Indonesia
NovelToon NovelToon
BERANDAL

BERANDAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Urban
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Denis Suhendar

JUDUL: BERANDAL
GENRE: Romantis / Aksi / Posesif
TAG: #Badboy #GengMotor #Protective #DarkRomance #EksanPrasetya

***

"Kenapa kau menolongku? Kau tahu aku ini berandal jalanan, kan?"
"Nasya cuma tidak mau melihatmu mati di depan rumah..."
"Kau sudah menyelamatkan nyawaku, Nasya. Di duniaku, sekali kau terlibat dengan seorang berandal, kau tidak akan pernah bisa keluar lagi. Mulai hari ini, kau adalah milikku."

***

Eksan tidak pernah memilih untuk menjadi berandal. Namun, kerasnya kehidupan jalanan menempanya menjadi pemimpin faksi pemuda yang paling ditakuti di dalam gang kota. Di balik seragam sekolahnya yang koyak dan jaket hitam berlambang mawar berdarah di lengannya, Eksan adalah definisi nyata dari kata berandal—dingin, ugal-ugalan, dan tak tersentuh hukum. Bagi Eksan, hidup di jalanan hanya tentang satu prinsip: "Dalam gang, hidup berani, mati berarti."

Hingga suatu malam, setelah pertempuran berdarah yang nyaris merenggut nyawanya, Eksan yang terluka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denis Suhendar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Blokade Jalanan Utara

Kehebohan yang terjadi di kelas A pasca tumbangnya penyusup dari faksi White Tiger membuat suasana SMA Tunas Bangsa menjadi sangat mencekam. Eksan tidak peduli lagi dengan aturan sekolah ataupun teguran dari guru piket yang mulai berdatangan ke area koridor kelas dengan wajah panik. Baginya, keselamatan Nasya adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dengan selembar kertas absensi sekolah.

"Raka, siapkan semua unit di gerbang depan sekarang juga. Kita keluar dari sini lebih awal," perintah Eksan dengan suara dingin yang berat ke arah interkom nirkabel yang terpasang di kerah jaket kulit hitamnya.

Eksan membalikkan tubuh tegapnya, menatap lurus ke arah Nasya yang masih menyeka sisa-sisa air matanya di sudut kelas. Tanpa banyak bicara, Eksan meraih tas ransel milik Nasya dengan satu tangan kasarnya, sementara tangan lainnya menggenggam pergelangan tangan mungil gadis itu dengan erat namun lembut, menuntunnya keluar membelah kerumunan murid yang langsung menyibak mundur ketakutan memberi jalan bagi sang raja berandal.

Begitu mereka tiba di pelataran parkir luar, Raka dan lima anggota inti faksi Black Cobra sudah bersiaga di atas motor gede mereka dengan mesin yang menderu halus, siap tempur. Eksan memasangkan helm hitam berlogo mawar berdarah ke kepala Nasya dengan gerakan posesif yang protektif.

"Naik ke motorku, Nasya. Kita harus kembali ke kawasan industri sebelum harimau-harimau sialan dari utara itu membawa pasukan yang lebih besar ke area sekolah ini," ucap Eksan dengan nada suara rendah yang penuh kepastian yang mengikat.

Nasya segera melompat naik ke atas jok belakang motor gede hitam pekat kesayangan Eksan, melingkarkan kedua belah lengan mungilnya di sekitar pinggang tegap pemuda itu dengan sangat erat. Rasa cemas dan takut yang teramat sangat kembali berkecamuk di dalam dadanya, namun punggung bidang Eksan yang bersandar di hadapannya selalu berhasil memberikan secercah rasa aman yang aneh bagi jiwanya.

*Brom mmmm!*

Eksan memutar tuas gas motor gedenya sekencang mungkin, memimpin barisan keluar menembus gerbang sekolah disusul oleh enam motor gede anak buahnya yang bergerak dalam formasi kawal ketat berbentuk segitiga pelindung. Rombongan motor faksi Black Cobra itu melesat cepat membelah jalanan kota yang mendadak mulai diguyur oleh mendung hitam pekat yang menggelayut rendah di langit sore.

Namun, baru sepuluh menit mereka melaju membelah jalan raya utama yang berbatasan dengan wilayah distrik utara, suara Raka mendadak terdengar berderit nyaring dari interkom nirkabel di telinga Eksan, memecah deru angin jalanan.

"Bos Eksan! Informan kita di depan memberi kabar buruk! Faksi White Tiger rupanya sudah bergerak lebih cepat dari perkiraan kita! Mereka telah melakukan blokade jalan raya total di lampu merah perbatasan jembatan utara dengan melintangkan puluhan motor sport putih dan mobil van mereka!" seru Raka dengan nada suara yang tertahan panik. "Ada lebih dari tiga puluh orang bersenjata lengkap yang dipimpin langsung oleh panglima perang mereka, si kembar brutal dari utara! Mereka sengaja menutup jalur utama kita agar kita tidak bisa kembali ke markas besar, Bos!"

