Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
" Ya? sudah biar aku saja yang akan mengantri kedepannya dan kamu,tunggu sebentar saja disini sampai aku kembali dan jangan kemana-mana.ok! sayang." ucap azkara dengan lembut kepada kekasihnya itu.
Mitha yang mendengar suara lembut sang kekasih hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja tanpa ada niatan sedikitpun untuk membalas ucapannya,mood dia sudah terlanjur buruk dan hancur.semenjak dikelas tadi.
azkara tanpa menunggu jawaban dari sang kekasih lagi,dia langsung melangkahkan kakinya bergegas menuju antrian paling belakang.lumayan banyak dari arah depan yang mengantri d depan counter sana menunggu makanan yang mereka pesan jadi,banyak murid yang mengeluh lelah karena terlalu lama mengantri namun belum juga ada sedikitpun pergerakan dari depan.gimana mau bergerak dari depan jika yang pesan saja satu orang bisa 2 atau 4 menu sekaligus,jadi ya nikmati saja waktu menunggu giliran tiba.
Mitha yang melihat kekasihnya sudah melangkah pergi dan menuju barisan antrian didepan counter makanan sekaligus yang merangkap jadi kasir itu hanya bisa diam saja,tanpa ada sedikitpun niatan buat menyusul sang kekasih atau sekedar mengajak mengobrol biar tidak jenuh mengantri lama.dengan wajah yang masih masam dan cemberut itu,dia berharap bahwa akan ada orang yang datang untuk menemuinya dan sekedar hanya untuk menyapa dirinya atau pun mengajak dia berbicara,tapi sayang seribu sayang.semua itu hanyalah angan saja baut Mitha saat ini,bahwa semua murid tidak peduli dengan kehadiran Mitha yang lagi berdiri di tengah-tengah lautan para murid yang sedang asyik makan sambil bercanda gurau dengan para sahabat yang duduk semeja dengan mereka itu.mitha yang melihat semua itu disekelilingnya hanya bisa mendengus kesal,melihat semua siswa malah sibuk dengan aktifitas mereka sendiri yaitu makan.mendengar kata makan membuat perut Mitha makin keroncongan tidak tahan dengan bau harum dari arah depan sana.
" Ckk! lama banget sih antrinya,kaya yang mau antri sembako saja.sampai kaki pegal karena berdiri terus." ucap Mitha sambil mendumel seorang diri,siswa yang mendengar tidak jauh dari Mitha hanya bisa memutarkan bola matanya saja jenuh dan masa bodi dengan orang yang lagi berdiri disampingnya dirinya itu.asal itu tidak menganggu dia yang tengah asyik makan dengan beberapa para sahabatnya itu.
sedangkan ditempat Icha berdiri sekarang,dimana dia tekah selesai dengan urusannya dan berniat untuk keluar dari barisan dan membiarkan yang ada dibelakang dirinya untuk maju ke depan,disaat Icha berbalik dan tidak sengaja matanya bertemu dengan mata sang sahabat yang saat ini sedang ikut mengantri.tapi yang membaut Icha heran dan bingung adalah dimana sang kekasih baru sahabatnya itu,kenapa dia tidak menemukannya.pandangnnya dia edarkan keseluruhan penjuru kantin dan tidak butuh lama akhirinya mataya menemukan kekasih sahabatnya itu,yang sedang berdiri seorang diri sambil mendumel.tanpa dihiraukan oleh para murid yang ada di kantin ini.tanpa mau perduli dengan urusan orang lain,akhirnya Icha melangkahkan keluar dari kantin menuju roptoop untuk menikmati pemandangan dari atas sambil makan tanpa mau repot mendengar setiap ucapan semua penghuni sekolah! yang sedang asyik bergibah ria.entah apa yang sedang mereka gibahkan toh Icha tidak peduli,yang dia pedulikan saat ini adalah perut kenyang dan pikiran adem ayem serta tidak ada beban pikiran sedikit pun untuk saat ini.
tanpa Icha tau atau sadari bahwa semakin hari maka semakin rumit juga kehidupan dia dalam menghadapi tingkah laku sang sahabat,yang semakin menjauh darinya akibat kehadiran sang murid baru sekaligus merangkap sang kekasih dari sahabatnya itu.
Icha tidak peduli dan tidak mau ambil pusing dengan semua itu,yang penting bukan dia yang duluan mengusik mereka dan jika mereka terus mengusik dirinya.maka jangan salahkan Icha jika dia akan bertindak jauh lebih kejam dari fitnah si anak baru yang so berkuasa atas sahabatnya itu.
tak terasa setelah tiga puluh menit lama Icha menghabiskan waktu tenangnya disini,bel pun tidak lama berbunyi dan membuat semua murid berhamburan keluar kantin menuju kelas masing - masing.dan Icha memutuskan untuk segera turun kebawah dan menuju kelasnya berada.
sementara itu ditempat azkara sekarang berada yaitu dikantin,dengan perjuangannya yang lumayan cukup lama akhirnya dia pun mendapatkan makanan yang dia pesan.tapi azkara tidak makan dikantin melainkan dia makan dikelas,biar di saat bel bunyi dia tidak perlu repot lagi harus berjalan menuju kelas.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja