Bagaimana rasanya seolah menjadi tokoh pengganti dalam kisah hidup seseorang?
Operasi jantung yang dijalani Alana Prima Bratadikara menjadi awal mula kisah ini dimulai. Tidak pernah terbayang cinta Aron yang pergi untuk selamanya menjadi awal hidup baru untuk Prima atau mungkin sekaligus menjadi awal dari kisah cintanya.
Pertangkaran perkara soto mie yang tumpah ke kemeja putih Aron menjadi pertemuan pertama antara Aron dan Prima. Setelah itu, perjodohan kucing betina Prima dan kucing jantan Aron membuat mereka sering bertemu. Lalu bagaimana jadinya jika kedua kakak Prima tiba-tiba menitipkan adik bungsunya yang keluar dari rumah untuk dijaga Aron?
Akankah kisah mereka tertulis seperti dongeng sebelum tidur? atau malah seperti mimpi buruk ditengah malam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CROCEAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simbiosis
⚠️ Harsh Word
Laki-laki itu mengetuk pintu beberapa kali sebelum dipersilahkan masuk, melihat ruangan kerja yang berubah menjadi kamar Prima beberapa bulan ini tampak rapih dan mulai kosong. Si penghuni kamar tampak sibuk kesana-kemari tengah memasukan satu persatu barangnya ke dalam koper.
"Loh mau kemana?"
Tanpa menengok, Prima menjawab, "pindah, gue buka unit baru di lantai bawah."
Aron yang awalnya diam jadi ikut berjalan kesana kemari mengekori Prima yang sibuk merapihkan barangnya, "kok tiba-tiba?"
"Papa tau gue disini dan dia gak suka. Gue cuma gak mau ngelibatin lo dan bikin lo dalam bahaya."
"Kok bisa tau? Dikasih tau siapa? Yang tau kan cuma abang-abang lo."
"Siapa lagi kalo bukan anak kesayangannya?"
"Sara?!" Jawab Aron tidak percaya.
Prima tentu menyangkal itu, tidak mungkin abangnya melakukan hal serendah itu, "ralat. Putri kesayangannya."
Aron tampak kebingungan, "wait. Putri? Anak cewek kan cuma lo doang."
"Tetot! Dia punya 2 anak cewek. Gue dan satu lagi seumuran sama lo. Dan yaaa hubungan gue dan dia gak baik dari dulu."
"Demi apa gue baru tau Sara Sana punya 2 adek cewek."
Prima menengok ke arah belakang, lalu terkekeh pelan, "ya karena Shannon gak pernah di anggap adek sama mereka."
"Shannon?! Wait, nama lo Alana Prima Bratadikara, berarti Shannon? Shannon Bratadikara?!"
"Yaiya orang bapak kita sama, kenapa kaget gitu? Lo kaget gue adek model terkenal? Iya deh beda banget gue sama dia."
Aron menggelengkan kepalanya dengan tatapan kosong mengarah ke arah Prima, "dia orang yang renggut dunia gue."
...🥀🥀🥀...
"wah gila Ron." Regan baru saja memotong setengah dari pembicaraan yang baru saja Aron buka.
"Gue tau, gak ada yang kenal Prima melebihi lo disini, tapi kita semua tau kalo ucapan lo yang tadi itu bisa aja bikin kita semua masuk ke dalam lingkaran perang Ron, lo mikir sampe ke sana gak sih?!" Tarikan urat leher Adnan tampak menegang, membuat wajah lelaki 23 tahun itu memerah.
"Kali ini aja bantu gue." Mohon Aron.
Laki-laki yang berdiri didepan teman-temannya itu tampak seperti memohon di depan kawanan Singa kelaparan. Adnan, Regan, Achel, Jia, Adena bahkan Fany yang selalu setuju di setiap usulan kini menentang keras keinginan Aron untuk mengikut sertakan Prima ke dalam acara balapan yang selalu di adakan 3 tahun sekali itu.
Tapi Marko sang Leader dan Jordan yang sedang menyesap sedikit demi sedikit minuman bening dalam gelas kecil itu tampak tak berbicara apapun. Mereka yang dikenal selalu silent judge dan punya suara lebih di setiap diskusi, menjadi sasaran terakhir Aron untuk mewujudkan apa yang ia inginkan.
Mata dengan tatapan putus asa itu kini melirik ke arah Marko yang juga sedang menatapnya dengan tatapan aneh, "Lo gimana Ko? Gak setuju juga?"
