Indonesia
NovelToon NovelToon
Teror Pocong Di Desa Pakis Rejo

Teror Pocong Di Desa Pakis Rejo

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Hantu / Tamat
Popularitas:172.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Endah puji astuti

Cerita ini hanya fiksi belaka. 100% murni hanya khayalan author semata. Tapi ada beberapa yang merupakan cerita dari nenek saat author masih kecil yang memang nenek berasal dari desa sana. Entah benar atau tidak, yang pasti sekarang author hanya ingin bercerita tentang sebuah kejadian dimana disebuah desa ada teror dari pocong yang menggemparkan warga. Entah dari mana asalnya dan bagaimana mulanya, mari kita ikuti cerita yang satu ini. "Aku" disini sebagai nenek dari author yang masih anak-anak akan menceritakan kisah tentang kejadian teror pocong tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Mencurigakan

Pak Dayat menunduk pasrah saat warga mendesak untuk mengijinkan pembongkaran makam anaknya. Sedangkan istrinya hanya mampu terisak sambil terus memandang makam anaknya yang malang.

"Salah kita apa, Pak? Sampai anak kita tidak bisa tenang meskipun sudah meninggal." isak Bu Dayat menyayat hati para orang tua. Bagaimana tidak, mana ada orang tua yang mau hal seperti itu terjadi pada keluarganya.

"Kami hanya ingin mencari tahu kebenaran saja, Bu. Kami tidak menyalahkan Samsul yang sudah meneror. Justru kami ingin membantunya supaya bisa tenang dan tidak mengganggu kami lagi." ucap salah satu warga membuat tangis Bu Dayat semakin menjadi. Sakit hati rasanya sang anak di perlakukan tak sepantasnya.

____________

"Sudah, sudah, sudah. Semua kembali ke rumah masing-masing." Pak Sukma akhirnya ikut turun tangan menengahi perkara ini. Warga akhirnya menurut apa yang dikatakan Pak Sukma untuk tak melanjutkan niatnya membongkar makam.

"Untuk apa kita mengganggu Nak Samsul yang sudah tenang di alasnya. Kita seharusnya mendoakan supaya diampuni segala dosa-dosanya." tutur Pak Sukma memberi wejangan.

Aku yang turut serta ke makam ikut mendengarkan wejangan dari Pak Sukma. Begitu juga Pak Kyai juga ikut hadir untuk menengahi.

Disaat para warga sedang serius mendengarkan wejangan dari Pak Sukma dan Pak Kyai, mataku tertuju pada sebuah tempat yang agak rimbun tak jauh dari makam. Entah apa yang membuatku merasa ingin terus melihat ke arah sana.

"Pak." panggilku pelan pada Bapak.

"Hhmmm ... "

Aku menunjuk kesebuah semak yang mengusik perasaanku untuk melihat kesana.

"Itu disana apa?" tanyaku sambil menunjuk ke arah semak belukar.

"Ada apa memangnya?" Bapak menunduk dan ikut mengamati.

"Pak, maaf. Seperti ada yang bersembunyi disana." bisik Bapak pada Pak Kades.

Pak Sukma yang diberi tahu oleh Bapak langsung melirik ke arah yang ditunjukan oleh Bapak.

Entah apa yang Pak Sukma dan Pak Kyai obrolkan, namun tiba-tiba Pak Kyai pamit untuk kembali terlebih dahulu karena ada hal yang penting. Kembali Pak Sukma menasehati para warga untuk tak melakukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Meskipun teror itu juga mengganggu keluarganya, namun Pak Sukma berharap ada jalan keluar lainnya yang lebih manusiawi selain membongkar kembali makam yang sudah berumur sebulan hanya untuk memastikan arwah sang mayat tidak kembali menghantui.

"Heeiiii ... jangan lari."

Kami semua menoleh ke arah suara. Ternyata Pak Kyai mengejar seseorang yang sedari tadi mengintip di belakang semak belukar yang ku amati tadi. Badanku gementar, kaget campur takut. Mengapa ada orang mengendap-endap di kuburan dan mengintai kami semua.

Pak Kyai berlari mengejar seseorang yang ternyata seorang laki-laki. Dengan postur yang tinggi dan berkaki panjang, tentu saja sosok itu cepat menghilang di balik rimbunnya pepohonan.

"Pak, itu mirip seperti yang kita lihat waktu itu." bisikku pada Bapak. Bapak tak menggubris ucapanku. Beliau malah menyuruhku untuk cepat pulang dan jangan datang ke makam lagi.

"Kamu pulang saja, Nduk. Bapak nanti menyusul."

"Bapak mau kemana? Minah takut." aku memegang erat lengan Bapak.

"Bapak mau bantu Pak Kyai dan yang lainnya mencari orang itu. Minah pulang sekarang, ya." pinta Bapak. Ada beberapa anak seumuranku dan bahkan lebih besar dariku ikut ke makam juga. Sama sepertiku, mereka juga diminta untuk pulang oleh orang tuanya. Aku berlari secepat mungkin untuk sampai di rumah. Perasaanku mengatakan sosok itu terus mengawasi dan mengikuti kemanapun aku berlari.

1
Mirnawati Mirna
seruuu
Sri Ningsih
kereeen...dei kisah ini ada bnyk pesan tersirat lho...semoga bijak memahaminya👍👍👍
Endah_Merry: terimakasih banyak sudah berkenan mampir membaca cerita receh ku, kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
si ibu ngelawak😭😭
Shyfa Andira Rahmi
pengeeennn🥹🥹🥹
Shyfa Andira Rahmi
cape ngeliatin x Tun😁😁
Shyfa Andira Rahmi
lahh bukannya udah pindah...apa aq salah baca🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
beneran udah kebal, smpe dibilang lontong😂😂
Shyfa Andira Rahmi
🤲🤲
Shyfa Andira Rahmi
ngga ada orang ahli agamakah spt ustadz ato kyai🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
lahh bocah doyan gosip😁😁
Shyfa Andira Rahmi
/Grin//Joyful/
Shyfa Andira Rahmi
👍👍
Shyfa Andira Rahmi
penasaran thorr c,Nah sekolah apa yaa tpi kalo masih digendong sd x ya thorr🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
😂😂😂
Ester Darest
Luar biasa
Endah_Merry: terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
estycatwoman
good
Endah_Merry: terimakasih sudah mampir buat baca karya recehku 🙏🙏
total 1 replies
estycatwoman
Cukup mnghibur thanks thor
Endah_Merry: terimakasih banyaakkkk 😍😍😍
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Terimakasih kk..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
huft...jdi ikutan tegang.
Endah_Merry: jangan dong, biar mereka aja yg tegang. 🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
aku mmpir kak..
Endah_Merry: silahkan 😍😍 selamat membaca, semoga suka sama ceritanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!