Indonesia
NovelToon NovelToon
BAD GIRL AND BAD BOY

BAD GIRL AND BAD BOY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: RIZQIA BALQIS

Hai perkenalkan namaku Bianda Allecya. Ibuku bernama Talitha Ayunda dan ayahku bernama Dimas Prasetya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQIA BALQIS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAD GIRL AND BAD BOY

Sore hari

Aku sedang duduk di balkon kamarku,dibawah di dekat kolam renang sudah disulap jadi seperti garden party. Entah kapan mama menyiapkannya. Keluargaku sudah rame,sepupuku juga sudah datang. Baik yang jauh maupun yang dekat.

Tak juga aku lihat papaku,entah dimana dia. Ingin rasanya aku menangis tapi tak bisa karena saat ini aku sudah selesai di make up sama penata rias langganan mama mertuaku.

Hah,apa seperti ini rasanya tak diharapkan. Apa papa benar benar tak ada waktu buat aku pa, sekali ini saja. Moment terakhirku sebelum aku jadi istri Vano.

Saat aku sedang memikirkan papa,sahabatku datang. Mereka memelukku dengan hangat, setidaknya aku memiliki mereka.

" Hei ngapain nangis han,jadi jelek kan besty gue. Dah lah apa pun yang terjadi loe harus yakin dan ingat masih banyak yang sayang sama loe Bi. Ya nggak guys " ujar Bella pada sahabatku yang lainnya.

" Iya,ini moment penting loe Bi,jangan ada air mata kesedihan di setiap momentnya kecuali air mata kebahagiaan " ujar Disya membuatku dan lainnya tertawa mendengarnya.

Tak lama kemudian mamaku dan mama Vano serta mama dari sahabatku datang dan menatapku sambil tersenyuk hangat.

" Yang jadi penganten baru,auranya ngalahin kita yang dah senior ya jeng " celetuk mamanya Disya.

"Iya jadi ingat moment kita jadi penganten juga. Tapi aura Bian luar biasa,mungkin karena Bian masih fresh belum terlalu terkena yang namanya make up ya " ujar Mamanya Kanaya.

Aku yang mendengar ucapan mereka hanya bisa diam dengan wajah memerah.

Aiss pengen kabur aja,boleh nggak sih

" Iss mama mama nih,Bi nggak jadi nikahlah kalo gitu. Males diledekin " ujarku ngambek.

" Yah ngambek anaknya,jangan dong Bi. Gagal dong mama jadion kamu menantu. Jangan dibatalin dong ya sayang "

Ujar mama Vano memelas

" Iya iya ih,mau batal pun nggak bakalan bisa. Itu anak mama juara kalo maksa orang " gerutuku kesal.

Mendengar ucapanku para mama hanya tertawa. Setelah kembali memperbaiki dandananku. Aku pun dituntun menuju ke lantai satu. Tempat acara ijab qabul diadakan. Masih di dalam rumah sih,baru deh abis itu keluar karena pelaminannya di luar.

Saat aku sampai dengan digandeng oleh sahabatku aku pun sampai di dekat Vano yang sudah duduk di depan penghulu.

Sesaat kami saling tatap dalam diam. Sampai suara sahabatku dan Vano membuat kami memutus acara tatap menatap dengan canggung.

" Cie cie,berasa transparan kita saat mereka berdua saling tatap. Serasa dunia milik berdua " ujar sahabat Vano yang bernama Dion.

" Bener bet,ganteng gini disana tembok guys " ledek yang lainnya

" Eh sudah sudah,nanti dilanjutin acara ledek meledeknya ya. Kita ke acara inti dulu " ujar mama Vano sambil tersenyum pada sahabat putranya.

" Siip ma " sahut mereka kompak

Akhirnya aku pun didudukkan di samping Vano. Selama Vano mengucapkan ijab qabul lagi lagi aku memikirkan papa yang benar benar tak datang.

Aku berdo'a dalam hati semoga papa datang

" Maaf saya terlambat " ujar bariton dewasa yang aku rindukan. Papa,beliau datang walaupun sendirian karena tak aku lihat istrinya dan putri kesayanganya.

Aku merasa senang,rasanya aku tak ingin apa apa lagi untuk menebus moment yang hilang selama ini karena papa sibuk dengan keluarga barunya.

