Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rakyat yang kelaparan.
Brakk..
Ketika beberapa prajurit terlelap bersama dengan semua orang, orang-orang yang ada di desa Chu mulai melakukan rencana mereka.
"Lihatlah, ini gandum...," ucap seorang pria.
Beberapa pria yang lain membuka barang-barang yang dibawa oleh rombongan Chang-yu, kedua mata mereka terbelalak begitu bahagia saat melihat isi yang dibawa oleh rombongan yang menginap di bangunan kosong.
"Kita akan makan kenyang, lihatlah gandum, beras dan beberapa barang ini bisa membuat kita bertahan hidup." ucap pria yang lain.
Ketika mereka begitu bahagia, para prajurit langsung menyergap orang-orang yang hendak mencuri.
"Beraninya kalian mau mencuri barang-barang ini!" seru jenderal Fu-tian.
Berapa pria itu nampak terkejut ketika mereka sudah ketahuan.
"Ke-kenapa mereka masih bangun?" ucap seorang pria yang nampak terkejut dan kebingungan. Karena sebenarnya mereka sudah memberikan asap beracun yang akan membuat para pengawalnya tertidur, namun sayangnya rencana mereka ternyata tidak berjalan sesuai harapan.
"Kalian kira kalian bisa mengelabui kami?" ucap Jenderal Fu yang kemudian memerintahkan beberapa prajurit untuk menangkap beberapa orang yang hendak mencuri perbekalan.
Chang-yu keluar dari salah satu ruangan sembari tersenyum. "Ternyata seperti yang aku prediksi, kalian akhirnya keluar juga." ucap Chang-yu yang kemudian meminta Jenderal Fu untuk menangkap beberapa orang itu.
Seorang pria yang melihat ada sedikit celah dia hendak melarikan diri, namun sayangnya Jenderal Fu langsung melempar batu hingga membuat pria itu langsung tersungkur.
"Ternyata kepala wilayah desa Chu adalah seorang pencuri." ucap Chang-yu yang kemudian berjalan mendekati pria yang terjatuh itu, dan benar saja ketika maskernya dibuka pria yang ada di belakang masker itu adalah kepala wilayah desa Chu.
"Beraninya kamu merampok!" seru Kaisar Xen-dong yang nampak marah.
"Kalian berani menyusupkan barang-barang ini kemari, aku pasti akan menangkap kalian." ujar kepala wilayah desa Chu.
Chang-yu kemudian mengangkat tangannya, malam itu sekitar 8 orang ditangkap oleh jendral Fu.
Chang-yu mengintrogasi kepala wilayah desa Chu, Dia menanyakan mengenai bantuan pangan yang sudah keluar dari kerajaan namun kenapa tidak sampai ke tangan rakyat.
"Aku tidak tahu, memangnya kalian siapa?! beraninya kalian mengikatku seperti ini!" teriak kepala wilayah.
Plakk!!
Jenderal Fu langsung menampar si pria. "Lancang! apa kamu tidak tahu dia ini adalah yang mulia Kaisar dan yang mulia Ratu!" jawab jenderal Fu.
Deg..
Kepala wilayah langsung terdiam, dia menatap pria yang berdiri di depannya, Kaisar Xen-dong.
"Apa-apa?" ucap kepala wilayah.
"Kumpulkan semua pejabat yang ada di wilayah ini, aku ingin semua dikumpulkan sekarang juga malam ini." perintah Chang-yu.
Akhirnya Fu Tian memerintahkan para prajuritnya untuk memanggil para pejabat yang ada di desa Chu, kepala wilayah desa Chu nampak sangat terkejut sekaligus kebingungan, wajahnya langsung pucat bahkan bibirnya gemetar ketika melihat para prajurit menyeret anak buahnya.
"Siapa saja yang menelan bantuan dari kerajaan?" tanya Chang-yu yang mengintrogasi kepala wilayah.
Kepala wilayah desa Chu terdiam, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun bahkan dia seperti sudah terbiasa menjarah barang-barang orang lain,
Chang-yu menatap wajah kepala wilayah desa Chu, dia mengangkat tangannya, dia tidak membiarkan Jenderal Fu atau prajurit yang lain turun tangan. Dia sendiri yang akan membuat kepala wilayah desa Chu mengatakan siapa saja yang sudah mengambil bantuan yang ada di wilayah Selatan.
"Katakan." kata Chang-yu.
kepala wilayah masih tetap menutup mulutnya.
Chang-yu berbalik, Dia kemudian mengambil tusuk kondenya dan berbalik menatap kepala wilayah, tangannya yang terlihat begitu mulus itu kemudian bergerak dengan begitu cepat. Dengan sekali gerakan Chang-yu langsung menusuk leher kepala wilayah dengan tusuk kondenya, tusuk konde yang terbuat dari perak itu menancap sangat dalam.
