Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Dibayar 2M Menjadi Istri Duda Anak 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

Baru lulus SMA di usia 19 tahun, masa depan Aira hancur berantakan. Ayahnya berselingkuh hingga memiliki anak lain, dan mirisnya, Aira serta ibunya terpaksa tinggal seatap dengan keluarga baru sang ayah demi bertahan hidup. Tekanan batin yang luar biasa membuat sang ibu terserang stroke parah.

​Tanpa biaya pengobatan, Aira mengambil keputusan nekat: menerima penawaran 2 Miliar rupiah untuk menikah dengan Arka Danuartha, seorang duda kaya raya berumur 39 tahun yang dingin dan memiliki putra kecil bernama Elano.

​Kehidupan pernikahan beda 20 tahun ini penuh kejutan. Kepedihan masa lalu Aira dan sifat kaku Arka memicu berbagai momen canggung yang kocak sekaligus menggemaskan, terutama saat Aira belajar menjadi ibu sambung bagi Elano. Namun di balik sikap dinginnya, Arka perlahan menjadi pelindung yang menyembuhkan luka hati Aira. Dari pernikahan kontrak yang berawal dari kepedihan, mampukah cinta sejati tumbuh di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22.Badai akan selalu datang

Pagi berganti dengan ritme yang jauh lebih hangat di kamar tidur utama. Sinar matahari pagi menerobos tirai tipis, melingkupi dua insan yang saling terpaut rapat di bawah selimut tebal.

Aira terbangun dengan perasaan berbeda. Rasa canggung dan keraguan yang semalam sempat bersemayam di dadanya kini menguap sepenuhnya, berganti dengan kehangatan luar biasa yang meresap hingga ke lubuk hatinya. Di sampingnya, Arka masih memeluknya erat, menjadikan lengan kokohnya sebagai alas kepala Aira dan menarik gadis itu menyatu di dadanya yang hangat.

Mata Arka perlahan terbuka. Tatapan mata hitam yang pekat itu langsung bertemu dengan iris cokelat jernih milik Aira. Tidak ada lagi sisa penahanan diri yang kaku; yang terpancar dari Arka pagi ini hanyalah pendar binar cinta sejati yang matang dan protektif.

"Selamat pagi, Sayang," bisik Arka dengan suara seraknya yang amat memikat.

Kata 'Sayang' yang keluar begitu alami dari bibir pria berusia 39 tahun itu membuat jantung Aira melompat girang. Wajahnya merona merah manis saat Arka menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman hangat beruntun di kening, kedua pipi, hingga bibir Aira.

"Pagi, Mas Arka..." balas Aira malu-malu, membenamkan wajahnya di dada bidang Arka yang tertutup kaos santai.

Arka terkekeh rendah, mengusap punggung Aira dengan kelembutan yang memabukkan. "Bagaimana perasaanmu pagi ini? Ada yang sakit?"

"Nggak ada, Mas... Aira bahagia banget," bisik Aira jujur.

Tangan besar Arka bertaut dengan jemari mungil Aira di atas kasur, menggenggamnya erat-erat seolah menegaskan bahwa mereka kini telah menjadi satu kesatuan utuh yang tak akan terpisahkan oleh apa pun.

Kehidupan rumah tangga mereka berjalan makin manis dalam hari-hari berikutnya.

Arka makin tidak ragu menunjukkan kebucinannya—mulai dari menelepon Aira di sela-sela rapat penting hanya untuk mendengar suaranya, membelikan berbagai kejutan kecil setiap pulang kantor, hingga makin sering memberikan sentuhan fisik yang hangat ketika mereka berdua.

Elano pun makin nempel pada Aira, meski sesekali bocah itu tetap merajut cemburu kecil jika Papanya terlalu lama memeluk Mamanya. Suasana kediaman Danuartha yang dulunya dingin bagaikan istana es kini berubah penuh tawa dan kehangatan keluarga sejati.

Namun, di balik keharmonisan yang tengah bersemi indah, riak konflik baru perlahan mulai merayap dari sudut yang tak terduga.

Suatu siang, Aira baru saja selesai mengantar Elano les mewarnai dan berniat membeli beberapa perlengkapan dapur di sebuah pusat perbelanjaan eksklusif. Mengingat statusnya sekarang sebagai Nyonya Danuartha, Arka selalu menyiagakan dua pengawal pribadi untuk menjaga keselamatan Aira dari jarak aman.

