Menceritakan kisah cinta yang terhalang perbedaan agama. Diusia yang beranjak dewasa memang romansa yang masih rapuh. Lika-liku romansa yang di bubuhi comedy dan drama dunia sekolah.
Sebut saja Anisa yang mengalami cinta dalam diam, bukannya tak terbalas hanya saja terhalang perbedaan agama.
Berawal sejak ia masih duduk di bangku SMP, kala itu dirinya yang masih polos dan penakut bertemu sosok pemuda dingin dengan wajah datar tanpa ekspresi seolah memberikan dinding penghalang yang dirinya tak ingin di usik.
Setelah lima tahun berlalu, pada semester akhir di sekolah menegah atas,ia bertemu kembali pada sosok datar yang sempat membuatnya jatuh hati, membuat jantungnya sempat berdentum tak karuan.
Masa lalu yang ingin Anisa lupakan tanpa sengaja membuka lembaran baru dia atas cinta kedua yang di alaminya. Padahal ia sudah mulai membuka hati pada pemuda lain yang merupaka siswa popoler seangkatannya.
Kembali di pertemukan pada kelas yang sama membuatnya tak bisa mengelak, dirinya harus sadar siapa gerangan pemilik hatinya sekarang.
Apakah masih tersisa ruang untuk cinta pertama yang hanya sepintas dalam hidupnya, ataukah hatinya sudah tetap pada pilihannya. bahkan hijrahnya terhalang karena hatinya yang masih kian rapuh.
Ikuti kisahnya di love in silent
Btw sekarang cerita ini mau di revisi, soalnya banyak kata dan ejaan yang salah! mohon di maklumi ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pamma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps-18
Anisa mengayuh sepedanya menuju sekolah yang tak jauh dari kompleks perumahan yang ia tinggali bersama keluarganya sekarang.
Dengan santai Anisa menikmati pagi yang sejuk, tetesan embun terbentuk membasahi daun, pohon-pohon segar di pandang akibat guyuran hujan semalam membuat ia tampak sehat, di balik Awan matahari seperti malu-malu menampakkan diri sehingga tak terasa panasnya yang menghangatkan kulit.
Saat akan memasuki gerbang sekolah, Anisa terkaget akan suara klakson dari belakang dan dengan refleks tiba-tiba ia berhenti.
BBIIIPPPP
Mobil sedan berwarna hitam lewat dari samping Anisa yang hampir saja menyenggol sepedanya. Anisa menatap kosong mobil itu yang sepertinya tak asing baginya.
Perlahan mobil itu berhenti di depan gedung sekolah yang membuat mata memandang penasaran akan sosok di balik mobil itu.
Pintu mobil terbuka dua sosok lelaki keluar dengan anggun dan di ikuti seorang wanita imut yang sibuk dengan ponselnya.
Ya, mereka adalah Roni, Angga dan Stella yang datang bersamaan mengambil posisi sejajar seolah memperlihatkan kedatangan mereka.
Saat setelah mereka keluar dari mobil, mobil yang tadinya berhenti mulai beranjak dari tempatnya meninggalkan mereka kemudian menuju gerbang keluar sekolah.
Anisa tak peduli akan kedatangan mereka yang sedikit berlebihan, dari kejahuan Anisa mengayuh sepedanya menatap kesal pada Angga dan dengan sengaja ia lewat di depan Angga yang masih berdiri dengan Roni dan Stella kemudian menuju parkiran.
Tak sadar ternyata dari belakang Dion juga mengikuti Anisa menuju parkiran.
"assalamualaikum Anisa.. kaki kamu udah baikan..". sapa Dion saat melihat Anisa yang tengah memarkir sepedanya kemudian menatap lutut Anisa yang sebelumya terluka sambil ikut memarkir sepeda berwarna merah kesayangannya.
"waalaikumussalam.. lutut aku udah baikan kok..". balas Anisa terkejut akan kedatangan Dion.
Dari kejahuan Roni menatap Dion sambil melambaikan tangan, dengan sigap Dion menghampiri Roni dan meninggalkan Anisa.
Anisa yang masih tertinggal setelah memarkir sepedanya, ia juga mulai beranjak dengan langkah perlahan.
Dari tempat Roni dan Dion, Angga menatap sinis pada Anisa seolah sengaja. Anisa yang sadar akan tatapan sinis Angga, berusaha tak peduli pada tatapan Angga sambil tertunduk ia berjalan.
Dari belakang Anisa tak sengaja mendengar pembicaraan teman-teman yang tengah membicarakan atau lebih tepatnya mengagumi Angga.
"ya ampun.. itu siapa.. ganteng banget..". ucap salah satu teman dari belakang yang tengah menatap Angga yang berdiri dengan santainya di depan pintu masuk.
"sssstt.. dia itu siswa baru di kelas XII.2.. ganteng bangat malah.. aduh dia ngeliat kesini kan..". balas teman yang di sampingnya sembari berjalan beriringan.
Anisa yang berjalan di depan mereka berusaha tak menghiraukan, ia sedari tadi tertunduk dan perlahan mendekati pintu masuk yang disana berdiri Angga seolah menunggu seseorang. padahal Roni dan Dion sudah masuk duluan.
"dia ngapain sih.. berdiri di situ.. gue mau lewat.. bikin gue ngga enak aja..". gumam Anisa yang mulai mendekat sambil tertunduk berusaha tak menghiraukan Angga yang sedari tadi menatapnya.
"hei culun.. Lo jalan sambil nunduk ngga takut ke jedot tu kepala..". tanya Angga sinis kemudian berjalan di samping Anisa dengan santai.