Kepala wilayah matanya melotot, lehernya sudah menyemburkan darah segar, mulutnya nampak terbuka dengan rasa sakit yang teramat. "Argh..,"
"Aku tidak suka berbasa-basi dan aku tidak suka menunggu jawaban." Chang-yu membiarkan tusuk kondenya menancap di leher kepala wilayah.
Jenderal Fu dan Kaisar Xen-dong terpaku, kedua pria itu seolah menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Apa ini?" ucap Kaisar Xen-dong saat melihat ratu bodohnya itu sudah menusuk leher kepala wilayah. sang Kaisar menatap wajah istrinya itu, tidak ada goresan rasa bersalah atau pun ketakutan sama sekali.
"Ya dewa, apakah ini benar-benar Ratu Chang-yu? Ratu yang selama ini selalu dipanggil dengan Ratu bodoh itu? wanita yang dahulu sering bersembunyi di belakangku untuk meminta bantuan?" gumam jendral Fu dalam hati.
Beberapa prajurit yang berpakaian pengawal itu juga nampak terdiam, begitu pula dengan dayang Lin dan Yura, mereka semuanya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Chang-yu.
"Ya dewa.. Yang mulia Ratu membunuh orang itu?" gumam Yura dalam hati sembari menutup mulutnya.
Chang-yu mengulurkan tangannya, meminta sapu tangan kepada Yura. "Singkirkan mayat ini, kumpulkan seluruh pejabat wilayah selatan juga semua pejabat yang ada di desa Chu. Aku ingin mendengar sendiri kata-kata yang akan mereka ucapkan." kata Cang yu yang kemudian duduk di kursi yang ada di ruangan itu
"Seharusnya kamu tidak membunuhnya, istriku. Dia adalah kunci kasus pencurian ini, sekarang kamu sudah membunuhnya, sekarang akan susah untuk mencari orang-orang yang bekerja sama dengannya." ucap Kaisar Xen-dong.
Chang-yu menggerakkan jari-jarinya, dalam hati dia berpikir dia tidak peduli, sebagai polisi kriminal di kehidupannya yang dulu dia selalu bertindak dengan semua ketegasannya. Sekarang dia tidak akan membiarkan orang lain mencoba untuk membodohinya.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukannya, yang mulia? aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti mereka hidup bebas, pencuri tetaplah pencuri, penjahat tetaplah penjahat. Penjahat harus dihukum dengan berat, tidak peduli dengan alasan apapun." jawab Chang-yu yang kemudian menunggu para prajuritnya untuk membawa semua pejabat yang ada di wilayah Selatan.
Mungkin butuh waktu, tapi malam itu para pejabat wilayah desa Chu sudah dikumpulkan. satu persatu diinterogasi oleh Jenderal Fu, satu persatu Pula mereka harus merasakan tajamnya pedang sang jenderal.
"Apa perintah selanjutnya Yang mulia Ratu?" tanya Jenderal Fu Tian.
"Besok pagi kumpulkan semua pejabat wilayah selatan, orang-orang yang jujur akan dipilih untuk menjadi pejabat pengganti, yang korupsi dan melakukan kejahatan langsung dihukum mati." jawab Chang-yu.
Mendengar jawaban yang dikatakan oleh istrinya itu tentu saja Kaisar Xen-dong langsung terdiam, melibas habis para koruptor yang ada di wilayah Selatan itu artinya pergerakan dari para menteri sayap kiri akan sedikit mengalami gangguan.
"Aku tidak pernah mengira dia akan sekejam ini, bahkan dia tidak segan-segan langsung memenggal kepala pejabat yang sudah melakukan kejahatan." gumam Kaisar Xen-dong dalam hati. Dia mengingat kembali bagaimana jari-jari cantik istrinya itu menusukkan tusuk konde ke leher kepala wilayah desa Chu.
Keesokan pagi semua pejabat yang ada di wilayah Selatan sudah berkumpul, beberapa pejabat yang melakukan kejahatan dan sudah terbukti melakukan kejahatan mereka langsung di hukum. Sedangkan pejabat yang jujur dan bersih dipisahkan untuk kembali dipilih menjadi pemimpin.
"Ampuni kami Yang mulia Ratu, ampuni kami!" seru para pejabat yang sudah dikumpulkan untuk dieksekusi.
"Gantung orang-orang jahat ini di setiap tiang yang ada di wilayah Selatan!" perintah Chang-yu.
Kabar mengenai para pejabat korup yang sudah diberi hukuman didengar oleh rakyat yang ada di wilayah Selatan, mereka berbondong-bondong untuk melihat apakah itu benar apalagi mereka juga mendengar para pejabat yang ada di kerajaan membawa bantuan pangan untuk mereka.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.