Mendengar laporan darurat tersebut, sepasang mata elang milik Eksan langsung menyipit tajam penuh dengan kilatan haus darah yang murni. Rahang tegasnya mengeras sempurna hingga urat-urat di lehernya menyembul menegang dibalik kerah jaketnya. Geng White Tiger benar-benar menantang maut dengan berani mengadang jalurnya saat ia sedang membawa Nasya di boncengan belakangnya.

"Mereka pikir blokade murah itu bisa menghentikan laju motorku?" tanya Eksan dengan nada suara yang sangat tenang namun terdengar begitu menusuk layaknya bilah es tajam langsung ke ulu hati siapa saja yang mendengarnya.

"Tapi Bos, kondisi tubuhmu belum pulih total dari luka semalam, dan yang paling penting... ada Nasya di belakangmu. Jika kita memaksakan menerobos konfrontasi terbuka di lampu merah itu, keselamatan Nasya akan sangat terancam karena jumlah mereka terlalu banyak di area terbuka!" potong Raka mencoba memberikan pertimbangan rasional jalanan demi keselamatan sang ketua.

Cengkeraman tangan Eksan di stang motor gedenya semakin mengerat kuat, merasakan pelukan tangan mungil Nasya di pinggangnya yang kian mengencang karena gadis itu tampaknya bisa merasakan ketegangan yang mendera tubuh Eksan. Eksan melirik ke arah kaca spion, melihat wajah pucat Nasya di balik kaca helm hitamnya yang menatapnya dengan penuh harap dan cemas.

"Raka... beralih ke jalur alternatif dua sekarang juga! Kita terobos jalan tikus menembus area pekuburan tua dan gang sempit di bawah jembatan layang!" perintah Eksan dengan otoritas mutlak seorang pemimpin tertinggi yang tak bisa dibantah oleh siapa pun. "Biarkan White Tiger menunggu seperti orang bodoh di lampu merah utama. Kita bawa Nasya berputar membelah badai!"

"Siap, Bos!" balas Raka tegas.

Formasi motor faksi Black Cobra itu mendadak melakukan manuver tajam secara bersamaan di tengah jalan raya, berbelok masuk memotong jalur menuju ke arah sebuah gang kecil yang gelap dan berliku di pinggiran distrik utara. Bersamaan dengan belokan tajam itu, langit malam Jakarta seolah runtuh menumpahkan hujan badai yang sangat lebat disertai kilatan petir yang menyambar dahsyat membelah kegelapan sore.

Air hujan yang sangat deras langsung mengguyur habis tubuh tegap Eksan, membuat seragam sekolahnya basah kuyup dan perlahan-lahan kembali memicu rasa perih yang luar biasa panas di perut kirinya akibat jahitan perbannya yang kembali tertekan oleh guncangan motor. Namun, Eksan sama sekali tidak melambatkan kecepatan motornya seujung kuku pun. Ia justru memutar gasnya kian dalam, membelah genangan air hujan di sepanjang gang sempit yang remang-remang dengan kecepatan gila.

Di belakangnya, Nasya hanya bisa memejamkan kedua matanya rapat-rapat sambil menyandarkan seluruh pelipis helmnya di punggung bidang Eksan yang terasa sangat hangat di tengah dinginnya terpaan air hujan badai. Jantungnya berdegup sangat kencang berkejaran antara rasa takut akan bahaya maut yang mengintai di setiap sudut jalanan dan rasa haru yang mendalam. Gadis polos itu tahu, Eksan rela membelah badai gila dan menahan rasa sakit di tubuh jahitannya hanya demi memastikan keselamatan nyawanya tidak tersentuh seujung kuku pun oleh musuh-musuhnya.

Eksan menyipitkan matanya yang pekat menembus kabut hujan yang tebal, menatap lurus ke arah ujung gang sempit yang mulai menampilkan siluet gerbang belakang dari kawasan industri markas mereka di kejauhan. Sebuah seringai dingin yang penuh kemenangan perlahan terukir di sudut bibirnya yang terluka. Sang raja berandal jalanan sekali lagi telah membuktikan bahwa tidak ada satu faksi pun di kota ini yang memiliki kekuatan cukup besar untuk menjerat atau merebut apa yang sudah sah dicap sebagai hak milik mutlak dari seorang Eksan Prasetya.

1
ARDICK
semngat nulis nya k👍
Denis Suhendar: semangat ganbate 💪💪
total 1 replies
Rudik Irawan
sering² up Thor
ARDICK: mampir KA berikan ulasan agar aku bisa Berkembang
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!