Indonesia
NovelToon NovelToon
Cincin Dunia Mimpi

Cincin Dunia Mimpi

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romansa / Roh Supernatural / Pusaka Ajaib / Chicklit
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: PaningalL1

Sandra, seorang mahasiswi yang tidak sengaja menemukan cincin misterius di rumah kosong terbengkalai saat perjalanan pulang dari kampus. Tidak disangka bahwa cincin tersebut memiliki kekuatan magis yang bisa membawa pemakainya masuk kedalam dunia mimpi dan mengendalikannya. Cincin tersebut juga menuntun Sandra kepada sebuah tugas besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PaningalL1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemunculan

Malam telah tiba, Di atas meja belajar Sandra terlihat menghadap laptop yang menyala. Dilihat dari pakaian tidurnya, Sandra sepertinya sudah siap untuk tidur. Namun, tugas kuliah yang belum selesai menghalanginya untuk beristirahat pada malam itu. Jari-jarinya dengan lihai mengetik satu-persatu huruf pada keyboard, menciptakan suara yang memecah keheningan di dalam kamar Sandra.

Meja belajarnya terlihat berantakan, kertas-kertas penuh coretan serta buku-buku tebal yang terbuka berserakan diberbagai sudut. Di samping laptopnya, terdapat handphone yang menyala menampilkan pesan digital antara Sandra dan Amanda yang saling bertukar ide untuk mengerjakan tugas kuliah.

Tidak lama kemudian Sandra mendapatkan pesan baru dari Amanda. Sandra melirik handphonenya yang berdering lalu melihatnya.

Sandraaaa bingung gue, Saann!!

Sama...

Terus gimana ini??

Gimana apanya?

Tugasnya gimana?? masa cuma setengah gini??

Pasrah aja lahh... otak gue udah mentok

Jangan bercanda ya saaannn!! Gue gak mau gara-gara tugas ini gak selesai harus ngulang mata kuliah!!

Busettt, ngeri amat omongannya!!?

Harusnya kita ngerjain tugasnya sama-sama, biar enak

Yang ngebet pengen pulang tadi siapa yaaa?? 😒

😅 kan udah kemalaman saann. Maaf...

Sandra lalu menghela napas sembari meletakkan handphonenya kembali ke atas meja, ia kemudian menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, tangan kanannya lalu memijat kepalanya yang terasa sakit. Tiba-tiba Sandra merasakan hawa hangat pada jari manisnya. Perlahan demi perlahan rasa hangat itu beralih menjadi panas yang kuat. Sandra sontak mengerang pelan, lalu melihat Cincin Dunia Mimpi yang melekat pada jari manisnya. Ia kemudian berusaha melepaskan cincin tersebut, akan tetapi cincin perunggu itu tidak mau terlepas dari jari manisnya.

Sandra dengan sekuat tenaga terus mencoba untuk melepaskan cincin perunggu itu, hingga ia merasa ingin berteriak karena tidak tahan dengan rasa panas yang seperti membakar kulitnya, namun ia dengan cepat membungkam mulutnya. Dirinya tidak ingin membangunkan neneknya, dan membuatnya panik. Dengan tangan yang bergetar, Sandra melihat Cincin Dunia Mimpi pada jari manisnya. Ia melihat jarinya tidak terluka sama sekali dengan cincin yang memanas itu. Sandra lalu teringat dengan perkataan Dewi Apsarini, tentang Cincin Dunia Mimpi yang jika suatu saat tiba-tiba memanas.

Sambil mengusap-usap Cincin Dunia Mimpi, Sandra dengan tenang berjalan menuju tempat tidurnya. Ia kemudian membaringkan tubuhnya, lalu segera menempelkan cincin perunggu itu ke keningnya.

*

Sandra terbangun dengan keadaan melayang dan dikelilingi oleh jutaan Bola Mimpi. Di hadapannya, ia mendapati Dewi Apsarini sedang memperhatikan Bola Mimpi yang memancarkan cahaya merah di depannya. Sandra merasa heran dengan raut wajah Dewi Apsarini yang tidak memancarkan senyuman seperti biasa, dan malah terlihat cemas.

Dewi Apsarini lalu merasakan kehadiran Sandra, ia segera menoleh ke belakang. Raut wajahnya terlihat sedih dan cemas.

"Sandra!?" serunya dengan lega.

Sandra segera menghampiri Dewi Apsarini.

"Dirimu datang tepat waktu, Sandra," ucap Dewi Apsarini.

