Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Dor. Dor. Dor.

Rentetan suara tembakan memekakkan telinga meletus dari arah meja minuman tempat Leon berdiri tadi.

Cahaya kilat dari moncong senjata menerangi kegelapan secara singkat dan terputus-putus.

"Merunduk!" teriak Kenji tepat di telinga Anya.

Kenji menekan tubuh Anya ke lantai panggung dan ikut menjatuhkan dirinya untuk berlindung.

Wusss.

Anya bisa merasakan angin dari peluru yang meleset terbang hanya beberapa sentimeter di atas kepalanya.

Jantungnya berdebar menggila karena teror kematian ini benar-benar terasa sangat nyata.

"Tuan Muda, pintu keluar utama sudah diblokir oleh orang-orang dari Naga Hitam."

Suara Bima terdengar statis dari alat komunikasi kecil di telinga Anya.

"Bawa pasukan elit kita masuk lewat atap sekarang juga," perintah Kenji membalas berbisik ke kerah bajunya sendiri.

Kenji mencabut pistol dari balik jas putihnya dengan gerakan yang sangat cepat dan terlatih.

Klak.

Dia mengokang senjatanya dalam kegelapan gulita tanpa keraguan sedikit pun.

Anya merogoh tas tangan kecilnya dengan jari-jari yang bergetar hebat.

Dia mengeluarkan pistol perak kecil pemberian Bima siang tadi.

[Sistem Darurat Aktif: Pemindaian termal diaktifkan selama tiga menit.]

Tiba-tiba pandangan Anya berubah menjadi warna kehijauan yang aneh.

Dia bisa melihat sosok orang-orang di dalam kegelapan melalui suhu tubuh mereka yang menyala merah dan kuning.

Anya melihat tiga sosok berwarna merah pekat sedang berjalan mengendap-endap mendekati panggung tempat mereka bersembunyi.

Orang-orang itu memegang senjata laras panjang yang siap ditembakkan.

"Kenji," panggil Anya dengan suara gemetar tapi penuh urgensi.

"Ada tiga orang bersenjata mendekat perlahan dari arah jam tiga kita."

Kenji sedikit terkejut mendengar Anya bisa mengetahui arah musuh di tengah kegelapan total ini.

Tapi pria itu tidak membuang waktu untuk berdebat atau bertanya lebih jauh.

Kenji langsung mengubah posisinya menghadap ke arah yang ditunjukkan Anya barusan.

Dor. Dor. Dor.

Kenji menembak tiga kali secara beruntun ke dalam kegelapan tanpa ragu.

Bruk. Bruk. Bruk.

Terdengar suara tiga tubuh berat ambruk menabrak lantai kayu aula.

Anya melihat melalui pandangan termalnya bahwa ketiga sosok merah itu sudah kehilangan suhu tubuh dan tidak bergerak lagi.

"Tembakan yang akurat," bisik Anya dengan napas tersengal karena terkejut.

"Dari mana kau tahu posisi persis mereka dalam kegelapan ini?" tanya Kenji pelan sambil mengisi ulang magasin senjatanya.

"Instingku tiba-tiba menjadi sangat tajam saat aku sedang ketakutan setengah mati," bohong Anya dengan cepat mencari alasan.

Tiba-tiba lampu sorot darurat berdaya tinggi dari arah balkon lantai dua menyala terang menyorot ke arah panggung.

Silau.

Anya harus memejamkan matanya sekilas karena pergantian cahaya yang mendadak ini.

Paman Haris berdiri angkuh di balkon lantai dua dengan sebuah senapan mesin ringan di tangannya.

Leon berdiri tepat di sebelahnya sambil memamerkan senyum lebarnya yang menyebalkan.

"Permainan selesai malam ini, Kenji," teriak Paman Haris dari atas balkon sana.

"Menyerahlah sekarang dan aku mungkin akan bermurah hati mengampuni nyawa tunangan kecilmu itu."

Puluhan orang berseragam hitam dengan lambang naga merah di dada mereka mulai mengepung panggung dari segala arah.

Tamu-tamu yang tidak bersalah sudah tiarap di lantai ketakutan, ada juga yang menangis sambil bersembunyi di bawah puing-puing meja.

