Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Keanu terus merengkuh erat tubuhnya Bunga yang masih terguncang hebat. Isakan napas Bunga yang tertahan terasa begitu menyayat hati di tengah keheningan rusunawa yang dingin. Setelah beberapa menit luapan emosi Bunga perlahan mereda, Keanu mengusap lembut air mata di pipi istrinya, lalu membantunya berdiri dengan sangat hati-hati.
"Kita pulang sekarang," ujar Keanu dengan suara bernada rendah namun penuh ketegasan.
Keanu beralih menatap Jordan yang berdiri tak jauh dari mereka. Pria berjaket kulit itu mengangguk paham tanpa perlu diberi perintah lanjutan.
"Simpan buku ini sebagai bukti utama, Jordan. Amankan seluruh area ini dan pastikan tidak ada satu jejak pun yang terlewat oleh timmu," instruksi Keanu dingin.
"Siap, Tuan Keanu. Semua bukti fisik dan dokumen kepemilikan rusunawa atas nama Lucas Gracio sudah saya amankan di tempat yang steril," jawab Jordan mantap.
Keanu merangkul bahunya Bunga, membimbingnya melangkah keluar dari unit rusunawa tersebut menuju mobil. Sepanjang perjalanan kembali ke kantor Alexandria, Bunga hanya diam menatap keluar jendela. Jemarinya meremas kuat sabuk pengaman, berusaha mencerna kenyataan pahit bahwa pria yang selama ini dihormati di lingkaran bisnis suaminya, ayah dari Clarissa yang sempat menghinanya adalah dalang utama di balik hancurnya masa kecilnya.
Setibanya di ruang kerja, Keanu langsung memanggil Adrian. Asisten kepercayaannya itu masuk dengan raut wajah siaga.
"Adrian, kumpulkan seluruh tim hukum kita dan hubungi pihak kepolisian yang menangani pembukaan kembali kasus Bunga," perintah Keanu seraya menyandarkan kedua tangannya di atas meja kerja. "Kirimkan salinan dokumen kepemilikan rusunawa atas nama Lucas Gracio serta bukti daftar target yang ditemukan Jordan."
Adrian tersentak kaget mendengarkan nama yang disebutkan atasannya. "Tuan Lucas Gracio? Jadi dia..."
"Ya," pangkas Keanu dengan pandangan mata yang berkilat tajam bagaikan pisau. "Dia yang memberi perintah pada Panca Wiguna empat belas tahun lalu. Aku ingin surat pemanggilan pemeriksaan atas nama Lucas Gracio diterbitkan secepatnya."
"Baik, Tuan Keanu! Saya akan urus semuanya sekarang juga," tegas Adrian sebelum membungkuk dan bergegas keluar ruangan.
Setelah pintu tertutup rapat, Keanu melangkah mendekati sofa tempat Bunga duduk membisu. Keanu berlutut di hadapan Bunga, menggenggam kedua tangan dingin istrinya dengan hangat.
"Lucas Gracio tidak akan bisa melarikan diri lagi, Bunga," tutur Keanu lembut, menatap dalam-dalam pada bola mata jernih yang masih menyisakan jejak air mata itu. "Keadilan yang kau tunggu selama belasan tahun ini sudah di depan mata."
Bunga menatap wajah Keanu yang penuh keyakinan. Rasa hangat perlahan mengalir mengikis rasa dingin di dadanya. Bunga meraih buku catatan kecilnya dan menuliskan sebuah pesan dengan jemari yang kini tak lagi gemetar:
'Terima kasih sudah menjadi pelindungku, Kak Keanu... Dulu aku merasa sendirian di dunia ini, tapi sekarang aku yakin kebenaran akan terungkap karena Kakak ada di sisiku.'
Keanu membaca tulisan itu, lalu menyunggingkan senyum tulus. Ia membawa tangan Bunga ke bibirnya, mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut seraya berjanji dalam hati bahwa ia akan menghancurkan siapa pun yang pernah menyakiti wanita yang kini sepenuhnya telah mencuri hatinya.
*
*
Di dalam ruang kerja megahnya yang bernuansa gelap, Lucas Gracio berdiri mematung di dekat jendela besar. Ponsel yang berada di genggamannya mendadak terasa begitu berat. Berita buruk dari orang dalamnya di kepolisian baru saja menghantamnya, kasus pembunuhan Riki Sanjaya dan istrinya belasan tahun lalu resmi dibuka kembali atas desakan dan bukti-bukti baru dari pihak Keanu Alexander.
Napas Lucas memburu. Jemari tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak amarah yang membakar dadanya.
"Bocah tengik itu... benar-benar cari mati!" geram Lucas dengan suara rendah yang sarat akan kebencian. "Dia sudah mengusik seekor singa yang sedang tidur, dan dia akan menyesali semua perbuatannya!"
Lucas melangkah ke meja kerjanya, memandangi foto Clarissa dalam bingkai perak yang terpajang di sana. Raut wajahnya yang keras mendadak luluh oleh rasa cemas yang teramat sangat. Ia tahu betul betapa kejam dan dinginnya sosok dalang sebenarnya, pria yang selama ini mengendalikannya dari balik bayangan. Jika pergerakan Keanu semakin memojokkan posisi mereka, bukan tidak mungkin Clarissa akan dijadikan sasaran untuk membungkam dirinya.
"Demi apa pun, aku harus bisa melindungi Clarissa... Dia harus aman dan aku tidak mau putriku menjadi korban selanjutnya!" gumam Lucas lirih, suaranya bergetar menahan ketakutan yang mendalam. "Tidak... tidak boleh ada yang menyentuh putriku."
Lucas memejamkan matanya rapat-rapat, menghela napas panjang yang terasa sangat berat. Sebuah keputusan pahit namun penuh kepasrahan perlahan terbentuk di benaknya. Demi keselamatan Clarissa dan ketakutannya yang teramat sangat pada sosok yang berkuasa di atasnya, ia tidak punya pilihan lain.
"Sebaiknya aku mengakui perbuatan yang sama sekali tidak pernah aku lakukan..." bisik Lucas pada heningnya ruangan.
Dengan hati yang lapang namun dipenuhi kepasrahan, Lucas Gracio menyanggupi dirinya untuk menjadi seekor kambing hitam, menjadi tameng hidup demi melindungi putri tunggalnya, sekaligus menutupi sosok monster sejati yang sangat ia takuti.
*
*
Keesokan paginya, suasana di markas kepolisian daerah Jakarta mendadak memanas. Lucas Gracio menyerahkan diri secara sukarela dengan didampingi tim kuasa hukumnya. Berita penyerahan diri pengusaha kawakan itu langsung menyebar cepat dan sampai ke telinga Keanu yang sedang berada di kantornya bersama Bunga.
Tanpa membuang waktu, Keanu membawa Bunga ke kantor polisi untuk menyaksikan proses konflik langsung dengan tersangka utama.
Di dalam ruang interogasi bernuansa dingin dan tertutup rapat, Lucas duduk tenang di balik meja besi. Pria paruh baya itu tampak pasrah, namun ada kilat keputusasaan yang tertahan di matanya. Saat Keanu dan Bunga masuk bersama penyidik, pandangan Lucas sempat tertuju pada Bunga, gadis kecil yang dulu berhasil lolos dari maut, kini berdiri anggun di samping Keanu.
"Jadi, Anda membenarkan seluruh tuduhan terkait pembunuhan Riki Sanjaya dan istrinya empat belas tahun lalu?" tanya Inspektur Rama seraya membuka berkas di meja.
Lucas menghela napas panjang, lalu mengangguk perlahan. "Benar. Saya yang merencanakan semuanya. Saya menyewa Panca Wiguna untuk menghabisi Riki dan istrinya karena masalah persaingan bisnis."
Bunga yang mendengar pengakuan itu langsung memegang erat lengan kemeja Keanu. Napasnya naik turun menahan emosi. Namun, Keanu justru menyeringai dingin. Pria itu menyilangkan dada, menatap Lucas dengan pandangan penuh intimidasi.
"Cerita yang sangat rapi, Tuan Lucas," potong Keanu dengan suara bernada meremehkan. "Tapi Anda lupa satu hal. Jika ini hanya masalah persaingan bisnis pribadi Anda, mengapa nama Anda baru muncul sebagai pemilik rusunawa Panca dua tahun terakhir? Mengapa ada aliran dana berkala dari rekening perusahaan luar negeri yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan Anda?"
Wajah Lucas seketika mengeras. Jemari tangannya yang saling bertaut di atas meja meremas kuat.
"Jangan berbelit-belit, Keanu!" tegas Lucas dengan suara bergetar yang ditahan. "Aku sudah mengakui semuanya! Akulah dalang tunggal di balik kematian orang tuanya Bunga! Tidak ada orang lain! Tangkap aku dan selesaikan kasus ini!"
Keanu melangkah maju, memangkas jarak lalu membungkuk di atas meja interogasi, menatap tepat ke dalam bola matanya Lucas.
"Anda sedang pasang badan untuk siapa, Tuan Lucas?" bisik Keanu sangat rendah namun menusuk. "Atau... Anda sengaja menjadi kambing hitam demi melindungi Clarissa dari ancaman atasan Anda yang sebenarnya?"
Mata Lucas membelalak sempurna.
Nama putri tunggalnya disebut membuat benteng pertahanan pria tua itu runtuh seketika. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Lucas mengepalkan tangan, menatap Keanu dengan tatapan penuh amarah bercampur ketakutan yang mendalam.
"Jangan pernah bawa-bawa nama putriku!" bentak Lucas murka hingga berdiri dari kursinya, sebelum akhirnya ditahan oleh polisi. "Tutup kasus ini! Aku pelakunya!"
Bunga menatap pemandangan itu dengan hati bergejolak. Lewat pandangan matanya yang tajam dan peka, Bunga bisa melihat dengan jelas bahwa reaksi Lucas bukanlah reaksi seorang pembunuh berdarah dingin yang puas, melainkan reaksi seorang ayah yang sedang ketakutan setengah mati.
Bunga mengambil buku catatan kecilnya, menuliskannya dengan cepat lalu menyodorkannya pada Keanu.
'Dia berbohong, Kak Keanu... Tatapan matanya bukan tatapan pembunuh ayah dan ibuku. Dia sedang menyembunyikan seseorang.'
Keanu membaca tulisan istrinya, lalu tersenyum tipis seraya mengusap lembut jemarinya Bunga. Ia kembali menatap Lucas yang terduduk lemas di kursinya.
"Istriku benar, Tuan Lucas," ujar Keanu dingin namun penuh kemenangan. "Anda mungkin bisa berbohong pada polisi, tapi Anda tidak bisa membohongi kami. Kami tidak akan berhenti sampai monster sejati di belakang Anda terseret ke penjara ini bersama Anda."
Bersambung...
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
aq padamu pokokny😉😉😉
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
tegang aku bacanya
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander