Leah oliver seorang gadis biasa yang datang kekota untuk menggapai cita-cita nya harus mengalami lika liku cinta antara kakak beradik .
Leah mencintai Clark Medina tapi Leah tak ingin menyakiti hati Tristan .
apakah yang harus Leah lakukan?
jika ingin tau baca kisahnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayudia Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 17
Leah tertegun bagaimana bisa mereka bertemu setelah kejadian itu , Leah merasa canggung dan masih kesal dengan Clark. Bahkan pria itu belum minta maaf padanya.
" aku harus menghindar darinya sebisa mungkin!..." ujar Leah dengan penuh keyakinan.
...***...
Clark sendiri merasa ragu untuk masuk kedalam rumah nya , saat memasuki rumah Clark mulai mengedarkan pandangannya .
" sepertinya gadis itu d ipaviliun syukurlah..." ujar Clark dalam batinnya.
" Clark , akhirnya kamu pulang nak ..." Sambut Lusi pada putranya.
Clark tersenyum tipis.
" aku hanya sebentar disana ma tidak usah berlebihan seperti itu..." Clark merasa mamanya sangat berlebihan padahal Clark sudah sering pergi keluar kota bahkan keluar negeri tapi mamanya selalu saja bersikap seolah Clark pergi cukup lama , tapi memang begitulah seorang ibu apa lagi jika ditinggal pergi oleh anaknya.
Lusi tersenyum , anaknya yang satu ini sangat dingin . Lusi sangat berharap Clark segera bertemu dan menyukai seorang gadis tapi Lusi melihat kecocokan antara Clark dan Leah sehingga wanita paru baya itu berniat mendekatkan Leah dan Clark.
" Clark bersihkan dirimu dan segera lah turun untuk makan , mama sudah siapkan makanan kesukaan mu nak..." mendengar ucapan Lusi Clark tersenyum singkat lalu menuruti perintah mamanya dan segera membersihkan dirinya.
Clark berjalan menuju tangga , Leah lalu keluar dari dapur dan tidak sengaja tatapan mereka bertemu, Leah tersentak dan langsung berbalik menuju dapur lagi agar dia tidak bertatapan lagi dengan Clark. Sedangkan Clark pria itu juga buru buru menaiki tangga agar cepat sampai dikamarnya.
" ya Tuhan kenapa rasanya sangat canggung bertemu dengan tuan Clark..." Leah mengelus dadanya sendiri.
" tenang Leah , semuanya akan membaik seperti sebelumnya..." ujar Leah meyakinkan dirinya.
" apanya yang membaik bad?.." tanya nadia yang baru saja masuk kedalam dapur.
Leah terkejut dan langsung memikirkan alasan apa yang akan dia katakan pada mamanya.
" se-semuanya baik ma , maksudku makanannya terlihat enak ..." ujar Leah dengan terbata bata.
Nadia hanya menggeleng melihat gelagat Leah yang tidak seperti biasa.
" ayo bantu mama menata makanan ini .." ujar Nadia , Leah lalu mengangguk dan melakukan apa yang mamanya suruh tadi.
Setelah selesai menata meja , Leah meminta ijin untuk kembali kepaviliun, agar Leah bisa menghindar dari bertemu dengan Clark. Tapi sayangnya Lusi tidak memperbolehkan Leah kembali kepaviliun, Lusi ingin Leah memanggil Clark , karna pria itu belum turun juga .
" biar saya saja yang memanggil tuan Clark ..." ujar Nadia.
Lusi menggeleng dan tersenyum pada Nadine .
" Leah sayang tolonglah , mama mu itu masih ada pekerjaan jadi lakukan yang ku pinta ..." ujar Lusi , Leah mana bisa menolak permintaan Lusi apa lagi dengan kata kata yang manis seperti itu.
" baiklah saya akan memanggil tuan ..." sahut Leah .
Leah menarik nafas sebelum menginjak anak tangga pertama , Leah lalu menuju kamar Clark dan saat didepan kamar pria itu , Leah mulai berkeringat sungguh dia belum siap untuk bertemu dengan Clark setelah kejadian tempo hari .
Menarik nafas panjang untuk yang kesekian kalinya, Leah lalu mengetuk pintu kamar Clark , Clark yang baru saja selesai mandi langsung saja melempar handuk yang ia genggam tadi dan menuju pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuk .
Saat membuka pintu, Clark mengerutkan keningnya orang yang mengetuk pintu kamarnya malah memunggungi dirinya .
" nyo-nyoa memanggil anda ..." ujar Leah dengan terbata bata tanpa melihat wajah Clark.
" apa mamamu mengajarkan mu sopan santun?..." pertanyaan Clark membuat Leah marah kenapa Clark membawa bawa mamanya sekarang.