"Dewi Apsarini, ada apa?" tanya Sandra kebingungan.

Dengan Hati-hati, Dewi Apsarini menyodorkan Bola Mimpi yang dari tadi dia perhatian kepada Sandra, lalu berkata, "Lihatlah."

Sandra lalu meraih Bola Mimpi tersebut dengan kedua tangannya, kemudian melihat mimpi di dalamnya. Betapa terkejutnya Sandra saat melihat seorang gadis remaja yang mengenakan gaun putih tengah ketakutan di sudut ruangan hampa yang dikelilingi tembok. Tetapi, yang membuat Sandra semakin terkejut sekaligus takut adalah saat melihat sesosok manusia bersayap, berkulit pucat, dengan kepala tanpa sehelai rambut. Sosok mengerikan itu berjalan santai mendekati gadis malang yang berteriak kencang.

"D- Dewi...?!" ucap Sandra menatap Dewi Apsarini.

"Nyupena!" balas Dewi Apsarini dengan tatapan yang terpaku pada Bola Mimpi yang berada digenggaman Sandra.

"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Sandra.

"Ini saatnya," ucap Dewi Apsarini.

"A- apa?!" tanya Sandra dengan panik.

"Inilah tugasmu yang sebenarnya, Sandra," kata Dewi Apsarini sambil menatap dalam Sandra, "Masuklah ke dalam mimpi orang ini, dan kalahkan Nyupena!"

"T- Tapi..." Sandra merasa ragu dan takut saat melihat wujud Nyupena yang mengerikan.

Kemudian di dalam Bola Mimpi, Sandra melihat Nyupena yang sudah berada di hadapan gadis malang itu, dan bersiap untuk meraih leher sang gadis.

"Sandra!!" seru Dewi Apsarini, memecah ketakutan Sandra, "Tidak ada waktu lagi!! Jika Nyupena berhasil membunuh gadis itu, maka dia akan keluar dari Mayapada!!"

Sandra mengangguk cepat dengan ekspresi bingung, membuat Dewi Apsarini tersenyum.

"Sebelum dirimu masuk, ubahlah wujud dirimu, Sandra," ujar Dewi Apsarini.

"Apa?!" seru Sandra, "Menjadi siapa?!"

"Terserah dirimu, asalkan tidak ada hubungannya dengan dirimu, dan keluargamu!"

Sandra seketika menjadi bingung dan panik saat menyaksikan Nyupena yang sudah meraba leher gadis bergaun putih itu.

"Cepat Sandra!" ucap Dewi Apsarini, "Ucapkan mantranya dan bayangkan ingin menjadi siapa dirimu!"

Tanpa melepaskan Bola Mimpi Sandra berucap, "S- Sinukmaya winahya ing asepi!"

Seketika Sandra di keliling pusaran debu emas yang bercahaya, perlahan debu emas itu menyatu dengan tubuhnya. Dan kemudian, terlihat rambut pendeknya memanjang dan melambai bagaikan diterpa angin.

Dewi Apsarini sontak tertegun hingga bibirnya sedikit terbuka. Sang Dewi terperangah saat melihat wujud baru Sandra.

Sandra berubah menjadi seorang wanita berambut hitam panjang, wajahnya terlihat cantik dan tenang, membuat siapa saja yang memandangnya merasa nyaman, bibir tipisnya memancarkan senyuman hangat yang menambah keceriaan pada wajahnya, dan bola matanya berwarna coklat memandang dengan lembut. Tubuhnya yang indah diselimuti dengan gaun merah tua yang anggun.

"Dewi Apsarini?" ucap Sandra, dan memecah lamunan sang Dewi, "Ada yang salah?"

Dewi Apsarini menggeleng lalu beralih memperhatikan Bola Mimpi yang masih berada di tangan Sandra.

"Dirimu masih ingat dengan mantra untuk masuk ke dalam mimpi orang lain?" tanya Dewi Apsarini.

Sandra tersenyum paksa sambil menggelengkan kepala. Dewi Apsarini kemudian tersenyum dengan respon Sandra. Mereka berdua lalu dikejutkan dengan teriakan sang gadis yang mulai dicekik oleh Nyupena.

"Tirukan aku!" seru Dewi Apsarini, membuat Sandra memasang wajah serius dan mengangguk.

"Tan samar pamoring sukma."

"Tan samar pamoring sukma!!"

*

Nyupena yang sedang mengangkat gadis malang itu tiba-tiba dikejutkan dengan cahaya emas yang muncul dibelakangnya. Dengan raut wajah yang marah, ia segera menjatuhkan sang gadis lalu menghadap kebelakang.

