Karisma harus berjuang untuk menghidupi ibu dan juga membiayai kuliahnya. Ayahnya yang tiba-tiba pergi meninggalkan ibunya tidak pernah membiayai kehidupan ibunya dan juga karisma.
Bagaimana Karisma bisa menjalani hidupnya?
mampukah ia bertahan dalam kehidupan yang keras ini?
bagaimana pula kisah cintanya?
yuk ikuti kisahnya hanya di Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Tukang Cuci
"Ibu sini biar aku saja yang melakukan pekerjaan ini," lirih Karisma sambil menghampiri ibunya yang sedang mencuci pakaian tetangga yang begitu banyaknya.
Entah dari beberapa orang yang ia ambil, yang jelas pakaian itu begitu banyak dan terbagi menjadi beberapa ember. Karisma yang melihat ibunya sejak tadi segera turun tangan dan menghampiri ibunya.
Sejak mengetahui anaknya bekerja sebagai wanita penghibur, Dewi tidak memberikan izin kepada anaknya untuk bekerja. Bahkan ia rela menjadi buruh cuci. Dewi rela bekerja apa saja asalkan anaknya tidak bekerja seperti kemarin-kemarin.
"Tidak usah, biar ibu saja yang bekerja keras. Biar ibu saja yang melakukan semua ini," timpal Dewi sambil menyikat beberapa pakaian yang sudah ia rendam sebelumnya.
Akan tetapi Karisma yang melihat ibunya mencuci begitu banyak, membuatnya merasa tidak tega. Karisma merasa sangat bersalah karena ibunya menjadi tukang cuci saat ini.
"Tapi bu, aku tidak mau ibu bekerja. Aku bisa menghidupi ibu," tukas Karisma yang lagi-lagi menangis di hadapan ibunya.
"Ibu tidak sudi kamu bekerja di club itu nak, ibu takut kamu terjerumus nak. Ibu takut kamu terjerumus," lirih Dewi yang kembali menangis.
Kini ibu dan anak itu menangis saling berhadapan di lantai. Mereka menangis bersama dan saling memeluk satu sama lain. Sebagai seorang ibu, Dewi tidak ingin jika sampai anaknya terjerumus ke jalan yang salah.
Dewi merasa takut saat mengetahui anaknya bekerja sebagai wanita penghibur. Ia selalu merasa takut jika anaknya akan salah bergaul. Dewi benar-benar merasa takut jika Karisma akan melakukan hal yang tidak-tidak.
"Maafkan aku bu, maafkan aku," ujar Karisma sekali lagi. Karisma kembali menangis di pangkuan Dewi. Begitupun dengan Dewi yang ikut menangis.
Tak berapa lama ditengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil.
tidid... tidid..
"Mobil siapa ya?" gumam batin Karisma.
Spontan Dewi dan Karisma pun beranjak dari lantai. Mereka segera bergegas menuju ruang tamu dan ternyata yang datang pada saat itu adalah Reza. Karisma segera menyeka air mata dan merapikan bajunya.
"Reza?" tanya Karisma yang menautkan kedua halisnya. Rasanya masih tidak percaya dengan kedatangan Reza yang tiba-tiba.
"Hai boleh aku masuk?" tanya Reza sesaat sebelum masuk ke dalam rumah.
"Si, silahkan," ajak Karisma.
Mereka segera duduk dan berbincang di ruang tamu. Begitupun dengan Dewi yang segera duduk dan ikut berbincang dengan mereka. Reza segera memberitahukan maksud kedatangannya.
"Begini Karisma, maksud kedatangannku kesini yaitu ingin mengajakmu bekerja sama di tempat rekaman ku. Aku ingin kamu yang menyanyikan lagu-lagu ku," ujar Reza.
"Apa yang benar?" tanya Karisma yang masih tidak percaya.
"Iya benar, aku serius," timpal Reza yang berusaha meyakinkan Karisma dan juga ibunya.
"Alhamdulillah bu," ujar Karisma sambil memeluk ibunya.
"Iya nak alhamdulillah, akhirnya kamu menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat mu," tukas Dewi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang karena penata musiknya sudah menunggu," ajak Reza.
"Kalau begitu aku mau ganti baju dulu," pamit Karisma yang segera bergegas menuju kamarnya.
Karisma segera mengganti pakaian dengan pakaian terbaiknya. Karisma sendiri masih tidak percaya jika dia akan menjadi seorang penyanyi. Akhirnya kini dia menemukan pekerjaan yang cocok dengan bakatnya.
Untuk beberapa saat Reza menunggu Karisma mengganti pakaian. Reza merasa senang karena akhirnya dia bisa bekerja sama dengan Karisma. Reza berharap jika Ferdi akan menyukai suara Karisma.
Setelah Karisma siap, Reza dan Karisma pun segera berpamitan kepada ibunya. Ibunya pun merasa senang karena akhirnya Karisma mendapatkan pekerjaan. Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba di sebuah studio milik Reza.
Reza dan Karisma segera bergegas turun dari mobil. Karisma mengekor di belakang Reza karena merasa gugup.
"Bro, gue punya kejutan buat loe!" pekik Reza sesampainya di studio.
"Kejutan apaan sih?" timpal Ferdi yang mulai merasa penasaran.
