Indonesia
NovelToon NovelToon
AKU Kamu Dan DIA

AKU Kamu Dan DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Cinta terkadang bisa membuat kita buta, cinta terkadang juga bisa membuat kita tak tahu apa menjadi orang bodoh.
artinya ketulusan.

Terkadang Cinta juga bisa membuat kita
Bodoh karna tak pernah berhenti mengejar Cinta sesorang yang bahkan tak pernah memandang kita ada.

Lalu mengabaikan cinta lainnya yang begitu tulus.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Kupikir kamu penyembuhku, ternyata kamu yang semakin menambah luka" Aluna.

~~~~~~~~

"Menjauhlah sejauh jauhnya, karna aku muak melihat wajahmu" Bennicno.

~~~~~~~~

"Menangislah untuk terakhir kalinya Aluna, karena kedepannya hanya akan ada kebahagiaan"_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-18

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

Satu minggu telah berlalu sejak kejadian Aluna yang mendadak Viral.

Aluna sendiri juga sudah tahu jika dirinya menjadi bahan perbincangan satu sekolah, bukan seperti dulu yang membicarakannya dengan cibiran cibiran dan mengejeknya karna mengejar Ben.

Melainkan karna bakatnya yang pandai bergitar dan memiliki suara yang bagus.

Bermain gitar dan bernyanyi memang salah satu hobi Aluna sejak gadis itu masih duduk di bangku SD, tidak hanya gitar Alua juga pandai bermain piano dan biola.

Bahkan dirumahnya dulu ia memiliki bebagai macam alat musik dan ia juga selalu mengikuti lomba bernyayi dan selalu mendapatkan juara pertama, Hanya saja sejak kedua orang meninggal dan tergila gila dengan Ben ia sudah tak peduli lagi degan hobinya itu.

Dan sekarang ia baru sadar jika ternyata selama ini dirnya terlihat sangat menyidihkan karna terus mengejar ngejar Ben.

Helaan nafas gadis itu terdengar sangat berat, ia menatap langit langit kamarnya.

Hari ini adalah hari minggu, dan lagi lagi gadis itu sangat malas keluar kamar, ia malas harus bertemu dengan Ben dan juga Gisell.

"Aku bosann!" Keluhnya.

Beberapa kali ia membolak balikkan badannya diatas kasur.

Hingga tiba tiba sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, dengan cepat gadis utu meraih benda itu dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.

Ternyata itu pesan grupnya.

...Cececan😈...

Bella_la

Selamat morning para para cewek chuaannnteekkk...

Gue ada berita bagooss nih..

Karin_a

Paan dah, heboh bener🗿

Bella_la

Karna gue cantik,imut,baik hati dan rajin menabung, jadi berhubung hari ini gue lagi senang dan hari minggu skuy kita nongki gue yang traktir.

Karin_a

Skuy lah.

Bella_la

Yang gratisan aja loe cepet balasnya🙄

Karin_a

Iya dong, kapan lagi bisa makan yang gratis gratis yee kan😁

Bella_la

Yee dah yee terserah lu ah..

Eh btw si Luna mana nih?

@Aluna_wlms nongol loe..

^^^Saya^^^

^^^Aku sih iya iya aja, dimana kita gumpul?^^^

Bella_la

@Aluna_wlms Nah kan nongol juga loe, tempat biasa aja, di Start Caffe.

Karin_a

Jam berapa?

Bella_la

Sekarang, pertama tama gue jemput Loe @Karin_a terus kita jemput Luna.

Karin_a

👌

^^^Saya^^^

^^^Oke.^^^

Setelah membalas itu, Aluna melempar ponselnya kesamping kasur,lalu ia beringsut turun menuju kamar mandi.

Rasa bosan yang sempat hinggap telah berganti dengan wajah cerah, setidaknya dia memiliki sahabat yang bisa membuatnya merasa bahagia.