Laki-laki itu mengangkat kedua bahunya, "ya gue pikir itu bukan permintaan yang aneh sih, gue masih fine."
Mendengar itu Regan sedikit menggebrak meja, "Ko, lo tau Prima siapa kan? Adeknya Sara Sana! Petinggi Towser Ko Towser! Berapa tahun kita berusaha buat ngebangun kepercayaan mereka buat berhubungan baik sama Hellion? Dari sebelum gue masuk Hellion, bang Adit udah berusaha buat deketin Towser, karena dia tau seberapa bahaya mereka, sedikit aja kita senggol mereka kelar kita semua. Dan sekarang hubungan kita udah baik, gue gak mau perkataan si Aron tadi buat kita salah jalan, gue cuma gak mau Hellion berakhir dengan konyol."
"Gue bilang kayak gini pun gak semata-mata karena Prima yang minta, gue gak akan tiba-tiba bikin keputusan yang bakalan bikin kita dalam bahaya, gue juga mikirin kemungkinan-kemungkinan yang bakalan muncul setelah Prima masuk Hellion dan gue yakin, kita semua bisa. Gue liat Prima punya potensi. Percaya gue Gan!"
"Lo masukin Prima ke Hellion, gue sama Regan out, Lo pilih siapa? Sahabat yang ngebangun Hellion sampe sekarang ini atau cewek yang baru lo kenal beberapa bulan yang tinggal di rumah lo?" Ucap Adnan memberikan pilihan.
Tentu saja itu bukan hal yang mudah, Prima dan sahabat-sahabatnya punya tempat yang berbeda. Aron tidak akan bisa memilih bagaimanapun juga.
"Gausah ribet, besok bawa prima kesini. Kita liat dia tanding sama Jia." Selalu saja, selalu saja suara Jordan yang tiba-tiba keluar disaat seperti ini, seperti lolongan serigala di tengah malam. Benar-benar membuat semuanya takut.
"Jordan jangan gila!" Teriak Fany.
"Engga Jia juga Dan" Tawar Aron.
Kemampuan Jia memang bisa dikatakan jadi andalan Hellion di kategori perempuan. Jadi jelas saja Aron menolak Prima melawan Jia di pertandingan perdananya
Halis Jordan terangkat satu, "jadi apa yang lo harepin? Lo mau masukin Prima buat ikut acara itu buat tanding sama siapa? Diluar sana kita gak tau kemampuan perempuan yang mereka punya kaya gimana! Prima vs Jia atau enggak sama sekali."
Gak ada cara lain buat balas dendam selain bikin Prima masuk Hellion. Tujuan Prima lari dari rumah dan tujuan Aron masih bertahan di Hellion pun memiliki arah yang sama. Shannon, wanita itu pantas mendapatkan karma.
Setelah Aron tahu bahwa Prima adalah adik tiri Shannon, dia merasa semakin dekat dengan tujuannya. Menunggu acara "Evil from Devil" yang diadakan 3 tahun sekali tidak akan menjadi penantian panjang yang sia-sia.
Hellion punya dampak besar di hidupnya, bertemu Cherry di Hellion dan berpisah dengan Cherry pun di Hellion. Sebenarnya tiap kali Aron memberi semangat kala Jia, Achel, Adena, dan yang lainnya akan bertanding karena dia mulai mengerti betapa berharganya kata hati-hati karena kata itu yang akan mereka pegang. Jelas dia tidak mau kejadian yang sama terjadi pada teman-temannya.
Sudah lama sebetulnya Aron ingin keluar dari Hellion, tapi Cherry yang menahannya disana dan kini mungkin Cherry yang mengirim Prima untuk dia. So Prima vs Shannon di Evil from Devil not bad.
"Oke Prima vs Jia. Gue setuju." Tukas Aron.
"Wah wah wah gila. Dah gila semua anjing, dah lah pergi aja kita." Achel bangkit dari duduknya dan pergi diikuti Jia, Fany dan Adena
Aron berjalan masuk ke mobilnya, sebelum menyalakan mesin dia menekan kontak di ponselnya.
"Berhasil. Pertunjukan kita mulai dari sekarang!"
Aron dan Prima benar-benar sudah mengibarkan bendera perang.
Dan Prima yang mendengar itu di seberang sana, tersenyum penuh arti menghadap perempuan dengan gaun hitam yang sedang melahap makan malamnya.
Dan perempuan itu adalah Shannon, mereka duduk berhadapan di acara makan malam, tentu dengan dihadiri Tuan Bratadikara dan Nyonya Bratadikara.
...🥀🥀...