Saat Aira sedang memilih perlengkapan di lorong toko perabotan rumah tangga, sebuah suara bernada dingin dan tajam memanggil namanya dari arah belakang.

"Aira?"

Aira menoleh. Langkahnya seketika terhenti dan jantungnya berdesir kencang.

Berdiri di hadapannya seorang wanita berusia sekitar lima puluhan dengan pakaian yang sangat anggun dan elegan, namun memancarkan aura keangkuhan yang sangat dominan. Wanita itu dipadukan dengan gaun desainer mahal, perhiasan berlian yang mencolok, serta tatapan mata menilai yang sangat dingin.

Wanita itu adalah Nyonya Rosalia Danuartha—ibu kandung Arka sekaligus nenek dari Elano, yang selama enam bulan terakhir berada di Eropa untuk mengurus jaringan bisnis keluarga dan pengobatan rutinnya.

Aira menelan ludah. Dari cerita yang pernah ia dengar secara samar dari Bi Inah dan beberapa staf rumah, Rosalia Danuartha adalah sosok wanita aristokrat yang sangat menjunjung tinggi bobot, bibit, dan bebet. Dialah yang dulu menentang keras hubungan Arka dengan almarhumah ibu Elano, dan dialah sosok yang paling memegang kendali atas tradisi keluarga besar Danuartha.

"N-Nyonya Rosalia...?" bisik Aira canggung, membungkukkan badannya sedikit penuh hormat.

Rosalia melangkah mendekat dengan anggun, tumit sepatu tingginya berdetak nyaring di atas lantai marmer. Matanya menyusuri penampilan Aira dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan yang amat jelas.

"Jadi... kamu wanita sembilan belas tahun yang dibeli Arka dengan uang dua miliar itu?" ucap Rosalia tanpa basa-basi, suaranya pelan namun menusuk bagaikan sembilu.

Aira tersentak pelan. Wajahnya agak memucat mendengar kalimat 'dibeli' yang diucapkan ibu Arka dengan begitu sinis.

"Saya Aira, Nyonya..." sahut Aira berusaha tetap tenang dan sopan, meski jemarinya meremas tali tas tangannya. "Saya istri dari Mas Arka."

"Istri?" Rosalia tertawa sinis, sebuah tawa dingin yang membuat suasana di sekitar mereka mendadak mencekam.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi, Gadis Muda. Bagi Arka, kamu mungkin hanya mainan sementara untuk memuaskan rasa kesepiannya dan pengasuh gratis untuk Elano. Kamu pikir latar belakangmu yang miskin dan penuh skandal keluarga itu layak disandingkan dengan nama besar Danuartha?"

Dada Aira terasa sesak. Kata-kata Rosalia menohok bagian paling rapuh di dalam hatinya. Walaupun Arka telah memberikan seluruh cinta dan penghargaannya, fakta bahwa dirinya berasal dari keluarga miskin yang bermasalah tetap menjadi celah yang bisa diserang oleh orang-orang dari kalangan atas.

Dua pengawal pribadi Aira yang bersiap mendekat ditahan oleh isyarat tangan Rosalia. Rosalia melangkah satu tapak lebih dekat, menunduk dan berbisik tepat di samping telinga Aira.

"Arka mungkin sedang terbuai oleh kepolosanmu sekarang," bisik Rosalia dingin.

"Tapi ingat posisi dirimu. Keluarga Danuartha butuh wanita dari kalangan terpandang yang bisa mendampingi Arka di ranah publik dan bisnis internasional, bukan anak gadis kemarin sore yang dibeli dari pasar lelang kemiskinan. Saya sudah kembali ke Indonesia, dan saya tidak akan membiarkan nama keluarga saya tercemar oleh kehadiranmu."

Setelah mengucapkan kalimat yang tajam itu, Rosalia berbalik dan melangkah pergi bersama asisten pribadinya, meninggalkan Aira yang berdiri terpaku dengan dada yang gemetar menahan getiran.

Malam harinya di kediaman Danuartha.

Arka pulang lebih awal dari biasanya. Pria itu melangkah masuk ke rumah dengan wajah cerah, tak sabar untuk segera bertemu dengan sang istri tercinta.

Namun, begitu memasuki kamar tidur utama, Arka mendapati suasana kamar agak redup. Aira sedang duduk di tepi ranjang, merapikan baju-baju Elano ke dalam lemari. Meski senyuman tipis menyambut kedatangan Arka, Arka yang sangat mengenali istrinya langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres dari binar mata Aira.

Arka melepaskan jasnya, melangkah mendekat, lalu langsung berlutut di depan Aira yang sedang duduk. Pria itu menggenggam kedua tangan Aira, menatap mata istrinya dengan raut wajah cemas.

"Aira... ada apa?" tanya Arka lembut namun tegas. "Kenapa matamu agak redup sore ini? Ada yang mengganggumu?"

Aira mencoba tersenyum dan menggeleng pelan. "Nggak ada apa-apa, Mas... Aira cuma agak capek saja."

Arka tidak bisa dibohongi. Pria matang itu mengusap pipi Aira dengan penuh kehangatan, menatap lurus ke dalam iris matanya. "Jangan bohong pada suamimu, Aira. Saya tahu ada yang terjadi saat kamu keluar tadi siang. Pengawal melaporkan bahwa kamu bertemu dengan Ibu saya di mall?"

Aira menghentikan gerakannya. Ia menunduk, tidak bisa menyembunyikan kenyataan itu lagi dari Arka.

Mata Arka seketika menggelap. Rahangnya mengeras seketika mendapati dugaan bahwa ibunya telah menemui Aira tanpa sepengetahuannya.

"Apa yang Ibu katakan padamu, Aira?" suara Arka berubah menajam, bukan marah pada Aira, melainkan rasa protektif yang meluap-luap untuk melindungi istrinya dari intimidasi sang ibu.

"Katakan pada saya."

Aira memegang tangan Arka yang ada di pipinya, berusaha menenangkan emosi suaminya.

"Mas... Ibu cuma menyampaikan pandangan beliau. Ibu benar, Mas... latar belakang Aira sangat jauh berbeda dari keluarga Mas Arka. Aira... Aira cuma takut bakal jadi beban buat Mas Arka dan bikin malu nama Danuartha di depan relasi Mas Arka..."

"Hentikan perkataan itu, Aira!" potong Arka tegas.

Arka berdiri, lalu menarik Aira ke dalam dekapannya secara mendadak. Pria berusia 39 tahun itu memeluk Aira dengan sangat erat, seolah tak ingin membiarkan seujung kuku pun dari kebahagiaan Aira diusik oleh siapa pun—bahkan oleh ibu kandungnya sendiri.

"Dengarkan saya baik-baik, Aira Danuartha," bisik Arka di dekat telinga Aira dengan nada suara yang penuh dominasi mutlak dan janji yang tak tergoyahkan.

"Kamu adalah istri sah saya. Pilihan saya. Tidak ada seorang pun di dunia ini—termasuk Ibu saya—yang berhak mempertanyakan posisimu di rumah ini atau di samping saya."

Arka menarik wajah Aira, menatap istrinya dengan pendar mata yang amat membara. "Jika seluruh dunia menolak kehadiranmu di keluarga Danuartha, maka saya yang akan membawa kamu dan Elano keluar dari keluarga itu dan membangun kerajaan kita sendiri. Kamu adalah hidup saya sekarang, Aira. Faham?"

Aira menatap mata Arka yang begitu mantap dan penuh pengorbanan. Rasa ragu dan sakit hati yang sempat ditanamkan oleh Rosalia seketika hancur berkeping-keping di hadapan cinta Arka yang begitu besar. Air mata haru menetes di pipi Aira, dan gadis itu membalas pelukan Arka dengan segenap cintanya.

Namun, Arka tahu... pertempuran ini baru saja dimulai. Kepulangan Rosalia Danuartha ke Indonesia pastinya akan membawa gelombang tekanan baru yang berusaha merusak kebahagiaan rumah tangga mereka. Dan Arka Danuartha siap berdiri sebagai benteng kokoh paling depan untuk melindungi Aira dan Elano dari badai apa pun yang akan datang.

_Bersambung

1
Penulis kentang🍠
apaan dahhhh busett
gurucantik
😍😍😍😍😍
sago
🤣🤣🤣🤣🤣
sago
nak😍😍
sago
uhuyyy
sago
sini aku bantu make kartunya🤣
sago
😍😍😍😍
sago
💪💪💪💪💪🙏
sago
🤣🤣🤣
sago
lucu banget elano
sago
😂tulahh
sago
iyaa ihhh
Saintz Gold
gasabarrrr
Saintz Gold
cemburuuuu
Saintz Gold
🤭🤭🤭
Saintz Gold
😍😍😍😍
Pendi Gudung
lanjuttt
Pendi Gudung
asik naga ajaaa
Rif Qi
up Thor jangan lama lama
Rif Qi
lnjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!