Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: VELANIA

Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Bagas

"Bagas?.. "

Bagas yang merasa ada yang memanggil namanya pun menoleh ke arah Fira dan Nendra yang bergandengan mesra.

tanpa berkata kata ia hanya memandang Fira dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Sudah nggak ingat ya kamu sama wajah saya? "

"K-Kamu? Fira? kamu benar Fira? "

"hmm.. "

"Kamu dikota ini? "

"Baru sih belum sebulan "

"tapi kenapa kamu bisa berubah jadi secantik ini? dan siapa laki laki ini? jangan bilang kalau kamu jual diri buat gaya hidup kamu? "

plakkk...

"kurang ajar mulut kamu gas! kamu juga jalan sama cewek! "

"kamu harus ingat kita belum putus! kamu masih pacar aku Fira! "

"Pacar kepala kamu! kamu pergi katanya akan pulang dua minggu sekali dan akan menghubungi ku lewat telepon rumah mbak Sari tapi apa? semua itu gak ada satupun yang kamu tepati! jadi lebih baik kita sendiri sendiri saja "

Fira dan Nendra pun segera pergi tapi Bagas seperti tak Terima keputusan Fira,

seketika tangan Nendra menghadang Bagas

"Jangan lagi berharap apapun lagi darinya kalian sudah berakhir sekarang dia milikku hanya milikku! "

Bagas pun terdiam, sungguh dia tak menyangka jika dia bertemu Fira disini.

"Gas! lo udah punya cewek? " ucap seorang cewek yang tadi bersama Bagas

"e.... eenggak kok dia teman sekolah aku dulu"

"serius cuma teman? awas aja kalau lo coba bohongin gue! "

Sementara di mobil,

"kenapa manyun aja cemburu? "

"cemburu? nggak ya, cuma heran aja laki-laki dimana saja itu sama saja mana betah lihat yang bening dikit, gitu ngomongnya setia lah menjaga hati lah !Dasar kampret! "

"sayang kamu makin cantik deh kalau lagi marah gitu"

"apa sih Mas nggak lucu! "

"emang aku bukan pelawak sayang"

"aaah.. Mas Nendra aku lagi sebel nih! "

"sabar sayang nanti sampai apartemen aku bikin sebel kamu jadi ilang! "

Fira hanya melirik ke arah Nendra yang fokus menyetir.

sampai apartemen Nendra langsung pergi ke dapur, dan beberapa menit kemudian ia datang dengan dua cangkir coklat hangat,

"minumlah mungkin coklat ini sedikit mengurangi kesal mu ! "

"Terima kasih Mas "

"Gimana? "

"jauh lebih baik sih mood ku"

"Oo.. kalau belum aku tahu cara jitu untuk menghilangkan nya dijamin deh"

"apa itu? "

"ini.. "

seperti biasa Nendra menarik Fira hingga terduduk dipangkuannya dan segera mencium bibirnya.

saking terkejutnya Fira hanya bisa memukul mukul Dada Nendra tapi bukan Nendra yang akan melepaskannya begitu saja akhirnya Fira hanya pasrah dan menikmati ciuman itu.

mmphh.... mmmph...

"kamu kebiasaan sih Mas main nyosor aja! "

"bibir kamu bikin candu sayang "

ucap Nendra sambil mengusap bibir Fira yang sedikit membengkak karena ulahnya.

"Mas turunin aku! aku mau istrirahat ngantuk banget "

"ayo! "...

Sementara di sebuah tempat kost,

" aku masih nggak nyangka bisa ketemu Fira dikota ini? dia sangat berbeda dari Fira yang tiga bulan lalu aku tinggal di desa. dia semakin cantik gayanya juga sangat berbeda. kok bisa ya secepat ini dia bisa berubah? "

berbagai pertanyaan muncul dibenaknya tanpa ia tahu harus bertanya pada siapa.

kembali ke apartemen,

Minggu pagi ini mereka habiskan dengan hanya bersantai dirumah bangun siang, memasak sarapan bersama hingga membersihkan rumah kini mereka sedang bersantai menonton film sambil menikmati cookies buatan Safira yang resepnya ia lihat dari salah satu media sosial di ponsel Nendra

tiba tiba ponsel Nendra berdering terlihat nama Narendra disana...

dan Nendra pun mengaktifkan loudspeaker agar Fira juga bisa mendengar nya,

"Halo Ren apa kabar? "

"Hai Kak aku sekarang jauh lebih baik disini dan kapan kau kesini apa kau sudah melupakanku karena sudah punya kekasih hum? "

Deg,,,

jantung Fira langsung berdetak kencang mendengar suara yang tak asing itu dia masih benar-benar ingat suara siapa itu.

tubuh Fira pun seolah menunjukan reaksi yang diluar kendalinya bayangan lelaki itu menjamah setiap bagian inci tubuhnya sungguh sangat menyiksa pikirannya.

