Indonesia
NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Mati

Jiwa Yang Mati

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yunikbener

Aku tidak akan menyentuhmu, aku sudah muak denganmu. Aku adalah laki laki berpenghasilan, aku bisa membeli wanita wanita seksi di luaran sana yang lebih menarik darimu. Sungguh aku bosan dengamu. Seandainya kau tidak sedang hamil akan ku seret kau keluar dari rumah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunikbener, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Angga terus mengamati Amalia dari ruang tengah, ia menyenderkan punggungnya di sandaran sofa. Bak melihat tayangan di TV Angga menikmati tontonan yang ada di depannya. Diamatinya setiap gerak Amalia, matanya enggan hanya untuk sekedar berkedip. Angga menghembuskan nafas kecewa kala Amalia berjalan pergi menjauh dari jangkauan pandangnya. Dia seperti anak remaja yang mengintai gebetannya. Terus mencuri pandang pada Amalia.

Dengan enggan Angga menggeser tombol hijau di layar handphone nya ketika nama Erlin terpampang disana. Lama lama dia merasa jengah dengan sikap Erlin yang manja dan kekanak kanakan. Erlin yang pencemburu dan suka mengatur. Dulu Erlin tak seperti itu, dia cukup tau dengan posisinya yang sebagai wanita ke dua. Tapi semenjak hamil Erlin berubah drastis, tidak mau di tinggalkan oleh Angga barang sebentar. Suka mengatur dan membatasi ruang gerak Angga.

"Mas, aku sampai capek tau nggak nungguin kamu" bentak Erlin begitu telepon nya tersambung dengan Angga.

Angga sampai menjauhkan handphone nya dari telinga karena suara Erlin yang hampir memecah gendang telinganya. Angga terdiam mendengarkan ocehan Erlin yang tiada henti. Tak sedikit pun ada kesempatan untuk Angga berbicara. Angga menghembuskan nafas lelah. Sungguh saat ini otak di kepalanya seolah membeku tak bisa berfikir. Inikah wanita yang ia inginkan selama ini, sampai membuang anak dan istri sendiri.

"Baiklah, aku kesana sekarang"

Setelah Angga mengatakan itu Erlin baru bisa diam. Angga segera mematikan panggilan dari Erlin dan beranjak akan pergi ke apartemen dimana Erlin sudah menunggunya.

Angga berhenti di depan pintu dapur ketika ia akan keluar. Bau masakan yang menusuk hidung membuatnya menoleh ke arah dapur. Di dapatinya Amalia sedang berkutat di depan kompor. Dengan lincah tangan Amalia memainkan spatula. Amalia terlihat tersenyum puas setelah mencicipi masakan yang sedang diolah nya itu, membuat Angga tergiur untuk makan di rumah. Akhirnya Angga berbelok memasuki dapur, ia duduk di kursi meja makan yang terletak di ruang dapur.

"Hhmm" Angga berdehem untuk memulai percakapannya dengan Amalia.

"Aku lapar" Angga berkata tanpa memandang Amalia.

Amalia menoleh memandang Angga dengan tatapan bingung. Biasanya Angga tak pernah makan di rumah kecuali saat sarapan. Tapi sekarang tiba tiba ia bilang lapar.

"Tunggu sebentar, makanan sudah hampir siap" Amalia berkata dengan memandang Angga bingung.

Mak Romlah datang memasuki dapur dengan membawa dua botol susu.

"Anak anak sudah pada tidur semua bu" kata mak Romlah melaporkan tentang Rania dan Arya.

"Benarkah? tumben Rania jam segini sudah tidur" Amalia berkata sambil tersenyum.

Angga melihat Amalia yang tersenyum membuat hatinya kalang kabut. "buseeet kenapa senyumnya jadi bikin meleleh gitu" gumam Angga dalam hati.

"Sepertinya non Rania kecapekan bu, dia tadi sore habis main lari larian sama anak depan rumah" mak Romlah yang menemani Rania bermain tadi sore menjelaskan pada Amalia.

