Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17. Antara Mulai Waspada dan Tetap Tidak Perduli
Malam itu di kediaman utama Jenderal Ling Guojin, Ling Yaofei berjalan mondar-mandir penuh rasa gelisah. Wajah cantiknya yang biasanya beraura lembut nan anggun, kini menekukkan amarah yang kentara serta rasa tidak percaya yang hebat.
Bagaimana mungkin, rencana untuk menjebak Ling Qingxue yang sudah dia susun bersama kedua pelayan setianya yang sudah modar, bisa gagal, bahkan gagal total?
Bagaimana bisa Ling Qingxue membalikkan keadaan 180 derajat dengan amat mudahnya?
Bahkan akibat kegagalan itu dia harus menelan pil pahit, kedua pelayan setianya mati terkena hukuman cambuk, akibat penghianatannya dengan terpaksa.
Terdengar langkah kaki yang teratur mendekat ke arah Ling Yaofei. Seketika dia menoleh, tampak Su Yinfei, ibu kandungnya, berjalan dengan anggun nan elegan memasuki ruangan ini.
Gaunnya yang terbuat dari sutra halus berwarna cerah nan lembut yang dia kenakan, memancarkan aura seorang nyonya bangsawan dan seorang istri sah Jenderal Besar Kerajaan.
Namun wanita yang selalu tampil cantik itu, seketika alisnya bertaut heran melihat putri kesayangannya tampak resah dan gelisah.
"Ada apa kamu kemari, Yao'er?" tegurnya penuh kelembutan. "Malam sudah selarut ini...."
Ling Yaofei langsung menghampiri dengan cepat, lalu berkata sedikit merajuk manja.
"A Niang, dari mana saja? Aku sudah cukup lama menunggumu di sini."
"Aih... kamu ini, A Niang baru saja pulang dari pertemuan keluarga," sahut Su Yinfei setelah duduk di kursi bersama sang putri.
"Ada apa denganmu?" Su Yinfei menatap putrinya penuh perhatian. "Kamu... tampak risau dan gelisah begitu? Coba cerita sama A Niang!"
Ling Yaofei menarik napas sejenak, lalu menceritakan tentang kejadian yang terjadi hari ini dengan lancar. Menceritakan tentang rencananya hendak menjebak Ling Qingxue, namun tidak disangka malah jebakannya berbalik kepadanya tanpa dia bisa berkutik.
Dia juga menceritakan tentang bagaimana kedua pelayan setianya mati karena terkena hukum cambuk, akibat ulah Ling Qingxue.
"Kamu bilang anak bodoh itu berhasil membalikkan tuduhan dengan mudah?" kejutnya seakan tidak percaya seraya mengernyit alis cukup dalam. "Itu tidak mungkin, sungguh tidak mungkin!"
"Ling Qingxue hanyalah gadis bodoh yang tidak punya kemampuan apa-apa, dan lagi selalu bertindak ceroboh...."
"Tapi, Niang, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," Ling Yaofei mencoba lebih meyakinkan ibunya. "Dia... seperti berbeda sekarang ini...."
"Dia tidak lagi merasa takut atau berteriak-teriak seperti biasanya," lanjut Ling Yaofei begitu geram penuh dendam saat menceritakannya. "Dia begitu tenang, tirak ada rasa takut sama sekali pada dirinya...."
"Bahkan... dia seperti punya ilmu sihir, pandai memanipulasi keadaan. Sampai-sampai membuat Lian Gege dan Chen Gege mempercayainya...."
"Benar-benar membuatku makin benci dan dendam kepada gadis jelek dan bodoh itu!"
Beberapa detik lamanya Su Yinfei terdiam memikirkan tentang semua yang diceritakan Ling Yaofei barusan. Kejadian ini memang terdengar tidak masuk akal, pikirannya masih sulit untuk mencerna.
Su Yinfei selalu mengikuti perkembangan Ling Qingxue semenjak kecil. Dia selalu melihat jika Ling Qingxue itu adalah gadis yang selalu mengejar kasih sayang dan perhatian ayah dan kedua kakaknya. Gadis yang selalu bertingkah bodoh yang mudah dipermainkan.
Perlu diketahui, dialah dalang mengenai racun yang mengendap di dalam tubuh Ling Qingxue selama bertahun-tahun.
Namun sekarang, kenapa terjadi hal yang sebaliknya? Apakah racun yang melemahkan saraf dan kekuatannya sudah sembuh?
