Indonesia
NovelToon NovelToon
Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu

Status: tamat
Genre:Badboy / Patahhati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aksara Senada

(WARNING! Typo bertebaran dimana-mana, masih dalam tahap revisi.)

Apa jadinya jika dua orang tanpa cinta harus terikat dalam sebuah hubungan karena perjodohan, seperti yang dialami Aileen dan Virendra.

"Kisah Kita seperti matahari, bulan dan Bintang. Dimana Aku sebagai matahari, kau bulan dan dia sebagai bintangnya!!

Saat aku si matahari mencoba membagi cahaya ku kepada mu, namun kau malah memilih pergi berdua bersama bintang mengarungi malam. Meninggalkan aku seorang diri mengarungi hari, terperangkap dalam sendu tak berarah yang begitu mencekam di dalam hati..!" ~ Aileen

Berstatus sebagai istri, namun masih ada nama lain yang bertahta di hati suaminya.

Mampukah mereka mempertahankan rumah tangga ini? Bisakah Vir membuka hati dan melihat Aileen sebagai istrinya lalu bersama menyemai cinta.

Akankah kisah ini berakhir bahagia atau malah sebaliknya??

Jangan lupa beri dukungan berupa like, komen dan Vote..༼ つ ◕‿◕ ༽つ


#NoPlagiat
#Murni_Hasil_Imajinasi_Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Senada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

"Permisi Dok, di IGD ada pasien tabrak lari yang harus segera ditangani" kata seorang perawat yang baru masuk di ruangan Aileen

Aileen yang tengah sibuk berkutat dengan berkasnya langsung menatap ke arah perawat

"Siapkan peralatan, kita ke ruang IGD sekarang juga.." Aileen beranjak lalu meraih stetoskopnya

"Baik dok" perawat wanita itu pun buru-buru ke luar dan mempersiapkan semua yang dokter minta.

Dengan langkah gontai mereka berjalan menuju ruang IGD.

Aileen pun segera memakai sarung tangan medis dan memulai melakukan tindakan pada pasien yang terbaring lemah di atas beranker. pasien wanita itu tidak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan tepat di depan rumah sakit, darah terus mengalir dari pelipisnya.

"Bersihkan semua luka pasien" katanya yang sibuk memeriksa luka parah yang ada dibagian kepala pasien.

"Sus, informasikan pada dokter spesialis bedah bahwa ada pasien yang harus segera dioperasi" katanya yang baru selesai menjahit beberapa luka pada pasien "Ada gumpalan darah di kepala bagian belakangnya, kita harus segera melakukan tindakan, saya akan buat surat rujukan ke faskes tingkat 2 " Sambungnya

"Tapi bagaimana, apa Keluarganya sudah tahu mengenai kondisi pasien? Apakah berkas dan data dirinya lengkap?"

"Suda dok, tapi polisi sudah menghubungi pihak keluarganya, dan mereka juga sudah ada di sini"

"Kalau begitu cepat sampaikan pada dokter spesialis bedah, saya akan mengurus surat rujukan!!"

"Baik dok, akan saya sampaikan" perawat yang satunya pun segera undur diri pergi menginformasikan pada Dokter yang bersangkutan.

Setelah menerima surat rujukan dari faskes tingkat satu, akhirnya pasien itu pun di bawa ke ruang operasi.

Aileen pun melepas sarung tangannya lalu membuangnya ke dalam tempat sampah. Ia menghapus keringatnya yang bercucuran karena terburu-buru mengurus segala sesuatunya untuk pasien yang baru saja ia tangani.

"Semoga saja pasien tadi baik-baik saja ya Nit" katanya pada perawat Nita yang merupakan tangan kanannya di rumah sakit ini.

"Iya dok, apalagi tadi dia banyak kehilangan darah"

"Kita do'akan yang terbaik saja lah" Aileen melepaskan snellinya dan meletakkannya di kursi kerja.

Ia kembali memakai jam tangan yang sempat ia lepas.

"Mau makan dok?"

“Boleh, tapi kita makan di sini saja ya!"

Perawat Nita pun segera pergi untuk membeli makanan.

Baru beberapa menit berlalu, terdengar suara pintu ruangan Aileen terbuka.

"Ada apa Nit? apa ada yang ketinggal?" tanyanya tanpa menoleh

"Hey, ini aku.."

Suara yang berbeda membuat Aileen menoleh

“Eh Kak Risa, tadi aku kira Nita" Aileen pun beranjak dan ikut duduk di sofa dengan dokter Risa.

Risa sendiri merupakan dokter gigi di rumah sakit ini, dokter Risa sudah seperti kakak bagi Aileen.

