Alden Atma Rahadian, pria sopan dan sangat sayang kepada keluarganya. Kehidupan Alden tidak pernah lepas dari sepupunya Alexa yang setiap hari merengek ingin menikah dengannya.
Sampai di mana, sebuah insiden membuat hati Alden dan Alexa terasa hancur. Pria itu tidak sengaja menabrak seorang gadis yang meminta pertanggungjawaban untuk menikah dengannya.
keegoisan mulai muncul. Alexa tidak pernah rela jika Alden harus dimiliki orang lain. Akan tetapi, hidup di dalam keluarga yang memiliki asas kemanusiaan membuat Alexa harus menghadapi jurang dalam memperjuangkan Alden.
Lantas, bagaimana kelanjutan kisahnya? Bismillah, baca, yuk. Ringan bacaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss. Arogan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
Alexa sangat semangat untuk berangkat sekolah. Bukan tanpa alasan ia semangat. Setelah ujian, ia akan liburan bersama Alden. Seolah merasa kebahagiaan akan berturut-turut menghampirinya setelah masalah datang, ia melebarkan senyum karena sebentar lagi UNBK.
Ia akan naik kelas tiga dan itu artinya hanya satu tahun lagi ia belajar dan ia akan meminta Alden menikahnya. Pikirannya tidak akan pernah bisa lepas dari sana.
"Tumben semangat banget ke sekolah," ujar Lili ketika melihat sahabatnya duduk dengan semangat.
"Aku tiap hari juga semangat, Li," ujar Alexa mengebu-gebu. Ia membuat Lili memutar bola matanya.
"Btw, Xa, kembaran lo gak naik sekolah hari ini?" tanya Lili menatap bangku Alex masih kosong.
"Dia ke sekolah, paling ke ruang OSIS dulu," ujar Alexa.
Jika Alexa tengah bahagia maka Lili sebaliknya. Ia selalu merasa galau setiap hari lantaraan pujaan hatinya tak pernah mau menoticenya sedikit saja. Lili sampai bingung doa apa yang ia panjatkan untuk memikat hati Alex.
Alexa mengeluarkan bukunya saat guru mereka datang. Ia mulai mengerjakan soal-soal dengan sebiasanya. Lama-kelamaan juga kepalanya menoleh ke arah buku Lili.
"Dilarang plagiat," sakras Lili.
Alexa mendengkus. "Enggak plagiat, memang bisa begitu aku tekan lama terus control C dan paste begitu ke buku? Ngaco saja," ujar Alexa membela dirinya.
"Kamu kira kamu lagi apa?" tanya Lili kesal. Ia melipat tangannya di depan dada.
"Lagi nyontek," jawab Alexa. Ingin sekali Lili membenturkan kepala Alexa ke dinding.
"Au ah gelappp!"
"Masih pagi padahal," gumam Alexa membuat Lili menggigit bibir bawahnya.
"Tahan, Li. Biar oon begitu, dia calon ipar kamu. Huffhhh, sabar," batin Lili mengelus dada.
***
Alexa memeriksa tasnya berulang kali, tetapi tidak ada dompetnya. Ia mencoba mengingat dan sepertinya tercecer di mobil Alden. Ia mulai panik sendiri membuat Lili mendekatinya.
"Buruan, Xa, kantin entar penuh," ujar Lili.
"Dompet aku hilang, keknya tercecer di mobil Al saat aku mau menyimpan uang di sana," ujar Alexa menatap nelangsa Lili.
Lili mencibir sebelum menarik tangan Alexa keluar dari kelas karena hanya mereka berdua yang berada di sana, setelah istirahat semua mengacir pergi. Namun, Alexa begitu lama karena mencari dompetnya.
"Aku yang teraktir," ujar Lili membuat Alexa mengandeng sahabatnya. Mereka berdua ke kantin.
