" PLAK"
Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus gadis bernama Anisa.
" Dasar..pelakor kamu,sudah berapa lama kamu berhubungan dengan suami saya,huh? gugurkan kandungan mu sekarang juga..!! karena mas Adrian tidak akan pernah menikahi pelakor seperti kamu sampai kapan pun!"
Anisa hanya bisa menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang begitu buruk, karena telah mencintai pria yang sudah berkeluarga.Dari awal dia mengenal Adrian dia tidak pernah tau jika Adrian bukan pria lajang,namun setelah dirinya berbadan dua hasil buah cinta mereka barulah semuanya terbongkar.
Anisa sebenarnya tidak mau menggugurkan kandungannya,namun sebuah kecelakaan yang dialaminya menyebabkan dirinya keguguran.
Dua tahun berlalu Anisa sudah melupakan trauma nya dan dia kembali mencintai pria lain,namun siapa sangka ternyata pria yang di cintainya sekarang adalah adik ipar dari Adrian,mantan kekasihnya yang membuatnya terpuruk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shid_qia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEO baru
Keesokan harinya Anisa yang biasanya memulai paginya dengan penuh semangat namun pagi ini dia terlihat malas malasan untuk berangkat ke kantor.
" Loh kenapa cucu nenek yang cantik ini kok ga semangat gitu,ga seperti biasanya." ucap nenek sari ketika sedang sarapan di meja makan dengan cucu tercinta dan dia melihat sang cucu terlihat tidak bersemangat pagi ini.
" Emang Nisa lagi males kerja hari ini nek." jawab Anisa sambil cemberut dan mengaduk aduk nasi gorengnya.
" kenapa? Kamu sakit? " tanya sang nenek yang merasa khawatir dengan keadaan cucunya.
" Bukan sakit nek,mulai hari ini bos Nisa bukan pak Chandra lagi tapi bos nya baru." ucap Anisa.
" Ohh..jadi kamu ga semangat karena ga ada nak Chandra." goda sang nenek.
" Bukan,maksud Nisa bukan karena pak Chandra ga ada,tapi karena pengganti nya pak Chandra itu orangnya nyebelin nek." sahut Anisa.
" Ohh..nenek kira kamu ga semangat karena merasa kehilangan Chandra." ucap nenek sari sambil tertawa.
" Ah...nenek mah sama aja kayak temen aku,jodoh jodohin terus aku sama pak Chandra." ucap Anisa.
" Ya emang kalian cocok atuh,cantik sama ganteng."
" Udah ah..nek Nisa berangkat dulu ya takut telat nanti si bos baru yang rese itu ngomel lagi." Anisa lalu berpamitan kepada nenek sari dan mencium tangan nenek sari dengan sopan.
" Hati hati ya Nis."
" ya nek."
Kemudian Anisa pun berangkat bekerja dengan menggunakan sepeda motornya yang sudah lama tidak dia pakai, sebelumnya Anisa sering berangkat naik taxi online namun karena jalanan kota Bandung yang sering macet dia jadi sering telat,jadi sekarang dia memilih untuk naik sepeda motornya selain terhindar dari kemacetan juga lebih irit di ongkos.
*
Sementara itu Samudera pun terlihat sedang bersiap siap untuk berangkat ke kantor,dia menggunakan setelan tuxedo berwarna navy yang membuat dirinya terlihat sangat tampan dan berwibawa,hari ini Chandra masih masuk kerja dia akan mengenalkan Samudera kepada seluruh karyawannya.
Samudera pun berangkat menggunakan mobil sport nya untuk menuju ke kantor,dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang,hanya membutuhkan waktu 20 menit saja Samudera sudah sampai di perusahaan nya karena memang pak Arga sengaja memilihkan apartemen yang tidak jauh dari kantor mengingat anaknya itu yang kadang sering bangun kesiangan.
" Anisa..aku pastikan kita akan bertemu setiap hari sampai kamu jatuh cinta padaku dengan sendirinya." monolog Samudera sambil mengendarai mobilnya dan tersenyum membayangkan jika suatu saat Anisa akan menjadi miliknya.
*
" Nis.. Nis..kamu udah tau belum? Hari ini kita akan kedatangan CEO baru,dan pak Chandra ga jadi CEO lagi di perusahaan ini,dan katanya CEO yang baru ini tuh anak dari pemilik asli perusahaan ini." ucap Erika panjang lebar ketika sampai di hadapan Anisa yang sedang duduk di ruangannya sambil mengecek pekerjaan hari ini.