"tidak,,, tidak ! jangan datang lagi! aku mohon pergilah! "

Fira berteriak histeris sambil menutup kedua telinganya dan mengacak acak rambutnya sendiri dan berlari ke kamarnya.

"Fira ada apa? kamu kenapa sayang? buka pintunya! "

"halo Ren nanti akan aku telpon lagi "

Nendra segera mematikan panggilan itu . untung saja pintu kamar tidak ia kunci ia mengedarkan pandangan ke kamar itu dan menemukan Fira sedang duduk memeluk lututnya sendiri dipojok kamar.

"sayang tenanglah ini aku , Nendra segera menghampiri Fira dan memeluknya.

apapun yang sudah terjadi denganmu aku akan tetap disini jangan pernah takut lagi "

"aku takut Mas! aku takut dia datang lagi! "

"sudah ada aku disini kamu tidak sendirian lagi "

Nendra menggendong tubuh Fira dan menidurkannya diranjang agar dia bisa istirahat .

"tidurlah aku akan menjagamu sepanjang malam ini "

pelan pelan Fira akhirnya bisa terlelap juga.

"ada apa denganmu sebenarnya? apa yang sudah terjadi? kenapa mendengar suara Rendra bisa membuatnya histeris seperti ini"

Kini dua bulan sudah berlalu hubungan Denendra dan Safira

mereka pun semakin dekat satu sama lain

sampai suatu pagi,

"Fir gue tolong ijinin ya gak masuk hari ini perut gue sakit banget lagi dapet gue "

"iya nanti aku ijinin, mau aku buatkan minuman hangat nggak biar enak an perutnya? "

"boleh deh, oh ya Fira selama kita bareng kok gue belum pernah liat kamu lagi dapet sih? "

Deg....

Fira tampak mengingat ingat kapan ia terakhir datang bulan, tubuhnya mendadak gemetar dan wajahnya pucat.

"e.. e emang aku gak pernah teratur kok"

"oww... "

"tidak mungkin aku tidak akan hamil kan? " batinnya

"aku harus memastikan nya! "

sepulang kerja ia Memberanikan dirinya untuk membeli alat tes kehamilan.

"semoga saja pikiranku salah aku nggak mungkin hamil

tiba tiba aaja ponselnya berdering,

" sayang kok kamu sudah pulang? kenapa tadi nggak keruangan aku hum? "

"e.. e aku memang pulang cepat mas sepertinya aku kurang enak badan! "

"kamu sakit? aku akan mengantarnu ke dokter"

"nggak usah mas tadi aku sudah beli obat kok di apotek"

"ya sudah kalau nanti belum sembuh hubungi aku kita ke dokter! "

"hmm, Terima kasih Mas"

Keesokkan paginya,

Fira bangun pagi pagi sekali hampir semalaman ia tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini.

ia berjalan pelan masuk ke kamar mandi langkahnya terasa berat namun ia harus meyakinkan dirinya saat ini setelah sehari semalam pikirannya penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran.

perlahan ia mengikuti semua petunjuk yang ada dibungkus alat itu.

hingga tiba ia harus melihat hasilnya

"Tuhan aku Mohon semoga muncul satu garis saja"

ia membuka pelan pelan matanya dan

"Hah... ini tidak mungkin! "

ia menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.

Ya, dua garis berwarna merah terpampang nyata disana., seketika tubuh Fira merosot di dinding kamar mandi.

ia menjerit menangisii nasibnya sendiri hingga suara Nadia menyadarkannya

"Fira lo kenapa? buka pintunya! "

perlahan pintu pun terbuka Fira keluar dengan keadaan yang berantakan.

"lo kenapa? kalau ada masalah cerita ke gue! "

Fira semakin histeris

"hidup ku sudah hancur Nad! gue nggak punya masa depan lagi! "

"maksud lo! lo diputusin sama Pak Danendra? "

Fira menggeleng .

"terus? "

"aku hamil Nad! "

"apa?.. ha-hamil! "...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!