Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis SMA Pemikat Hati Tuan Muda

Gadis SMA Pemikat Hati Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: My Little Queen

Mengejar Tuan Muda ???? bukan...... yang bener dikejar Tuan Muda...

Pertemuan tanpa sengaja, membuat mereka saling bersitegang. Tapi bagaimana jadinya jika ternyata mereka saling berhubungan satu sama lain ???

Akankah sang Tuan Muda terpikat pada seorang gadis SMA ? ataukah Gadis SMA yang akan mengejar sang Tuan Muda ?

Kisah ini hanya fiksi, jangan terlalu dianggap serius..... 😃😃😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Little Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama magang

Gelengan kecil dan senyum Cantika terhenti saat mendengar suara selanjutnya

"katanya bos bahagia karena mantan tunangannya kembali, meskipun dalam keadaan sakit"

Tangan yang hendak memegang handle pintu tiba-tiba terhenti, sayup-sayup percakapan dari dalam membuatnya membeku.

"kenapa aku harus kaget ? Bukankah aku memang harus siap dengan semua kenyataan yang ada" batinnya memantapkan diri sebelum memegang handle pintu dan mendorongnya pelan

"permisi pak, bu, maaf saya Cantika anak magang yang ditempatkan didivisi pemasaran" sapa Cantika ramah

"kenapa tidak ketuk pintu dulu ? Dasar nggk sopan anak jaman sekarang" bukan sapaan ramah yang dia dapatkan tapi celetukkan yg memang harus siap dia dengar

"maaf, tadi saya sudah mengetuk pintu bu , mungkin tidak terdengar"

"ehhhh berani ngejawab lagi, udah sini masuk, paling anak yg begini, baru seminggu juga sudah nangis nangis minta pindah"

Cantika kemudian melangkahkan kaki, masuk kedalam ruangan. Berdiri didepan meja sang kepala divisi.

"Siapa nama kamu tadi ?"

"Cantika pak"

"Cantika, mulai hari ini kamu masuk di tim pemasaran, saya tidak terima anak yg lemah, disini bukan tempat bermalas malasan jangan sampai saya menemukan kamu enak-enakan bersantai"

"Saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak mengecewakan bapak"

"Bagus, kamu bisa ikut indah keluar untuk berkenalan dengan teman-temanmu diluar"

"baik pak, saya permisi"

Cantika melangkahkan kaki mengikuti indah, wanita yg tadi berkata jutek padanya yang ternyata tangan kanan sang kepala divisi. Setelah sesi perkenalan dengan kalimat basa basi yg sudah biasa dia dengar, dia dituntun pada bilik kerjanya

Detik menit jam berlalu, matahari mulai meninggi dan tanpa terasa jam makan siang telah menyambut. Notifikasi pesan masuk ke handphone nya

Makan bareng yuk yank, kita makan dikantor atau mau makan diluar aja ?

^^^^^^Nggak usah mas, kita makan sendiri-sendiri aja dari pada nanti ada yang curiga. Aku sudah ada teman, jdi nanti aku makan ke kantin aja^^^^^^

Temen cowok apa cewek yank, awas kamu jangan sembarangan deket sama orang.

^^^Cewek kok, namanya dini nanti aku ceritain kalau kita ketemu. Udah aku mau ke kantin dulu ya, mas jangan lupa makan. Jangan kerja terus, harus sayang tubuh sendiri^^^

Iya deh iya, baik ibu negara. Perintah dilaksanakan, see you 😘

^^^🥰^^^

Cantika menutup percakapan dengan senyum dibibir, sambil memasukkan handphone ke saku blazernya

"udah belum ? Yuk makan, siapa sih ? Pasti pacar ya ? dari tadi pegang hp sambil senyum-senyum aja" suara dini mengagetkan Cantika yg telah bersiap siap membereskan mejanya

"yuk kita makan, bukan siapa-siapa kok"

Mereka berjalan beriringan menuju kantin, tempat yang mendadak ramai dijam makan siang, karena hampir semua divisi menuju satu tempat tujuan yang sama

"cantik ya, ramah lagi, memang si bos nggk salah menunggu sampai sekarang"

Sayup sayup percakapan didalam lift yang dia dengar, yang membuatnya menajamkan telinga

"iya, tadi aku liat masuk ke ruangan si bos, auranya memang ngena banget, udah layang disebut ibu bos"

"tapi katanya sakit ya ?"

"iya, dengar-dengar begitu, cuma kalau kita pikir-pikir dengan kekayaan si bos, apa sih yg nggk bisa dilakukan ? Bahkan bisa berobat ke luar negeri"

Cantika mendadak membeku dan lamunannya teralihkan dengan denting lift yg menandakan mereka sudah sampai dilantai tujuan. Kakinya mengayun dengan beban pikiran yg mungkin hanya dia sendiri yang tau.

