Indonesia
NovelToon NovelToon
Dear Nada

Dear Nada

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cintapertama / Romansa
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reya Reyya

Melodi Denada, seorang gadis berusia 17 tahun. Diusia yang begitu muda ia sudah mengalami banyak kepahitan hidup. Mulai dari orang yang begitu dipercayanya tetapi malah berbalik menghancurkannya hingga tidak dapat kembali utuh.

Kematian Papanya meninggalkan titik berat dalam hidup gadis belia itu. Mamanya yang menjadi tempat sandarannya setelah sang Papa justru mengalami depresi dan harus di rawat di rumah sakit jiwa.

Kehidupan sekolahnya juga tidak begitu mulus. Karena ia hanya anak beasiswa maka ia menjadi bahan Bullyan orang-orang. Kehidupan yang begitu berat ia jalani entah sampai kapan.

Sampai datang seorang murid baru yang mengajarkan dirinya hal berbeda. Lelaki itu mengajarkannya cinta disaat ia mulai melupakan cinta dihatinya. Dia datang bagai malaikat penyelamat, hidupnya mulai menjadi lebih berwarna.

Tetapi benarkah begitu? Apakah kehidupan akan benar-benar menjadi lebih baik. Ataukah sesuatu yang tidak terduga terus mengincar kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reya Reyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nada Yang Menghindari Arkan

Mereka berdua sampai di rumah sudah hampir jam 12 malam, untung saja kedua orang tua Arkan tidak berada di rumah dan sedang keluar kota. Mereka berpisah menuju kamar masing-masing. Nada menutup pintu kamar dan melempar tasnya ke atas kasur lalu menghempaskan dirinya sembari menyembunyikan wajahnya di balik bantal.

“Apa yang kau lakukan Nada?! Bodoh gimana besok ketemu Arkan! Akhh Nada kamu kerasukan apa tadi hah sampai ikut terbawa suasana?!” teriaknya tertahan dengan frustasi.

Tapi dia mengingat first kiss nya yang sudah hilang membuatnya mencak-mencak di tempat. “Bisa gila beneran aku!” ucapnya sembari menarik rambutnya dengan frustasi.

Berbeda dengan Nada, Arkan lelaki itu sedari tadi tidak pernah melunturkan senyum dari wajahnya. Dia sesekali memeganh bibirnya kemudian tertawa kecil lagi.

“Manis” gumamnya sembari mengingat apa yang dia lakukan tadi di pantai. Ia sudah sangat senang walau hubungan mereka masih tidak jelas tetapi dia tau Nada tidak menolak dirinya tadi.

Paginya Nada bangun sangat pagi dan berangkat ke sekolah tanpa memberitahu Arkan. Dia masih belum siap untuk bertemu lelaki itu pagi ini, jadi dia memilih untuk berangkat sendiri walau setelah sampai sekolah suasananya masih sepi karena masih pagi.

Ia menaruh tasnya di atas meja dan menelungkupkan kepalanya di atas tas. Sebenarnya saat ini ia sangat mengantuk, malam tadi dia tidak bisa tertidur sampai jam 2 pagi dan harus bangun lagi jam 5 untuk bersiap-siap. Ingatannya tidak bisa berhenti memutar kejadian malam tadi yang membuatnya mengutuk dirinya sendiri.

Perlahan dirinya memejamkan mata dan terlelap karena kesunyian kelas ini.

Sedang Arkan yang baru saja turun dari kamarnya yang berada di lantai tiga mengerutkan kening karena tidak menemukan Nada di meja makan. Dia mengedarkan matanya menelisik barang kali Nada berada di ruang keluarga atau ruang tamu. Tetapi nihil ia tidak melihat sosoknya, lelaki itu berjalan menuju dapur untuk menemui seorang pelayan.

“Bi ada melihat Nada?” tanyanya pada seorang perempuan paruh baya yang sedang memasak.

“Eh gak liat Den, mungkin masih di kamarnya” ucapnya seraya menggelang.

