Indonesia
NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: tamat
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 15

"Apa si Rumi sudah berangkat?" Tanya Bu Sri datang ke rumah kontrakan Fathur.

"Sudah baru saja berangkat dengan Asti, apa ibu ingin bicara denga Rumi? Kalau ibu ingin bicara dengan Rumi, Fathur minta tolong agar ibu.."

"Untuk apa aku bicara dengan menantu miskin dan tak berguna itu? Ibu datang kesini untuk bicara penting dengan kamu Fathur! Lagian kamu sulit sekali di ajak ketemu di rumah ibu!"

"Tapi Fathur harus segera berangkat ke kantor, Bu!" Jawab Fathur melihat jam di pergelangan tangannya.

"Ck! Sebentar saja!" decak Bu Sri.

"Ya sudah bu, katakan saja, Bu!" Fathur mengalah daripada ibunya marah-marah.

Kepalanya sudah sangat pusing. Semalaman Rumi marah dan mengabaikan dirinya, bahkan dia juga tak peduli saat Fathur mual muntah tadi subuh. Rumi benar-benar marah padanya karena masalah Dona yang datang menemuinya, juga karena ibunya yang malah menghadirkan dia. Namun, Fathur tidak sadar jika kemarahan terbesar dari istrinya adalah sikap dia yang tak bisa tegas dalam menghadapi ibunya.

Jika memang dia tak setuju dengan keinginan ibunya, seharusnya Fathur bisa bicara dengan tegas. Tidak dengan diam, yang pada akhinya tak akan pernah menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan Rumi. Semakin dia diam, maka ibnunya akan semakin seenaknya. Bahkan Dona saja berani datang menemui Rumi secara langsung.

"Nanti siang, kamu ketemu dengan Dona di cafe yang ada di sebrang kantor kamu! Kata Dona, kamu tak membalas pesannya dari kemarin, kenapa? Karen istri tak berguna kamu yang melarangnya?" Tanya Bu Sri.

"Bu, istri aku punya nama, dia Arumi menantu ibu juga. Aku tak ada keharusan membalas pesan dari Dona bu, lagi pula aku dan dia sudah mantan. Aku sudah menikah dan memiliki istri, tak pantas rasanya jika aku malah bertukar pesan dengan wanita lain. Lagi pula untuk apa Dona juga kemarin menemui Rumi di toko roti?"

"Halah, sudah ibu bilang sampai kapanpun ibu tak akan pernah menganggap dia sebagai menantu! Dia hanya wanita miskin yang tak berguna. Bahkan mengurus kamu saja dia tak mampu, lihat penampilan kamu semakin kurus begini! Pokoknya ibu ngak mau tahu, kamu harus temui Dona di cafe nanti siang. Kalian bicaralah berdua dari hati ke hati! Ibu harap kamu juga segera mengambil keputusan untuk menceraikan wanita kampung itu dan menikah dengan Dona!" Bu Sri tak menungggu lagi jawaban dari anaknya dan pergi dari sana.

Fathur masih berdiri di teras dengan tatapan tak percaya menatap punggung ibunya. Fathur tak bisa memilih seperti yang di tanyakan oleh Rumi semalam. Dia tak bisa memilih antara Rumi dan Ibunya. Dua wanita yang dia cintai di dalam hidupnya. Dia tak mengira jika Dona akan datang kembali, masa lalu yang sudah dia kubur dalam-dalam. Bahkan dia tak pernah mengingat Dona lagi setelah menikah dengan Rumi.

Saat tiba di kantor banyak sekali pesan masuk dari nomor baru, yang tak lain adalah nomor Dona. Lalu ada satu pesan dari istrinya.

'Mas, jangan lupa minum teh jahe lemon yang aku buat dan masukan ke dalam tempat minummu di atas meja makan,' pesan dari Arumi yang langsung di balas oleh Fathur.

Semenjak Arumi hamil, Fathur memang lebih manja kepada istrinya itu, dia juga selalu ingin tahu kegiatan istrinya dan mengirim pesan saat ada kesempatan. Sebenarnya Fathur lebih posesif kepada Arumi semenjak istrinya bekerja, dia takut kalau Arumi malah akan di lirik pria lain.

Apalagi Asti juga adalah seorang janda anak satu. Fathur takut kalau orang-orang akan mengira jika Rumi juga adalah seorang janda dan pada akhirny banyak yang menggoda dia. Tak akan pernah rela jika Arumi sampai di goda pria lain.

"Akhirnya kamu datang juga, Fathur!" Dona terlihat sangat bahagia saat melihat Fathur menemuinya di cafe.

Setelah sebelumnya dia mencoba menghubungi dan mengirim pesan namun tak pernah ada jawaban dari Fathur. Dia sudah sangat kesal dan bahkan berniat ke kantor Fathur untuk menemuinya langsung. Dona sengaja datang dengan pakaian kerja yang jauh lebih menggoda dan memperlihatkan lekuk tubuhnya untuk menarik simpati Fathur.

"Sebelumnya aku mau tanya apa maksud dan niatan kamu menemui istriku kemarin di tempat kerjanya?" Tanya Fathur duduk di depan Dona.

"Dia mengadu apa padamu? Aku hanya ingin tahu saja wanita seperti apa yang pada akhirnya kamu nikahi setelah aku tinggal menikah! Ternyata wanita itu tak ada apa-apanya di bandingkan denganku! Selera kamu bahkan tak lebih dari wanita kampungan seperti dia!' jawab Dona penuh percaya diri.

"Jangan hina istriku seperti itu Dona! Dia adalah wanita hebat dalam hidupku dan dia jugalah yang aku cintai," jawab Fathur membuat Dona menatap tajam ke arah mantan kekasihnya itu.

"Namun aku tak percaya! Karena aku sangat tahu, hatimu masih untuku kan Fathur? Sekarang aku sudah bercerai dan kita bisa bersama. Aku juga sudah minta izin kepada kedua orang tuaku, dan mereka sekarang setuju kalau kita menikah. Hanya saja aku punya saru anak laki-laki berusia tiga tahun. Aku harap kamu menerimanya. Dan kita bisa berikan adik untuk dia secepatnya. Cucu untuk ibu yang tak pernah bisa diberikan istri kampunganmu ! Hati aku masih sama seperti dulu, aku masih mencintaimu, Fathur!" Jelas Dona membuat Fathur geleng kepala.

"Aku mencintai istriku bukan wanita lain. Itu masa lalu Dona, lagi pula kamu yang mengkhianati aku dulu. Dan aku sadar jika dulu aku salah mencintai wanita yang hanya mencintai harta, aku sudah bahagia dengan Rumi. Jangan ganggu dia lagi, kalaupun kamu sudah jadi janda, kamu bisa cari pria lain dan bukan aku. Dan tolong janga terus menemui ibuku dan mempengaruhi dia! Aku sudah tak punya perasaan apapun padamu, Dona!" Jawab Fathur kemudian pergi menunggalkan Dona.

"Tidak! Aku tak akan membiarkan kamu bahagia dengan wanita kampungan itu! Kamu akan menikah denganku bagaimanapun caranya!" Dona menggeram penuh emosi memandang punggung Fathur yang semakin menjauh.

1
Rika Fitria
punya mertua begitu lgsg cabut dah
Rahma Inaya
sungguh miris nasib2 kalian ..sesuai apa yg sdh kalian perbuat pd arumi di masa lalu
Rahma Inaya
makanya jgn suka menghina dan merndhkn orng yg sdh banyk membantu tnp di beri uang dan makan pun hanya sayur dan kuah gulai tnp lauk sekrg rasakn klaian sekeluarga tinggal di kolong jembatan
Rahma Inaya
raskan pembalasab rumi
Rahma Inaya
bakl tinggl.di jlanan kalian jd gembel semua
Rahma Inaya
nah karma di bayr kontan bukan nya hana ipar yg paling busuk mulut nya dan licik menghasut kel fathur sekrg ni lh bayran utk rumi yg sdh kalain bunuh anknya 2 kali raskan sesakit apa klaian bgtu pun yg diraskan arumi impas bukan
Rahma Inaya
maknya jd orang jgn sombong dan sllu menghina orng yg sdh byk membantu
Rahma Inaya
rasakn kalian bkk ke stelan awal
Rahma Inaya
membals dgb cr elegan mn mau dona hiduo melart yg ada belang nya akan tau stlh fathurnmiskin
Rahma Inaya
semangt rumi hancurkn kel fathur dgn elegan
Rahma Inaya
klu sdh di tangan renjana satu persatu kel fathur akan jd kere
Rahma Inaya
tau rasa kamu stlh rumi pergi dan keguguran lagi km akan menyssal sdh membuang berlian demi batu krikil
Rahma Inaya
enk bnr mau di limpahkn ke semua sm.fathur sdh ckp.3 thn fathur bekorban tp apa yg di dpt hinaan utk rumi.dan caci mki bahkan ank nya di gugurkn mertuanya
Rahma Inaya
mknya km cr kerja paruh waktu elisa km sdh dewasa.bs kan kuliah sambil kerja
Rahma Inaya
gantian tu ank mantu yg km banggkn mnt bantuan biaya jgn cuma fathur yg di jadikan sapi perah
Rahma Inaya
dasr mertua durjana bukannya bersyukur punya menantu speak bidadari malh di hina dan di caci maki
Rahma Inaya
bgus rumi lawan jgn takut lagi
Rahma Inaya
rumi walau dr kampung tp dia gk kampungan ckp mertua yg menidasnya gk akan ada.lagi
Rahma Inaya
mkn rajendra yg akan jd suami dan pelindung rumi di masa akan dtg
Rahma Inaya
good.rumi lawan jgn takut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!