Sedangkan dikamar yang bersebelahan dengannya, Ben tengah berdiri dibalkon kamarnya menikmati suasana pagi minggu yang cerah ini.

Cowok terlihat masih menggunakan handuk kimononya, sepertinya ia baru selesai mandi dan sengaja berada disana untuk mengerikan rambutnya yang bahasa.

Ben menatap kosong kedepan, beberapa hari ini ia merasa aneh dengab suasana rumahnya yang terlihat lebih sepi dan sunyi.

Karn biasanya di pagi hari terlebih lagi jika hari minggu seperti ini maka rumah nya akan terasa jauh lebih ramai dengan suara dan celotehan Aluna.

Bahkan jik dipagi seperti ini biasa Aluna akan selalu merecoki dirinya dengan mendatangi kamarnya tapi sekarang tidak ada lagi.

Hal itu bermula saat terakhir kali ia kembali menyakiti gadis itu dengan kata katanya.

Lagi Ben menghela nafas dengan kasar, rasanya ada yang hilang..

Apa benar jika Aluna sudah tak lagi mengejarku dan berpaling pada Gallan?

Apa benar jika Aluna sudah tak lagi menyukai ku??

Aahkk kenapa aku malah memikirkan itu?

Bukankah itu yang ku inginkan?

Lalu kenapa saat melihat dia berasama Gallan aku malah kesal?

Memikirkan itu membuat Ben semakin frustasi.

Saat hendak masuk kedalam tak sengaja ia mendengar suara mobil dan ia kembali menatap kebawah.

Sebuah mobil berwarna merah sudah terparkir dihalaman depan rumahnya.

"Siapa pagi pagi begini yang datang, Gallan?" gumamnya pelan.

Tatapannya tak lepas dari mobil itu.

"Ngak, Gallan ngak pernah bawa mobil kalau hanya kesini, dan lagi dia ngak ada mobil warna merah, semua mobil milik Gallan hitam" sambungnya lagi.

Saat sedang bergelur dengan pikirannya, ia melihat Aluna keluar dari rumah dengan berpakain rapi.

"Dia mau keluar?" Gumamnya lagi.

Tatapannya tak lepas sedari Aluna keluar hingga masuk kedalam mobil dan mobil itu meninggalkan perkarangan rumahnya.

Tak lagi melihat mobil itu barulah Ben masuk kedalam kamarnya lagi, tak lupa juga ia menutup pintu balkon.

...🤎💙💜🖤🧡❤️💛🤍💚...

Setelah menjemput Aluna kini ketiga gadis itu tiba di Caffe yang tadi mereka bicarakan.

Meski masih pagi tapi sudah banyak orang yang berdatangan.

Ada yang berpasanga dan juga dengan teman seperti dirinya.

Dan tempat ini juga didominasi para remaja seperti mereka.

Bahkan ada yang masih menggunakan baju berolah raga.

Sepertinya mereka baru saja menyelesaikan lari pagi, karna memang Caffe ini terletak tak jauh dari taman kota.

"Lun gimana hubungan loe sama Ben?" Tanya Bella tiba tiba.

Pesanan mereka telah tiba beberapa saat yang lalu.

Aluna manatap sekilas Bella,lalu gadis itu menganggkat bahunya acuh dan kembali menatap luar dinding yang memang terbuat dari kaca trasparan menatap lalu lelang kendaran dan pejalan kaki.

Bella menatap Karina.

"Loe udah Move on?" Tanya karina.

Lagi lagi Aluna mengangguk tanpa bersuara,gadis itu lebih asik menyedod coklat dinginya.

Bella dan Karina manatap tak percaya,"Loe seriusan Lun? Loe benar bener udah lupain di es Balok itu?" Tanya Bella.

"Iya, lebih tepatnya lagi berusaha!" Jawab Aluna malas.

Bella dan Karina berdecak kagum dan bertepuk tangan selama tiga kali.

