Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: via Amel

"Tolong jangan tinggalkan aku! dan jangan pernah pergi lagi dari hidup aku!"

"Aku akan mencoba untuk menerima kamu dan berusaha mencintai kamu!"

"Bodohnya aku sudah menyia nyiakan wanita seperti kamu, aku tidak pernah anggap kamu ada di sisi aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon via Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15. cepat tua

"Kamu tidak kewalahan sar, harus masak dulu sebelum kerja? Kalau kamu kewalahan biar bi Ina aja yang nyiapin sarapan, kamu masaknya untuk makan malam saja." tanya ibu Rita

"Sarah sudah terbiasa kok ma, malahan Sarah seneng kalau seperti ini." jawab Sarah

"Maaf ya ma! pa! Kita berdua tidak bisa menemani kalian saat kalian berangkat keluar kota" kata Rendra

"Tidak apa apa sayang. Ren! sebelum berangkat kamu antar Sarah dulu ya." Jawab ibu Rita

"iya ma, iya sudah kita berangkat dulu." jawab Rendra

"iya, kalian hati hati ya." kata ibu Rita

Sarah dan Rendra berangkat bekerja, sebelum pergi ke kantor Rendra mengantarkan Sarah ke tempat kerjanya terlebih dahulu. Tetapi Rendra tidak menurunkan Sarah di depan minimarket melainkan di depan kos an Sinta, supaya tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan mereka.

"kamu turun di mana?" tanya Rendra

"Di kosan saja mas?" jawab Sarah

"Pulangnya nanti aku tidak janji ya bisa jemput kamu apa tidak," kata Rendra

"Iya mas, tidak apa-apa. Nanti aku bisa naik ojek, oh iya! ini bekal makan siang kamu, aku taruh sini ya, nanti jangan lupa di bawa. Aku turun dulu." Jawab Sarah

"humb" jawab Rendra sambil melanjutkan mobilnya setelah Sarah turun.

***

"Sarah!" panggil Sinta, yang melihat Sarah turun dari mobil

"hai! aku kira kamu sudah berangkat." tanya Sarah

"Belum, ini mau berangkat, yuk kita berangkat sama sama." kata Sinta

"ayok" jawab Sarah

Kemudian dua wanita itu berjalan bersama menuju minimarket tempat mereka bekerja.

Sarah bekerja seperti biasa, teman temannya juga tidak ada yang mencurigainya atas kejadian kemarin, saat Sarah tiba tiba menghilang saat bekerja. Manager toko telah menjelaskan jika kemarin Sarah ijin pulang karena sakit.

sudah waktunya mereka untuk istirahat makan siang, para teman temannya Sarah pergi keluar untuk mencari makan, Sinta juga menghampiri Sarah, untuk mengajaknya mencari makan siang.

"sar! Ayok beli makan." kata Sinta

"Aku bawa bekal sin, kita makan sama sama ya, aku sengaja bawa banyak tadi, untuk kita makan sama sama." jawab Sarah

"Wih. Bener bener istri idaman sekarang." kata Sinta, meledek Sarah

"Aku memang dari dulu suka masak sin, cuma kalau di kos bawaannya mager dan pengen rebahan terus" jawab Sarah

"ngeles aja kamu itu sar" kata Sinta

"Iya sudah, ayo kita makan dulu." jawab Sarah

"Ayok, aku juga udah laper ini, eh sar! Katanya kemarin kamu mau jelasin semuanya sama aku." kata Sinta

Sarah menghela nafas panjang dan membuangnya kasar, dan berkata "kemarin itu sebenarnya mas Rendra ngajak aku nikah kontrak, pura pura gitu, supaya dia tidak di jodohkan sama papanya. Sedangkan aku tidak mau mempermainkan pernikahan, aku takut kualat, eh malah dia ngajak aku nikah beneran, dan saat itu juga dia langsung mengajak aku ke KUA buat nikah. Aku bener bener tidak habis pikir dengan cara berpikir dia."

