Indonesia
NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang Mafia

Jerat Asmara Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:960.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Komalasari

Kisah ini merupakan spin off dari novel berjudul : Pesona Tuan De Luca. Disarankan untuk membacanya juga, ya.

Love is blind. 𝚀uote yang cocok untuk menggambarkan hidup Adriano D’Angelo, bos mafia Tigre Nero yang memiliki jaringan terbesar di Benua Eropa. Dia jatuh cinta pada wanita bersuami, yaitu Florecita Mia.

Cinta yang begitu besar tak membuat Adriano mendendam, meskipun Mia telah menembaknya. Dia juga dibuang ke samudera oleh suami wanita itu. Adriano memilih menghilang dan menutup masa lalu.

Namun, takdir mempertemukan kembali dirinya dengan Mia yang telah menjanda. Wanita yang dulu pernah mencelakai, kali ini meminta bantuan Adriano untuk mengungkap pelaku dari pembunuh sang suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ferma Minaccia

Mia tak banyak bicara, ketika dirinya dipertemukan dengan seseorang bernama Varra. Menurut Adriano, Varra merupakan seorang penata rias dan busana yang sudah sangat ternama. Dia adalah orang yang akan membantu Mia bersiap-siap, sebelum bertolak ke Pulau Kreta. Varra juga seorang pria bertubuh molek, dengan sikapnya yang menyerupai wanita. “Poia eínai aftí i gynaíka? (Siapa wanita ini?)” bisiknya kepada Adriano dengan bahasa tubuh yang terlihat manja.

Sementara, Adriano tersenyum simpul saat menanggapinya. Pria itu berdiri sambil memasukan tangan kanan ke dalam saku celana. “Den chreiázetai na psithyrízeis. Den katalavaínei ti glóssa mas (Tidak perlu berbisik. Dia tidak mengerti bahasa kita)," balas pria itu, membuat bibir Varra langsung membentuk huruf O.

“Aku ingin kau membuatnya terlihat istimewa hari ini. Namun, jangan terlalu berlebihan. Kau tahu bukan seperti apa yang aku sukai?” pinta Adriano dengan sikap dan nada bicara, yang selalu tenang bagaikan air danau menghanyutkan.

“Ow, kau tidak perlu khawatir untuk hal itu, Tampan,” sahut Varra sambil mencolek dagu Adriano dengan sikap yang teramat genit.

Sementara, Mia yang sudah bersiap duduk di depan cermin, hanya meringis kecil melihat adegan itu. Seulas senyuman terlukis di bibirnya. Dia cukup terhibur dengan adegan tadi. Lain halnya dengan Adriano, yang merasa lebih dari itu. Tatapan matanya berbinar, ketika melihat senyum kecil di wajah Mia.

“Sudahlah. Sebaiknya kau segera keluar dari kamar, karena ini adalah urusan para gadis. Ah, satu lagi. Siapa nama si cantik ini?” Varra kembali bertanya kepada Adriano, yang masih belum mengalihkan pandangannya dari Mia.

“Mia,” jawab Adriano mengucapkan nama itu dengan dalam dan penuh perasaan, membuat Mia segera membalas tatapannya. Untuk sesaat, sorot mata keduanya saling beradu. Namun, tak lama karena Mia memilih untuk mengalah. Dia memalingkan wajah dan kembali menghadap cermin rias di hadapannya.

Satu jam telah berlalu. Adriano yang sudah tampil rapi mengenakan kemeja putih dengan dua kancing bagian atas yang sengaja dibuka, berkali-kali melihat arloji di pergelangan kiri. Sesekali, dia juga menyandarkan tubuh pada dinding luar kamar. Sementara, pintu yang sejak tadi dia jaga, masih tertutup rapat.

Gelisah, Adriano menantikan Mia keluar dari dalam ruangan tersebut. Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya Varra muncul dengan senyuman manis yang dia persembahkan untuk Adriano. “Sudah selesai, Tampan. Astaga! Wanitamu benar-benar cantik,” ujarnya seraya kembali mencolek dagu Adriano.

“Berhubung pekerjaanku sudah selesai, maka aku akan pulang sekarang. Masih banyak urusan yang harus kutangani,” lanjutnya seraya terus berlalu sambil melambaikan tangan dengan gemulai.