"Gila...akhirnya teman gue sadar juga dari penyakitnya" ujar Bella.

Aluna mengerutkan Alisnya mendengar itu,"emang aku sakit apaan?"

"Penyakit kebucinan loe!" Jawab Karina bersamaan dengan Bella.

Aluna berdecak dan memutar matanya jengah.

"Gue bangga sama loe Lun, akhirnya loe sadar juga, gue tahu selama ini loe ngak cinta sama Ben" ujar Karina.

"Kenapa begitu?" Tanya Aluna.

Karina menghela nafas,"Menurut yang gue liat, loe sebenarnya ngak cinta sama Ben, hanya saja loe lebih ke terbiasaan aja sama Ben, saat pertama kali loe nyatain perasaan loe ke dia dan loe ditolak, karna ngak terima makanya loe ngencar deket dia dan akhirnya loe jadi terbiasa dan bukan lagi cinta, gitu sih menurut kaca mata gue" ujar Karina.

Benarkah? Apa iya selama ini udah tak lagi cinta sama Ben? Dan hanya terbiasa mengejarnya?

Melihat kebingungan diwajah Aluna, Karina kembali berucap.

"Gini deh gue nanyak sama loe dan loe jawab sejujur jujurnya oke?" Aluna megangguk.

"Selama loe ngejar Ben dan saat bersama kak Gallan gimana perasaan loe? Maksudnya jantung loe? Ada yang aneh ngak?" Tanya nya.

Aluna coba berfikir dan menimang nimang, memang sih ada yang aneh ..

"Ya!" Jawab Aluna.

"Dimananya?" Tanya Karina.

Bella hanya diam dan mendengarkan, karna jik yang seperti ini Karinalah yang lebih berpengalaman karna gadis itu pernah berpacaran dulu.

"Beberapa tahun lalu saat aku masih ngejar Ben jangtungku memang selalu berdegup kencang namun saat beberapa kali aku ditolak jantung ku udah seperti biasanya" jawab Aluna.

Karina mangut mangut"Lalu bagaimana dengan Kak Gallan?"

Gadis itu kembali mengingat ingat kejadian tempo hari,"Saat bersama kak Gallan aku merasa nyaman dan aman, dan aku juga meras degdengan jika berdekatan dengan nya, bahkan dari dulu sejak permata kali melihatnya saat aku masih mengejar Ben jantung ku berdetak dua kali lebih cepat dari biasannya, tapi karna aku takut melihatnya " jawab Aluna apa adanya.

Karina kembali mangut mangut, ia hampir saja menyemburkan tawanya.

Dasar Aluna bodoh, sebenarnya loe itu menyukai kak Gallan bodoh, haaiizzss Aluna Aluna...

Karina hanya geleng geleng kepala, ia tak akan memberitahu tentang ini pada Aluna biarkan gadis itu menyadari perasaannya sendiri.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

Terimakasih kerana sudah membaca, jangan lupa tinggalkak jejak kalian, maaf banyak typo, semoga suka.

See next time🥳🥰

1
Wawan
Hadiiir...
Wawan
Hadir
Rus Tono
kapan up nya cerits menggantung padahal bagus.😔
Fitra Susanti
kpan up nya lagi kak thor
adit
semangat updatenya thor 😊,,
adit
lanjut dong thor 😊,
semangat update nya thor 💪🏿
Maulidar: makasih semangatnya, terimaksih karena sudah mau membaca🥳, Untuk Up selanjutnya ditunggu ya my🥰
total 1 replies
adit
semangat updatenya thor 😊
Maulidar: makasihh udah mau baca, akan Author usahain☺️☺️🥰
total 1 replies
ya namanya udah cinta kan, pasti buta.
Yem
Nggak nyerah juga nih ngejar si Ben.. 😊
Awal cerita yg menarik..

Jangan lupa mampir ya
*°Hati yang terluka°*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!