Mengisahkan tentang cinta yang hadir menemani kisah Antara kakak dan adik yang terpisah karena masalalu, kemudian kembali bersama dengan rasa yang sama menyelimuti Asa dan jiwa dengan mengalir darah yang sama.
Mereka tahu bahwa semua ini adalah terlarang.
Tapi apalah artinya cinta.
Cinta hadir tanpa mengenal segalanya, dan secara tidak langsung menghancurkan raga dan jiwa untuk menguburkan nya dalam dalam. Untuk menghindari hal yang tidak mereka inginkan.
Takdir yang selamanya takkan pernah bisa bersatu dengannya. Menanggung risiko hati yang tidak memungkinkan.
*Cerita ini ganti judul yang sebelumnya "Alfi" menjadi " between " karena Authornya berubah pikiran, hehe.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuI@ti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 13
Hari ini, pagi - pagi sekali stevie datang ke apartemen alfi untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Ia memasak, membereskan apartemen dan menyiapkan keperluan lain milik alfi.
Sedangkan alfi masih terlelap.
Beberapa saat kemudian setelah masakannya selesai, stevie pergi ke kamar alfi dengan mengetok pintunya. Namun, tidak ada sahutan nya. Kemudian ia masuk, melihat alfi masih tidur. Dan ia meletakkan nya diatas nakas.
Saat ingin keluar tiba tiba ada yang menarik pergelangan tangan nya.
Dengan suara khas bangun tidur alfi berkata," Kenapa Lo nggak ngetok pintu terlebih dahulu?" ucap alfi dengan Suara serak nya.
" H-haa? udah kok. Tapi nggak ada sahutan sama sekali " ujar Stevie takut.
" Lain kali ketok pintu nya yang bener. Gue cowok. Bisa aja gue ngapa ngapain lo, untung gue bukan cowok goblok main Sembarang cewe kayak lo." ucap alfi tiba tiba dengan tatapan sinis.
Stevie bingung, baru kali ini alfi berbicara panjang lebar padanya. Dan ada juga rasa takut juga dengan apa yang dikatakan alfi padanya.
" Jangan ge-er. Pergi sana! " ucap Alfi mendorong Stevie untuk keluar dari kamarnya.
" I-Iya. " ucap stevie
Setibanya di sekolah, hila langsung menyapa nya dengan senyuman yang merekah.
" Pagi vie.. "
" Pagi juga hila," ucap stevie membalas senyuman manis hila.
" Pagi stev.. pagi Hilaa.. " ucap salah satu teman sekelas mereka seraya meletakkan tas ranselnya di mejanya.
" Pagi juga Vanessa.." ucap mereka bersamaan.
" Kalian kok datengnya pagi terus sih, piket nggak piket datengnya awal terus. Jam berapa sih Kalian datengnya? Nggak kayak aku kebo hehe. Tapi yah, terpaksa bangun pagi karena jadwal piket" ujarnya mengerucut kesal.
" Baru aja kok, " ucap stevie Dan hila.
" Ooh, yaudah deh aku mau piket dulu"
" Oke, kita keluar dulu ya ness" ujar Stevie dan hila keluar.
" Iyaa."
" Viee.. " panggil seseorang.
Suara yang sangat dikenali stevie.
Lalu stevie menoleh dan melihat rendy yang sedang melihat kearah nya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sebenarnya Stevie juga tidak tega mendiamkan rendy.
Tapi, karena rendy orangtuanya kembali pulih seperti biasanya, karena rendy bangungan yang hampir roboh itu kembali berdiri tegak. Rendy begitu berarti baginya.
" Vie, Kenapa? ayo kita ke kelas kak Dyra." ajak hila melihat Stevie melamun.
" Iya? Ayo. "
Melihat Stevie pergi, rendy Kemudian masuk ke kelas menaruh tas nya.
Setibanya dikelas Dyra atau sering di panggil wati, ternyata orangnya tidak ada. Mereka telah menanyakan dengan teman sekelas nya Dan, ternyata Wati tidak masuk sekolah karena sakit. Kemudian mereka memutuskan untuk ke kantin seperti biasa.
" Loh, Stev kan? Kebetulan kita bertemu lagi. Apa Jangan Jangan jodoh lagi " ucap Rival yang tidak sengaja bertemu dengan Stevie dan hila. Tidak lupa dengan keberadaan devan di sebelahnya, dengan memalingkan wajahnya untuk menghindari keberadaan hila.
" Hila?? Loh lo juga sekolah di sini? gila!!kayaknya dua sejoli bakal kembali mempersatukan Sepotong hati yang pernah hancur tampa sebab hingga...Di suatu hari tampa sengaja 🎶 Eeemm..," Rival dengan sengaja menggoda sepasang mantan kekasih itu melirik keduanya yang ia ketahui masih saling menyimpan rindu berat yang telah lama berpisah yang masih terselip rasa yang utuh namun terpisah karena suatu sebab.
