Aurora ananta adalah putri sulung dari 3 bersaudara dari keluarga ananta.selalu terjadinya pertengkaran antara kedua orang tuanya membuat gadis remaja berumur 16tahun itu tertekan.kehadiran seorang lelaki bernama Hendra wirawan yg memberikannya harapan untuk bebas dari masalahnya,membutnya terjebak ke dalam jalan yang salah.
bagaimana kisahnya..?
untuk teman2 semua yg mau baca novel yg ku tulis,aku ucapkan terimakasih.ini adalah karya pertamaku,jadi maaf jika ada banyak kesalahan dan typo🙏🙏
selamat membaca...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mami keandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HENDRA VS KAMA
beberapa hari ini Dev disibukkan dengan pasien specialnya.tuan Daniel pun sampai bingung dengan kelakuan sang putra.
"mau kemana lagi dia...?"tanya papa Daniel pada Bram.
"nengokin calon bini...!" jawab Bram sekenanya
"what...???serius ..?"tanya Daniel sedikit syok.
Bram menepok jidatnya pelan."anjriiiit,,keceplosan gue...!"gumamnya.
"siapa...?"
"ember bener nih mulut,,,giman gue jawabnya...?"gumamnya pelan.
"kalau ngomong tuh yg jelas dong Bram.....!!"tengking Daniel yg membuat Bramasta terlonjak kaget.dengan desakan Daniel,akhirnya Bram menceritakan kondisi Aurora sedetail detailnya.
"kurang ajar...!!geram Bram
"kenapa GK dipidanakan...?"
"raranya GK mau om...!"
"kenapa. ?malu....?"
"Rara GK keberatan kalau itu tentang dirinya.tapi dia takut itu berdampak pada nama baik orang tuanya!"
"malang sekali nasibnya...!"ucap Daniel prihatin.
"terus gimana perkembangan hubungan mereka..?"
"Bram GK tau om,,yg Bram tau sejauh ini hanya sebatas dokter dan pasien...!"
"menurutmu apa Dev akan berhasil mendapatkan hatinya...?"
"om GK papa nih kalau Dev mempunyai hubungan dengan Rara,secara...."Bram tak melanjutkan omongannya.
"itu kn juga bukan kemauan rara bram.kalau om sih asal Dev bahagia,,itu sudah cukup..!tapi apa Rara mau menerima Dev dengan kekurangannya...?kamu tau sendiri keadaan Dev bagaimana...?"
Bram mengangguk pelan.mana ada perempuan yg mau menikah dengan laki laki yang katanya impoten..?Bram dan Daniel menghela napas pelan.
"om percaya GK dengan keajaiban...?aku percaya itu om...!"
"hm..banyak banyak berdoa saja...!"
****
Di tempat lain.
Sudah beberapa hari ini Hendra mencari Aurora tapi tak pernah bertemu.ia sedikit frustasi.sampai saat ia melihat kama berjalan memasuki gerbang kampus.oa segera menghampiri adik sepupunya tersebut.
"kama ..!!"panggilnya.
Kama menoleh.ia memutar bola matanya jengah saat mendapati Hendra yg memanggilnya.
"di mana Rara...?"tanya Hendra tanpa basa basi.
Kama mengernyitkan alis.ia malas bicara pada pria dihadapannya ini.
"Lo sembunyiin di mana Rara...?? "berang Hendra karna kama tak menjawab pertanyaannya.
"gue Gk tau...!"jawabnya malas.
"gue lihat tempo hari Lo yg bawa Rara,,ngKu aja Lo bawa Rara kemana...??"tanyanya emosi.
"oh,,Lo masih peduli sama dia atau Lo belum puas menidurinya ..??"sengit kama.ia hampir tak mampu membendung emosinya.
"apa maksud Lo...?"
"Lo tu GK,,gara2 kelakuan Lo,dia hampir saja meregang nyawa..!dasar laki2 brengsek,mau enaknya aja...!mulai sekarang jauhi Rara sejauh jauhnya...!"tukasnya kasar.
Hendra tertegun.apa Rara bermaksud bunuh diri...!itu yang ada di fikirannya.
*****
Di rumah sakit.
Devan yg baru tiba segera bergegas menuju lantai atas.ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan gadis pujaannya. Sesampainya di kamar rawat,Dev segera membuka pintu.ia mengernyit heran karna tak mendapati Rara berada di kamar rawat.
Ia memanggil Rara pelan namun tak ada jawaban.tadinya ia berfikir Rara ada di kamar mandi,namun ia juga tak menjumpainya di sana.dev panik, ia takut Rara berbuat nekat.
Dev segera berlari keluar ruangan.langkahnya terhenti saat ia mendapati gadis pujaannya berjalan mendekati ruang rawat.
"dokter Devan,,ada apa...?kenapa terlihat terburu buru...?"
"saya fikir nona berbuat nekat.saya hanya khawatir.....!"
Rara tersenyum lembut.menurutnya Devan laki2 yang sangat baik.bahkan ia selalu minta izin saat akan melakukan pemeriksaan.dokter itu begitu menjaganya dengan penuh tanggung jawab.
"dokter,,apa saya sudah boleh pulang...??"
Pertanyaan itu membuat Devan terpaku.ia sungguh tak ingin berpisah lagi dengan gadis pujaannya itu.
Dev mengangguk pelan."biarkan saya memastikanya lagi nona!"jawabnya.dev ingin segera menyatakan perasaannya,namun ia tau waktunya tidak tepat.