Aku terus menatap papa,aku lihat sekarang papa terlihat kurus. Ada apa dengan papa, apa dia benar benar hidup sulit sekarang.

Apa papa masih bersama wanita itu,entahlah. Aku harus menanyakan hal ini pada papa.

******

Acara ijab baru saja selesai,sekarang aku sedang fhoto fhoto dengan keluarga dan sahabatku. Aku juga mengajak papa berfhoto walaupun papa sepertinya minder. Tapi aku tetap memaksanya,

" Pa, Bi mau ngomong sama papa. Sebentar aja " ujarku pada papa sambil beranjak menuju kamarku.

Sesampainya di kamar aku duduk di atas kasurku. Menunggu papa,tak lama papa datang juga.

" Kenapa Bi,papa harus pergi. Papa tak ingin kamu malu dengan keadaan papa sekarang " ujar papa sendu.

" Papa kenapa sendiri,apa papa masih sama mamanya Alisha atau mereka berdua sudah meninggalkan papa karena papa sudah jatuh sekarang " ujarku datar.

" Entahlah Bi,anggap saja ini hukuman buat papa karena mengabaikan kamu dan mama kamu selama ini " ujar papa dengan suara bergetar.

" Papa kerja dimana sekarang dan tinggal dimana " tanyaku "

" Papa kerja di pasar jadi tukang panggul dan tinggal di rumah konrakan dekat

pasar " ujar papa pelan.

" Fine,papa bisa kelola cafe milik Bi yang baru tapi aku nggak mau papa bawa bawa 2 orang itu. Papa pasti tau kan maksud Bi,kalo ternyata papa masih berurusan dengannya maka Bi benar benar mengabaikan. Papa selamanya,ini kesempatan terakhir papa "ujarku dengan nada datar

Maaf pa,aku hanya tak ingin papa jadi bodoh lagi dengan kembali pada mereka yang bahkan meninggalkan papa setelah papa membuat mereka segalanya melebihi Bi dan mama.

Sebenarnya cafe ini adalah cafe yang aku rintis bersama sahabatku setahun yang lalu tapi tak ada yang tau kamo kami pemiliknya kecuali para orang tua pastinnya tapi kecuali papa yang sudah tak lagi pulang ke rumahku dan mama. Lebih tepatnya lupa pulang karena terlena sama yang baru. Kalo ingat aku tak akan pernah menawarkan hal ini. Enak saja.

" Tapi apa kamu yakin nak,papa takut hal ini akan membuat mamamu marah. Apalagi Vano suami kamu " ujar papa ragu.

" Aku yakin kok tapi papa disana sebagai pengawas. Soalnya kalo bagian keuangan itu dah pasti mama yang mengelola. Nggak papa kan pa " tanyaku memastikan.

" Nggak papa kok Bi,jadi pengawas aja dah bagus banget Bi. Setidaknga papa punya pekerjaan tetap. Makasih ya nak kamu masih mikirin papa padahal papa sudah menyakiti kamu dan mamamu " ujar papa sendu.

" Ingat pa,ini kesempatan terakhir papa. Kalo Bi tau papa bawa mereka mengotak atik cafe Bi maka detik itu juga kesempatan papa habis " ujarku dengan nada datar.

Setelah itu papa pun kembali ke acara karena aku memintanya untuk tetap tinggal. Aku lihat mama juga tak keberatan.

Aku pun bergabung dengan Vano di pelaminan setelah aku mengganti bajuku dan kembali di rias.

Suasana malam ini sangat meriah walaupun hanya dihadiri oleh beberapa undangan di luar keluarga inti. Seperti rekan bisnis mama dan mama papa mertuaku. Begitu juga keluarga jauh Vano,sepupunya juga datang menghadiri acara.

Aku saling tatap dengan Vano saat kami hanya berdua saja di pelaminan.

" Aneh nggak sih Van yang tadinya kita hanya sahabatan dan suka berantem eh sekarang malah married " celetukku saat aku dan Vano hanya terdiam.

" Siapa bilang gue cuma nganggap loe sahabat selama ini,loe nya aja yang nggak peka. Gue dah suka sama loe sejak kita beranjak remaja " ujar Vano sambil menatapku dalam.

Deggggg

1
amunk murny
ceritanya bagus
amunk murny
seru
Nabila Aulia
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!