Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Rahasia Seorang CEO

Cinta Rahasia Seorang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Koo nana

Abiyasa Mahendra (28) adalah CEO muda berdingin hati yang memimpin Mahendra Group, salah satu konglomerat terbesar di tanah air. Di mata publik dan rekan bisnisnya, Yasa adalah sosok perfeksionis, rasional, dan tak tersentuh oleh urusan asmara. Namun, hidupnya yang tertata rapi lenyap seketika ketika surat wasiat mendiang kakeknya memaksanya menikahi Nadira Kirana (18), seorang siswi SMA tingkat akhir yang ceria, impulsif, dan polos.
​Bagi Yasa, pernikahan ini tak lebih dari sekadar transaksi bisnis dan pemenuhan kewajiban demi mempertahankan posisinya sebagai CEO. Sementara bagi Dira, pernikahan impian yang ia bayangkan hancur berantakan saat harus berbagi atap dengan pria dewasa yang lebih mirip seperti dosen penguji daripada seorang suami.Akankah ikatan pernikahan tanpa cinta ini runtuh di tengah jalan saat Dira lulus sekolah, atau justru berubah menjadi kisah cinta sejati yang menyatukan dua peradaban yang jauh berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koo nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15.MENJAGA BATASAN

Mobil sedan mewah itu melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai dipadati kendaraan sore hari. Di balik kaca hitam tebal dan pembatas kedap suara yang tertutup rapat, atmosfer di kabin belakang terasa begitu panas, pekat, dan sarat akan gairah yang meluap-luap.

​Pautan bibir mereka baru saja terlepas perlahan, menyisakan benang saliva tipis dan deru napas yang memburu dari keduanya. Wajah Nadira memerah padam seperti buah stroberi matang, matanya yang basah dan berbinar sayu menatap iris mata cokelat gelap Abiyasa yang berkilat intens.

​Gadis itu masih duduk berhadapan di atas pangkuan tegap Abiyasa, dengan kedua tangan kecilnya melingkar pasrah di leher suaminya.

​"M-Mas Abi... kita... kita mau ke mana?" bisik Nadira terbata-bata, tenggorokannya terasa kaku seraya merasakan jemari kokoh Abiyasa yang merayap dari pinggangnya naik mengelus bahunya yang tertutup kain seragam SMA.

​"Pulang ke penthouse," suara Abiyasa terdengar sangat dalam, serak, dan berbahaya. Pria itu menyandarkan dahinya di dahi Nadira, menikmati napas hangat istrinya yang berembus di bibirnya.

"Saya tidak bisa berpikir jernih sebelum menyelesaikan 'masalah' yang kamu buat siang ini, Nadira."

​"Tapi... tapi kan baju merah di foto itu... belum aku pake..." cicit Nadira makin salah tingkah, menyembunyikan wajah mewahnya yang panas di ceruk leher Abiyasa.

​Abiyasa menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyuman penuh kehangatan dan rasa gemas yang luar biasa. Jemarinya yang hangat menyusup ke balik tengkuk Nadira, mengusap helai-helai rambut halus di sana, lalu mendaratkan kecupan-kecupan kecil yang intens di sepanjang garis rahang dan leher jenjang istrinya.

​"Kamu tidak perlu memakainya sekarang kalau belum siap," bisik Abiyasa tepat di telinga Nadira, membuat tubuh gadis itu meremang hebat. "Foto itu saja sudah cukup membuat saya gila."

​Sesampainya di penthouse, Abiyasa bahkan tidak membiarkan kaki Nadira menyentuh lantai basemen. Pria itu langsung membopong tubuh mungil istrinya dalam dekapan bridal style, menembus lift pribadi, dan membawa Nadira langsung masuk ke dalam kamar utama mereka yang luas.

​Klek.

​Suara pintu kamar yang terkunci rapat menjadi awal dari malam yang akan mengubah seluruh babak kehidupan pernikahan mereka.