"Nyupena!!" teriak Dewi Apsarini.

"Apsarini..." ucap Nyupena dengan suara yang rintih dan serak.

Sandra dibuat terdiam takut dan tidak berani menatap Nyupena. Nyupena lalu tersenyum meringis, menampakkan gigi-gigi tajamnya.

"Siapa wanita itu?" tanya Nyupena sembari menunjuk ke arah Sandra yang tertunduk.

Dewi Apsarini dengan raut wajah marah kemudian membentangkan kedua sayapnya, dan membentengi tubuh Sandra dengan sayapnya.

"Tenangkan dirimu, Apsarini... " kata Nyupena, "Aku hanya bertanya siapa wanita ini?" sambungnya yang dengan tiba-tiba sudah berada dihadapan Sandra lalu mengangkat dagunya.

Sandra merasakan tangan yang dingin dan kasar pada pipinya, serta cakar-cakar tajam.

Dewi Apsarini dibuat terkejut dan tidak percaya dengan Nyupena yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.

"Penjaga baru ya...?" ucap Nyupena, "Berarti laki-laki yang merepotkan itu sudah mati?"

"Menjauh darinya!!" seru Dewi Apsarini lalu memberikan pukulan telak ke wajah Nyupena hingga membuatnya terpental.

Nyupena terpental menghantam tembok hingga meruntuhkannya dan menimpanya tubuhnya. Sandra yang terlihat sangat ketakutan hanya terdiam, tatapannya terlihat kosong dan bibirnya terbuka. Tidak lama kemudian, Sandra tiba-tiba jatuh bersimpuh karena kakinya yang menjadi lemas, lalu menangis.

"Aku- aku tidak bisa..." ucap Sandra dengan lirih.

Dewi Apsarini lalu segera mendekati Sandra dan memeluknya. "Jangan takut. Kuatkan dirimu!"

"Tidak- aku tidak bisa melawannya!" balas Sandra yang menangis di pelukan sang Dewi.

"Pasti bisa, itulah alasannya kenapa Cincin Dunia Mimpi memilih dirimu," ujar Dewi Apsarini.

Tiba-tiba, Dewi Apsarini dikejutkan dengan tangan Nyupena yang keluar dari dalam reruntuhan. Tangan itu mendorong tubuhnya untuk bangkit. Dewi Apsarini yang sedang memeluk Sandra dibuat tercengang saat melihat Nyupena yang bangkit dari dalam reruntuhan dengan keadaan kepala yang menghadap kebelakang. Lalu perlahan Nyupena melangkah keluar reruntuhan sambil memutar kepalanya kembali.

"Benar begitu, takutlah kepada ku..." ucap Nyupena dengan tenang.

"Bangkitlah wahai penj-"

Belum sempat Dewi Apsarini menyelesaikan perkataan, Nyupena dengan cepat mendaratkan pukulan keras pada perut Dewi Apsarini hingga membuatnya terpental, dan menghantam tembok. Dewi Apsarini menjadi lemas tidak berdaya. Nyupena kemudian berjalan mendekati Dewi Apsarini yang merintih kesakitan.

Nyupena meraih leher Dewi Apsarini lalu mencekiknya, kemudian ia mengangkatnya hingga membuat kedua kaki Dewi Apsarini tidak lagi menyentuh lantai dan meronta-ronta. Napas sang Dewi terengah-engah, dan pandangannya yang mulai kabur. Namu, tatapan matanya tertuju pada Sandra yang tengah bersimpuh sambil menutup kedua telinganya.

"Wahai sang penjaga dan pelindung Mayapada. Bangkitlah dari ketakutanmu..."

Sandra tertegun seketika saat mendengar suara Dewi Apsarini di dalam kepalanya. Dengan sesegukan dan kaki yang bergetar, Sandra berusaha untuk berdiri. Nyupena yang merasakan kebangkitan Sandra lalu menoleh kebelakang dengan raut wajah marah. Nyupena melihat tatapan tajam dari mata yang sembab.

~~

1
Nurul Syahriani
Baru mampir, koq malah gak ada isi nya yg bab 1..
Nurul Syahriani: Ceritanya gak ada, judul langsung komentar.. error apa gimana ya.. di buka ber ulang ulang tetap kayak gitu
total 2 replies
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Lanjutkan Thor ... tentunya pembaca lainnya akan senang up.lagi cerita nya ... NOk Thor ditunggu
sakura
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!