Indonesia
NovelToon NovelToon
Pulau Terkutuk

Pulau Terkutuk

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Thriller / Kumpulan Cerita Horror / Hantu / Horor / Tamat
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: lestari anggraini

Rachel adalah seorang gadis yang mempunyai kisah hidup yang berbeda dari semua orang. Dia selalu kesakitan sedari kecil bahkan hampir mencelakai nyawanya, mereka para makhluk tak kasat mata selalu mencari cara untuk merenggut nyawanya, tapi dia berhasil bertahan dari penatnya penderitaan hidup hingga dia beranjak dewasa.
Pada suatu hari, Rachel dan teman-temannya (Diki, Ramdan, Amelia, Sarah juga Nirmala) berlibur ke sebuah pulau bernama Rawa Bayu, pulau keramat yang dihuni oleh sosok cantik bernama Yasinta.
Disini lah kisah cerita mereka dimulai.
Dari keterkejutan mereka tentang siapa Yasinta sesungguhnya.
Juga ketidakberdayaan Ramdan yang wajahnya mirip dengan sosok lelaki yang sudah merenggut nyawa Yasinta di masa lalu.
Dendam, benci, penantian menjadi satu.
Akankah mereka bisa bertahan dari penderitaan yang dibuat oleh sosok Yasinta dan kembali pulang dengan selamat?
Bagaimana nasib Rachel dan juga teman-temannya?
Takdir apakah yang sudah menanti mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penantian Yasinta.

Kembali di kediaman rumah Ramdan.

Saat mereka tengah menikmati sarapan pagi, hanya ibu Ramdan yang merasakan semua makanan hambar di lidahnya.

Asin tidak, manis juga tak, bahkan gurih juga tidak.

Bu Kasih menghela napas berat.

Wanita yang masih terlihat anggun dan cantik walau di usianya yang sudah tidak muda lagi, dia memandang satu persatu wajah sang suami dan anak semata wayangnya.

Terutama pada Ramdan. Entah kenapa dia merasa cemas pada anak lelaki satu-satunya.

Walaupun dia tak pernah bermimpi buruk, namun bayangan aneh yang sempat terlihat kemarin, membuat dia merasa cemas dan bertanya pada diri sendiri, walau dia tahu bahwa hingga sekarang dia masih belum mendapatkan sebuah jawaban.

Bu Kasih awalnya sudah menepis prasangka buruk dan berkeyakinan bahwa dia hanya berhalusinasi, tapi semakin dibiarkan malah hatinya semakin was-was hingga membuat perasaannya tak tenang.

Sedangkan Pak Usman, dia menikmati sarapan paginya dengan tenang.

Setelah selesai sarapan, semua orang duduk sebentar di ruang keluarga sebelum pergi melakukan aktivitas masing-masing, contohnya Ramdan dia akan berangkat ke kampus dengan menggunakan motor sportnya.

Sedangkan Pak usman dia akan pergi ke kantor menggunakan mobil Daihatsunya.

Bu Kasih sendiri hanya duduk tenang di rumah sambil merawat tanaman bunganya yang ada di halaman rumah belakang. Wanita itu hanyalah ibu rumah tangga yang akan menunggu anak dan suaminya pulang.

Ramdan mulai bersuara saat dia mengingat mimpi yang semalam dia dapat.

"Ma, Pa. Boleh Ramdan bertanya. Apakah anak mama dan papa yang ganteng ini punya kembaran?"

Pertanyaan Ramdan sontak membuat kedua orang tuanya sama-sama mengerutkan kening.

Bu Kasih bertanya balik, "Apa maksudmu?"

"Em..tak ada, siapa tahu mama punya anak selain aku tapi mirip, trus anak itu dikasih ke orang lain."

Pak Usman yang mendengar perkataan konyol anaknya segera menjawab dengan ekspresi kesal, "Bicara apa kamu! Kami menunggu dapat momongan saja selama 7 tahun, saat sudah dikasih anak sama Tuhan masak mau diberikan sama orang, dapat pemikiran dari mana itu?"

Wajah Ramdan terlihat bodoh mendengar penjelasan dari ayahnya, dengan raut wajah tertegunnya, Ramdan mengedipkan mata dan menjawab, "Oh, Maaf!"

Pak Usman heran dengan pertanyaan anaknya, dia pun mengabaikannya.

Pak Usman bersiap memakai sepatunya dan Bu Kasih mengambilkan tas suaminya.

"Papa berangkat kerja dulu, Mama baik-baik di rumah. Terus kamu Ramdan, jangan ngebut kalau bawa motor!"

Bu Kasih dan Ramdan saling mengangguk.