" Iya..aku udah tau,bahkan aku udah ketemu sama CEO baru yang rese itu." ucap Anisa.
" What?? Jadi kamu udah ketemu sama CEO baru itu Nis? Dimana? Kapan? Gosipnya nih katanya sih CEO baru itu lebih ganteng lagi dari pak Chandra oh my God,kita aja lihat pak Chandra udah klepek klepek apa lagi yang ini lebih ganteng bisa pingsan kali ya." ucap Erika dengan centilnya.
" Ganteng sih,tapi nyebelin." sahut Anisa.Tanpa mereka berdua ketahui ada seseorang yang sedang mendengar percakapan keduanya di depan pintu,karena Erika lupa menutup pintu ruangan Anisa sehingga percakapan mereka terdengar jelas oleh orang itu.
" Maksud kamu nyebelin gimana Nis?" tanya Erika dengan penasaran.
" Kemarin tuh aku hampir tertabrak mobil yang ngebut,ugal ugalan,dan kamu tau siapa orangnya ya CEO rese itu, bukannya minta maaf dia malah nyalahin aku kan aneh,terus aku ketemu lagi sama dia di kafe sama pak Chandra,ya pokoknya orangnya nyebelin deh." ucap Anisa panjang lebar dan Erika pun manggut-manggut mendengarkan ucapan Anisa.
" Tapi orangnya beneran ganteng kan? " tanya Erika.
" hmmm...gimana ya,kalau menurut aku sih mukanya kayak alien." ucap Anisa sambil tertawa dan Erika pun ikut tertawa.
" Oh...jadi kamu pikir saya mirip alien?" ucap Samudera yang tiba-tiba saja ada di dekat mereka.
Anisa dan Erika pun terdiam seketika,Anisa dan Erika menelan ludahnya dengan susah payah.Walaupun Erika belum melihat Samudera namun ia yakin pasti Samudera adalah orang yang sedang mereka bicarakan.Tidak mau ambil pusing Erika pun pamit keluar dari ruangan Anisa.
" Nis...kayaknya kerjaan ku banyak deh,aku pergi dulu ya," bisik Erika kepada Anisa.
" Permisi..pak saya pamit ke ruangan saya dulu." lanjut Erika berpamitan kepada Samudera.
Kemudian Erika pun berlari terbirit-birit seperti melihat hantu, karena dirinya ketangkap basah dengan Anisa sedang membicarakan CEO baru mereka.
" Ada yang bisa saya bantu pak? " ucap Anisa yang sudah berdiri dengan sopan kepada Samudera yang terus menatap nya secara intens.
" Saya tanya sekali lagi,memangnya saya mirip dengan alien?" tanya Samudera yang semakin mendekatkan dirinya kepada Anisa,dan Anisa pun tak kuasa menatap wajah Samudera sehingga dia terus menundukkan kepalanya.
" Hmmm...mungkin bapak tadi salah denger,saya ga bilang bapak mirip alien." elak Anisa.
" Oh..jadi sekarang kamu bilang saya tuli? " ucap Samudera dan dia semakin mendekati Anisa sehingga membuat Anisa begitu grogi saat ini.
" Bu..bukan begitu pak..saya..saya.. AKHHHH..."
" GREP" Tangan Samudera menangkap tubuh Anisa yang hampir saja terjatuh ke belakang karena dia terus mundur untuk menjauhi tubuh Samudera yang semakin mendekati nya.
Pandangan mereka pun bertemu dan terkunci untuk beberapa saat, Samudera terlihat begitu mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna di depan matanya,bibir ranum Anisa yang pink alami,kedua bola mata coklat bulat milik Anisa yang indah,alis yang indah,pipi Anisa yang sedikit chubby membuat Samudera semakin merasa gemas.Tatapan keduanya pun terhenti saat ada seseorang yang masuk ke ruangan Anisa.
" EHEMMM.." Chandra berdehem dengan sengaja agar keduanya menyadari kehadirannya.
Anisa dan Samudera pun reflek saling melepaskan tangan mereka,dan menghadap kepada Chandra yang tiba-tiba berada di sana.
" Kalian lagi ngapain? " tanya Chandra yang merasa cemburu karena keduanya terlihat begitu dekat.
" Saya tadi mau terjatuh dan pak Samudera hanya membantu." ucap Anisa karena dia tidak mau Chandra berpikir macam macam tentang dirinya,bukan karena dia menyukai Chandra namun karena dia tidak mau orang lain memandangnya rendah.
" lu siap siap,gue udah kumpulin semua karyawan di aula." ucap Chandra kemudian pergi meninggalkan ruangan Anisa dan terlihat sekali oleh Samudera bahwa ada kecemburuan dalam sikap Chandra padanya.
" Sepertinya lu cemburu Chan, sorry.. sepertinya kita akan jadi saingan." monolog Samudera di dalam hatinya lalu mengikuti langkah Chandra menuju ke aula dan di ikuti Anisa dari belakang.
Ketiganya pun memasuki aula yang sudah di penuhi oleh karyawan dari berbagai divisi,Chandra yang masuk pertama di susul oleh Samudera dan kemudian Anisa,tak sedikit para karyawan yang saling berbisik memuji ketampanan Samudera dan ada pula yang merasa cemburu melihat kedekatan Anisa dan kedua lelaki tampan itu.
" Selamat siang semuanya.. sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekurangan saya dalam memimpin perusahaan ini, berhubung saya hanya CEO sementara di perusahaan ini jadi hari ini hari terakhir saya berada disini dan saya akan memperkenalkan CEO baru perusahaan ini yaitu sepupu saya sendiri Samudera Adi jaya.Saya harap kalian bisa bekerja sama dengannya, terimakasih." ucap Chandra yang kemudian di iringi tepuk tangan yang begitu meriah dari para karyawan dan karyawati.
Samudera pun memberikan sambutannya dengan singkat,padat dan jelas,tak sedikit karyawati yang terpesona oleh ketampanan CEO baru mereka itu.Setelah perkenalan Samudera selesai,semua para karyawan dan karyawati pun kembali ke meja kerja mereka masing-masing.
" Anisa.." Samudera dan Chandra memanggil nama Anisa berbarengan dan itu membuat Anisa merasa bingung, karena terlihat aura persaingan di antara dua saudara sepupu itu.Samudera dan Chandra saling menatap tajam sampai akhirnya Samudera yang bersuara terlebih dahulu.
" Anisa..saya di tunggu di ruangan saya." kemudian Samudera pun pergi meninggalkan Anisa dan Chandra yang masih berada di aula.
" Anisa saya ingin bicara berdua sama kamu." ucap Chandra setelah Samudera menjauh dari mereka.
" Tapi pak,ehh.. Chan saya harus segera ke ruangan pak Sam." sahut Anisa.
" Hanya sebentar Anisa,saya yakin Samudera pasti tidak terburu-buru menyuruh kamu datang ke ruangan nya." ucap Chandra yang membuat Anisa tidak bisa menolak ajakannya untuk berbicara berdua.
Dan disinilah mereka sekarang,Anisa dan Chandra berada di atas rooftop kantor,Chandra sengaja mengajak Anisa berbicara empat mata disana agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.Tanpa mereka tau Samudera mengikuti mereka sampai ke rooftop dan sekarang Samudera sedang mengintip dari kejauhan.
" Anisa..saya mau dengar jawaban kamu? Apa kamu mau menerima saya jadi pacar kamu? Sekarang saya bukan bos kamu lagi jadi kamu ga perlu takut karyawan lain menggosipkan kamu." ucap Chandra sambil memegang pundak Anisa dan menatap kedua mata Anisa dengan penuh damba,Anisa hanya terdiam dia bingung harus menjawab apa,dia tidak mau menyakiti hati Chandra namun dia memang tidak memiliki perasaan lebih kepada Chandra,dan dia memang masih belum lepas dari bayangan masa lalunya yang buruk karena cinta.
" Sa..saya...saya tidak bisa menerima kamu jadi pacar saya Chandra, karena... karena saya." Anisa pun tak kuat untuk melanjutkan perkataannya karena dia jadi teringat kembali akan masa lalunya yang kelam.
" Anisa,apa kamu trauma dengan yang namanya laki-laki,Anisa aku berjanji aku tidak akan menyakiti kamu." ucap Chandra mencoba meyakinkan Anisa karena dia melihat dari gelagatnya Anisa terlihat seperti wanita yang trauma oleh cinta.
" Maafkan aku Chandra,aku ga bisa." ucap Anisa kemudian berlari sambil menyeka air matanya yang menetes di pipinya.
Samudera yang melihat Anisa berlari ke arahnya pun segera bersembunyi agar Anisa tak melihatnya.
" Anisa..tunggu.. Anisa.." Chandra terus mengejar Anisa yang berlari dan dia pun melewati Samudera yang sedang bersembunyi.
" Sebenarnya ada apa dengan Anisa? " monolog Samudera dalam hatinya.
* Bersambung*
maunya apa kalau ga mau tanggung jawab?