Benar, seperti ucapan Lili, kantin penuh. Mereka mencari tempat, tetapi nihil. Namun, hidup bukanlah bak novel yang memiliki tempat pojok kanan, lalu ada perkumpulan pria mengajaknya gabung. Sama sekali tidak ada, yang mereka lakukan akhirnya pergi dari kantin.
"Padahal gue laper," ujar Alexa mengelus perutnya. Lili berjalan gontai.
"Alexa!"
Mereka berdua sontak menoleh. Mata Alexa berbinar-binar melihat Alden berjalan ke arahnya. Melihat tangan pria itu memegang benda perseg berwarna merah mudah.
"Dompet kamu ketinggalan di mobil," ujar Alden. Ia memberikan Alexa dompetnya.
"Iya, Al. Aku panik tadi kirain hilang. Sempat mikir, sih, kececer di mobil kamu," ujar Alexa.
"Terus kamu sudah makan?" tanya Alden. Alexa menggeleng cepat.
"Aku hampir mati kelaperan sama Lili," ujarnya mehiperbolakan ucapannya. Alden hanya menatapnya datar.
"Aku mampir ke MCDonal tadi. Kamu ikut ke mobil buat ambil," ujar Alden. Alexa dan Lili mengekori Alden ke parkiran.
Betapa senangnya Alexa melihat bungkusan berisi ayam kentaki. Ia melahapnya tanpa mempedulikan raut wajah kesal Lili yang menjadi obat nyamuk di antara mereka berdua.
***
Kringggg ....
Alexa mengumpul tugasnya paling cepat di atas. Lalu, ia mengambil tas dan menarik tangan Lili setelah mereka selesai.
"Alex!" teriak Alexa membuat Alex yang sedang bicara dengan anggota OSIS untuk membahas seputar MOS untuk siswa baru nantinya.
Alexa menghampiri kembarannya itu. Lili sebenarnya senang dan merasa mendapat magic cube saat Alexa menariknya mendekat ke arah Alex. Akan tetapi, ia ingin terlihat jual mahal sedikit.
"Kenapa?" tanya Alex jutek. Ia tahu sekali kalakuan adiknya. Ia sempat melirik ke arah Lili. Sudah beberapa minggu ini Lili terlihat acuh kepadanya meski Alex tahu sering kali ia menangkap basah Lili mencuri pandang ke arahnya, tetapi ia pura-pura tidak tahu.
"Aku titip bunga Liliku dulu. Aku mau ke toko buku sama Al," ujar Alexa mendorong tubuh Lili. Lili yang tak singap hampir nyusep ke bawah.
"Alexaaa!" teriaknya menggelegar. Ia melotot garang membuat Alexa terbahak-bahak.
Abian selaku ketos yang ikut bicara dengan Alex hanya berekspresi datar melihat kembaran dari seangkatannya itu.
"Byee, aku mau pergi dulu sama misuaku," ujarnya melambaikan tangan. Abian menghentikan Alexa ketika ia ingat ucapan salah satu dari anggota OSIS.
"Alexa."
"Kenapa?" tanya Alexa bingung. Pasalnya Abian ini dingin hangat begitu, meski Alexa belum pernah merasakan kehangatannya.
"Gua dengar lo bisa nyanyi. Lo enggak coba ikut daftar di aula untuk mengisi anggota band baru di sekolah kita, bisa juga ikutan," ujar Abian.
Alexa tersenyum membuat beberapa anak OSIS berharap senang melihat senyum lima jari gadis blasteran itu. Akan tetapi, harapan mereka hancur lebur saat Alexa mengatakan, "Gue tidak bisa karena gue mau sibuk menopoli Alden."
Ia berbalik, sebelum menoleh ke belakang. "Masih panjang juga, 'kan?" Abian mengangguk.
"Gue punya satu calon buat tempati posisi vokalis di sekolah kita. Tunggu sampai rekrut siswa baru,' ujarnya tersenyum misterius. Alex mendnegkus melihat ekspresi adiknya.
***
Bersambung ....
🙏🏼😍
Alexa bikin mood warga rebahan terhibur 👍🏻🤣😍