Devan pura pura tidak tahu dengan mengalih perhatiannya tertuju pada hanphone miliknya. " Gue ada urusan penting" ucapnya Kemudian berlalu pergi.
Sebegitunya kamu membenciku van
Apa mungkin kamu benar benar malu mempunyai aku waktu itu.
Batin hila. Menunduk lemah
" Maaf kak, aku mau kekantin dulu" ucap stevie menarik pergelangan tangan hila Dan berlalu pergi.
Rival???
Bingung.
" Padahal gue kira gue bakal Nonton tayangan drama sinetron yang belum pernah gue tonton sebelumnya. Tapi kalo dia ingat ingat Miris juga ya kisah cinta mereka. Sumpah gue Jadi mewek." Rival berbicara sendiri sambil mengelap wajahnya dengan kemeja nya mendramatis.
" Heh, Lo ngapain bicara sendiri?" Ujar seseorang tiba tiba dengan tatapan Memincing.
" Ngapain sih lo disini, heran deh perasaan udah lima kali gue ketemu Lo terus. Jangan Jangan Lo Secret admirer gue selama ini. Ngaku Lo? " heran Rival juga menatap pria itu memincing.
" Hahahaaa, Ngapain gue Jadi Fan's lo. Heran deh gue Sama otak Lo, sorry ya gue masih suka Betina bukan batangan kayak lo hihh" ujarnya berlalu pergi
" Halah, masih belum ngaku juga? Kalo di liat liat mentari cakep juga ya. " ujar rival melirik mentari yang sedang berbicara bersama temannya sambil menikmati makanan nya di Kantin yang tidak jauh dari mereka.
" Sembarangan! Cari mangsa baru Lo? salah orang bro. Nyatanya dia masih sayang gue, buktinya semaleman dia nelfon Gue meskipun Alasannya cuma kepencet doang. Gue tahu dia juga rindu berat Sama gue tapi gengsi yang ketinggian." Ucapnya bangga yang bername tag Rico Mahadewa.
Di Setiap harinya selalu berusaha menghibur diri dari sang Mentari yang baru beberapa bulan putus karena dirinya jalan dengan perempuan lain dengan alasan untuk menghibur diri dari mentari yang Selalu malu malu untuk diajak jalan dan cemburuan. Namun, ia kali ini benar benar mencintai sang Mentari Dan menyimpan harapan besar untuk kembali namun Mentari malu dan gengsi walaupun Sebenarnya ia begitu rindu dengan sang Rico Mahadewa sang Penggombal receh nya yang Selalu menghiasi hari harinya.
" Sakit Lo? Sebegitunya Lo cinta mati Sama Si Mentari? Jijik gue ah" rival merinding Jijik Dan pergi begitu saja.
" Gue Doain semoga lo karma val. Rasain Lo cinta mati sama Banyak betina " kesal Rico
................
" Jadi orang yang kamu ceritain waktu itu kak Devan, hila? " ucap stevie tidak percaya. Kemudian dengan cepat hila membekap mulut Stevie takut terdengar oleh oranglain.
" Jangan keras keras" ucapnya pelan.
" Maaf. Tapi...kak devan yang aku tahu nggak gitu kok" Stevie benar benar tidak percaya dengan Semuanya. Bukankah devan itu pacarnya Dyra? Dan Dyra pernah bilang bahwa Devan orang yang baik dan setia, mana mungkin ia bisa merendahkan seorang Hila?
Dan mengatakan bahwa hila itu Murahan.
" Aku juga tidak tahu vie " lirih hila
" Viee... "
" Rendy? "
" Iya, boleh duduk bareng Kalian? " tanya rendy seraya meletakkan makanannya di meja.
" Iya silahkan "
" Ren, gue balik duluan." ucap teman rendy yang bersamanya tadi.
" Oke"
" Stev ayah Lo udah sembuh. Dia nanyain lo terus. Katanya kapan pulang? " ujar rendy
" Besok aku pulang bilang sama ayah" ucap stevie juga merindukan ayahnya.
" Aku Minta Maaf waktu itu vie" ucap rendy merasa bersalah
" Iya. "
" Vie.., gue harus apa biar Lo maafin Gue. Gue tahu gue salah. Maka itu, gue benar benar minta maaf" Ujar rendy memohon
" Kalo kamu benar benar mau minta Maaf. Bukan sama aku Ren, minta Maaf sama kak Alfi bukan aku"
......................
salam dari "UNSEEN."
_brnci tapi cinta