"Kau pasti belum makan kan.?"kata dokter Risa sembari duduk di sofa

"Ah iya kak tapi Nita baru saja pergi membeli makanan" Aileen pun berjalan menuju sofa dan ikut duduk di samping dokter Risa

"Makan yang teratur Eil..!"

"Itu pasti kak, tadi aku baru saja selesai menangani pasien tabrak lari, makanya waktu makan ku sedikit terlambat" Aileen merentangkan tangannya, tubuhnya seperti remuk.

"Ah iya aku dengar dia di tabrak di depan rumah sakit ya..!" ujar dokter Risa sembari mengecek hpnya

Aileen hanya mengangguk, ia masih dalam posisi bersandar di sofa.

"Ohiya Eil, aku lupa tadi ada seseorang yang mencari mu, aku sudah menyuruhnya menunggu di ruang tunggu.. Makan lah dulu baru kau boleh menemuinya" Dokter Risa pun beranjak

Siapa yang mencari ku...

pikir Aileen yang merasa tidak ada janji dengan pasien, kalo pun ada pasti dia akan menghubungi Nita.

"Apa tidak makan dulu kak, sebentar lagi Nita pasti datang" ujar Aileen saat menyadari dokter Risa sudah berada di ambang pintu

"Kalian makan saja, aku masih ada pasien. Aku kemari hanya ingin memberi tahu mu. Ingat makan dulu baru kau boleh menemui orang itu" ujar dokter Risa dan langsung menghilang dari balik pintu.

Aileen tersenyum, ia senang karena dokter Risa selalu saja seperti ini, dia selalu memperhatikan Aileen seperti adiknya sendirinya.

***

Setelah selesai menyelesaikan makan siang dengan Nita. Aileen pun beranjak, ia segera bergegas menemui orang yang katanya menunggunya sejak tadi.

Aileen berjalan menyusuri koridor menuju ruang tunggu. Di sana terlihat hanya ada seorang wanita, tidak ada pengunjung lain.

Siapa dia? Apa Aku mengenalnya? Atau mungkin dia salah satu pasien yang sering berkonsultasi dengan ku? Berbagai macam pertanyaan muncul di benaknya. Seingatnya hari ini ia tak memiliki janji apapun, dia pun sama sekali tak mengenal wanita itu.

Aileen berjalan mendekat

"Permisi!!" ucap Aileen sopan "Apa benar mbak ingin bertemu dengan saya??" Sambungya

Wanita itu berbalik, ia tersenyum menatap Aileen. Sekali lagi Aileen menatap heran, ia berusaha mengingat wanita itu dalam memorynya, namun ia benar-benar tak mengetahui siapa dia. Wajah wanita itu sama sekali tak terlintas dalam daftar wajah pasien yang ada dalam ingatannya.

"Dokter Aileen!" sapa wanita itu, ia beranjak mendekati Aileen.

"Siapa ya? Apa sebelumnya kita pernah bertemu.." ujarnya hati-hati takut salah ucap

"Dokter tidak mengingat ku??" wanita itu tersenyum "Ah tentu, pasti dokter sudah lupa, kita bertemu satu tahun yang lalu, Aku orang yang dokter tolong satu tahun yang lalu."

Aileen masih berusaha mengingat memory satu tahun yang lalu, Namun ia sama sekali belum mengingat apapun, sebab satu tahun terakhir ini ia memang menolong banyak orang dan lupa dengan wajah masing-masing pasien yang pernah ia tangani

"Aku wanita yang pingsan di depan Diamond's Resto, Anda menolongku dan saat itu dokter orang yang pertama kali mendiagnosa ada sel kanker dalam tubuh ku" ucap wanita itu sekali lagi mencoba mengingatkan

Aileen nampak berpikir, sepertinya ia masih mencoba mengingat kejadian yang wanita itu katakan.

"Ah iya saya sudah mengingatnya! maafkan saya, tadi saya sempat lupa" katanya yang sudah mengingat kejadian yang dimaksud si wanita.

"Tidak apa dok, aku mengerti! lagipula pasti sulit bagi seorang dokter untuk mengingat semua wajah pasiennya bukan" wanita itu tersenyum tulus.

Sepertinya ia datang hanya ingin menemuinya hanya untuk sekedar mengobrol. Ah tidak, lebih tepatnya berterima kasih.

lagipula kondisinya kelihatan sangat baik, tidak memungkinkan untuk melakukan cek up. pikir Aileen

Aileen pun mengajak wanita itu ke ruangannya.