Arkan semakin mengerutkan kening, tanpa mengatakan apapun ia meninggalkan dapur dan naik lagi menuju lantai dua, kamar Nada. Ia memelankan langkahnya begitu mendekati kamar gadis itu. Mengetuk pelan tetapi tidak mendapatkan jawaban, dia mengangkat tangannya menuju kenop pintu dan menariknya. Dan ternyata kamarnya tidak di kunci.

Arkan mendorong pelan pintu itu dan melangkah lalu menilik kasur yang rapi dan ruangan yang sepi. Lelaki itu menghela nafas sebal karena tidak menemukan Nada.

Lalu lelaki itu berbalik keluar setelah menutu pintu kamar Nada dengan rapat dan bergegas turun kembali melangkah dengan cepat menuju pintu keluar lalu menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Baru saja dia hendak keluar dari gerbang tetapi dia menjulurkan kepalanya dan memanggil satpam.

“Pak ada liat Nada gak?” tanyanya.

“Oh iya tadi non Nada sudah berangkat dari pagi sekali den” jawabnya.

Arkan menyunggingkan senyumnya, dia sudah menduga kalau gadis itu pasti menghindarinya. Setelah itu lelaki itu mengemudikan mobil dengan cepat menuju sekolah.

Memasuki kelas yang sudah terlihat agak banyak siswa, dia mengedarkan pandangan ke seluruh kelas dan tatapannya mengunci keberadaan seorang gadis yang masih menelungkupkan kepala di atas meja.

Melangkah dengan pasti seraya menyeringai kecil, dia duduk dengan pelan agar tidak mengganggu tidur gadis itu. Matanya tidak lepas mengawasi Nada yang masih terlelap.

Nada membuka matanya perlahan ketika telinganya menangkap suara ribut di kelas, dia berpikir sudah banyak siswa yang datang. Tetapi betapa terkejutnya dirinya ketika matanya jelas membuka dan menangkap wajah seseorang yang sedari tadi berlarian di kepalanya dan sekarang sedang menatapnya santainya.

Gadis itu dengan cepat menegakkan tubuhnya dan terlihat panik yang sialnya dapat dilihat oleh Arkan yang sekarang sedang menyeringai.

“Ingin menghindar” ucap Arkan dengan tenang sembari menyilangkan tangan di dada.

Nada mengangguk lalu menggeleng, otaknya masih belum sinkron sekarang.

“Gak usah dijadiin beban pernyataan aku semalam, aku masih mempunyai waktu untuk membuat kamu luluh” ucapnya dengan senyum tipis.

Entah sejak kapan Nada sadar Arkan tidak menggunakan Lo gue lagi ketika berbicara dengannya. Ketika Nada hendak menjawab ternyata guru yang mengajar sudah masuk.

Setelah bel istirahat berbunyi, Nada memilih bergegas merapikan mejanya dan berkata pada Arkan yang bertanya padanya, dia menjawab kalau dia ingin ke toilet.

Memasuki toilet yang agak kosong dia memilih mencuci mukanya di wastafel. Setelah mengusapkan air ke wajahnya dia menatap cermin dengan frustasi.

Tak lama telinganya menangkap percakapan seorang perempuan yang suaranya sangat dia kenal, gadis itu menajamkan pendengarannya karena terlihat suara perempuan sedang berdebat.

“Kita emang gak bisa bersama Refan, bukannya aku nyerah gitu aja tapi hubungan kita gak punya akhir yang jelas lebih baik di akhiri sekarang aja” ucap si perempuan.

Nada mendengar perempuan itu terdiam, mungkin mendengarkan perkataan orang di balik handphone-nya.

“Dia gak ada hubungannya dengan keputusan aku, tapi aku hanya menyadari kita gak akan pernah bisa bersama jadi buat apa?” suara itu terdengar frustasi dan walau tersamarkan ada isakan pelan.

Suara bilik terbuka dan Nada bisa melihat seorang itu lewat cermin wastafel betapa terkejutnya dia melihat seseorang itu.

“Nada..”

“Putri..” ucap Nada nyaris tanpa suara.

Putri terlihat menormalkan ekspresi wajahnya dan berjalan pelan menuju wastafel di samping Nada. Ia membasuh mukanya yang terlihat kacau walau sudah coba di sembunyikan.