Mereka berdua mengantarkan Pak Usman sampai depan rumah, bersalaman dan berpelukan. Setelah itu Pak Usman pergi meninggalkan mereka yang hanya tinggal berdua.

Bu Kasih berbalik dan memandang anaknya, dia berseru, "Ayo masuk!"

"Iya, Ma."

Kedua orang itu duduk berdua di kursi yang sama, Bu Kasih mulai bertanya dengan raut wajah seriusnya. "Apa yang ingin kamu bicarakan sebenarnya?"

Ramdan yang tak bisa membohongi ibunya lantas menjawab dengan keyakinan penuh, ditambah mimik muka yang terlihat serius.

"Ma, semalam aku mimpi serem, tapi di mimpi itu betulan wajahku, aku mencelakai orang dan aku mati terbakar, tapi anehnya aku tak kenal mereka, dia bukan Sarah atau Amelia, Ramdan tak kenal."

"Dan yang lebih aneh lagi, mimpi itu seolah nyata banget, Ma."

Sang ibu mulai paham jika putranya resah sebab mimpinya.

"Memangnya dari kamu lahir hingga dewasa, baru sekali ini mimpi?"

Ramdan menggeleng cepat

"Lalu?"

"Hehehe, iya. Maaf! Ya siapa tahu Ramdan punya kembaran lalu mama juga papa menyembunyikan dia dari Ramdan."

"Itu omong kosong, kami menantikan sang buah hati hingga 7 tahun, mana mungkin dengan mudahnya memberikan anak yang mama lahirkan dengan susah payah pada orang lain, walaupun kamu nakal sekalipun."

Ramdan tersenyum dan terenyuh mendengar penuturan ibunya, dia merasa lega dan tak mau berpikir yang bukan-bukan.

Hanya saja Ramdan adalah tipe orang yang setelah mimpi buruk, pasti akan mengadu pada orang tuanya, bahkan walau dia mimpi bertemu kuntilanak atau pocong sekalipun, dan setelah bermimpi memang tak terjadi apa-apa.

Ramdan bahkan masih baik-baik saja.

Sudah menjadi kebiasaannya jika bermimpi aneh dia akan bercerita. Dengan kata lain apapun cerita Ramdan masih bisa dilupakan dan jangan terlalu dipikirkan.

Setelah mereka berbincang sebentar, Ramdan juga ikut pamit dan melajukan motornya yang jarak kampusnya hanya setengah jam saja.

Tak terlalu jauh.

Rumah Diki juga sama, beda 20 menit saja sudah sampai. Sengaja memilih kampus terdekat agar tak perlu kejauhan saat pulang ke rumah.

Rumah Nirmala dan Rachel yang agak jauh. Hampir satu jam perjalanan dan beda arah dari mereka berdua. Sudah terbiasa juga, jika mereka berdua berangkat menggunakan motor yang sama milik Nirmala.

...****************...

"Ingat! Lusa kita berangkat," ucap Sarah mengingatkan.

Di kantin, mereka duduk beramai sambil mendiskusikan acara liburan nanti.

"Gua bawa apa donk? Masa cuman bawa diri doank, hehehe!" celetuk Ramdan sambil terkekeh.

"Idih, menyedihkan betul!" Nirmala menyahut sambil memanyunkan bibirnya ke arah Ramdan.

"Ya, justru itu gua tanya Nirmala sayang," Ramdan membalas sambil mengedipkan matanya ke arah Nirmala.

"Jangan berharap sesuatu sama aku, aku tak mau!" Nirmala berkata sambil pura-pura marah dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

Ramdan menghela napas pasrah dan mengadukan keluhannya pada Diki dengan muka yang dibuat memelas, "Gua di tolak,Dik."

"Hahaha, elo ngarep Nirmala trus."

"Diam...!"

"Hahaha... Lucu, ah!"

Nirmala yang tak mau menatap Ramdan, memilih memalingkan wajahnya ke arah lain dan menahan senyumnya karena tersipu malu.

Rachel, Sarah juga Amelia merasa geli dengan tingkah konyol Ramdan yang seakan tak tahu malu.

"Udah deh, jangan lupa bawa selimut masing-masing! Kita gk sendiri kok, papa nyuruh beberapa orang kepercayaan untuk jaga kita di villa sana," ucap Sarah menceritakan rencana Pak Beni, ayahnya.

"Oh, begitu."

Anehnya wajah mereka semua terlihat bodoh saat menjawab.

Rachel memandang Ramdan dengan perasaan yang sulit dijelaskan, dia merasa takut dan aneh dengan mimpinya.