Mendengar penjelasan mak Romlah, Amalia terkekeh. Dia membayangkan anaknya yang gembul itu berlari. Anak perempuannya itu memiliki tubuh yang gendut, pantat dan perut yang besar membuat bocah itu kesulitan untuk berlari cepat. Amalia semakin tertawa ketika membayangkan Rania yang gendut mengejar anak tetangganya yang berbadan kecil dan sangat kencang bila berlari.

"Pasti Rania ngos ngosan banget ya mak, secara dia kan kegedean pantat ama perut" Amalia berkata sambil terkekeh geli membayangkan anaknya berlari.

Angga terdiam menyimak obrolan Amalia dengan mak Romlah. Matanya tak henti hentinya memandang wajah Amalia. Rambutnya yang panjang tergerai membuat dia terlihat anggun. Celemek yang menempel di badannya mengeluarkan aura keibuan. Angga menggelengkan kepalanya saat ia sadar telah begitu mengagumi calon mantan istrinya itu. Padahal dulu Angga sangat jengah kalau melihat penampilan Amalia memakai celemek dan bau bawang, menurutnya itu sangat tidak enak di pandang. Tapi kenapa kali ini berbeda, kali ini dia mengagumi penampilan amalia yang dulu ia benci. Angga segera mengalihkan perhatiannya pada makanan yang sudah di sajikan Amalia di meja. Tangan Amalia bergerak lincah mengisi piring Angga dengan makanan. Di letakkan nya piring yang sudah berisi makanan itu di depan Angga tanpa berkata apapun. Angga pun tak mengatakan apa apa, ia langsung melahap makanan yang ada di depannya.

Angga makan dengan lahap, ia seperti orang yang tidak makan beberapa hari. Ya ia rindu masakan rumah. Ia bosan dengan menu restoran. Selama hidup dengan Erlin tidak ada bedanya anatara di rumah dan di kantor. Dia selalu makan makanan restoran, kalaupun dia dan Erlin malas keluar maka mereka akan membeli makanan secara online atau makan makanan instant. Tumis kangkung, tempe goreng dan sambal terasi menu malam ini yang telah di sajikan oleh Amalia, menu sederhana yang bisa membuat Angga menambah sampai dua kali. Angga sedikit terkejut melihat Amalia meletakkan segelas air putih di depannya, rupanya Amalia masih tetap mau melayaninya walaupun mereka sudah ada pembahasan cerai. Walaupun bibir manisnya itu tak mengucapkan satu kata, tapi Amalia masih menyediakan apa yang di butuhkan Angga di meja makan malam ini. Sungguh Angga tak menyangka akan hal itu, Angga mengira Amalia sudah tidak akan perduli apapun tentangnya.

Amalia terbengong melihat piring tempe yang tersisa hanya dua potong. Padahal Amalia menggoreng sepuluh potong tempe. Amalia hanya terdiam melihat piring saji yang hampir kosong. Ia urungkan niatnya untuk membuka celemek. Amalia lalu berjalan menuju lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa potong tahu. Kali ini Amalia akan menggoreng tahu untuknya dan mak Romlah.

"Biar saya bantu bu" mak Romlah berniat membantu majikannya yang sedari tadi berkutat di dapur.

"Nggak usah mak, cuma menggoreng tahu beberapa potong saja" Amalia lalu

segera menggoreng tahu yang baru di ambilnya dari lemari pendingin.

Angga berdiri dari duduknya ketika melihat nama Erlin kembali muncul di layar handphone. Angga mengambil handphone nya yang ia letakkan di atas meja makan lalu memasukkannya ke kantong celana. Diabaikannya panggilan dari Erlin. Ia menyambar kunci mobil lalu berjalan keluar, ia segera masuk ke dalam mobil menuju apartemen Erlin.

"Lama sekali sih mas, perutku sampai sakit menahan lapar" cerocos Erlin begitu Angga masuk ke apartemennya.