Nada juga ikut terdiam, dia tidak ingin bertanya karena itu privasi dari Putri. Gadis berambut sebahu itu menoleh sekilas pada Nada.

“Gue...boleh cerita?”

...***...

“Dari mana?” tanya Arkan dengan datar.

Nada tidak menjawab pertanyaan Arkan, ia lebih memilih mendudukkan tubuhnya di kursi. “Dari toilet”

“Selama itu” sahut Arkan mendelik tidak percaya.

“Tadi ketemu Putri” ucapnya menjelaskan. Nada mengerutkan kening kenapa juga dia harus menjelaskan pada lelaki itu.

“Ngapain aja sampai selama itu?” tanyanya masih penasaran.

“Shuut...tuh guru udah masuk” ucap Nada seraya menaruh telunjuknya di bibir mengisyaratkan untuk diam pada Arkan.

Arkan mendengus tidak terima, tetapi dia akhirnya pasrah dan tidak lanjut bertanya pada Nada. Gadis itu menghela nafas lega melihat Arkan yang sudah tidak bertanya lagi.

Saat guru sedang menjelaskan pikiran Nada tidak fokus dan malah berkelana. Ia kembali memikirkan tentang permasalahan Putri yang sebenarnya cukup pelik. Gadis itu menghela nafas pelan dan menghembuskannya secara berulang kali. Hal itu tentu saja membuat Arkan terusik dan melirik Nada yang terlihat berpikir keras.

‘Apalagi yang dia pikirkan?’ gumamnya dalam hati sambil sesekali melirik Nada.

1
Sari
Reya semangat ya ngehadapin hal beberapa hari ini. apapun hasilnya jangan menyerah ya
Sari
Reya kalo lelah nulisnya istirahat ya, jangan dipaksain ingat diri kamu juga butuh diperhatiin
putrirn
klo bisa panjangin jga ya thor klo ngeup 😆🙏
putrirn
bnyk-bnykin up nya thor
Rubi Man
lanjut Thor..
putrirn
Lanjutkan
Meike Sudarta Pangase
maaf yach thor tpi aku kurang setuju kl nada merahasiakan penykitnya dri arkan...bukankah hubungan yg baik dan awet itu d mulai dri keterbukaan dan kejujuran dri keduanya...arkna bgtu terbuka fan jujur sma nada tpi nada sndri tdk mau jujur dgn arkan malah lebih terbuka dgn deril yg meskipun deril sdh tau dri awal. kesanx d sni nada lbh percaya org lain drpada pacarx sndri.
Reya Reyya: Emm gimana ya, sebenarnya dia bukan gak percaya cuma ketakutan nada kalau Arkan tau penyakitnya terus arkannya malah khawatir dan sedih. dia memang salah karena nggk percaya kalau Arkan tuh bisa lebih bijak lagi menanggapinya. nada itu tipe orang yang nggak mau merepotkan orang yang dia sayang. Aku juga greget sih tapi alurnya emang sudah begini biarkan nada belajar dari kesalahannya kali ini
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjuuuuttt😁
Meike Sudarta Pangase
lanjut thor
Meike Sudarta Pangase
d tggu updatex lgi thor
Meike Sudarta Pangase
terimakasih jga thor....tetap semgat dan jga kesehatan biar bisa up terus hehehe💪💪🥰🥰
Reya Reyya: Terima kasih, aku pasti jaga kesehatan supaya bisa up😊
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjut
Meike Sudarta Pangase
upx mna thor
Meike Sudarta Pangase
up
Meike Sudarta Pangase
up lgi thor...seru ceritanya
Meike Sudarta Pangase
lanjut🤞🤞
Rubi Man
Kenapa visual nya harus aktor China Thor?
Reya Reyya: karena aku terinspirasi cerita ini waktu nonton drama cina dan visual nada itu tokoh utama dalam drama itu
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
upx mna thor
Meike Sudarta Pangase
double up dang thor
Reya Reyya: Mungkin sampai akhir bulan ini aku slow up ya nanti awal bulan aku mulai up double lagi
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!