Cinta Adnan begitu besar pada Andin, namun karena sebuah janji ia tidak bisa menikahi Andin yang juga begitu mencintai nya...
namun Adnan tak benar benar melepaskan Andin meski mereka sudah berpisah, Adnan terus menerus menjadi bayang-bayang dalam hidup Andin.
Adnan tidak memberikan Andin kebahagiaan dan Adnan juga tak rela Andin bersama orang lain, Adnan frustasi karena Adnin Terus menjauhi nya sementara ia begitu mencintai Andin namun karena janji nya kepada gita, perempuan yang sejak lama menjadi kekasih nya hingga membuat Adnan tak bisa memiliki Andin, hingga suatu hari Adnan lah yang mencari kan calon suami untuk Andin.
namun saat Adnin dekat dengan pria itu, Adnan kembali merasa tak rela bahkan di saat ia telah menikah Dengan hena yang sengaja menjebak Adnan agar menikahi nya,
*
"sebenarnya apa sih mau kamu nan? apa kamu enggak sadar sudah menyakiti ku...?"
Andin....
"aku semakin tersiksa saat aku mencoba untuk melepaskan mu... tapi a
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rumah singgah.
Beberapa hari berlalu, Adnin tidak tahu harus berbuat apa sementara Adnan terus menerus menemui nya, menjadi bayang bayang di keseharian nya.
Andin tertegun saat melihat Adnan sudah menunggu nya di depan butik, Ruli memperhatikan wajah Andin tampak terbebani.
"kamu udah balikan sama Adnan, din?"
tanya Siva.
"enggak, kita sekarang temen...!"
Siva langsung terkekeh mendengar apa yang Andin lontar kan.
"emang bisa temenan sama mantan?"
Siva tahu kalau keduanya memang masih saling cinta namun di antara kedua nya ada orang ketiga yang menjadi sekat hingga kedua nya tak bisa memiliki.
"aku tahu kamu masih suka sama Adnan, tapi kamu juga harus tegas Din! jangan terjebak dalam perasaan karena kita juga butuh logika agar tidak tersakiti..."
sambung Siva lalu meninggalkan Andin yang tidak bergeming di tempat nya, mencerna semua ucapan Siva namun ia sendiri bingung harus bagaimana, tentang cinta yang masih bernaung di hati nya.
"kenapa?"
tanya adnan membawa kan beberapa makanan untuk Andin, Adnan menatap wajah Andin tampak murung.
"kamu sakit?"
tanya Adnan menyentuh pipi Andin, untuk pertama kalinya setelah mereka berpisah Adnan menyentuh nya.
"aku enggak apa-apa...!"
jawab Andin menyentuh tangan Adnan yang memangku wajah nya.
Andin menatap wajah Adnan yang teduh, sikap nya selalu hangat namun seketika itu pula akan berubah dingin jika perempuan itu kembali muncul, lalu apa arti hadirnya jika hanya sebatas pelarian saat dia menghilang.
"aku mau langsung pulang....!"
ujar Andin dan di anggukan oleh Adnan.
"kamu kenapa sih Din? aku ada salah?"
tanya Adnan.
"ya kamu salah, kenapa kita masih saja bersama...aku tidak yakin dengan kata teman..."
Adnan tertegun mendengar hal itu, seperti nya Andin resah dengan kebersamaan mereka.
kedua nya tak ada yang bicara sampai Andin sampai di rumah, terlihat Ipan tengah mencuci motor nya di depan rumah.
"aku langsung pulang..kamu istirahat ya!"
ucap Adnan lalu melajukan motornya menjauh dari Andin yang memantung sendiri.
"assalamualaikum Bu....!"
Andin masuk ke dalam rumah, terlihat sang ibu tengah memasak.
"walaikumsalam......kamu sudah pulang din?"
tanya ibu.
"ya, Andin mau langsung mandi, gerah banget!"
jawab Andin lalu masuk ke kamar tak ingin menampakkan kesedihan nya tentang Adnan.
setelah selesai Andin membantu ibu menyiapkan makanan untuk mereka.
"beberapa waktu ibu enggak lihat kamu sama Adnan, sekarang dia ada lagi?"
tanya ibu.
"kemarin dia sibuk Bu!"
jawab Andin tak ingin menceritakan permasalahan nya dengan Adnan.
Andin sendiri tidak tahu harus bagaimana sementara ia juga masih mencintai Adnan, harus kah ia menjalani hubungan tanpa status yang jelas karena gita terus membayangi Adnan.
***
Beberapa hari berlalu, Adnan yang tengah duduk di depan rumah termangu melihat sebuah motor yang berhenti di hadapan nya
"assalamualaikum....beb.."
ujar perempuan itu membuka helmnya, terlihat Gita tersenyum manis turun dari motor.
hampir satu bulan Gita menghilang dan sekarang tiba tiba muncul lagi membuyar kan semua nya.
"kenapa? kok kayaknya kamu enggak senang aku datang...?"
ujar gita menghampiri Adnan yang berdiri di dekat teras.
"kamu marah sama aku? kemarin aku sibuk sama skripsi ku nan, aku minta maaf enggak kasih kabar!"
tambah Gita mengikuti langkah Adnan yang masuk ke dalam rumah.
"sampai kapan kamu seperti ini, datang dan pergi sesuka hati kamu, sebenarnya kamu Anggap aku apa?"
tanya Adnan mencoba untuk bersikap tegas karena ia juga ingin kepastian sementara selama ini Gita selalu pergi dan datang semau nya.
"aku sibuk, kenapa sih kamu berubah nan, dulu kamu enggak pernah berbicara seperti ini sama aku?"
jawab Gita, ia memang salah bermain main dengan hubungan mereka, sesaat ia terbuai yang lain dan ketika bosan ia akan Kembali pada Adnan yang menjadi rumah singgah nya.
"kamu ada yang lain?"
tanya Gita menatap wajah Adnan.
"aku lelah dengan semua ini...!"
jawab Adnan memalingkan wajahnya dari Gita, sungguh hati nya telah berpaling pada Andin.
"ingat Adnan kalau pun aku bersama yang lain tapi hanya kamu rumah singgah Ku, dimana aku berikan seluruh hidupku....dan kamu harus ingat dengan janji kamu, Kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku jika bukan aku yang pergi, kamu enggak lupa kan!"
ujar Gita lalu memeluk Adnan yang terpaku.
Andin yang bermaksud menemui Adnan untuk mengembalikan jaket nya yang ia pakai semalam, mendengar semua percakapan mereka berdua, Andin mengurungkan niatnya dan pergi dari rumah itu.
luka nya kembali menganga membuat perih itu kembali ia rasakan, kenapa harus berada di tengah-tengah mereka?
Andin menyeka air matanya yang terjatuh begitu saja, gegas ia melangkah mencari angkutan umum untuk pergi kerja.
"kamu udah janji enggak akan meninggal kan aku kalau bukan aku yang pergi?"
ucapan Gita terngiang membuat nya galau, jika seperti itu keadaan nya apa yang ia jalani dengan Adnan hanya akan sia sia, karena kehadiran nya hanya menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka lalu apa yang bisa di harapkan.
Adnan memperhatikan wajah gita yang tertidur pulas dalam pelukan nya, Gita tetap pada keinginan nya bertahan dalam jalinan cinta yang tak ada kepastian karena sang ayah masih pada keputusan nya bahwa yang harus menikah dengan nya adalah pria yang menjadi pilihan nya.
bersambung...
terima kasih ya yang sudah mampir😍
jangan lupa like and komentar ya, biar author semangat,🤭🤭😍