Indonesia
NovelToon NovelToon
DEKEKOUI

DEKEKOUI

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Vampir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muka Kanvas

Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?

Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.

Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Awal Mula

“Kau Lira kan?”  Dani yang sejak tadi memperhatikan Lira yang baru saja keluar dari perpustakaan bersama Rani, lalu mereka berdua berpisah, Rani akan ke kamar mandi sementara Lira kembali ke kelas duluan.

“Ya, kan kita teman sekelas Dani.” Lira tersenyum dengan sumringah, khas seorang anak yang sangat menyukai pertemanan.

“Kau dari desa?” Dani bertanya lagi.

“Desa mana? Di sana menyenangkan? Apa kau lahir di desa juga?” Lira berhenti, dia mundur selangkah, entah kenapa, ada perasaan takut, Lira tak bisa menggunakan Silanya untuk mendeteksi Dani, karena itu akan sangat berbahaya. Tapi orang bertanya terlalu banyak adalah tipikal orang yang harus dihindari, itu yang Yelak selalu katakan pada anaknya.

“Aku mau menyusul Rani saja ya, takut dia marah padaku kalau aku tinggakan.” Lira menjauhi Dani dan buru-buru ke kamar mandi, tepat saat itu Rani keluar dari kamar mandi.

“Kenapa?” Rani bertanya.

“Itu, aku hanya mau bareng kamu saja kembali ke kelas.”

“Oh, ada yang gangguin kamu? Soalnya kamu keliatannya kayak takut gitu?”

“Tidak, aku hanya takut kau keburu pergi ke mana gitu.”

“Wah, kau sangat menggemaskan, kita sahabat selamanya ya.” Rani mengulurkan tangan, seolah itu janji yang sudah mereka ikrarkan dan akan terus bersama karena janji itu.

“I-iya, ayo kita ke kelas ya Rani.” Lira lalu berjalan di belakang Rani dan Rani menggenggam tangan Lira sambil tersenyum lalu mereka berjalan ke kelas.

Saat sampai kelas, Dani berdiri di depan ruang kelas, seperti menunggu seseorang dengan tangan melipat.

“Lira, kau tadi tak sopan tahu!” Dani tidak membiarkan dua sahabat itu masuk begitu saja.

“Apa maksudmu?” Rani menutupi Lira dengan tubuhnya.

“Aku bicara pada Lira, bukan padamu!”

“Kau masih mau jadi anak yang menyebalkan? Tidak ada yang suka ditanya-tanya terus, kalau kau mengganggu, nanti aku lapor guru ya!” Rani menarik Rani dan itu membuat Dani kesal sekali.

“Dia sering bertanya-tanya ke anak lain juga?” Lira bertanya pada Rani, mereka sudah di bangku, sementara Dani juga sudah di bangkunya tapi jauh dari mereka.

“Jadi benar kan, tadi kau nyamperin aku ke kamar mandi karena takut sama dia? Seharusnya kau bilang, biar kuhajar dia!”

“Tidak, jangan, aku tidak mau membuat masalah.”

“Dia itu keluarganya Ganyang Gestapu, itu sih yang ibuku bilang, jadi kayaknya mereka bantu-bantu cari tahu orang PKI, kamu tahu kan?”

“Ganyang Gestapu? Apa itu?” Lira bingung, urusan sihir dia ahli, tapi urusan politik dan negeri ini, dia sungguh tak paham sama sekali, Yelak tidak pernah membiarkan Lira paham dunia luar selain hukum Dekekuoi, makanya Lira beruntung punya Rani.

“Duh gimana ya jelasinnya, soalnya aku juga nggak tahu banget, tapi kata ibuku, Ganyang Gestapu itu pokoknya yang usir-usir PKI, ngelindungin kita semua supaya nggak diculik.”

“Oh, kayak tentara-tentara gitu?” Lira ingat waktu di gua menunggu papanya datang, Gracula, Beo Nias itu mengoceh tentang tentara yang menangkap ayahnya karena dicurigai bagian dari PKI, makanya Lira mengambil kesimpulan Ganyang Gestapu adalah tentara.

“Bukan! Papa dan mamanya Dani mah bukan tentara, mereka orang kaya, tapi mereka bantu-bantu tentara gitu deh. Kata mamaku, buat bantu usir-usir PKI.” Rani yang berumur 10 tahun itu berusaha menjadi informan yang handal, tapi apa yang kita harapkan dari anak seusianya selain apapun yang bisa dia tangkap.

