Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.
Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.
Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.
Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Khanza duduk di sofa terengah-engah dia mengambil nafas dalam-dalam. Sungguh lelah sekali membersihkan rumah besar ini seorang diri.
Tadi setelah Dena pulang dari sini dia kembali membersihkan rumah ini meskipun iparnya itu melarang dirinya dan akan menyuruh pelayan untuk datang. Tapi nyatanya pelayan itu belum juga datang kerumahnya di jam yang hampir menunjukkan siang begini.
Alhasil ia membersihkan sendiri, karena dia takut kalau masih tetap menunggu pelayan datang. Bisa-bisa keburu pria menyebalkan itu datang sekarang dan nantinya malah berbuat hal yang kejam padanya.
Mata Khanza melihat sekeliling, sungguh dia masih sangat penasaran dengan keluarga ini. Entah kenapa rasa penasarannya begitu tinggi saat ini.
Dia berdiri dari duduknya, berjalan kearah foto-foto yang tertata rapi di meja. Pandangannya juga tidak lepas dari foto-foto berukuran besar yang tergantung dinding rumah tersebut.
"Pria itu saat kecil menggemaskan, tapi kenapa sekarang wajahnya menyebalkan" cibirnya saat melihat foto keluarga Daniel dimana Daniel dan Dena kecil berdiri bersama dengan kedua orang tuanya.
"Tapi kenapa dari semua foto ini tidak ada Pak Reyhan," ucap Khanza mengernyit bingung tak melihat Reyhan disitu.
"Ah iya aku lupa, Pak Reyhan kan bilang kalau dia anak dari perempuan yang telah membunuh mama dari pria menyebalkan itu, oh my.." Khanza yang menyadari sesuatu langsung menutup mulutnya.
"Berarti Tuan Marco berselingkuh dulu" gumamnya sambil menutup mulutnya rapat-rapat.
Sungguh rasa penasarannya semakin menjadi saat ini. Sungguh rumit dan membuat penasaran saja kisah dari keluarga ini.
……………………
Daniel pulang kerumahnya saat ini, dia membuka pintu dan masuk kedalam. Waktu sendiri saat ini sudah menunjukkan sore hari awan yang mulai berubah oren dan terasa mengelap.
Langkah yang perlahan tapi pasti masuk kedalam memperhatikan sekitar.
"Bersih juga" gumamnya karena melihat rumahnya yang begitu bersih serta rapi dan aromanya yang harum.
"Sepi, dimana perempuan itu" ucapnya lagi melihat rumah yang sepi.
"Bodo amat apa perduli ku. Dia kemana" tukasnya berjalan menaiki tangga rumahnya saat untuk menuju ke kamarnya.
Langkahnya yang perlahan tapi pasti menuju kamar miliknya yang ada di lantai atas.
Daniel membuka pintu kamarnya perlahan dan masuk kedalam kamarnya saat ini. Seperti biasa dia melepaskan kemejanya dan langsung menggantungnya dengan gantungan baju. Daniel orang yang begitu rapi dan perfectionis. Kemejanya itu sudah terlepas dari tubuhnya membuat badan atletisnya dengan perut kotak-kotak terpampang nyata.
Dirinya yang tengah fokus menaruh bajunya di lemari pengering yang bisa menghilangkan bau keringet. Teralihkan karena sebuah suara nyanyian seorang wanita di dalam kamarnya ini.
Seketika saja mata Daniel yang biasanya tajam itu langsung melebar mencoba mendengarkan kembali suara nyanyian yang ternyata sumbernya dari kamar mandinya saat ini.
"Suara siapa itu" ucapnya mendengar dengan seksama.
"Hantu atau orang?Jangan konyol kau Daniel mana mungkin ada hantu" ucapnya berjalan mendekati kamar mandinya saat ini.
Dia mendengarkan seksama dari balik pintu, gemrecik air serta lantunan nyanyian begitu nyaring.
"Siapa di dalam,?" ucapnya
Tidak ada sahutan,
Suara itu menghilang tidak ada suara gemrecik air lagi dari dalam kamar mandi.
"Sungguh konyol, itu bukan hantu, itu bukan hantu" ucapnya berkali-kali karena merasa bodoh serta tak percaya membuat Daniel memutuskan untuk membuka pintu tersebut.