"Lha kenapa nggak makan?" Angga bertanya dengan menahan intonasi suaranya, dengan sekuat tenaga ia berusaha sabar menghadapi calon istrinya itu.

"Ya aku nungguin kamulah" jawab Erlin sambil cemberut.

"Ya sudah mau makan apa biar aku pesankan" akhirnya Angga mengalah untuk menghindari pertengkaran.

"Aku mau makan kepiting asam manis di restoran seafood dekat rumah atasanmu itu lo mas" Erlin berkata dengan manja.

Angga menghembuskan nafas lelah, makin hari permintaan Erlin makin menyulitkan nya. Kalau Angga menolak pasti Erlin akan menangis dan mengatakan kalau itu adalah permintaan anaknya.

"Itu jauh banget Lin, kita pesan makanan saja ya" bujuk Angga.

Angga berusaha membujuk Erlin agar mau makan makanan lain. Selain tubuhnya yang terasa lelah untuk melakukan perjalanan ke sana, dia juga khawatir dengan kondisi kandungan Erlin kalau melakukan perjalanan jauh. Restoran seafood yang diinginkan Erlin berada jauh di pinggiran kota. Mereka memerlukan waktu dua jam untuk menempuh perjalanan, itu pun kalau tidak terjebak macet.

"Ingat Lin, usia kandunganmu masih rawan. Tidak baik untuk melakukan perjalanan jauh"

Erlin akhirnya mau mengurungkan niatnya makan kepiting asam manis dari restoran yang diinginkannya setelah Angga mengatakan itu. Tentu saja Erlin tidak mau kehilangan janin yang ada di dalam kandungannya karena dengan janin itu dia bisa mengikat Angga.

Angga menatap Erlin yang makan dengan lahap. Akhirnya Bebek goreng menjadi menu pilihan Erlin untuk makan malam. Tatapan Angga memang berada di wajah Erlin tapi raganya sedang melayang kembali ke rumah dimana Amalia berada. Angga benar benar seperti anak baru gede yang sedang jatuh cinta.

1
she_cookiez
kirain ada sambungan buat yogi nya thor ...
she_cookiez
lahh aku yg sakit hati mewek 😭😭😭
dewi_nie
alur ceritanya bagus singkat gk berbelit2 kalimatnya enak dibaca.👍
lanjut ka' dgn cerita lainnya..
Sylvi Anggraini
sabar amat yah mending cerai buat apa diteruskan
Diah Ratna
bagus,tentang kehidupan sehari-hari.sebagai istri kadang kita harus kuat, berjuang sendiri
Diah Ratna
lanjut,thor
Azlen Haslina
ok
Yuni Zulika
sangat bagus ceritanya, menginspirasi
CAHAYA NIASARI
terimakasih Kaka, saya penggemar setia... ditunggu up selanjutnya
Fitri Listiana
oy
Fitri Listiana
kpn up nya thor, gk up lg kah,,
Yunikbener: maaf kk akun hbs kena bajak, ini baru bisa kembali. Insyaallah besok mulai up🙏
total 1 replies
blecky
pasti selingkuh jka tiba2 suami berubah
Lexy
tulisannya rapih nyaman dibaca ✨
Yunikbener: Selamat membaca kak, semoga terhibur☺
total 1 replies
Indah Alifah
betul itu Thor karna sakit yg begitu dalam membuat hati kita yg tdinya lembut ramah berubah menjadi keras,cuek,dingin....pertanyaan2 yg selalu kulontarkan dalam hati kenapa yah sikapaku berubah sekarang berasa kehilangan jati diri ternyata jawabnya Akau meenemukanya di cerita novel2 yg baru kusadari
Yem
Amalia Istri yang tegar.. Luar biasa kak
Yusmar Dianti
sangat menginspirasi
Rose_Ni
kamu bertanya-tanya?
Rose_Ni
Jeni?bukannya Erlin Thor
Rose_Ni
haduh..luar biasa
Rose_Ni
duh pinternya Angga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!