Yang Rani maksud adalah, KAP GESTAPU singkatan dari Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September. Kubu koalisi ini menjadi aliansi pertama bentukan militer bersama para pemimpin organisasi sipil, pemuda, dan agama untuk memburu kelompok yang dituduh terlibat G30S, para pengusaha kaya raya yang turut mendanai anti PKI menjadi bagian dari mereka. Rani belum paham dengan istilahnya, yang dia ingat dari perkataan ibunya, hanyalah kata Ganyang Gestapu. Meski informasinya tidak sempurna, tapi masih bisa dibilang benar.

Para Jagabaya Kasipin sepertinya terobsesi menjadi pemburu, bukan hanya Dekukoi saja, bahkan mereka turut campur dalam pemburuan terhadap anggota PKI.

“Oh begitu Rani, baiklah, apakah ada anak yang dia curigai sampai semua orang dia tanyai?” Lira bertanya lagi.

“Dulu kami semua ditanyai sama dia, rumah kami di mana, orang tua kami siapa dan pekerjaan mereka apa, dulu aku pikir dia mau berteman dan kenal lebih dekat, tahunya dia memang disuruh mama dan papanya kali untuk menyelidiki kita semua. Aku tidak suka padanya, tapi kalau dia bertanya dan kita menghindar, dia akan mengejarmu, hati-hati Lira, tanyakan orang tuamu saja, jawaban apa yang aman untukmu agar dia tak curiga lagi.” Rani memberikan jalan keluar, Lira mengangguk.

Dani masih melihat ke arah Lira dengan seksama, pandangan yang bukan membenci atau marah, tapi pandangan lembut, karena tidak seperti yang lain, Dani tidak bertanya pada Lira sebagai seorang KAP Gestapu, dia hanya ingin mengenalnya lebih jauh saja, tapi Lira ketakutan, justru itu yang membuatnya jadi curiga tapi juga penasaran.

...

“Papa, tadi temanku Dani bertanya tentang desaku, dia tanya aku dari desa mana, aku lahir di desa apa, pokoknya dia tanya-tanya gitu deh.”

Yelak menaruh sendoknya, dia terdiam menatap istrinya. “Lalu, Lira jawab apa?”

“Aku tidak menjawab, aku bilang kalau aku mau ke kamar mandi menyusul Rani, takut dia marah kalau ditinggal. Tapi Rani bilang, seharusnya aku menjawab, takutnya Dani curiga kalau aku PKI.”

“Hah?” Yelak dan istrinya kaget lalu tertawa, mereka justru lebih takut kalau diri aslinya diketahui dari pada dituduh PKI.

“Iya, kata Rani, keluarganya Dani itu Ganyang Gestapu, yang usir-usir PKI ituloh, pa.”

“Aduh, seharusnya Rani tidak tahu informasi ini karena kalian masih terlalu kecil, tapi Lira kan tak sekecil Rani, jadi papa akan beritahu ya.

Keluarga Dani mungkin adalah bagian dari kelompok yang memburu PKI, sama seperti Jagabaya Kasipin memburu kita, tapi bukan cuma diusir, bisa jadi dibuat meninggal juga. Makanya kita harus berhati-hati sama mereka.”

“Pa, kata Rani lain kali aku harus menjawab Dani, atau kalau enggak dia akan mencurigai aku, jadi aku harus jawab dari desa mana dan semua pertanyaannya, aku harus jawab apa, pa? Aku kan nggak tahu nama desa kita dulu, aku lahir di mana dan yang lain selain ilmu sihir.”

“Baiklah anakku sayang, nanti sebelum tidur, kita akan latihan ya, supaya Dani itu tidak mencurigai kamu sebagai PKI.”

Lira mengangguk dan mereka meneruskan makan malam. Tak ada kecurigaan Yelak kalau di sekolah Lira ada satu orang, tidak, bukan orang, tapi satu anak yang juga merupakan Jagabaya Kasipin, Dani, yang menurut banyak orang, keluarganya adalah Ganyang Gestapu.

...

“Lira, kau belum jawab pertanyaanku loh.” Dani menghampirinya, Lira di perpustakaan, Rani sedang mencari buku di rak yang jauh dari tempat duduk Lira.

“Dani, memang kenapa kau bertanya terus, kau mau datang ke desaku? Aku bisa mengajakmu.” Lira mencoba untuk tenang.