"Tada.." ujar Reza saat Karisma masuk ke dalam studio.
"Elo? ngapain disini?" tanya Ferdi sambil menautkan kedua halisnya.
"Elo yang ngapain disini?" tanya Karisma balik.
"Eh, eh sudah.. sudah, kenapa jadi berantem kaya gini," timpal Reza yang merasa bingung dengan pertengkaran mereka.
"Kenapa loe harus bawa dia sih?" tanya Ferdi.
"Gue tahu kalian berdua memang ga akur, tapi tolong kerja samanya. Karisma memiliki suara yang bagus, sedangkan kita sedang membutuhkan penyanyi," jawab Reza.
"Tapi gue ga sudi ya dia kerja bareng kita," ketus Ferdi.
Ferdi merasa tidak suka saat melihat Karisma sebab saat ia berkunjung ke rumahnya untuk mengantarkan uang, Karisma justru langsung mengusirnya. Padahal saat itu dia datang untuk memberikan uang dari ayahnya.
Namun tanpa basa-basi Karisma justru langsung mengusirnya begitu saja. Merasa masih sakit hati, Ferdi pun merasa tidak sudi saat melihat Karisma berada di hadapannya.
"Emangnya gue mau kerja sama sama loe!" pekik Karisma yang tak kalah ketus saat Ferdi mengatakan hal demikian.
Selain Ferdi ternyata Karisma juga merasa sakit hati saat ia berkunjung ke rumahnya. Dia merasa sangat sakit hati saat keluarga mereka mengusirnya di saat turun hujan yang begitu derasnya.
Saat itu Karisma sedang membutuhkan uang, akan tetapi tidak satu pun diantara mereka yang memberikan uang. Karisma justru hanya mendapat cacian dan makian.
"Sudah-sudah jangan berantem," ujar Reza.
"Aku tidak mau kerja bareng dia, aku mau pulang saja," tukas Karisma.
"Pergi sana loe, dasar wanita penghibur!" celetuk Ferdi.
"Apa loe bilang?" pekik Karisma yang merasa tidak terima saat Ferdi mengatakan hal itu kepadanya.
"Wanita penghibur!" ucap Ferdi sekali lagi.
Mendengar hal itu membuat Reza naik pitam. Dia tidak terima saat Karisma di sebut-sebut sebagai wanita penghibur.
"Awas aja loe!" pekik Karisma.
"Jangan asal bicara loe!" pekik Reza dan langsung menghajar Ferdi.
Reza tidak terima saat mendengar ada orang yang menghina Karisma.
"Kenapa jadi loe yang marah?" ujar Ferdi yang merasa tidak percaya karena Reza sebelumnya tidak pernah semarah ini. Akan tetapi hari ini Reza justru berani memukulnya.
"Jelas lah gue marah, kata-kata loe ga sopan! Tidak sepantasnya loe bilang kaya gitu sama Karisma!" pekik Reza.
Perkelahian diantara mereka pun tidak terhindarkan. Melihat Reza dan Ferdi yang sedang beradu jotos membuat Karisma ingin segera pergi meninggalkan tempat itu. Untuk beberapa kali Reza memukuli Ferdi.
Merasa sudah puas akhirnya Reza segera bergegas pergi mengejar Karisma. Tidak berapa lama, Ferdi segera bergegas pergi menuju mobilnya.
"Awas aja loe!" pekik Ferdi saat melihat Karisma.
"Apa loe? Ini baru awalnya saja, gue bakalan balas dendam sama keluarga loe. Dan pertama-tama tujuan gue adalah Sinta. Gue akan rebut Reza dari Sinta," ucap Karisma sesaat sebelum Ferdi pergi.
"Jadi loe cuma manfaatin Reza aja?" tanya Ferdi.
"Emang gue cuma manfaatin dia aja cuma untuk bikin Sinta cemburu," jawab Karisma.
Reza yang tidak sengaja mendengar perbincangan diantara mereka pun seolah tak percaya. Dia benar-benar merasa sakit hati karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.
Karisma ternyata tidak mencintainya dan hanya memanfaatkannya saja.
"Apa? Jadi selama ini kedekatan kita tidak ada artinya?" timpal Reza yang tiba-tiba datang dari arah belakang.
"Mampus loe!" gumam batin Ferdi sambil bergegas pergi melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi.
"Tunggu Reza, aku bisa jelaskan semuanya. Semua tidak seperti yang kamu pikirkan," lirih Karisma yang merasa sudah menyesal karena sudah mengatakan hal seperti itu.
"Aku tidak menyangka Karisma, ternyata kamu tega mempermainkan perasaanku. Padahal cintaku begitu tulus, tapi apa balasan mu," ujar Reza yang benar-benar kecewa setelah mendengar pernyataan Karisma.
Reza tidak menyangka jika ternyata Karisma begitu tega kepadanya. Padahal Reza berharap jika Karisma akan memiliki perasaan yang sama dengannya. Namun kenyataannya ternyata Karisma hanya menjadikan Reza sebagai alat untuk balas dendam pada Sinta.
"Tunggu Reza ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Tolong maafkan aku, aku akan menjelaskan semuanya," lirih Karisma saat melihat Reza yang pergi begitu saja meninggalkan Karisma.