"bukan urusan Lo.." balas Anisa datar dan berusaha tak menghiraukan Angga yang berjalan di sampingnya.
"dia apaan sih.. pake jalan ama gue.. teman-teman pada liatin lagi.. aduh..". gumam Anisa sambil berusaha menatap ke depan tak menghiraukan Angga.
"Lo bilang apa barusan..". tanya Angga ingin memperjelas ucapan Anisa sebelumnya.
"gue ngga bilang apa-apa kok..". balas Anisa kemudian melangkah lebih dulu untuk menghindari tatapan teman-teman yang mulai penasaran.
Angga juga mulai mempercepat langkahnya mengikuti Anisa dengan sengaja, saat setelah mereka sampai di depan pintu, Anisa langsung masuk dan duduk di tempat dekat Rara sebelumnya.
Angga mengikuti Anisa dari belakang, ia meletakkan tasnya di meja Rara kemudian duduk dengan santai sambil menatap sinis pada Anisa.
Anisa hanya terdiam mengamati sikap Angga yang sepertinya sedang mengikutinya, Anisa berusaha tak menghiraukan Angga.
Pelajaran pertama di mulai, seperti biasa berjalan lancar hanya saja Anisa merasa tak nyaman akan kehadiran Angga di sampingnya.
Awalnya Anisa mengira bahwa Angga hanya duduk di tempat Rara sementara, tapi ternyata siapa sangka bahwa ia bertukar tempat dengan Rara.
"iiiii.. sial.. Rara mau aja sih tukar tempat sama si kusut ini.. dia juga kenapa lagi.. hari ini dia serasa ngikutin gue terus..". ucap Anisa dalam hati kesal .
Dengan santai Anisa berusaha fokus pada pelajaran berusaha tak menunjukkan ketidak nyamanan nya di dekat Angga.
pelajaran pertama akhirnya selesai dan di lanjut dengan pelajaran ke dua. seperti sebelumnya Anisa berusaha tak menghiraukan Angga dari samping.
Anisa melirik Angga tanpa sadar, ia mendapati Angga yang terlelap dalam tidurnya. Dengan posisi kepala menunduk dan buku yang berada di depan seolah menghalangi dan tangan yang terlipat sebagai bantal untuk kepalanya.
Anisa hanya menatap heran pada Angga yang dapat terlelap dalam posisi itu.
"aihh.. dia tertidur.. berani banget.. kalau ketahuan.. kok malah gue yang pusing.. biarin aja lah dia tidur.. hm..". gumam Anisa menatap Angga dari samping kemudian fokus pada pelajaran.
Dari belakang teman-teman juga menyadari bahwa Angga tertidur tapi mereka berusaha tak menghiraukannya mereka malah mengagumi Angga yang terlelap kemudian beberapa dari mereka juga mulai membaringkan kepalanya di atas meja seolah sengaja.
"haduh.. mereka ini..hmm". gumam Anisa tak percaya akan tingkah teman-teman nya.
Jam menunjukka pukul 12:00 menandakan waktu istirahat tiba, Anisa segera membereskan buku dan mejanya saat setelah guru mapel keluar.
Anisa mengambil tas laptop dari laci kemudian ingin menemui Lea dan Dini, dari samping Anisa menatap Angga yang masih terlelap dan dengan sengaja ia mengetuk meja Angga berharap Angga akan bangun dari tidurnya.
Ketukan Anisa membuat Angga terkejut kemudian tak sengaja Angga menarik lengan Anisa yang membuat Anisa hampir saja mencium pipi kananya.
Deg.. deg..
Anisa menatap Angga dari dekat memperhatikan tiap seluk-beluk wajah Angga yang masih terlelap, dengan degup jantung yang mulai tak karuan.
Nafasnya yang begitu dekat membuat ia kaku tak bisa bergerak di tambah lagi tangan Angga yang masih memegang lengannya.
Hembusan nafas Anisa membuat Angga tak nyaman dan dengan perlahan ia membuka mata kemudian mengangkat kepalanya dan tak sengaja kepalanya beradu dengan dahi Anisa yang sedari tadi menatapnya.
"awww..". ucap Anisa kesakitan sambil memegang dahinya yang mulai terasa sakit.
"aduhh..". ucap Angga saat kepalanya tak sengaja kepentok dahi Anisa sambil memegang kepalanya dan menatap heran pada Anisa.
Tanpa sengaja mereka saling bertatapan merasa heran dengan apa yang terjadi, tersadar Anisa memalingkan wajahnya malu-malu dengan tangannya yang masih menempel di dahi.
Angga juga mulai melepaskan tangan Anisa yang sedari tadi ia pegang.
Dari ke jahuan Lea dan Dini mendekat dengan panik dan memasuki ruang kelas kemudian menghampiri Anisa yang bersama Angga.
"Anisa.. Lo udah tau belum berita tentang Mama Lo..". tanya Lea panik sambil mengatur nafas memegang bahu Anisa.
"mamaku.. ada apa..". tanya Anisa penasaran.
"ituloh.. Tante masuk berita.. terkait korupsi..". jawab Dini sambil menatap Anisa dengan panik.
"apaaaa..". tegas Anisa tak percaya pada apa yang baru saja ia dengar.
-to be continue-
jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, dan tempat, saya selaku penulis meminta maaf. cerita ini hanya fiktif belaka tidak bermaksud menyinggung para pembaca dan pihak lainnya.
jangan lupa like komen dan vote yaa..
salam dari novelku antara cinta dan cita-cita
the wedding(pernikahanku) 🙏
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"