Indonesia
NovelToon NovelToon
Koma

Koma

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / One Night Stand / Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: tenguyakuza

Fay kembali dari study S3 nya di Swiss mencoba mencari kabar kekasihnya yang mendadak hilang kontak selama dia berada si negeri orang. Tanpa sengaja ia justru bertemu dengan Karin, kekasihnya itu, di sebuah Rumah Sakit ketika Karin mengalami kecelakaan dan harus mengalami koma. Fay justru mendapat pukulan dari Ayah Karin pada pertemuan pertama mereka tanpa tahu sebabnya. Fay mencoba menelusuri penyebab Karin menghilang tanpa kabar.
Flashback ke beberapa tahun sebelumnya. Karin ternyata dijodohkan oleh kedua orang tuanya namun hatinya sudah terlanjur terpaut pada dosen idolanya, Fay. Diam-diam mereka menjalin cinta hingga suatu hari bara asmara membuat mereka terlena. Fay mendapat tugas untuk study S3. Mereka berdua terpaksa menjalani hubungan jarak jauh yang membuat komunikasi mereka perlahan berantakan.
Tiba-tiba saja Karin menghilang tanpa jejak. Hingga dipertemukan kembali dalam keadaan Koma.
Akankah Fay menemukan jawaban misteri cintanya dan kembali bersama Karin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tenguyakuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Berdebar

Hampir saja dia gagal melakukan presentasi pagi ini. Padahal semalam sudah mempersiapkan semua bahan dan materi dengan sangat matang.Untung saja ada, Fay. Ah iya. Karin baru ingat setelah selesai kelasnya pagi ini. Dia belum sempat mengucapkan terima kasih kepada dosen atasannya itu yang telah membantunya bisa sampai ke kelas dengan tepat waktu.

Sampai di dalam ruang dosen, Karin tak mendapati siapapun didalamnya. Ia mengambil tempat duduk di meja kerjanya. Meletakkan tas punggungnya dan mulai membuka laptopnya.

Langkahnya bergerak menuju sudut ruang yang berisi dispenser dan beberapa cangkir, tempat para dosen sekedar membuat teh hangat atau kopi. Karin meraih sekantung teh celup lalu menyeduhnya dengan air panas. Dengan hati-hati ia membawanya ke meja.

"Hay Karin!" Suara sapaan Fay terdengar sedikit keras membuat Karin yang sedang fokus dengan air teh panasnya tersentak.

"Awh." teh panasnya sedikit tumpah mengenai tangan dan bajunya karena kaget.

Segera diletakkannya gelas itu lalu ia meniupi tangannya yang terkena air panas.

"Eh sorry Karin. Kaget yah?" Fay merasa bersalah melihat Karin terkejut dan terkena air panas.

Fay meraih pergelangan tangan Karin lalu membantunya meniup bagian yang panas. Keduanya saling berpegang tangan. Karin memandangi wajah dosennya yang begitu dekat dengannya. Jantungnya berdegup kencang saat Fay meniup pergelangan tangannya dan mengusapnya dengan lembut. Menyadari hatinya berdesir, Karin segera menarik tangannya.

"Mmm, saya nggak apa-apa kok pak."

"Duh, maaf yah."

"Iya pak. Oiya makasih banyak ya Pak buat tumpangannya tadi pagi. Saya jadi nggak terlambat masuk kelas."

"Syukurlah bisa masuk kelas yah. lain kali jangan berangkat kesiangan."

"Iya, semalam tidur sampe larut banget. Kok tumben bapak pake motor? Biasanya naik mobil."

"Ooh, saya baru pindah kontrakan. Lebih deket dari sini jadi mending naik motor. Biar hemat waktu dan bensin. Kalo pake mobil nggak bisa sat set gitu."

"O,,"

"Oiya habis ini kita masuk kelas bareng yah? Kamu dampingi saya di kelas bisa? Tangan kamu masih sakit nggak?"

"Siap!! Tangan saya udah nggak apa-apa kok. Saya perlu bawa apa?"

"Bawa catatan aja. Yuk sekarang!"

Karin mengikuti dosennya masuk ke kelas. Dia duduk di sudut ruangan, mengamati dosennya menerangkan materi. Ada sebuah magnet yang membuat matanya tak berkedip. Dia mengamati penampilan dosennya dari ujung kepala hingga kaki, nyaris perfect. Rambut cepat tersisir rapi, kulit sawo matang bersih, berkemeja dengan satu kancing atas terbuka dan lengan tergulung hingga siku. Suara yang lantang dengan jenis vocal yang sangat manly. Tidak salah jika para mahasiswi begitu mengidolakannya. 