Kenji berdiri perlahan sambil menarik tangan Anya untuk ikut berdiri di belakang tubuhnya.

Pria itu menjadikan punggung tegapnya sendiri sebagai tameng untuk menutupi Anya sepenuhnya.

"Kau pikir kau sudah menang hanya dengan membawa anjing-anjing pesek dari klan Naga Hitam ini ke rumahku, Paman?"

Suara Kenji terdengar luar biasa dingin dan penuh dengan arogansi seorang raja yang diremehkan.

Paman Haris mendengus kasar mendengar ejekan tajam tersebut.

"Kau terlalu sombong, Kenji, malam ini klan Bratadikara akan memiliki pemimpin baru yang jauh lebih pantas."

Leon mencondongkan tubuhnya ke depan pagar balkon untuk menatap saudaranya.

"Kak Kenji, jika kau berlutut memohon sekarang, aku janji tidak akan menembak wajah tampanmu itu sampai hancur."

Kenji tertawa pelan, sebuah tawa yang terdengar sangat merdu namun sekaligus menakutkan bagi siapa pun yang mendengarnya.

"Kalianlah yang seharusnya berlutut padaku sekarang juga."

Kenji mengangkat tangan kirinya ke udara lalu menjentikkan jarinya dengan keras.

Trak.

Suara ledakan kecil menghancurkan kaca jendela dari atas kubah aula.

Prang.

Pecahan kaca berhamburan ke bawah bersamaan dengan puluhan tali hitam yang menjuntai turun dari atap.

Pasukan elit bayangan milik Kenji meluncur turun dari atas bagaikan hujan kematian yang mengerikan.

Mereka semua mengenakan topeng hitam dan langsung melepaskan rentetan tembakan ke arah pasukan Naga Hitam di bawah.

Dor. Dor. Dor.

Baku tembak besar-besaran langsung pecah di dalam ruangan mewah tersebut mengubahnya menjadi medan perang.

Suara teriakan kemarahan, erangan kesakitan, dan desingan peluru bercampur aduk menjadi satu kesatuan yang memekakkan telinga.

Anya menutupi kedua telinganya sambil berjongkok ngeri di balik punggung Kenji.

Kenji terus menembak jatuh siapa saja yang berani melangkah mendekati panggung tempat mereka berada.

Darah segar mulai mengalir membasahi karpet merah aula yang harganya ratusan juta itu.

Tiba-tiba seorang musuh berhasil merangkak naik ke panggung dari sisi kiri tanpa disadari oleh Kenji yang sedang fokus ke depan.

Orang itu mengangkat sebilah pisau berburu panjang untuk menusuk pinggang Kenji dari titik butanya.

Anya melihat ancaman nyata itu dengan sangat jelas di depan matanya.

Tanpa berpikir panjang lagi, Anya mengangkat pistol perak kecilnya dan membidik dada orang itu dengan tangan bergetar.

Dor.

Tembakan Anya meleset sedikit dan mengenai bahu kanan pria berbaju hitam tersebut.

Pria itu menjerit kesakitan dan menjatuhkan pisaunya seketika.

Trang.

Kenji langsung menoleh mendengar suara tembakan dari jarak dekat dan menembak dada pria itu untuk menuntaskannya.

Bruk.

Tubuh pria itu ambruk tidak bernyawa tepat di depan ujung sepatu Anya.

Kenji menatap Anya dengan pandangan sedikit tidak percaya.

Anya menelan ludahnya yang terasa sakit sambil memandangi senjatanya sendiri yang masih mengeluarkan asap tipis.

Dia baru saja menembak seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupnya demi melindungi pria ini.

"Kau menyelamatkanku lagi," ucap Kenji setengah berteriak di sela-sela desingan peluru yang memekakkan telinga.

Anya hanya bisa mengangguk pelan karena tenggorokannya terlalu kering dan tercekat untuk mengeluarkan satu patah kata pun.

Perang berdarah perebutan takhta klan Bratadikara akhirnya benar-benar meletus malam ini.

Dan Anya mau tidak mau kini harus ikut membunuh jika dia ingin keluar dari ruangan ini dalam keadaan bernapas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!