Indonesia
NovelToon NovelToon
Ciuman Pertamaku

Ciuman Pertamaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wati Charoline H.

Tamara Dewi atau dikenal sebagai Tamara putri es dua pintu. Yang dijuluki oleh teman-temannya, karena sifatnya yang memang tidak banyak bicara.

Gadis berusia 22 tahun itu memiliki kecenderungan sifat yang pendiam sejak perceraian kedua orang tuanya. Karena memiliki latar belakang dari keluarga broken home itu, telah membuatnya tidak mempercayai adanya cinta.

Sehingga, pada suatu hari. Kejadian yang tidak diinginkan oleh gadis itu pun terjadi. Dimana ciuman pertamanya jatuh kepada seorang laki-laki yang bernama Dimas Anggara saat bertemu di klub malam.

"Apakah, dia sudah menodai kesucianku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode - 14.

Episode Sebelumnya..

"Bibi Darma, kita pergi ke luar dulu ya bibi. Bibi Darma baik-baik di rumah, Devina sayang bibi." ucap Devina saat gadis itu sudah menjauh dengan terus menarik tangan sahabatnya itu menuju ke arah mobilnya.

"Hati-hati di jalan non." teriak bibi Darma dari arah ruang tengah. Karena sang majikan dan sahabatnya itu sudah masuk ke dalam mobilnya.

"Kita sebenarnya mau ngapain sih ke kafe terus Dev? Bukannya kemarin kita sudah pergi ya?" tanya Tamara saat keduanya sudah berada di dalam mobil.

Devina yang mengemudi mobilnya hanya menoleh dan kembali menatap lurus ke depan dengan memfokuskan pada menyetirnya itu. "Enggak kok! Nanti juga kamu bakalan tau."

Tamara yang juga menatap jalanan hanya menarik nafasnya panjang dan kemudian menoleh ke arah jendela sampingnya. Dan keduanya pun saling diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, karena Devina yang memfokuskan diri menyetir mobilnya.

Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Keduanya pun sampai di depan kafe yang bernama 'Alexa Kafe' itu. Kemudian, mereka berdua pun turun dari mobilnya dengan Devina yang masuk lebih dulu. Sedangkan, Tamara mengikutinya dari belakang dengan langkah yang sedikit pelan.

...****...

"Hei!! Disini," Devina menoleh ke arah laki-laki yang baru saja memanggilnya. Gadis itu tersenyum dan kemudian, menghampiri kedua laki-laki yang sedang duduk di kursinya itu.

"Maaf ya menunggu lama," ucap Devina kepada kedua laki-laki di hadapannya itu.

"Its okey! Lagipula, kita juga baru datang dan langsung pesan makanan. Ayo duduk di sini." ucap laki-laki itu yang tak bukan adalah Rudy.

"Iya." ucap Devina sembari duduk di samping Rudy yang baru saja menarikan kursi untuk gadis itu.

Devina melirik ke arah laki-laki yang kini ada di depannya dengan tatapan laki-laki yang terlihat datar sedang menatap ke arahnya.

'Gila ini cowok! Cuek banget dah!" gumam Devina dalam hatinya. Ia kemudian memposisikan dirinya agar terlihat nyaman saat kedua laki-laki itu.

"Oh, iya? Kamu datang kemari sendirian ya?" tanya Rudy kemudian saat laki-laki itu juga ikut duduk saat membantu menarikan kursi untuk gadis di sampingnya.

"Oum.. enggak kok! Aku kesini nya bareng sama sahabat aku. Tapi kayaknya dia masih ada di depan. Sebentar lagi juga sahabat ku juga akan menyusul ke sini." ucap Devina saat tau sahabatnya tidak ada di belakangnya.

Beberapa saat kemudian, Tamara pun muncul dari arah pintu dan Devina melihatnya sembari mengangkat tangannya agar sang sahabat mengetahui keberadaannya. "Tam.. di sini."

Tamara yang melihat sahabatnya sudah duduk di tengah-tengah kafe itu pun, langsung melangkahkan kakinya. Gadis itu juga melihat bergumam kesal kepada sahabatnya itu jika dia datang ke sini akan bertemu dengan seseorang.

'Aku ketipu! Ternyata dia memaksa ku untuk ikut bersamanya hanya untuk bertemu dengan seseorang? Mana ada dua orang laki-laki lagi, kampret Devina! Awas aja nanti pas pulang.' gumam Tamara dengan kesal. Karena gadis itu merasa telah di bohongi oleh sang sahabat.

Tapi, mau tidak mau ia harus menghampiri sahabatnya itu. Meskipun ia harus meninggalkan sahabatnya di sini sendirian. Tapi, gadis itu juga tidak membawa mobil. Dengan perasaan jengkel terhadap sahabatnya itu, ia harus menahannya. Dan melanjutkan langkahnya ke arah ketiga orang yang berada di kursi tersebut dengan satu laki-laki yang memakai Hoodie hitam sedang membelakanginya. Alhasil, gadis itu tidak dapat melihat wajah laki-laki itu.

"Oh, jadi kamu temannya Devina?" tanya Rudy saat gadis itu sudah berada di depannya sembari menyodorkan tangannya untuk berkenalan.

Tamara yang melihat laki-laki itu menyodorkan tangannya. Dengan berat hati ia pun membalas sambutan tangan laki-laki itu. "Iya, aku sahabatnya Devina."

Devina yang melihat ke arah Tamara hanya menampilkan gigi nya dengan kedua tangannya yang menangkup di depan dadanya. Seakan mengatakan bahwa ia meminta maaf atas dirinya yang sudah membohonginya.

"Oh, iya silahkan duduk." ucap Rudy kemudian dan mempersilahkan gadis itu untuk duduk. Dan di saat bersamaan dengan itu, saat Tamara hendak duduk. Laki-laki yang membelakanginya tadi mendongakkan kepalanya sehingga kedua mata keduanya saling bertatapan dan..

DEG!!!!

.

.

.

Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya.

Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏

1
Heri Susanto
nungguin lanjutan nya lama bgt.. gak sabar ni
SquigglyMunchkin
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
♡SangPecinta♡
aiiiish.....keperjakaan bibirku di renggut olehnya..😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!