“Terima kasih, Varra,” balas Adriano dengan wajah berseri. Dia bergegas masuk ke kamar. Adriano mendapati Mia yang sedang berdiri terpaku di depan cermin. Pria itu terpukau melihat penampilan Mia setelah didandani.

Janda dari Matteo de Luca tersebut, mengenakan backless dress putih sebatas betis, dengan tali kecil yang menyilang di bagian belakang. Dress itu mengekspos punggung indah Mia dengan jelas. Sementara, rambut panjangnya yang berwarna cokelat, dibuat tatanan kepang samping dengan helaian anak rambut yang dibiarkan terjatuh, sehingga terkesan natural dan tidak terlalu formal.

Adriano berjalan mendekat. Dia berdiri di belakang Mia. Pria tampan tersebut belum dapat mengalihkan perhatiannya dari wanita cantik tersebut. Kekaguman itu terlihat jelas dari sorot matanya. “Kita berangkat sekarang,” ajak Adriano pelan.

Akan tetapi, Mia tidak menjawab. Wanita itu bahkan tak menunjukan ekspresi apapun. Dia hanya berdiri terpaku, menatap bayangannya dan Adriano dari pantulan cermin di hadapan mereka.

“Kenapa, Mia?” tanya Adriano menatap lekat wanita yang terlihat tak nyaman dengan diri sendiri.

“Semenjak Theo tiada, ini pertama kalinya aku memakai pakaian selain warna hitam. Rasanya sangat aneh bagiku,” jawab Mia lirih. Dia lalu menundukkan wajah. “Tidak! Aku tidak bisa ikut denganmu!” Mia berbalik dan segera melangkah ke dekat tempat tidur. Dia meraih dress hitam miliknya. Mia bermaksud untuk berganti pakaian di ruangan lain dari kamar itu.

Akan tetapi, dengan segera Adriano menarik pergelangan tangan Mia dan mencengkeramnya sangat erat. Tatapan pria itu terlihat jauh lebih tajam dari biasanya. Adriano tampak tidak menyukai keputusan Mia yang telah menolaknya.

“Lepaskan tanganku!” Mia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Adriano. Namun, lagi-lagi dia tak mampu mengimbangi tenaga pria itu yang terlalu besar dan kuat. Mia hanya dapat meringis kecil.

Marah, Adriano menarik tubuh Mia dan menahan pinggangnya hingga wanita itu tak bisa ke manapun. Jarak antara wajah mereka hanya beberapa senti, sehingga Mia dapat menatap paras tampan dengan mata indah bak air laut di siang hari itu dengan sangat jelas.

“Jangan membuat kesabaranku hilang, Florecita Mia!” ucap Adriano dengan penekanan suara yang teramat dalam dan tegas, meskipun dia berbicara dengan cukup pelan. “Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini. Aku ingin memastikan kau kembali pada Miabella. Selain itu, jika kau tak bersedia menuruti apa yang kukatakan dan menolak untuk ikut, maka jangan salahkan aku jika kubuka lagi kasus lama yang sudah kau kubur dan lupakan."

"Aku bisa saja mengatakan pada semua orang, bahwa kau yang telah menembak dan membuatku hampir mati. Lalu, suami dan seluruh anggota Klan de Luca yang terlibat dalam kejadian malam itu, bisa kutuntut atas semua yang telah mereka lakukan padaku!” Sebuah ancaman tegas dari Adriano yang terdengar tidak main-main. Raut wajah pria itu terlihat sangat berbeda. Dia sangat mengerikan di mata Mia.

Akan tetapi, bukan hanya raut wajah dan cara bicara Adriano yang menjadi perhatian Mia. Ada sesuatu yang membuatnya merasa tergelitik untuk bertanya. “Sungguh? Kau benar-benar tidak mengatakan apapun pada orang lain tentang kejadian malam itu?” tanyanya dengan tatapan yang mulai sayu.

Adriano tak segera menjawab. Pria itu masih melayangkan tatapan tajam kepada Mia. Tanpa melepaskan rangkulan dan juga cengkeraman tangannya, Adriano menjawab masih dengan cara bicara yang sama. “Aku tidak bicara kepada siapa pun selain adikku, Valerie. Itu juga karena dia terus memaksa. Namun, dia telah bersumpah untuk tidak membuka mulutnya."

"Apa yang akan terjadi pada Klan de Luca jika sampai hal itu diketahui banyak orang? Seluruh anak buahku akan menyerang ke sana dan mengobrak-abriknya dengan mudah. Tigre Nero adalah organisasi yang jauh lebih besar dari organisasi yang pernah dipimpin oleh mendiang suamimu, Mia. Selain itu, Tigre Nero juga menaungi banyak organisasi kecil yang bertebaran di seluruh penjuru Eropa." Tersungging sebuah senyuman sinis penuh kepuasan, di sudut bibir Adriano. Sementara, Mia hanya diam terpaku menatap pria di hadapannya.

“Aku masih memiliki banyak pertimbangan untuk bertindak, tidak seperti Matteo de Luca yang mudah sekali terbawa emosi. Aku memikirkan segala sesuatu dari berbagai aspek dan harus benar-benar matang dalam mengambil keputusan. Tidak gegabah seperti saat kau menembakku sebanyak tiga kali. Kau tidak tahu, padahal saat itu aku tengah berbicara dengan suamimu secara baik-baik. Aku sudah melepaskan Matteo dari kematian yang seharusnya kuberikan padanya. Kau datang tanpa bicara apa-apa dan langsung ....”

“Hentikan ... kumohon ....” Air mata kembali menetes di sudut bibir Mia.

“Kau mungkin tidak tahu jika akulah yang telah menghabisi Alex dan membuang mayat pria itu sejauh mungkin, hingga tak ada siapa pun yang dapat menemukannya. Kau tidak ingin bertanya kenapa? Jawabannya, karena Alex adalah bajingan yang telah menabrakmu, Mia!" Suara Adriano yang tegas kini sedikit bergetar. Dia tengah menahan amarah yang terus berusaha untuk dibendungnya sekuat tenaga.

Sementara, Mia yang tadi melawan tatapan Adriano, kini memilih untuk menunduk dan menyembunyikan wajah cantiknya.

Sesaat kemudian, Adriano melepaskan Mia seraya mendengkus kesal. Dia berlalu begitu saja dari dalam kamar. Meninggalkan Mia seorang diri. Terpaku dengan wajah menghadap lantai.

Arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiri Adriano, telah menunjukan pukul sepuluh tiga puluh. Sementara, acara peresmian akan dilangsungkan sekitar satu setengah jam lagi. Adriano kembali merapikan penampilannya. Dia sudah bersiap untuk berangkat menuju landasan helikopter.

“Anda akan pergi sekarang, Tuan?” tanya Orlin yang melihat sang majikan telah tampil rapi, dengan kemeja putih serta dilapisi blazer abu-abu.

“Ya, Orlin,” jawab Adriano singkat dan tanpa menoleh. Dia tengah sibuk membalas pesan yang masuk padanya.

“Lalu, bagaimana dengan wanita itu?” tanya Orlin lagi.

Belum sempat Adriano menjawab, terdengar suara yang begitu lembut menyela obrolan mereka. “Aku sudah siap, Adriano. Mari berangkat."

Seketika, Adriano menoleh. Mia telah berdiri di belakang Orlin dengan dress putih tadi. Dia juga sudah merapikan penampilannya, sehingga terlihat jauh lebih segar.