Baru saja niatan dirinya untuk membuka, pintu kamar mandi sudah terbuka lebih dulu menampakkan seorang perempuan dengan rambut basah serta hanya sehelai handuk berwarna putih saja yang menutupi tubuhnya saat ini.
Siapa lagi perempuan itu kalau bukan Khanza, dia yang mandi di kamar Daniel saat ini.
Khanza tepat berdiri di depan Daniel hanya beberapa inci wajah mereka begitu dekat.
Khanza mengerjap kan matanya berkali-kali, benarkah didepannya ini pria menyebalkan. Pria itu sudah pulang dan ada di depannya saat ini menatapnya tajam
Khanza yang sadar melihat dirinya sendiri yang hanya memakai handuk yang menutupi tubuh polosnya.
"ARKHHHH,.." teriaknya tepat didepan wajah Daniel yang hanya diam saja bak patung.
"Ka..kau kenapa ada disini?" ucap Khanza terbata dia langsung memundurkan dirinya kebelakang dan sedikit masuk kedalam kamar mandi lagi.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu, ini kamarku" ucap Daniel dengan datar.
"Balik badan, aku bilang balik badan jangan lihat aku" ucap Khanza memegangi pintu erat serta tangannya yang lepas bergerak meminta Daniel untuk balik badan.
"Tidak mau," singkat Daniel diam menatap Khanza.
"Keluar dari kamarku sekarang" ucapnya menarik tangan Khanza untuk keluar dari kamar mandi kamarnya.
"Arkh, sakit kau bisa lembut sedikit tidak sih" ucap Khanza saat Daniel menariknya kasar berjalan menuju pintu keluar.
Khanza memegangi handuknya kuat-kuat agar tidak terlepas saat ini. Kalau terlepas bisa malu dia, dan apa kata pria itu nantinya. Bisa-bisa ia dianggap murahan lagi.
"KELUAR DARI KAMARKU," ucap Daniel sambil menghempas keluar Khanza.
"Kau memang perempuan tidak tahu diri, sudah untung aku mau menikahi mu. Wanita kurang ajar, berani-beraninya menggunakan kamar mandi ku"
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf. Kamar mandi ku tidak keluar airnya. Jadi terpaksa aku mandi di kamarmu" ucap Khanza mencoba untuk menjelaskan.
"Kenapa harus kamarku, kau ingin menjebak ku hah" bentak Daniel.
"Salah sendiri rumah besar tapi tidak punya kama..Eh tunggu tadi kau bilang aku mau menjebak mu. Oh hello tuan menyebalkan aku sudah berhasil menjebak mu dan sekarang hamil anakmu untuk apa aku menjebak mu lagi. Sudah tidak ada gunanya lagi, huh" ucap Khanza dan melipat tangannya di dada sambil memalingkan wajahnya.
Mendengar itu membuat Daniel menatap tak habis pikir dengan perempuan di depannya. Perempuan licik yang ternyata tidak lemah, semakin membuat dirinya membenci perempuan di depannya saat ini.
Berarti memang picik perempuan ini, hanya ingin hartanya saja dan tujuan perempuan itu tercapai kini. Dia tidak bisa tinggal diam,.
"Kau kira kau bicara begitu padaku aku akan diam saja. Dengarkan baik-baik wanita licik, dan wanita bodoh serta norak sepertimu. Kamar Mandi di rumah ini ada banyak, dan bawah untuk kamar mandi tamu dan kamar mandi untuk para pelayan ada di bawah mengerti. "
"Lepaskan rambutku, sakit. Kau tidak punya wanita yang kau cintai apa, tega sekali kau menarik rambut seorang wanita dengan kejam begini" dengus Khanza mencoba melepaskan tangan Daniel yang memang menarik rambutnya saat ini.
"Bukan urusanmu" sinis Daniel menatap tajam Khanza.
"Pergi sana" Daniel mendorong Khanza kuat dan dia langsung menutup pintunya dengan sangat keras.
Khanza yang terdorong langsung melihat pintu kamar Daniel yang sudah tertutup.
"Dasar pria itu memang menyebalkan, jahat sekali dia dengan perempuan. Lihat saja kau memang saat ini membenciku tapi nanti kau pasti akan mencintaiku mengerti. Dasar menyebalkan Pria dingin,." ucap Khanza sebal dan langsung pergi dari depan kamar Daniel.
°°°
T.B.C
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa