Kisah cinta sepasang suami istri yang baru saja menikah yang terpaksa harus berpisah karena sebuah hal yang menuntut sang istri harus mundur merelakan suaminya untuk orang lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15
"Hai," sapa seseorang dari belakang Sirena sehingga membuat Sirena dengan cepat memasukkan surat yang dia baca tadi ke dalam tas.
"H-hai," balas Sirena.
"Boleh aku duduk di sini?" tanya orang itu dan Sirena pun mengangguk.
Orang itupun segera mengambil tempat di samping Sirena, sama seperti Sirena dia juga langsung menatap ke arah para pasien yang tengah berjemur di sana.
"Kamu ada keluarga yang sakit atau kamu sendiri yang sakit?" tanya orang itu menoleh sebentar ke arah Sirena dan kembali lagi menatap ke depan.
"Aku hanya memeriksakan kesehatan ku saja," jawab Sirena.
"Ooh," orang itu menggangukkan kepalanya pertanda mengerti.
"Kalau kamu?" balik tanya Sirena.
"Aku senang menunggu adik aku yang tengah berjuang melawan penyakitnya." jawab orang itu.
Mendengar itu, Sirena jadi tertarik dan ingin banyak bertanya lagi.
"Apakah adikmu sakit serius?" tanya Sirena penasaran.
"Ya, bahkan dia hanya bisa hidup dengan bantuan selang selang di tubuhnya." jawab orang itu.
"Oh iya btw kita belum kenalan, kenalin nama aku Ivan, kalau kamu?" lanjut orang itu yang ternyata bernama Ivan, dia menggajak Sirena kenalan.
"Aku Sirena, pangil aja Siren." balas Sirena.
"Seperti tidak asing, apa kamu salah satu selebriti?" tanya Ivan.
"Bukan, aku hanya seorang model biasa," balas Sirena merendah.
"Oh iya gimana tadi apa nama penyakit adik kamu?" lanjut Sirena mengembalikan pembicaraan lagi.
"Dia mengidap penyakit kanker darah sudah stadium empat, dia selama ini menyembunyikan penyakitnya dari keluarga dan di saat keluarga tahu itu sudah terlambat karena penyakitnya sudah sangat parah." jelasnya.
Sirena merasa tertampar dengan apa yang baru saja Ivan katakan, kisah adiknya sama halnya yang tengah dia alami saat ini cuma beda tempat bersarangnya penyakitnya saja.
"Dia sudah pasrah dengan hidupnya sekarang, seandainya saja aku tahu dari dulu mungkin aku akan menyuruh dia berobat secepat mungkin, bahkan kalau bisa aku akan mengajak dia berobat ke luar negeri agar dia bisa sembuh, tapi semuanya sudah terlambat dan dokter juga sudah mendiagnosa umurnya udah tidak lama lagi." lanjut Ivan sedu.
"Apa aku harus membicarakan ini kepada Ronald, tapi bagaimana nanti kalau dia malah tidak bisa menerima aku." batin Sirena.
"Kamu kenapa melamun?" tanya Ivan kepada Sirena.
"Hah, ah itu aku hanya kepikiran sama adik kamu saja, pasti sangat berat menjadi ini, apalagi sebelum keluarga tahu dia pasti menghadapinya sendiri."
"Ya, dia menanggungnya sendiri, sudah dari lama dokter menyarankan agar dia kemoterapi, tapi dia selalu menolaknya sehingga penyakitnya cepat menyebar." jelas Ivan.
"Siren," pangil seseorang membuat mereka berdua menolehkan kepalanya ke arah belakang.
"Aku kira kamu udah pulang," ucap orang itu yang tak lain adalah Gio.
"Ini tadi mau pulang kok, tapi aku pengen duduk di sini sebentar sambil lihat orang orang yang tengah berjemur." balas Sirena.
"Oh iya, kenalin ini Ivan, dia kakaknya salah satu pasien kangker darah di rumah sakit ini." lanjut Sirena memperkenalkan Ivan.
"Gio,"
"Ivan,"
Mereka berdua saling menjabat tangan sebagai tanda perkenalan mereka.
"Ya sudah kalau gitu aku pamit dulu ya, kasian adikku sendirian di dalam." pamit Ivan.
"Oh iya, terimakasih ya sudah menemaniku ngobrol di sini, salam buat adikmu semoga ada keajaiban," balas Sirena.
Ivan hanya membalasnya dengan senyuman kecut saja, karena apa yang Sirena katakan itu tidak akan mungkin.
"Gimana?" tanya Gio setelah duduk di samping Sirena.
Sirena membuka tasnya dan mengeluarkan surat yang tadi dokter Luna berikan kepadanya.
Gio pun menerimanya dan segera membaca isi surat itu.
...***...
sang penukinya kurang literasi.
Ronald dr dulu gitu sih lelet menyelesaikan masalah, bhkan gk bisa tau istrinya sakit. dia gk pinter soale.
mkne kurang sreg karakter Ronald gk bisa di andal kan melindungi kluarga.