Leah langsung berbalik dan melihat wajah Clark. Clark menyeringai akhirnya Leah menatap nya lagi. Beberapa detik mereka diam dan Clark kembali bicara.
" menyebalkan ..." dengus Leah dalam hatinya.
" kenapa kau menatapku?.." tanya Clark.
Leah langsung mengalihkan pandangannya.
" sekarang turunlah aku akan segera kesana..." ujar Clark dan tanpa menunggu apa apa Leah langsung berlari kecil.
" hey tunggu.." tahan Clark untung saja Leah belum terlalu jauh dari jangkauan nya.
" maafkan aku soal kejadian itu..." ujar Clark lalu segera menutup pintu kamarnya. Leah terdiam baru saja Clark minta maaf padanya .
" dia meminta maaf ..." ucap Leah dengan senyum yang merekah .
" tapi kenapa aku senang? ... Leah ada apa dengan mu aku tidak akan memaafkan dirinya semuda itu enak saja dia itu telah mencium ku , aku tidak mau memaafkan dirinya, dan satu lagi karna kebohongan itu aku menjadi takut bagaimana jika diam diam ada wartawan yang memotret ku lalu menjadikan nya sebuah artikel yang berkaitan dengan Clark. ..." geram Leah.
Dibalik pintu kamarnya, Clark tersenyum melihat tingkah laku Leah membuat nya tersenyum , gadis itu benar benar lucu. tapi Clark lega dia sudah meminta maaf , Clark mana tau kalau Leah belum sepenuhnya menerima maaf dari nya.
...***...
Clark makan dengan tenang , bersama mama dan Tristan adiknya sedangkan Leah , Nadia dan pekerjaa lainnya kembali ketempat mereka. Di tengah makan mereka Tristan mulai bicara.
" kak jangan lupa bulan depan aku wisuda kakak harus datang ..." ujar Tristan dengan penuh penekanan , Tristan ingin Clark juga hadir saat acara wisuda nya Tristan tau kakaknya itu sangat sulit untuk diajak kemana mana karna kesibukan yang dimiliki oleh kakaknya itu.
" jangan bicara saat mulutmu penuh dengan makanan..." sahut Clark. Dan Tristan langsung cemberut dia sudah bicara panjang lebar tapi reaksi kakaknya hanya seperti itu.
" ka.. kau mendengarkan ku atau tidak ?..." usut Tristan yang mulai kesal sedangkan Clark fokus menghabiskan makanannya .
" sudah sudah , Tristan habiskan makananmu nak..." ucap Lusi , Lusi tidak mau kedua anaknya ini bertengger , Lusi mana tau jika suatu saat akan ada perselisihan diantara kedua putranya ini karna seorang wanita.
" akan ku usahakan untuk hadir tapi aku tidak janji ..." ujar Clark , Tristan lalu tersenyum.
" kakak lupa yah aku kan belum meminta hadiah yang lain dari mu , kemarin saat dipesta aku memintamu untuk bernyanyi tapi kakak tidak mau jadi aku ingin hadiah yang lain ..." ujar Tristan.
Clark belum menyahut, pria itu sibuk membersihkan bibirnya karna ia baru saja selesai dengan makannya .
" hadiah apa yang kau inginkan , jangan minta hal konyol seperti kemarin..." ucap Clark.
" kak , aku hanya ingin kakak hadir dalam wisuda ku , kakak sangat sibuk apa kakak tidak rindu menghabiskan waktu denganku ..." ujar Tristan.
" kita sudah dewasa jangan berpikir kekanakan !.." tekan Clark .
Lusi tersenyum.
" Clark turuti saja dia , Tristan benar kau sangat sibuk sehingga jarang meluangkan waktu untuk kami , mama ingin Minggu ini kita berlibur kevilla keluarga kita ..."sahut Lusi.
Clark ingin protes tapi melihat tatapan memohon mamanya dia pun mengangguk setuju.
...***...
Sekitar pukul 2 siang , Leah baru saja pulang dari kampus , gadis itu mampir ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli beberapa keperluan nya .
Saat Leah sedang sibuk melihat lihat barang yang akan ia beli , Ivan entah dari mana tiba tiba saja muncul dan membeli sesuatu.
Leah Panik dan mencoba untuk tidak bertemu dengan Ivan , Leah berusaha menutupi wajahnya dengan barang yang ia beli , jangan sampai Ivan melihat dan mengenalinya karna Leah sekarang hanya memakai pakaian sederhana dress selutut biasa dengan tas yang tidak mahal , bagaimana jika Ivan bercerita pada teman-teman Clark yang lain dan Clark bisa tau , Leah pasti akan kena marah oleh pria itu.
Leah terus berusaha untuk tidak terlihat oleh Ivan sayangnya Leah tidak sengaja menjatuhkan sesuatu yang membuat Ivan melihat kearah nya.
Bersambung...
tapi ikannya ngga dapat dapat
jd penasaran