"Maaf jika kedatangan ku mengganggu dokter" ucapnya seraya menyerahkan paperbag ke atas meja "Aku kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena pada saat itu dokter telah menolong ku, dokter juga yang pertama mendiagnosa sel kanker di dalam tubuhku sehingga penyakit mengerikan itu bisa segera di atasi. jika tidak, mungkin aku tidak akan bis selamat" Ucapnya tersenyum tulus "Ini aku punya sesuatu untuk dokter, semoga anda menyukainya" ia menggeser paperbag itu tepat ke depan Aileen

Jadi wanita itu hanya datang untuk mengucapkan terimakasih karena Aileen sudah menolongnya

"Jangan berlebihan mbak, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang dokter! dan ini, mbak tidak perlu repot-repot memberikan saya ini" Aileen tersenyum tulus

"Tidak dok, anggap saja ini sebagai bentuk terimakasih ku"

Aileen pun meraih paperbag itu "Baiklah saya terima" dengan sungkan ia pun meraih paperbag itu den meletakkannya ke sisi meja

"Sekali lagi Terimakasih" ucap Aileen

***

Sedangkan di sebuah rumah nampak seorang pria tua renta yang duduk di kursi roda sedang bersama istrinya tengah sibuk mengawasi pelayan untuk merapikan dan menghias sebuah kamar.

"Ayo lakukan dengan benar, aku ingin cucu ku istirahat dengan nyenyak saat menginap di rumah ini" Katanya yang begitu antusias ingin menyambut ke datangan cucu menantunya yang akan menginap

Dia adalah Haris (Opa dari Aileen). Malam nanti Aileen dan Vir akan menginap di rumah itu, karena dua hari lagi mereka akan berangkat ke luar Negeri untuk melakukan pengobatan.

"Pah tidakkah ini berlebihan?" Kata Daddy Al yang baru mucul bersama Mommy dan Orang tua Shakeel.

"Pasti mereka akan canggung jika terlalu mencolok seperti ini" Kata mommy yang merasa risih melihat kamar yang di siapkan begitu penuh dengan bunga, sudah seperti taman sungguhan

"Kalian diamlah!!, Apa kalian tidak bisa melihat kami para tua bangka ini bahagia??" ketus Oma Karina (Ibu Mommy Jessica) "Kami hanya ingin melakukan yang terbaik untuk menyambut kedatangan cucu kami.."

"Jika kalian hanya datang mengomel, maka pergilah, jangan di sini.." sahut Opa Haris

"Tapi...." belum sempat Mommy Jessica menyelesaikan Ucapnya, Ferdy sudah menyela Ucapannya

"Jessica...!!" Ferdy (Papa Shakeel) menggeleng memberi kode untuk tidak menolak permintaan orang tua mereka.

1
Si Memeh
Luar biasa
Yuni Sufriati
❤️❤️❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍
Yuni Sufriati
❤️❤️❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍👍👍
Yanti Sasmira
👍👍👍👍👍
Yusti
👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Oktavia
🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️
Oktavia
bangke lu fia😑
Vinoya Chan
aku mampir kak, semangat ya 💪🙏
Kimmy Geral
makasih ya Thor ,d tunggu berikutnya 😍🥰
Kimmy Geral
lanjutkan
Fiera
suka deh ma karakter Byan 😍😍
PanggilsajaKanjengRatu: Makasih udah suka kak🤗
kalau berkenan mampir juga di karya baru saya kak, judulnya “Akara Rindu Dalam Penantian"
total 1 replies
Andariya 💖
kisah nya seru ini👍😘💪
Andariya 💖
ok otw dik👍😘
PanggilsajaKanjengRatu: Kakak ku 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Anni 21
aku blom bru baca ini
PanggilsajaKanjengRatu: Heheh, kali aja mau baca kak🤭
total 1 replies
Sun_Lee
Udah mampir aku dek.🥰🥰
PanggilsajaKanjengRatu: makasih buat yg selalu ada🥰
kak Yani mah panutanku😁
total 1 replies
Sun_Lee
Terima kasih adek ku tercinta... happy ending kisahnya...🥰🥰🥰 pasti kangen Eil..
Anni 21
ya trlalu lama semedi ny thor skali ny rutin tamat deh😢
PanggilsajaKanjengRatu: kalau ada sempat nanti aku kasih bonus chapter 😁
total 2 replies
Andariya 💖
vir..ayo kamu cepat bawah ailenn k RS
Mego Me
terima kasih cerita yang indah thor 🥰❤️❤️❤️
PanggilsajaKanjengRatu: Maacih onty online ku❤️❤️❤️
total 4 replies
Nanik Puspita
makasih kakakkk karyanya yang disuguhkan pada kami para pembaca 🙏🙏❤️❤️❤️❤️
PanggilsajaKanjengRatu: huaaa, makasih banyak juga ya atas dukungannya dan udah mau baca sampai akhir🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!