Kisah ini hanya fiktif belaka, silahkan baca cerita ini.
Meyra Artavina adalah seorang anak perempuan yang berusia 12 tahun ia di besarkan oleh panti asuhan harapan kasih, namun ia diasuh oleh ayah dan ibu yang baru. Akan tetapi ayah dan ibu yang baru menyiksa dan menyuruh Meyra untuk bekerja, akankah Meyra bertahan hidup ataukah dirinya harus melarikan diri dari kedua orangtua yang kejam?
Kini kehidupan Meyra jauh lebih damai dan sudah tidak memperdulikan masa lalunya.
Akankah Meyra Artavina menemukan kebahagiaan bersama laki laki yang bisa menerima apa adanya? Ataukah menerima sebuah pinangan dari pilihan orang tua meyra?
Nantikan kisah kehidupan Meyra yang dimana penuh lika liku.
Meyra mencari keberadaan orang tua kandung yang sengaja dibuang oleh mereka berdua.
Akankah orang tua Meyra mengingat anak kedua mereka yang telah mereka titipkan ke panti asuhan harapan kasih? Atau justru mereka berdua tidak mengingat Meyra dan abang Charlie?
HASIL KARYA ORIS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safiranurchasyatil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi yang tidak bisa stabil
Pada waktu itu sekitar hari senin tanggal 21 Januari 2014 jam 08.00 meyra marah marah kepada Adit pacarnya, karena ia sangat cemburu kepadanya.
Di dalam lubuk hati terdalam hati Meyra sangat sakit dan teriris bagaikan kaca yang bening jatuh dan hancur, ia tahu Adit menyembunyikan hal ini kepadanya namun Meyra tetap berusaha mencari keberadaan dan ungkapan yang ada pada diri Adit.
Sifat Adit ko berubah tidak seperti dulu yang selalu membuat aku bahagia, apa jangan - jangan ia selingkuh di belakangku? Ah masa sih! Apakah aku harus yang menyelidiki hal tersebut? Biar tidak terjadi kesalahan pahaman?
Kemudian Meyra pun meminjam handphone Adit untuk mencari kebenaran, ia berada di warung untuk membelikan sebuah makanan handphonenya ketinggalan. Meyra terkejut atas apa yang ia lihat barusan, kontak tersebut diberi nama my Cerewet.
Ia mencoba untuk berfikir positif, akan tetapi ia tidak berhasil untuk berfikiran positif.
"Ah ****! Siapa sih wanita tersebut? Apakah aku atau wanita lain?"
Meyra langsung membuka WhatsApp dan mencari nama dirinya, Adit kasih nama dirinya my sweet heart. Lantas siapa yang kasih nama my cerewet?
Tiba - tiba saja, Adit pun pulang ke apartemen Meyra dan langsung saja Meyra bertanya kepada Adit pacarnya.
"Sayang, maaf sebelumnya aku tanpa sengaja lihat hp kamu nama kontak my cerewet itu siapa yah? Aku sangat cemburuan loh mas?"
"Ha?! Kamu buka? Jujur?"
"I-iya mas maaf aku udah buka handphone kamu,"
"Huft! Yang aku kasih nama my cerewet itu kamu dulu, dulu sebelum kita pacaran kamu cerewet banget sering ngatur ini itu. Tapi pada waktu semenjak kita jadian kamu orangnya sweet makanya aku nama kamu my sweetheart,"
"Beneran? Yakin kamu? Aku melihat kamu chatting sama wanita lain siapa itu?"
"Ha? Namanya siapa Mey?"
"Namanya adek livia, pakai emoticon love itu siapa? Sumpah aku kecewa sama kamu mas. Beneran apa yang dimaksud ibu kamu bukan yang terbaik untukku,"
"Huft! Aku mau jujur ke kamu Mey, sekarang aku berhubungan dengan adek tingkat dulu. Sekarang dia udah lulus kuliah dan kerja, maaf ya aku nggak bilang ke kamu tapi aku masih cinta ko sama kamu,"
"Heleh! Kamu jujur aja sama gue, kalau kamu cinta sama dia gak apa apa aku ikhlasin kamu mas. Kalau mas masih ada rasa untuk aku maka lanjutkan hubungan ini dan putusin adek tingkat kamu, gimana?"
Aditya pun menghela napas panjangnya dan mengatakan ia bahwa masih suka sama Meyra.