Jika apa yang diceritakan putri kesayangannya ini benar, maka bisa jadi telah terjadi sesuatu pada Ling Qingxue, yang bisa jadi ancaman bagi mereka, ibu dan anak.
Lebih daripada itu, jika benar racun di dalam tubuh Ling Qingxue sudah musnah, petaka lebih besar lagi akan mereka hadapi.
"Kamu yakin tidak salah lihat, Yao'er?" tanya Su Yinfei ingin benar-benar meyakinkan hatinya.
"Benar, A Niang, aku yakin tidak salah lihat," sahut Ling Yaofei mengangguk pasti.
"Aku dapat merasakan... jika tatapannya begitu dingin dan tajam," lanjut Ling Yaofei. "Sampai-sampai aku dibuat takut bertatapan langsung...."
"Nada bicaranya begitu kuat dan tegas. Dan... dia seperti tahu cara membuat seseorang percaya akan ucapannya. Aku seperti merasakan sesuatu pada dirinya, dia seperti memiliki kekuatan...."
"Dan, Niang..., racun yang kita berikan sepertinya sudah sembuh.... Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, Niang...."
Su Yinfei kembali terdiam merenung. Jika Ling Qingxue memang telah berubah, jika dia memang sudah sembuh dari racun yang mereka berikan, maka --sekali lagi-- hal itu merupakan ancaman bagi mereka.
"Jika begitu, kita mesti lebih hati-hati terhadapnya mulai sekarang," cetus Su Yinfei kejap berikutnya. "Kamu tidak boleh lagi bertingkah gegabah seperti tadi."
"Jika hendak bertindak kepadanya," lanjutnya, "kita harus benar-benar memikirkannya secara matang."
"Jika memang demikian, Ling Qingxue benar-benar telah berubah, kita harus mecari cara yang lebih halus dan lebih ampuh lagi untuk menyingkirkannya, tanpa kita mudah terseret lagi seperti tadi...."
"Selain menggunakan racun, karena itu sepertinya sudah tidak efektif lagi, dan cukup beresiko jika kita menempuh jalur itu lagi...."
"Tapi aku tidak akan membiarkan wanita bodoh itu menang kali ini, A Niang," geram Ling Yaofei penuh amarah dan kebencian, "aku akan menjatuhkannya, aku akan membuatnya terusir dari rumah ini....!"
"Lakukanlah sesukamu, tapi dengan amat hati-hati, Yao'er," dukung Su Yinfei sepenuh hati. "Ingat! Kamu harus memastikan kali ini kamu tidak bakalan gagal lagi...."
Ling Yaofei mengangguk pasti penuh semangat dan percaya diri. Sepasang matanya begitu tajam, penuh bara amarah, dendam dan kebencian sekaligus kedengkian.
Sementara itu, malam semakin larut, angin malam yang dingin berhembus cukup kencang, seakan menebarkan aroma kebencian dan kedengkian yang begitu dingin.
★☆★☆
Semenjak kejadian tragis di hari itu, suasana di kediaman mewah nan megah Jenderal Besar Ling Guojin tampak sedikit mengalami perubahan.
Para pelayan --termasuk pelayan-pelayan Ling Yaofei-- yang dulu selalu mencemooh, menghina, bahkan menindas Ling Qingxue, sekarang mereka amat bertindak hati-hati jika berhubungan dengan Ling Qingxue.
Tidak ada lagi tatapan mencibir dan meremehkan, tidak ada lagi bisik-bisik menghina saat para pelayan itu melewati gubuk kecil Ling Qingxue. Bahkan tidak sedikit dari mereka lebih memilih menghindari untuk lewat di areal paviliun kecil gadis itu.
Sementara apa reaksi Ling Qingxue?
Gadis cantik laksana bidadari itu bersikap seolah tidak perduli sama sekali perubahan yang terjadi di kediaman Jenderal Ling. Bahkan tidak menunjukkan dirinya di hadapan siapa pun.
Dia lebih memilih untuk tetap berada di paviliun kecilnya yang sederhana. Memusatkan diri meningkatkan semua teknik bela dirinya yang pernah dia pelajari di akademi, termasuk lebih memantapkan penguasaan teknik bela diri dari sistem.
Di dalam keheningan paviliunnya, dia terus meningkatkan kultivasinya, meningkatkan penguasaan elemen api dan elemen es.
Pada suatu ketika di suatu pagi yang cerah, di dalam hutan yang terletak cukup jauh dari belakang rumah kecilnya, Ling Qingxue tampak sibuk melatih teknik bela diri yang di dapat dari sistem.
Tidak terlalu jauh dari tempatnya berlatih, tampak Liu Xui juga sibuk melatih teknik bela diri yang telah diajarkan oleh sang nona muda.
Perlu diketahui, setelah Ling Qingxue memeriksa dirinya, ternyata Liu Xui memiliki bakan kultivasi.
Maka tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Ling Qingxue segera membuatkan pil untuk mengaktifkan meridian Liu Xui. Lalu mentransfer energi spiritual ke dalam tubuh Liu Xui untuk membangunkan elemen bawaannya, yaitu elemen angin.
Maka semenjak saat itu, setiap kali Liu Xui berlatih teknik bela diri, dia mampu menyalurkan energi spiritualnya ke sekujur gerak tubuhnya, membuat gerak jurus-jurus bela dirinya lebih berenergi dan mengandung kekuatan tenaga dalam yang tidak bisa dianggap remeh.
Tampak Ling Qingxue begitu cepat dan begitu lincah memainkan setiap jurus yang telah dikuasainya. Sedangkan udara di sekitar tempatnya berlatih, kadang berubah panas, sebentar kemudian berubah dingin.
Sementara di sekitar tempat Liu Xui berlatih menghembus gelombang angin yang cukup kencang. Meski belum sehebat nona muda-nya, namun setiap gerakannya dalam memainkan teknik bela diri sudah dikategorikan cepat dan lincah bagi tingkat pemula seperti dirinya.
Liu Xui memang pelayan setia yang berbakat.
★☆★☆
Sementara itu di paviliun milik Ling Yujian, tampak jenderal muda itu duduk termenung di serambi depan paviliunnya. Semenjak kejadian waktu itu, pikirannya kerap dihinggapi tentang sosok Ling Qingxue, adik kandungnya, yang dia rasa telah berubah.
Bagaimana bisa gadis itu yang dulunya begitu bodoh dan lemah, kini tampil bagai orang yang cerdas penuh perhitungan, bahkan punya keberanian dan kekuatan yang menakutkan?
Saat itu Ling Yuchen lewat dan melihat sang kakak seperti memikirkan sesuatu yang serius, lantas menegurnya.
"Da ge, kamu sedang memikirkan apa?"
Ling Yujian segera menoleh, lalu menghela napas yang seolah cukup berat, lantas berkata bernada mendesak agak berat.
"Ling Qingxue.... Aku merasa dia telah berubah...."
Mendengar nama yang menyebalkan itu disebut, Ling Yuchen mendengus jengkel.
"Hah! Apa kamu sudah mulai terpengaruh oleh tipuannya?" dengusnya begitu dingin dan sinis. "Apa kamu sudah mulai bersimpati padanya, hanya lantaran dia mempertunjukkan sesuatu yang seolah-olah pertunjukan hebat?"
"Yuchen, apa kamu tidak menyadarinya?" kata Ling Yujian kembali menatap ke depannya semula. "Dia tidak lagi berbuat keributan di sini hingga detik ini; tidak lagi merengek-rengek atau berteriak-teriak di sini, seperti yang biasa dia lakukan...."
"Gadis itu tidak lagi berusaha menarik perhatian kita...."
"Alaaah, kamu jangan sampai tertipu permainan liciknya," tanggap Ling Yuchen dengan santai. "Dia hanya memainkan trik baru yang konyol, demi untuk menarik perhatian kita. Gadis pembawa sial itu memang selalu seperti itu sejak dulu, kamu juga tahu hal itu."
"Apa kamu percaya jika seseorang bisa berubah secepat itu? Asal kamu tahu, aku sama sekali tidak percaya!"
Ling Yujian sejenak terdiam, memikirkan semua ucapan Ling Yuchen barusan yang memang masuk akal.
Tidak mungkin Ling Qingxue bisa berubah secepat itu. Pasti itu akal-akalan dia saja, demi memainkan trik baru dalam menarik perhatian mereka.
"Mungkin kamu benar, Yuchen," cetusnya kemudian seraya mengangguk pelan, setelah berpikir agak lama.
Bagi mereka, Ling Qingxue masihlah seperti dulu, gadis bodoh yang tidak berguna yang selalu ingin diakui.
Sementara mereka tidak menyadari bahwa mulai saat dia hidup kembali, Ling Qingxue tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti dahulu.
Yang Ling Qingxue inginkan hanyalah, bagaimana agar supaya dia menjadi lebih kuat hari demi hari, agar dapat membalas semua rasa sakit hati --detik demi detik-- kepada mereka semua di kehidupannya yang dulu.
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,