Karin ikut tersenyum saat suasana kelas berubah riuh, sesi tanya jawab membangkitkan suasana yang tadinya sepi menjadi membara dan diakhiri dengan tepuk tangan di akhir kelas.

"Karin masih ada kelas?" Fay mematikan proyektor.

"Enggak pak." Jawab Karin sembari ikut membereskan hasil kuis para mahasiswa.

"Setelah ini mau pulang atau kemana?"

"Ke ruang dosen pak, numpang wifi mau cari bahan materi buat debat bahasa inggris besok."

"Kelasnya Mr. Alan yah? mau saya bantu?"

"Mau.. mau banget pak." Karin mengangguk cepat, matanya begitu berbinar.

Dengan penuh semangat, Karin menunjukkan tema debat yang akan dibahas dalam kelas bahasa inggrisnya besok. Seperti janjinya, Fay mencoba membantu. Setelah meletakkan semua berkas dan bahan mengajarnya tadi mereka duduk bersama di depan laptop milik Karin. Sedikit mengerti entang debat bahasa inggris, Fay memberikan penjelasan dan beberapa masukan. Karin memperhatikan apa yang laki-laki itu jelaskan dengan sangat fokus. 

Hingga tidak terasa hari sudah hampir petang. Seorang office boy datang ke ruangan membawa alat-alat kebersihannya. Dia membereskan beberapa gelas dan piring kotor yang ada di atas meja-meja di ruangan itu. Tak mengindahkan kehadiran OB di sana, mereka berdua masih asik berdiskusi. 

"Misi pak, gelasnya boleh saya ambil?" sang office boy menyadarkan mereka akan kehadirannya

"Eh, Pak Yon, udah beres-beres aja." kata Fay melihat lelaki tua itu mengambil gelas kotor bekas kopi milik Fay

"Sudah maghrib pak, waktunya saya beres-beres." jawab lelaki bernama Yono itu membuat Karin melongo dan sontak menengok ke arah jendela

"Hah? Ya ampun beneran udah hampir gelap." Karin segera memasukkan buku catatannya ke dalam tas

"Saking asyiknya ngobrol sama kamu jadi lupa waktu. Oke kita lanjut besok ya Karin." Fay beranjak dari duduknya lalu mengangkat kedua tangannya ke atas penuh sambil menarik badannya untuk melemaskan otot pinggangnya.

"Tapi debatnya besok pak."

"Oh ya? Jam berapa?"

"Jam kedua."

"Semangat!! Yang penting kamu itu harus bisa mempertahankan argument kamu. Jangan keliatan lemah!!"

"Makasih banyak ya pak." Karin mematikan laptopnya dan memasukkan ke dalam tas.

"Saya antar pulang?"

"Nggak usah pak."

"Nggak papa, udah gelap. Jangan jalan sendirian." Fay menggendong tas ranselnya

Karin masih membereskan beberapa kertas yang masih tersisa di atas meja sementara Fay sudah lebih dulu berjalan. Gadis berambut hitam itu menyusulnya berjalan di belakang, Fay teringat ponselnya tertinggal di meja. Segera ia membalikkan badan dengan tiba-tiba hingga menabrak Karin yang sudah berada tepat di belakangnya. Merasa terdorong, tubuh Karin terhuyung namun segera ditangkap oleh Fay. 

Tangan Fay sigap mencengkeram lengan Karin yang hampir jatuh hingga membuat wajah mereka nyaris bersentuhan. Ia menatap tajam mata indah di hadapannya. Jakunnya naik turun menelan ludahnya saat ia bisa merasakan nafas Karin berhembus. Jantungnya berdegup kencang. Karin pun membalas tatapan mata itu lalu tersadar jarak mereka terlalu dekat. ia segera melepaskan diri dari dosennya itu.

"Ma..maaf Karin, kamu nggak papa?" Fay merasa sangat gugup

"Nggak papa pak." Wajah Karin memerah, pipinya mendadak terasa hangat.

Fay segera berlari meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja lalu kembali berjalan keluar dari ruangan.

Malu-malu Karin menaiki boncengan sepeda motor dosen gantengnya itu. Tanpa banyak perbincangan lagi keduanya menuju ke rumah kost. Fay mematikan sepeda motornya dan menunggu hingga Karin masuk ke dalam kost baru ia nyalakan lagi motor hitamnya itu.

1
Zahra Putri Mandala
mampir kakak,semangat kak
tenguyakuza: terima kasih, selamat membaca sampai akhir yah.. jangan lupa di follow kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!