"Jujur aku masih ada rasa untukmu Mey, aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Aku terpaksa pacaran sama adek tingkat aku karena dia mengidap kanker otak stadium 4 dan waktunya tidak waktu lama lagi. Aku mohon izinkanlah aku untuk menemani dirinya hingga akhir hayat nanti,"
"Bagaimana yah? Kalau kamu ingin menemani dirinya hingga akhir hayat aku menyetujuinya dan aku akan support dia untuk sembuh biar bisa bahagia bersamamu, "
"Apa kamu nggak salah dengar Mey? Kamu izinkan aku untuk menemani dia?! Tapi aku tidak bisa bersama dirinya, aku ingin terus bersamamu Mey,"
"Sttt, sudah tidak apa - apa aku ikhlaskan kamu ko berama orang lain, kalau kita di takdirkan berdua pasti akan bersatu kembali aku pasti yakin itu,"
"Aslinya aku tidak tega banget kepadamu mey, tapi ya mau gimana lagi adek tingkat aku butuh support dan bantuan juga. Terimakasih banyak sayang sudah bisa menerima semua kebaikanku,"
Di dalam hati Meyra merasakan sebuah sakit hati yang begitu sangat mendalam
"Aku ikhlas dan bahagia sayang jika kamu bahagia bersama dirinya, aku tahu ini sangat berat banget untuk aku mencoba ikhlaskan kepergianmu. Meskipun nanti Tuhan nanti mempertemukan kita lagi, aku sayang banget kepada dirimu sayang. Miss you so much for everything,"
***
Keesokan paginya, Meyra pun datang ke rumah sakit tempat cewek gadis di rawat untuk menjalani kemoterapi. Meyra pun masuk ke dalam kamar gadis tersebut.
"Assalamualaikum, permisi."
Gadis itu bertanya kepada Meyra.
"Wa'alaikumsalam, hem kamu siapa yah?"
"Kenalkan nama saya Meyra Artavina, saya sahabatnya mas adit hehe. Aku disini mau menjenguk kamu sayang,"
"Ouh, sahabatnya pacar saya yah?"
"Hehe iya adek, nih kaka belikan buat kamu dimakan yah jangan lupa."
"Siap kaka, pastinya itu hihi."
Di dalam hatinya Meyra berkata :
"Nak, cepat sembuh yah! Aku nggak mau kamu sakit kamu harus tetap berjuang yaps! Kaka sayang kamu sekali. Love you so much for you,"
Seketika air mata Meyra jatuh dan si gadis manis itu heran ia pun bertanya kepada Meyra, si gadis masih terlihat sangat polos sekali
"Kaka kenapa menangis?"
"Eh nggak ko dek, kaka menangis karena kaka nggak mau kehilangan dirimu dek."
Sang gadis itu pun juga ikutan menangis dan terharu, ia senang sekali memiliki kaka meskipun bukan kaka kandung sendiri.
Adit pacarnya gadis tersebut, berkata di dalam hatinya.
"Maafkan aku Mey sudah selingkuh. Aku nggak mau kehilangan dirimu Mey, namun kamu sudah mengikhlaskan kepergian untuk bersama gadis ini."
"Kamu kenapa sayang?"
"Eh! Nggak apa - apa aku hanya membayangkan betapa cantikmu disaat dirimu menikah denganku dek,"
Hati Meyra merasakan sakit hati yang begitu sangat sakit namun tidak berdarah, dirinya cemburu kepada adit karena ia lebih perhatian kepada livia dan dirinya tapi ia harus mengikhlaskan adit bersama livia sesuai dengan janjinya.
Sebelumnya....
Meyra menuliskan sebuah pesan untuk Adit
Sebuah pesan Meyra kepada adit
Adit meskipun kamu masih suka sama aku tapi aku akan mengikhlaskan dirimu bersama dek livia demi kesembuhan dirinya, kamu harus membuat dirinya bahagia dan tersenyum disaat bersama kamu. Aku tahu ini sangat sulit untuk mengikhlaskan dirimu bersama orang lain.
It's okay, aku tidak boleh egois demi diri sendiri. Tolong rawat dek livia jaga livia semangati lah Livia untuk sembuh dari kanker otak, ia butuh support dan dukungan dari kamu.
Aku percayakan dirimu untuk menjaga, melindungi dan mensupport livia untuk sembuh dari kanker otak stadium 4. Kanker otak stadium 4 sangat berbahaya dan bisa menyebabkan pasien itu meninggal dunia, aku serahkan kepadamu dit untuk menjaga dan merawat livia.
Jakarta, 20 Juni 2014
Meyra Artavina ❤️
Keesokan paginya Meyra datang ke rumah sakit untuk menjenguk livia, dan ia juga foto tangan Livia kirimkan ke adit pacarnya Livia.
Meyra Artavina mengirim sebuah foto tangan Livia yang sedang di infus.
WhatsApp dari Meyra pun masuk ke Adit dan bertanya kepada meyra tentang kondisi pacarnya tersebut
Meyra my friend 🥀
Meyra, gimana kondisi Livia?
Kondisi livia Alhamdulillah membaik, dia masih tidur.
Syukurlah kalau begitu, kamu udah makan?
Aku sudah makan, tenang aja. Kamu jagain livia sampai sembuh.
Syukurlah, aku nanti siang jagain livia kamu istirahat aja.
Siap
adit has read chat
Keesokan paginya, Livia akan memulai sebuah operasi pengangkatan tumor yang ada di kepalanya. Semua orang nampak khawatir kepada Livia, mereka terus berdoa demi keselamatan livia.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan lah nyawa Livia ini. Aku ingin melihat Livia bersama adit mantan kekasihku, tolong selamatkan lah nyawa manusia ini Tuhan. Aamiin"
TO BE CONTINUED.