Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cintapertama / Spiritual / Cinta Beda Dunia / Trauma masa lalu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Kisah percintaan anak remaja, persahabatan dan keluarga. Juga melibatkan cinta beda dunia.


BRUUKK!

Tubuh Okta lemas, keringat dingin bercucuran, tubuhnya bergetar hebat, kepalanya sakit, matanya berkunang-kunang, nafasnya terengah-engah. Dilfa pun menyadari saat ini penyakit Okta kambuh.

"Tolong panggil ambulans!" teriak Dilfa.

Di dalam pelukan Dilfa lirih terdengar suara Okta "Am...pun a...ku ti...dak sa...lah."

Jimmy pun keluar dari gudang tak perduli dengan keadaan Okta. Saat ini tingkat cemburu, marah dan sakit hatinya lebih tinggi dari rasa sayangnya. Ingin rasanya Jimmy menghabisi yang namanya Aldi. Tapi Nata menghalanginya. Ada hubungan apa antara Aldi dengan Okta. Sejak di Camping Ground Aldi terus mendekati Okta. Apa sekarang Okta mulai jatuh hati kepada Aldi dan ingin mengkhianatinya. Jimmy ingin melampiaskan emosinya yang semakin di tahan semakin menyesakkan jiwa.

Ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Hantu Kiriman

Setelah kejadian di Villa Dimas yang menghancurkan sebagian bangunan Villa, di kediaman keluarga Arya dikunjungi berbagai makhluk-makhluk astral.

Berbagai macam teror hantu berdatangan. Mereka sengaja dikirim Nenek Dimas. Mulai dari kuntilanak yang berterbangan, pocong berlompatan, tuyul berlarian. Papa, Mama, Keenan, Farrel, Dilfa, Jimmy tentu saja ketakutan.

PRANG!

CRANG!

Benda-benda di rumah berjatuhan dengan sendirinya. Rumah Papa Arya berguncang kuat dan di hujani batu kerikil. Kaca jendela pecah. Untuk menghilangkan segala gangguan Papa dan Mama membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Dilfa dan Jimmy di tengah ketakutan bersembunyi di samping lemari ruang tamu, mereka membaca doa yang telintas saat ini di kepala mereka yaitu doa tidur dan doa makan.

"Hi hi hi hi....bacaannya sa....lahhh," kuntilanak berbisik tepat di hadapan mereka.

"Aaaaaaaa...." Otomatis Dilfa dan Jimmy lari tunggang langgang.

Di tengah-tengah kekacauan yang terjadi, lagi-lagi gelang Farrel bergetar. Sesosok wanita berpakaian bak Putri kerajaan nan cantik jelita itu pun keluar.

"Mohon ijin tuan muda, aku ingin memusnahkan mereka." Sosok itu menundukkan kepalanya kepada Farrel.

"Iya, mohon bantuannya." Farrel pun menundukkan kepalanya.

SPLASH!

SPLASH!

SPLASH!

Jarum-jarum kecil melesat di udara, menancap ke dinding. Semua yang ada di sana menunduk.

Sosok yang bernama Alesha itu membalikkan serangan. Jarum-jarum kecil yang menancap tadi dikirimkan kembali oleh Alesha ke orang yang mengirimnya.

"Kurang ajar, sialan, UHUK! UHUK!" Nenek Dimas mengeluarkan darah segar di mulutnya. "Siapa makhluk ini? Mengapa dia selalu muncul? Ilmunya begitu hebat." Nenek Dimas kekuatannya melemah. Baru kali ini dia mendapatkan lawan yang sepadan. Kekuatan Nenek Dimas terkunci. Dia tidak dapat berbuat banyak. Dia memilih mundur memulihkan tenaganya.

Alesha membacakan ayat-ayat suci, seketika segala jenis hantu pun menjadi abu. Kemudian Alesha membentengi kediaman Papa Arya dengan pagar ghaib. Untuk mengantisipasi serangan-serangan makhluk astral yang berniat jahat dan menyerang kembali.

"Semua sudah selesai, mohon pamit." Alesha pun menghilang.

"Farrel, Papa tidak menyangka Ibu tiri kamu berteman dengan iblis." Papa Arya dengan separuh napasnya yang masih merasakan ketakutan.

"Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya." Kata Farrel.

"Masalah membikin bangkrut Dimas, Keenan bisa tanganin Pa, tapi kalo soal beginian Keenan angkat tangan." Ujar Keenan yang juga menstabilkan napasnya.

"Mama kepikiran bagaimana keadaan Okta. Semoga saja Okta di sana tidak kenapa-kenapa." Mama Yasmine sedih.

"Tenang Ma, semoga Okta dapat kita selamatkan. Dan semoga Okta baik-baik saja." Papa Arya mecoba menenangkan.

"Dilfa, Jimmy, kemana mereka? Dilfa dan Jimmy menghilang," Farrel menyadari ke tidak beradaan mereka. Semua berpencar mencari ke seluruh rumah yang porak poranda.

Farrel mencari di kamar mereka, di bawah tempat tidur, di dalam lemari, dalam kamar mandi, tidak ada tanda-tanda mereka di sana. Papa Arya dan Mama Yasmine mencari di dapur, di bawah meja makan, di dalam kulkas siapa tahu mereka bersembunyi ternyata mereka juga tidak dapat ditemukan.

Keenan masuk ke ruang baca.

KREEKK!

Pintu lemari terbuka dengan sendirinya, Keenan mendekat perlahan, tampak bayangan hitam, pelan-pelan Keenan mendekat, semakin dekat, lebih dekat, ternyata Dilfa dan Jimmy ditemukan pingsan di dalam lemari sambil berpelukan.

