Leon seorang duda beranak satu. Walaupun istrinya sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Namun ia tetap setia pada mendiang sang istri.
Selama 6 tahun juga Leon mengubur hasratnya dalam-dalam, ia tidak mau menyentuh wanita manapun, hanya fokus memberikan kasih sayang pada anak perempuan satu-satunya.
Namun pertemuan tidak sengaja dengan seorang janda yang bernama Jenny. Telah mengubah hidupnya. Jenny seorang janda kesepian yang tidak bisa mengendalikan emosi. Tindakannya yang brutal, tanpa sengaja telah merenggut kesetiaan Leon pada mendiang istrinya.
Jiwa duda Leon pun dibuat rindu oleh seorang Jenny. Ia melamar Jenny tapi di tolak. Karena Jenny masih memiliki trauma dengan pernikahan pertamanya.
Apakah Leon akan menyerah begitu saja..?? Apakah Jenny bisa mengatasi rasa takut pada yang namanya pernikahan..??
Yuks...ikuti kisah percintaan manis antara seorang janda dan duda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 KENCAN PERTAMA
"Widya...Widya...wooiii..!!" ujar Fitri memanggil temannya
"Plaakkk...!!!" punggung Widya di tepuk kencang
"Yaaa...!! Ampun..!! Fitrii..!!" teriak Widya kesakitan
"Lagian bengong aja nih dari tadi pagi" ujar Fitri keheranan
"Sorry lagi gak fokus" ujar Widya alisnya mengkerut
"Kenapa lu masih putus cinta sama Lesley??" ujar Fitri penasaran
"Bu...bukan, udah gak masalah, siapa juga mau sama suami orang" ujar Widya mengelak
"Makanya konseeennn..!!! Jangan bengong" ujar Fitri lalu kembali mengangkat kain gorden
"Hah~" Widya menghela nafas, ia masih tidak bisa lupa kejadian kemarin malam, saat itu ia ingin menemui Lesley karena tidak ingin menyerah walaupun dia suami orang, tapi tak disangka ia melihat nona Jenny masuk ke kamar Lesley.
Karena sangat penasaran, Widya mencoba mencari tahu, tidak disangka ia malah mendengar suara haram ,"#+&*$@~". Sungguh tidak menyangka nona Jenny akan bermain-main dengan si supir ganteng, memang sih nona yang satu itu agak brutal.
"Jangan suka fitnah..!!!" ujar bu Gendhis
"Aku lihat sendiri, nona Jenny masuk ke kamar Lesley..!!!" ujar Widya melaporkan pada kepala pekerja
"Nona Jenny wanita baik-baik, lagian si Lesley itu udah punya istri dan anak" ujar Gendhis
"Aku gak bohong..!!!" ujar Widya
"Dengar..!! kalau memang itu benar, kasih saya buktinya...!!!" ujar Gendhis dengan tegas
"Baiklah, akan ku buktikan..!!!" ujar Widya langsung pergi dengan kesal
"Ada aja deh~, anak muda jaman sekarang" ujar Gendhis keheranan
__________________
"Okay untuk menu makan malam, sudah ada beberapa yang aku catat" ujar Jenny sedang diskusi dengan ibunya
"Hmm..~ ya lumayan oke juga pilihan kamu, setelah dua tahun akhirnya bisa kita adakan lagi acara makan malam spesial ini" ujar Herlina sangat bersemangat
Keluarga Matson selalu mengadakan acara makan malam spesial setahun sekali, dikediaman Harlord dan Herlina, biasanya akan hadir tamu-tamu dari luar kota, yang tentu saja masih bersaudara dengan Harlord suami Herlina.