Tapi diam adalah solusi yang tepat, mengingat sebentar lagi adalah hari yang dinanti semua orang, Rachel juga tak mau jika Ramdan patah semangat sebab Rachel menceritakan mimpi yang dialaminya semalam.

Tapi Rachel sama dengan Ramdan, dia sendiri harus melupakan mimpinya sebab manusia yang tidur biasanya juga akan mengalami sebuah mimpi.

Liburan kali ini adalah liburan pertama mereka ke sebuah pulau, jadi mereka berusaha mengesampingkan pemikiran buruk yang baru dialami dan mulai berusaha berpikir positif agar bisa mencairkan suasana hati yang beku disebabkan oleh keraguan.

Angan mereka adalah, pulau itu tak terlalu buruk, juga tak menakutkan, sebab ada Villa milik Sarah di sana, juga pembangunan tempat rekreasi seperti kolam renang dekat air terjun, juga akan dibuatkan taman buatan yang indah untuk menarik perhatian para wisatawan yang datang.

Pembangunan tersebut masih berlanjut hingga sekarang walau belum selesai. Bisa dibilang masih ada orang yang menjajakan kakinya di pulau tersebut, walau sore harinya mereka pulang.

Intinya pulau tersebut tak sepi orang dan masih bisa tercium aroma manusia disana.

...****************...

Sedangkan di Pulau Rawa Bayu sendiri.

Sosok yang menyeramkan tapi terlihat menyedihkan, dia sedang menatap rembulan malam yang terlihat sangat indah.

Bayangan lewat matanya masih saja memperlihatkan sosok lelaki yang sudah merusak harga dirinya dan membunuhnya.

Andaikan Yasinta tahu satu hal bahwa, Bayu tidak sepenuhnya bersalah.

Andai Yasinta tahu kebenaran kematiannya. Mungkin dia takkan jadi roh jahat yang setia menanti pembunuhnya.

Pak Rivanno telah mendatangkan maut bagi semua orang dan ini membuat Yasinta salah paham dan hanya memandang Bayu sebagai orang yang sudah menghancurkan kehidupan bahagianya.

Yasinta duduk termenung menatap bulan di bebatuan tempat dimana temannya Puspita mengalami tragedi buruk di air terjun.

Wajah Yasinta pucat memutih, namun paras cantiknya masih bisa terlihat dan tak pernah memudar walau berjalannya waktu.

Lagipula dia sudah meninggal dan wajah cantiknya akan kekal tanpa bisa menua.

Tapi lain lagi jika dia merubah wujudnya, kedua taring tajam yang dimilikinya bisa menggigit sampai kelapisan terdalamnya.

Sebentar lagi Yasinta akan mendapatkan mainan baru setelah kedatangan mereka.

Baik Yasinta maupun Rachel, takkan pernah tahu takdir apa yang sudah menunggu mereka, serta nasib seperti apa yang akan mengubah nasib mereka.

Terutama Ramdan, Diki , Nirmala, Sarah dan Amelia.

Cerita mereka akan bermula disana.

Pulau Raba Bayu.

1
Annisa Nisa
sangat keren dan seru
Taricupmuach: bintang 5 🤣🤣
total 1 replies
👾_ zuzu_👾
keren😎
Taricupmuach
dedek 🥰🥰
👾_ zuzu_👾
😘
👾_ zuzu_👾
keren👍
👾_ zuzu_👾
hai Tante tari
👾_ zuzu_👾: gmn Tante aku gk ngerti?
total 2 replies
Taricupmuach
Sekiranya terhibur, boleh minta bintang 5?
terimakasih 🥰
Tenth_Soldier
Tsadisss
Annisa Nisa
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Tenth_Soldier
Bu Kasih cinta bunganya tapi kalau bisa jadi cuan bunganya rela dijual/Joyful/
Tenth_Soldier
Luar biasa
Tenth_Soldier
hiiiiyyy so Dark
Taricupmuach: ada hantu casper-nya.. hiiii 😁
total 1 replies
Umar Muhdhar
3
Umar Muhdhar
2
Umar Muhdhar
1
Umar Muhdhar
2
Umar Muhdhar
1
Poetri Ammor
ceritanya bikin penasaran
Taricupmuach: satu atau dua bab lagi tamat, kak.. silahkan mampir PEWARIS KUYANG... udah 2 bab.. hehe.. masih 2 bab.. semalam post
total 1 replies
Umar Muhdhar
Baksoooo! baksoooo!
Taricupmuach: akhirnya tamat juga.. udah mau setahun 🤣🤣
total 1 replies
Umar Muhdhar
aYeeeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!