"Dilfa, Jimmy, bangun." Keenan mengguncang tubuh Dilfa dan Jimmy.

"Dilfa, Jimmy!" Kali ini Keenan mengguncang lebih kencang.

Dilfa dan Jimmy membuka mata, dipandangan mereka saat ini persis di depan mereka ada sosok hitam berdiri yang siap mencekik mereka.

"AAAAAAAA!" Dilfa dan Jimmy spontan mendorong tubuh Keenan dan lari meninggalkan ruang baca.

"Hei kalian!" Keenan memegang bokongnya yang sakit.

Dilfa dan Jimmy berlari ke lantai dua kamar Dilfa. Mereka masuk ke dalam selimut Dilfa.

"Dilfa, gue takut." Jimmy berkeringat dingin.

"Apa lagi gue, terlalu banyak setan di rumah ini." Dilfa tubuhnya bergetar hebat.

Ada bayangan menghampiri mereka, dan bayangan itu membuka selimut mereka.

"Dilfa, Jimmy." Farrel membuka selimut mereka.

"AAAAAAAA!" mereka kembali berteriak.

"Dilfa, Jimmy, sadar. Ini Kak Farrel weyyyyy. Sadar kalian!" Farrel mengguncang tubuh mereka.

"Kak Farrel, setan banyak setan." Jimmy menunjuk ke belakang Farrel.

"Ini Bang Keenan, Mama sama Papa. Kalian berdua sadar!" Keenan memegang bokongnya yang kesakitan.

"Kenapa bokong loe?" tanya Farrel.

"Gara-gara mereka berdua, bokong gue ketusuk paku." Jawab Keenan.

"Lho kok gara-gara kami?" tanya Dilfa.

"Yang bangunin kalian di dalam lemari tadi Bang Keenan. Kalian main dorong aja." Keenan meringis.

"Maaf Bang, kami pikir itu setan." Jimmy meminta maaf.

"Ya sudah, kalian istirahat dulu. Besok tolongin Mama bersih-bersih yaaa." Kata Mama Yasmin.

"Ok, Ma." Jawab mereka.

......................

"Uhuk uhuk uhuk uhuk," Nenek Dimas memegang dadanya yang perih, nyeri. "Ternyata tidak mudah mengalahkan anak Darian. Makhluk itu, bagaimana caranya mendapatkannya. Aku harus tahu cara mendapatkannya." Kata Nenek Dimas.

"Ibu baik baik saja?" Erina khawatir belum pernah melihat Ibunya terluka. Selama ini Ibunya yang selalu membuat orang terluka bahkan tidak segan untuk membunuh korbannya.

"Ibu akan beristirahat untuk beberapa hari ke depan. Kekuatan Ibu berkurang. Tolong jangan dicari dan jangan diganggu." Nenek Dimas masuk ke dalam ruangannya yang gelap. Di dalam sudah ada yang menunggu.

"Jika ingin kekuatanmu kembali, korbankan perempuan yang bersama Cucumu sekarang!" perintah makhluk besar berbadan panjang menyerupai ular berkepala manusia.

"Kenapa harus dia, Ratu?" tanya Nenek.

"Karena dia memiliki kekuatan yang luar biasa." Ujar Ratu ular.

Nenek Dimas diam. Di satu sisi dia sangat menyayangi Dimas dan selalu menuruti kemauannya. Tapi di sisi lain dia ingin menguasai dunia dengan ilmu hitamnya. "Biarlah Dimas yang mengorbankan kebahagiaannya demi ambisi serakah sang Nenek. Toh wanita banyak yang lebih cantik." Nenek Dimas dengan senyum menyeringai.

Di dalam Villa , Dimas selalu memandang penuh nafsu kepada Okta, meskipun di bawah pengaruh pelet, Okta sama sekali tidak bisa tersentuh. Beberapa kali Dimas hendak melecehkan selalu saja gagal. Ingin mencium pipi pun serasa ada yang mendorong tubuhnya tuk menjauh, cuman bisa berpegangan tangan. Serasa ada yang melindungi Okta. Dimas semakin resah, bagaimana cara mendapatkan Okta sepenuhnya. Okta sudah di sisinya, tapi hatinya tidak untuk Dimas. Lama-lama Dimas semakin dalam mencintai Okta. Okta semakin tidak tersentuh.

Itu semua karena Lian. Dengan sisa tenaga yang ada Lian hanya mampu melindungi Okta dari niat jahat Dimas. Lian belum bisa berbuat banyak karena tenaganya belum sepenuhnya pulih. Lian masih belum bisa menampakan diri. Lian berdiri di hadapan Okta.

"Okta, bersabarlah." Lian menatap Okta.

Okta mendengar suara Lian. Lian, selamatkan aku. Batin Okta.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Aku Bore
Ceritanya lucu, sedih, seru
Ais
lucu, seru
cho mel
/Good//Good//Good//Good//Good/
Anai
seru
Utuh Kelana
suka sekali
Utui
👍👍👍👍👍
Handsome
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Cogan
😁😁😁😁😁
Waluh
sangat menarik, ada horornya, romantis, lucu
Si Jun
seru, lucu, horor
Saka
🤣🤣🤣
Tia
⭐⭐⭐⭐⭐
Rosanti
suka 👍🏻
Kimberly
😍
Ola
mantap
Kutu
bagus
Nastar
🤣🤣🤣😂😂😂
Rose
🤣😂
Rose
🤣
Wings
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!