Makan siang yang seharusnya memberikan kelegaan pada perutnya justru hanya menjadi ajang adik sendok dan garpu.

"kamu kenapa sih Cantika ? Dari tadi makanan diaduk terus, kasian tuh makanan"

"nggk papa, tiba-tiba nggk nafsu aja"

"aneh, masa iya nafsu makan hilang cuma dalam hitungan menit"

"udah kamu cepetan makan, nanti keburu habis jam istirahatnya" balas Cantika mencoba mengalihkan pembicaraan

Hari ini, hari pertama magang yang membuat Cantika bagai menaiki roller coaster. Gadis biasa itu memasuki rumah dengan langkah gontai, rumah sepi menyambutnya. Sepertinya bunda dan ayahnya tidak ada dirumah.

Dia memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya, mencoba mencerna hari yang telah dia lalui ini.

Memang semenjak makan siang tadi, tak ada notifikasi pesan masuk ke handphonenya. Mungkin mas Gilang sibuk pikirnya, jam menunjukkan pukul 7 malam, dengan langkah gontai dia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sementara di sudut tempat lain......

🪻🪻

Dua orang duduk berhadapan, saling memandang dan saling mencerna apa yang telah terjadi

"aku tidak memintamu kembali padaku Gilang, tapi setidaknya hubungan kita tidak berakhir buruk"

"kenapa kamu memilih pergi dan menghilang ? Sedangkan kamu tau, bahwa hidupku semua ada di tanganmu"

"maafkan aku, aku hanya tidak ingin kamu terbebani dengan penyakitku"

"kita bisa mencari obat, kalau perlu kita keluar negeri, banyak dokter dan pengobatan hebat diluar sana dan uangku tidak akan habis untuk itu"

"aku mengerti, maafkan aku"

Disudut ruangan itu dua pasang mata yang saling memandang, tangan yang saling tertaut dan hati yang mulai menghangat. Namun satu yang terlupakan adalah ada seorang gadis yang belum genap 20 tahun, sedang menunggu pesan, berharap dengan segala ketidak pastian dan bergelut dengan pemikirannya sendiri.

yahhhh Gilang melupakan itu, melupakan bahwa cinta pertamanya yang kembali akan mengorbankan satu jiwa yang murni dan tulus.

🪻🪻

Hari-hari magang dilalui Cantika dengan ikhlas, beberapa teman yang sering membebankan tugas mereka padanya dia terima dengan apa adanya. Kepribadiannya yang ramah membuatnya mudah mendapat teman, ini adalah hari ketiga Gilang tak memberi kabar bahkan sekedar pesan pun tak ada.

Jam pulang menyapa semua pekerja, riuh orang-orang bersiap untuk pulang.Namun terasa sepi bagi Cantika, matanya terus memandang handphone berharap ada notifikasi masuk.

"Mas, apa benar dia kembali dan aku sudah tidak dibutuhkan lagi ?" bantinnya

"sepertinya hari ini cerah, lebih baik aku kerumah mami sekalian nengokin mami dan siapa tau mas Gilang ada dirumah" pikirnya sambil membereskan meja kerjanya

Kakinya mengayun santai, menaiki motor matic kesayangannya menerobos jalan padat sore itu.

Motor itu memasuki kawasan hunian yg sudah tak asing lagi baginya, entah benar hanya akan menengok mami atau ada tujuan lain dibalik hati yang gundah itu.

Ting tong.....

Ting tong.....

"Ehhh non" bibi menyambut hangat, namun tertangkap jelas beban diwajahnya

"nggk usah tegang bi, saya cuma mau nengok mami"

"i ....iya non"

Saat melangkahkan kaki kedalam, dia sadar bahwa dia harus siap melihat apapun didalam sana. Mobil Gilang yang terparkir didepan, menandakan si pemilik ada didalam.

"Assalamualaikum" sapanya ramah

"waalaikumsalam anaknya mami" jawab mami bersemangat, namun disisi lain 2 pasang mata sedang menatapnya.

Dua pasang mata yang memandang penuh keterkejutan, dengan pemikiran masing-masing.

🌸TBC🌸

1
Fitria Nuri Hartati
br sampai sn sakit hati rasanya
Ati Ati
nah loh tanah kuburan 🤣🤣🤣horor, jika tanah sengketa gimana y
Nuhume
Ceritanya keren, yuk kak thor saling dukung🌻🌻
ISIMPFORMITSUKI
Nggak sabar lanjutinya.
grr_bb23
Jauh melebihi harapanku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!