"Oww.. ya Jenny sayang, sebenarnya mama mau menjodohkan kamu, tapi tenang sayang tidak secara langsung kok" ujar Herlina masih khawatir soal masa depan Jenny
"Astaga ma, gak perlu deh~" ujar Jenny
"Tenang sayang, perjodohannya kamu saja yang pilih, mama hanya mengundang mereka saja, selebihnya mama serahkan semua ke kamu, mama cuma minta tolong para saudara dari pihak papa kamu untuk mengundang para kenalan mereka" ujar Herlina
"....."Jenny terdiam, ia senang ibunya peduli
"Hmm~ ya sudah deh" ujar Jenny tidak mau mengecewakan mamanya
"Carilah kebahagiaanmu ya nak" ujar Herlina berharap Jenny bisa jatuh cinta lagi
"......" sebenarnya Jenny sudah menjalin hubungan dengan Leon pria yang ia cintai, tapi masih suka merasa takut untuk melangkah ke pernikahan
_________________
Jakarta, 2022
"Jenny coba pakai" ujar Leon memakaikan bando kelinci ke kepala Jenny
"Hehehe~, aku terlalu tua untuk ini" ujar Jenny malu-malu melihat di cermin
"Kau terlihat makin manis nona" ujar Leon. Menggoda
"Astaga~ jangan mulai deh, oh kamu cocok loh jadi kucing liar" ujar Jenny memakaikan bando kucing pada Leon
"Hahaha...~" ujar Leon tertawa geli melihat dirinya di cermin
Khusus hari ini mereka berdua sedang berkencan ke taman bermain dunia fantasi, tentu saja ini menjadi kencan pertama mereka, Leon berpura-pura ijin mengambil cuti, Jenny berpura-pura pergi konsultasi ke dokter, sudah lama sekali mereka berdua merencanakan kencan hari ini, sambil bergandengan tangan berjalan dengan riang,
mereka merasa bebas tanpa ada yang mengenali, karena wajib memakai masker.
"Kyaaa seru sekaliii...~" Jenny senang menaiki Jet coster
"....." Leon syok
"Bagaimana selanjutnya kita naik itu" ujar Jenny menunjuk ke wahana tornado
"......" Leon pasrah
"ASTAGAAA kepalaku pusing" teriak Jenny
"Hoeekkk" Leon tidak tahan lagi, ia sangat mual
____________
"Minum teh ini dulu, biar mualnya hilang" ujar Jenny terus mengelus-elus punggung Leon
"Gak nyangka wahana-wahana disini sangat ekstrim" ujar Leon pertama kali ke taman bermain
"Hehehe~, habis ini kita nonton pertunjukan aja, aku gak tega sama kamu" ujar Jenny
"Baiklah.....~" ujar Leon senang Jenny sangat pengertian padanya
Pertunjukan Actionnya akan segera di mulai, para penonton mulai masuk, Jenny dan Leon duduk sambil bergandengan tidak sabar melihat sehebat apa pertunjukan yang akan di gelar.
"DUARR...DUARR..DUARR...!!!!" suara-suara ledakan kecil terdengar, lalu muncul musik-musik yang bikin tegang, seorang aktor dengan lihai melompat-lompat, membuat para penonton bertepuk tangan, semua yang bermain sangat profesional, pertunjukan Actionnya benar-benar seperti menonton sebuah film di bioskop, sampai ada adegan mobil jatuh, dan mengeluarkan api.
"Prokk..prokk...prokk...prokk" Semua penonton bertepuk tangan meriah, pertunjukan pun ditutup.
"Luar biasa, seru sekali~" Jenny sangat puas menonton
"Iya semuanya bagus, aku sampai ikut tegang loh" ujar Leon sangat puas
Langit sudah gelap, tapi mereka belum mau melepaskan genggaman tangan.
"Kita makan malam dulu ya, aku sudah reserve untuk dinner spesial" ujar Leon
"Wow..~ baiklah" Jenny sangat menantikan makan malam romantis
_____________
Leon membawa Jenny ke dermaga, ada restoran di tengahnya dikelilingi laut, juga band yang bermain musik di panggung, membuat suasana lebih romantis.
"Hmm~ makan malam yang nikmat" ujar Jenny sangat menikmati
"Syukurlah kamu sangat suka, sejujurnya aku sangat gugup Jenny, ini benar-benar kencan pertamaku setelah ditinggalkan Sarah tujuh tahun yang lalu" ujar Leon malu-malu
"Leon..~ aku senang sekali mendengarnya, sebenarnya ini juga kencan pertamaku setelah bercerai" ujar Jenny sangat bahagia merasa jadi sangat spesial
"Jenny~, aku juga sangat senang mendengarnya" ujar Leon sambil menggenggam tangan Jenny
"DUARR...DUARR..DUARR...!!!" tiba-tiba kembang api meluncur di atas mereka memberikan banyak warna di langit malam, Jenny kaget dan terpukau melihat kecantikan warna-warna di langit malam.
"Bagus sekali kembang apinya" ujar Jenny masih terus melihat kembang api
"Jenny~" ujar Leon yang sedang berlutut, sambil memegang tangan kekasihnya
Melihat gesture tubuh Leon, Jenny tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.
Leon mengeluarkan sekotak cincin yang cantik, tatapan matanya penuh harapan.
"Will you marry me, Jenny" ujar Leon sambil berlutut