan Papi nikahkan dengan anak sahabat Papi!" ucap Papa Mario tegas.
"Heh,takdir apa ini,baru aja Raya bilang dia jodohkan,ternyata aku juga akan dinikahkan secepat ini,memangnya jaman apa sekarang???" pikir Rizky,ia hanya tersenyum miring meremehkan takdir.
"Bagaimana dengan sekolahku?" tanya Rizky,sama seperti Raya,ia pun tak bisa menolak keinginan orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya.
"Kamu masih bisa sekolah seperti biasa,kamu tak ingat bukan kalau Papi adalah donatur terbesar disekolahmu,mereka tidak bisa berbuat apapun,apalagi menolak atas dasar peraturan sekolah," jelas Mario,terlihat sombong tapi memang begitu adanya.
"Kamu pasti menyukai pilihan Papi,gadis itu anak yang baik,ceria dan juga sangat manis." tambah Mario,setelah melirik anaknya yang hanya diam tak bersemangat itu,lalu pandangannya kembali pada sebuah foto yang ia pegang.
"Apa itu dia?" tanya Rizky yang melihat Papinya menatap foto ditangannya dengan tersenyum.
"Iya,kamu mau lihat?" Papi Mario memberikan selembar foto itu pada Rizky.
Saat Rizky mengambil dan melihat foto itu ia terkejut,mata yang tadi sayu kini terbelalak,melihat foto gadis manis yang sedang tersenyum itu."Di...dia...," ucapan Rizky dipotong oleh Papinya.
"Cantik bukan,pilihan Papi memang selalu benar,kau anakku aku tau seleramu hahahaha,namanya RAYA PUTRI ANGGARA anak perempuannya Ray,sahabat Papi saat kuliah dulu," jelas Papinya.
Rizky masih terdiam,menatap dengan seksama foto Raya yang terlihat sangat cantik dengan senyum manisnya.Dia tidak jadi meremehkan takdir,yang sepertinya kali ini mendukungnya.Ia tersenyum bahagia.
"Dua minggu," ucap Rizky tiba tiba.
"A...apa?" tanya sang Papi,yang hampir saja tersedak saat sedang meminum kopinya.
"Rizky ingin menikah dua minggu lagi," ucap Rizky tegas,namun tatapannya tak berpaling dari foto itu.
Papi Mario tertawa terbahak,melihat anaknya yang tidak sabaran ini,ia berdiri kemudian menepuk pundak Rizky,"Papi akan mengaturnya secepat mungkin." lalu pergi meninggalkan Rizky dengan wajah puas.
"Firasatku benar kamu akan selalu ada disisiku My Ay." ucap Rizky bahagia.
FLASBACK OFF
"Jadi kamu sudah tau selama itu,dan menikah dalam waktu dua minggu itu permintaanmu,lalu kenapa saat dilapangan sikapmu,mmmmm," berondongan pertanyaan dari Raya terhenti,saat jari telunjuk Rizky mendarat dibibirnya.
"Tanya satu satu sayang,baru tau aku istriku ini ternyata cerewet," Rizky tertawa meledek,Raya sudah ngambek dengan memanyunkan bibirnya itu."Yah,aku sudah tau selama itu,dan aku mau kita nikah secepatnya,aku nggak mau kamu meninggalkanku lagi,dan saat dilapangan aku ingin mengerjaimu," jelas Rizky dengan santainya.
"Ichhhh....,jahat," geram Raya,lalu memukul mukul pelan dada Rizky.Rizky tertawa kemudian menarik Raya masuk dalam pelukannya,memeluknya dengan erat."Kamu tega terus memukuli suami tampanmu ini?" tanya Rizky.Raya menggeleng dalam pelukannya.
"Aku menyayangimu My Ay..,My Wife," ucap Rizky lembut.
"Me too My Iky..,My Hubby," balas Raya."Ta..,tapi..,itu...,a...,anu...emmmm," gumam Raya tak jelas.
Rizky melepas pelukannya,menangkup wajah Raya yang terlihat sangat menggemaskan baginya,"Kenapa?" tanyanya,pura pura tak mengerti apa yang dipikirkan Raya.
"Emmm....,itu....,a...ku," susah sekali mulut Raya berbicara.
Cup
Raya membulatkan matanya,ketika dengan cepat Rizky mencium bibirnya,kemudian ******* dengan sangat lembut.Raya hanya pasrah,menerima kelembutan dari Rizky,ia memejamkan matanya tanpa membalas lumatan Rizky.Seakan diberi lampu hijau Rizky membaringkan badan Raya perlahan tanpa melepas pagutannya.
"Emmmmm...," desah Raya tertahan saat ciuman yang awalnya lembut kini semakin panas,Ia sudah mulai membalas.Sesekali Rizky menggigit bibir bawahnya gemas.Tangan Rizky kini sudah mengelus lembut perut Raya dari balik piyamanya.
"Sssshhhh...,awwwww sakit Ky," lirih Raya,kini Rizky mengalihkan ciumannya ke leher Raya dan menggigit pundak Raya gemas,membuat lukisan dengan warna merah kebiruan disana.Tangannya juga sudah mulai nakal mengusap lembut buah yang tumbuh didada Raya itu.
Raya hanya bisa pasrah dengan perlakuan Rizky,toh sekarang lelaki ini sudah jadi suaminya juga,pikirnya.Walaupun masih ada rasa takut dalam dirinya.Sedangkan Rizky asik dengan kegiatannya memberi tanda kepemilikan disekitar dada Raya dan sesekali me***** ******** Raya yang sangat pas ditangannya,setelah membuka satu persatu kancing baju Raya,sehingga perlakuannya itu membuat Raya menggelinjang seperti ulat bulu.
Dan,
Akhirnya,
Dengan penuh kesadaran Rizky menghentikan aktivitasnya,sebelum sesuatu yang ena ena terjadi.Raya hanya diam menatap bingung pada suaminya itu.Rizky kembali mengancingkan piyama Raya,kemudian berbaring disamping Raya,merentangkan sebelah tangannya menjadi bantal untuk istrinya itu,memeluk dan mengecup kening Raya lama.
"Aku tau,Ay belum siap kan,toh kita juga masih kelas sebelas SMA,masih banyak waktu sampai kita sama sama siap,dan aku akan sabar menunggunya,sekarang tidurlah aku akan memelukmu,good night honey," ucap Rizky.
"Terima kasih sudah mengerti ketakutanku Ky." ucap Raya lega,karena Rizky paham akan perasaannya,kemudian memeluk Rizky dan menutup matanya perlahan,karena jujur saja ia sudah sangat mengantuk.
"Aku bahagia,akhirnya cinta pertama ku menjadi istri yang akan selalu hadir disaat aku menutup mata ketika malam dan membuka mata saat pagi,aku bahagia memilikimu Raya,aku berjanji akan selalu membahagiakanmu." gumam Rizky,mengusap pelan wajah damai Raya dan tak lama ia pun juga ikut tertidur dengan nyenyaknya.
**********************************************
Yah nggak jadi deh ena ena nya😂😂😂.
Terima kasih untuk pembaca yang bersedia mampir dan sudah mengklik tombol like,favorit,share dan koment.
MSH HERAN AZA MA RAYA, KATANYA UDH BELAJAR BELA DIRI, KOQ LENGAH DGN STEVEN..