​Abiyasa membaringkan Nadira dengan sangat perlahan di atas tempat tidur king-size yang empuk. Pencahayaan di dalam kamar tersisa dari lampu tidur temaram berwarna keemasan, menciptakan suasana yang begitu intim, hangat, dan privat.

​Nadira berbaring telentang, dadanya naik turun dengan cepat karena rasa gugup dan debar jantung yang tak menentu. Ia menatap Abiyasa yang berdiri di samping ranjang. Pria tegap itu melepaskan dasinya, membuka dua kancing atas kemejanya, lalu naik ke atas kasur dan mengungkung tubuh Nadira di bawah bayang-bayangnya.

​"Mas... Abi..." panggil Nadira cemas, jemari kecilnya meremas kain selimut. "Aku... aku belum siap kalau sampai..."

​Abiyasa menghentikan pergerakannya. Pria itu menopang seluruh berat tubuhnya dengan kedua sikunya di kiri dan kanan kepala Nadira, memastikan tidak menindih gadis itu. Tatapan mata cokelat gelapnya memancarkan ketulusan, rasa hormat, dan cinta yang begitu mendalam.

​"Ssshh..." Abiyasa mengusap lembut pipi Nadira yang panas menggunakan punggung jarinya. "Saya tahu, Nadira. Kamu masih SMA, dan fokus utamamu adalah sekolah dan ujianmu. Saya tidak akan melangkah terlalu jauh sampai menyatukan tubuh kita secara utuh sebelum kamu benar-benar siap dan dewasa."

​Mendengar janji tulus yang begitu tenang dan menghargai itu, kelopak mata Nadira berkaca-kaca oleh rasa haru. Rasa takut yang semula bersarang di dadanya seketika menguap, digantikan oleh kepasrahan dan rasa percaya yang mutlak pada suaminya.

​"Tapi malam ini..." lanjut Abiyasa, suaranya makin rendah dan berat, pendar matanya berkilat penuh gairah yang terhenti di ambang batas. "...saya tetap butuh imbalan atas foto yang kamu kirimkan, Nyonya Mahendra."

​Tanpa menunggu jawaban, Abiyasa menundukkan kepalanya, menyapu bibir manis Nadira dalam sebuah ciuman yang mendalam dan menuntut.

​Sensasi sengatan listrik hebat kembali menjalar dari bibir Nadira ke seluruh aliran darahnya. Nadira memejamkan mata rapat-rapat, membalas kecupan suaminya dengan kepolosan yang menggebu. Jemari kecilnya menyusup ke dalam rambut hitam Abiyasa, meremasnya lembut.

​Pakaian seragam sekolah Nadira perlahan ditanggalkan dengan kehati-hatian yang luar biasa oleh Abiyasa, menyisakan pakaian dalam yang membingkai kulit mulusnya yang putih bersih di bawah temaram lampu. Abiyasa tidak menyentuh bagian paling sakral istrinya, melainkan menjaga batasan yang telah ia janjikan.

​Namun, rasa haus akan kedekatan fisik tak lagi dapat ditahan. Abiyasa menggeser posisinya, melepaskan kemejanya hingga menampilkan dada tegapnya yang penuh otot dan bidang. Pria itu kemudian merapatkan tubuhnya di atas tubuh Nadira.

​Gesekan kulit ke kulit yang begitu intim dan hangat tercipta di antara mereka. Abiyasa menggesekkan pinggul dan tubuh bagian bawahnya secara perlahan di atas tubuh Nadira, memberikan tekanan-tekanan ritmis yang penuh gairah namun tetap terkendali di balik batas kain yang menyelimuti mereka.

​"Mmm... Mas... Abi..." lenguh Nadira pelan, erangan halus keluar spontan dari bibirnya saat merasakan gesekan hangat dan intens dari tubuh tegap suaminya.

​Sensasi asing yang begitu nikmat dan membuai membuat paha Nadira merapat secara refleks, meremas pinggul Abiyasa di dalam dekapannya. Gelombang panas menyengat dari titik pertemuan tubuh mereka, menjalar ke seluruh saraf hingga membuat jemari kaki Nadira melengkung kaku di atas sprei.