Dani yang melihat Lira jauh lebih santai, akhirnya menatapnya lebih lekat, Dani tersenyum, Lira benar-benar cantik.

“Aku sih mau aja datang, tapi aku mau tahu saja dulu.” Dani berkilah.

“Oh begitu, aku dari desa nenekku, desa Majaloriun, sejak kecil aku tidak boleh terlalu sering keluar, karena aku seringkali alergi oleh banyak hal, kadang debu, kadang alergi serbuk sari dari bunga, kadang alergi dingin, makanya papa dan mama bilang aku tidak boleh sering keluar, tidak boleh juga sering bertemu orang banyak karena takut aku sakit-sakitan, di kampung rumah sakit jauh.

Jadi maaf Dani, aku tidak bisa memberitahumu lebih jauh soal diriku.”

“Oh, jadi syal ini karena alergimu ya?” Dani bertanya.

“Iya, ini karena alergiku.” Lira sudah dibekali jawaban ayahnya jika ada yang tanya soal syal yang selalu dia pakai.

“Kasihan sekali, tapi sekarang kau sudah sembuh?” Dani berempati, tapi masih bertanya lagi.

“Ya, makanya kami pindah ke kota, karena kami seringkali ke sini untuk berobat dan ternyata aku sembuh perlahan, makanya papa dan mama pindah ke sini setelah menjual rumah dan sawah nenek setelah nenek meninggal untuk modal di kota ini dan juga perawatanku. Maaf ya, aku takut cerita, takut dijauhi.

Aku sudah di sini Dani, aku suka berteman dengan kalian, aku suka boleh keluar main, dulu aku selalu dikurung.”

Dani tersenyum dan mengulurkan tangan sambil berkata, “ayo kita berteman.”

Lira tersenyum dan mengulurkan tangan juga, tangan mereka saling bersalaman dan hati mereka berdua berdegup, semangat yang membuat bahagia.

Tapi percayalah, kelak, mereka akan menyesal karena pertemuan ini adalah sakit yang sulit terelakan, cinta yang sulit diperjuangkan tapi membunuh diri perlahan jika ditinggalkan.

1
Vie Vie Sue
/Good/
Muka Kanvas: Terima kasih
total 1 replies
Betri kardina
berarti jagabaya kasipin jahat ya
Muka Kanvas: nah, akhirnya ada yang ngeh
total 1 replies
Tini Nurhenti
alurnya maju mundur ea thor,😁🤭💪💪💪
Muka Kanvas: Iya nih, stuck di 1965 dulu yaaaa
total 1 replies
Tini Nurhenti
penuh misteri 👍💪💪💪
Tini Nurhenti
hadir thor, cepy story lanjutane to ??
Tini Nurhenti: ok kk
total 2 replies
Arla
mungkin Dani atau orangtuanya
Muka Kanvas: bukan kok, bukan.
total 1 replies
Dea Suci
zombie ya kak
Muka Kanvas: Hampir
total 1 replies
Dea Suci
mei
Dea Suci
wadidaw,,, ternyata ohhh ternyata,, Dani pun sama.
Zakia
sambil nunggu PKJ3 baca ini dulu, sebenarnya heran kok eps beda karena sebelumnya sudah aku baca semua thor
Muka Kanvas: Sudah ganti judul, setelah melalui pertimbangan yang cukup berat, akhirnya aku memutuskan membawa kisah Dekekuoi jadi novel yang panjang.
total 1 replies
Arla
kenapa dihapus kak thor,, pantesan error tadi pas aku mau like🤭
Yosh Pontoh: Pantesan barusan aku cari di rak buku gak ada.
total 2 replies
Damn Nwtch
curiga sama pamannya,Napa Dani g boleh ikut
Muka Kanvas: Lanjt ya, udah ada part selanjutnya
total 1 replies
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Arla
kasihannya dokter itu
Arla
ngeri jiwa psikonya...
Ayuk Witanto
hiii serem
Ayuk Witanto
gila dia
Ayuk Witanto
bagus
Ayuk Witanto
seru sih...tapi gantung🤭
Wahyu ningsing: lha yaitu...gak enak digantung....pastinya sakit
total 3 replies
Tini Nurhenti
kek cerpen kk👍💪💪
Muka Kanvas: Iya betul, tapi lebih tepatnya antologi horor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!