1
Dea Abdullah
harudang /Facepalm/
Dea Abdullah
nyesek smpe sini knp two hrs mati
Dea Abdullah
uku padamu author suka bnget/Kiss/
mery harwati
Aq jadi ketagihan setelah perjalanan dari Eidenburgh, kemudian ke Casa de Luca, lalu ke Monaco & sekarang aq akan coba berlayar ke Rusia dengan Carlo, tapi aq akan mampir sebentar di Arsenio 😍💪
mery harwati: Siap paduka🫅 titahmu akan kami laksanakan 🫡🤩😉
total 2 replies
mery harwati
Anak Adriano bener² cerewet seperti Daniela, tante tertuanya 😃
mery harwati
Ada typo kah di episod ini? Soal umur Adriana, ada yang menyatakan tujuh belas tahun, kemudian di paragrap bawah menyatakan lima belas tahun? 🙄
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙰𝚊𝚖𝚒𝚗, 𝙺𝚊𝚔. 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑
total 3 replies
mery harwati
Aq malah penasaran sama bapaknya Karl Mikhailov alias Carlo, karena jaman Adriano yang dibunuh olehnya adalah Alex kemudian Sergei Redimir, mereka berdua kakak adik & berasal dari Rusia, ooohhh baca ajalah ceritanya & nikmati roller costernya disini 😃😘
mery harwati
Ow Coco, jangan ganggu mereka berdua, diam kau Coco sang mantan casanova 😃
mery harwati
Jangan bilang ada hubungannya dengan Sergei Redimir di masa lalu itu Karl Mikolaiv 🫣🙄
mery harwati
Adriana sepertinya mewarisi sifat dari Valeri bibi angkatnya 😃
mery harwati
Ow Damiano, kau benar² membuat air mataku menetes karena kematianmu, tidak²...bukan kau yang membuat aq sedih Damiano, tapi authorlah yang membuat alur cerita novel ini menjadi roller coaster bagi readersnya😘 selamat thor kau berhasil memporakporandakan imajinasi readers dengan karyamu ini ❤️🥰💪
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙼𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚍𝚘𝚊 𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚔
total 3 replies
yuiwnye
adriano sdg mempersiapkan Carlo jd pendamping miabella
mery harwati
Oh Tuhan, jangan bilang Roberto de Lucca punya anak lain selain Matteo? Seperti kisah Valentino & Carlo, yang ternyata kembar, apakah Damiano tak tau rahasia Roberto saat masih muda? 🫣🙄
Elmida Alano: betul
total 1 replies
mery harwati
Mereka berdua akan bertarung & akan kah mereka berhenti bertarung karena wanita yang mereka sayangi tak mau mereka saling bunuh ? Penasaran akhir dari pertarungan Juan Pablo & Adriano🙄
Elmida Alano: ya tapi tidak sampai mati
total 1 replies
mery harwati
Apa rasa bersalah Juan Pablo setelah membunub Matteo & keluar dari Killer X yang menyebabkan Juan menyimpan lukisan Mia? Tapi belum sempat Juan masuk ke kehidupan Mia, keduluan sama Adriano? Ow semakin rumit klo ada rasa cinta didalam intrik² mafia 🫣
mery harwati
Adriano, bagaimana kabarmu bila tau Juan Pablo adalah anak dari Elang Rimba? Bahkan Juan sudah memerawani Giana adik tirimu? Akankah kau tetep membunuh Juan Pablo demi Mia karena kematian Matteo? Atw kah membiarkan Juan Pablo tetep hidup & jadi adik ipar mu Adriano? Ow pilihan yang sangat sulit 🙄👏
mery harwati: Siap 🫡 sehat selalu Thor & lancar rejeki juga 🤲❤️
total 2 replies
mery harwati
Otak encer Adriano akhirnya digunakan pada Juan Pablo & membunuh Lionel sang pembunuh Matteo tanpa harus mengorbankan nyawa dirinya sendiri atw orang² yang dekat dengan Adriano, setelah kejadian Menara Hitam yang mengakibatkan nyawa Coco hampir melayang 👏 tapi kabarnya bila Adriano tau bahwa Juan Pablo menyimpan rasa pada Giana adik tirinya Adriano 🙄
mery harwati
🤣🤣 memang harus ada wanita lain sebagai pembanding Francy, agar Francy tak merasa dirinya selalu dibutuhkan oleh Coco, akhirnya setelah kehadiran Monicqe barulah berasa kesalahan Francy yang mengabaikan Coco selama 5 tahun, 💪 Francy bila kau ingin Coco jadi milikmu seutuhnya & selamanya, berjuanglah dari awal lagi Francy 💪
mery harwati
Aq kok ngerasa, anak perempuan kecil yang ngasih bekal makanannya pada Adriano itu adalah Mia disaat dia abis ditinggal mati ibu kandungnya, alias sebelum pindah ke Venice & ketemu dengan ibu tirinya, klo memang bener seperti itu kisahnya, brati sebenernya Adriano yang lebih dulu ketemu Mia saat usia mereka masih kanak & remaja
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝚂𝚒𝚒𝚙, 𝙺𝚊𝚔. 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝
total 1 replies
yuiwnye
Juan 🧐🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!