​Abiyasa menahan napasnya yang makin berat. Rahangnya mengetat keras menahan hasrat biologis seorang pria dewasa untuk tidak menerobos batas sakral tersebut. Pria itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nadira, menghirup aroma manis buah-buahan dari kulit istrinya seraya terus memberikan dorongan dan gesekan intim yang konsisten di atas tubuh Nadira.

​"Kamu sangat indah, Nadira..." bisik Abiyasa serak di leher Nadira, mendaratkan ciuman-ciuman basah di sepanjang tulang selangka dan dada bagian atas istrinya. "Sangat indah..."

​Setiap kali gesekan tubuh mereka kian erat dan intens, Nadira mendongakkan kepalanya, mencengkeram bahu kokoh Abiyasa kuat-kuat. Napas mereka saling berpacu dalam irama yang sama, mengisi heningnya kamar dengan suara bisikan manis, lenguhan halus, dan deru napas kehangatan cinta.

​Beberapa menit berlalu dalam sihir gairah yang membakar namun penuh batas kelembutan itu, hingga akhirnya Puncak ketegangan yang merayapi tubuh mereka perlahan meluruh, menyisakan kelelahan yang begitu nikmat dan memabukkan.

​Abiyasa menghentikan pergerakannya, lalu menjatuhkan tubuh tegapnya ke samping Nadira di atas kasur. Pria itu menarik napas panjang dan dalam untuk menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh liar, lalu segera menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua.

​Ia merengkuh tubuh mungil Nadira ke dalam dekapannya, membawa dada polos gadis itu menempel erat pada dada bidangnya.

​Nadira menyandarkan kepalanya di dada tegap Abiyasa, mendengarkan dentuman detak jantung suaminya yang masih berpacu kencang. Pipinya yang merona menempel pada kulit hangat Abiyasa, dan jemari kecilnya mengelus pelan perut bidang pria itu.

​"Mas... Abi..." panggil Nadira pelan dalam bisikan yang sarat akan rasa bahagia.

​Abiyasa mengecup puncak kepala Nadira dengan sangat lama, tangannya tak berhenti mengusap punggung mulus istrinya di balik selimut. "Ya, Sayang?"

​Panggilan 'Sayang' yang meluncur alami dari mulut pria dingin itu membuat dada Nadira berdesir makin hangat.

​"Makasih ya... udah selalu ngejaga dan hargai aku," tutur Nadira tulus, mengangkat wajahnya untuk menatap mata cokelat gelap Abiyasa.

"Aku... aku beneran udah sayang dan cinta banget sama Mas Abi."

​Abiyasa menatap mata bening yang memancarkan kejujuran tanpa batas itu. Sebuah senyuman paling hangat dan tampan terukir di bibirnya. Pria yang semula menganggap pernikahan ini sebagai beban transaksi, kini telah menemukan tujuan hidupnya yang sejati.

​Abiyasa mendekatkan wajahnya, mengecup singkat bibir manis Nadira dengan penuh kasih sayang.

​"Saya lebih mencintaimu, Nyonya Mahendra," bisik Abiyasa lembut. "Sekarang tidurlah. Besok kamu harus sekolah, dan saya tidak mau istri saya kesiangan gara-gara kelelahan."

​Nadira tertawa renyah dalam dekapan suaminya, menyembunyikan wajah mewahnya di dada tegap Abiyasa, lalu memejamkan mata dengan damai. Malam itu, di dalam pelukan protektif sang CEO, ikatan tanpa cinta di antara mereka telah sepenuhnya melebur, menjelma menjadi kisah cinta sejati yang siap menghadapi setiap badai di masa depan.

1
Ariany Sudjana
semangat belajar juga yah Nadira, kejar cita-cita kamu untuk bisa meneruskan kuliah seni rupa 😄🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!