"Terus gimana kelanjutan pernikahan kamu nantinya kalau kalian menikah tanpa ada rasa cinta seperti itu? apa kamu yakin pernikahan kalian akan bertahan lama?" tanya Sinta

"Entahlah, aku juga belum tau, aku belum berpikir sejauh itu, aku benar benar sudah terjebak dalam masalah yang sangat rumit." jawab Sarah

"Kenapa kamu tidak menolak pernikahan itu? Padahal kamu kan tau kamu hanya di manfaatkan sama anaknya ibu Rita." kata Sinta

"Sin! Apa kamu lupa kalau aku sudah tanda tangan surat perjanjian dengan ibu Rita, kalaupun aku menolak permintaan mas Rendra pasti yang bakal di jodohkan oleh papanya mas Rendra aku juga, dan itu akan semakin memperumit masalah aku." jawab Sarah

"Iya juga ya, kalau begitu anggap saja dia jodoh kamu yang sudah di persiapkan oleh tuhan untuk kamu, supaya kamu ikhlas menjalaninya, biar gak tertekan dan aku membuat kamu cepat tua nantinya." kata Sinta

"Bener juga kamu sin" jawab Sarah

"Terus kenapa kamu masih memutuskan bekerja? kamu kan sudah menjadi menantu salah satu orang terkaya di negeri ini? Apa jangan jangan kamu tidak di kasih nafkah sama suami kamu?" tanya Sinta

"Aku sendiri yang memutuskan untuk tetap bekerja, aku tidak mau nanti di bilang hanya memanfaatkan kekayaan merek, aku di kasih kartu ATM dan juga kartu kredit sama mas Rendra, tetapi aku tidak pernah mengecek isi saldonya ataupun menggunakannya, kedua kartu itu hanya aku simpan di dalam dompet" jawab Sarah

"Astaga Sarah, kamu di kasih kartu ATM dan kartu kredit cuma buat pajangan aja di dompet, dasar kamu ini" kata Sinta

"Iya memang untuk saat ini aku masih belum membutuhkannya sin, mungkin aku akan menggunakannya jika terjadi sesuatu hal yang mendesak saja." jawab Sarah

"ohh iya ini uang buat kamu, untuk bayar hutang aku sama kamu, kemarin mas Rendra denger kalau aku punya hutang sama kamu, jadi dia kasih aku uang buat bayar utang aku di kamu." kata Sarah kembali

"Beruntung sekali kamu sar, sepertinya suami kamu sangat perhatian dengan kamu" kata Sinta

"Dia itu seperti punya dua kepribadian, kadang jahat, kadang baik, kadang perhatian, kadang juga cuek dan dingin seperti es batu." jawab Sarah

"eh sar! Ngomong ngomong kalian tidur satu kamar ya kemarin?" tanya Sinta yang penasaran

"Kenapa kamu tanya seperti itu?" jawab Sarah sambil mengerutkan keningnya

"Jadi gimana rasanya malam pertama kemarin." tanya Sinta

"malam pertama? Humb, aku tidak bisa membayangkan nya. Bahkan tidak pernah ada di pikirkan aku untuk malam pertama sama dia." jawab Sarah

"Jangan jangan kamu ini tidak normal ya? bagaimana bisa kamu tidak tertarik sama suami kamu yang sangat tampan dan mempesona itu?" tanya Sinta

"Enak aja, aku ini masih normal, cuma kalau sama dia? Entahlah. Aku tidak pernah membayangkan itu. kita memang tidur satu kamu, tetapi kita tidur terpisah," jawab Sarah berbohong, karena faktanya dia kemarin tidur satu ranjang dengan Rendra bahkan dia memeluk Rendra sampai tidurnya pulas sekali.

"Iya sudah ayo kembali ke depan. Sepertinya anak anak juga sudah kembali" kata Sinta

kemudian mereka kembali melanjutkan pekerjaannya, Sarah sangat menyukai pekerjaannya ini, makanya dia belum rela untuk meninggalkan pekerjaannya saat ini. Meskipun kerjanya lumayan berat tetapi teman temannya itulah yang membuat Sarah nyaman dalam pekerjaannya ini, dan Sarah menemukan kenyamanannya saat berada di luar kota jauh dari ibu dan adik adiknya.

waktu bekerja sudah selesai, Sarah memutuskan untuk pulang ke kosan Sinta dulu, sambil menunggu Rendra, tetapi belum sempat Sarah masuk ke kamar Sinta, sudah ada mobil yang berhenti di belakang nya.

1
Djuanda Personal
update lagi dong ceritanya
melvi: sudah aku upload 2 bab hari ini, tetapi masih proses review, mohon di tunggu ya, terimakasih sudah mendukung Karya ku
total 1 replies
Anonim
Suka ceritanya
melvi
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!