Indonesia
NovelToon NovelToon
NICHOLAS And His Plan

NICHOLAS And His Plan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Mata-mata/Agen / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: annaxolovely

Menjadi korban PHK kantornya akibat pandemi membuat hidup seorang Fiona terombang-ambing. Wanita berusia 25 tahun itu merantau seorang diri di Jakarta. Ketika ia berada di ujung tanduk, sebuah pekerjaan tiba-tiba menghampirinya.

Menjadi asisten pribadi CEO sebuah rumah produksi film di Indonesia. Nicholas, laki-laki berusia 35 tahun itu memiliki kehidupan yang sempurna bagi Fiona.

Menurut Fiona, menjadi asisten pribadi laki-laki tampan itu tak begitu sulit. Nicholas adalah definisi kesempurnaan. Sampai, suatu hari bosnya itu meminta Fiona untuk menjadi selingkuhannya dengan bayaran luar biasa. Tentu saja Fiona menolak, tapi begitu Nicholas mengatakan rencananya, Fiona rasa... dia perlu mempertimbangkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annaxolovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WHEN HE KISS ME

Hampir tengah malam, dan aku masih terjaga dengan posisi duduk di atas kasur kecil yang disiapkan Nicholas. Begitu juga dengannya yang masih terjaga di sebelah ku setelah percakapan kami mengenai alat penyadap di ponsel ku.

"Saya minta maaf, Pak," ucap ku akhirnya memberanikan diri. Sejujurnya, ini adalah privasi ku. Aku tak pernah berekspektasi Nicholas akan memasang alat penyadap di ponsel yang ia berikan padaku. Tapi bagaimanapun, aku juga salah karena telah begitu penasaran dengan hubungan Nicholas dan istrinya sampai membicarakannya dengan Dinar.

"Kamu gak perlu minta maaf. Tujuan saya memasang alat penyadap itu bukan untuk mengganggu privasi kamu. Dan lagi, awalnya saya juga ga perduli, Fiona. Tapi tadi barusan kamu bertanya," jawab Nicholas menjelaskan. Ya, memang aku yang mulai bertanya apakah dia mendengar percakapan ku dengan Dinar tadi. Jika aku tidak bertanya, Nicholas tetap diam saja dan tak membahas atau menegur ku.

"Karena kamu langsung meminta maaf, dugaan saya semakin yakin kalau topik yang kamu obrolkan itu adalah saya dan Mia."

Deg!

Astaga, Fiona. Benar juga. Aku tak pernah menyebut nama Nicholas diobrolan ku dengan Dinar. Aku hanya bertanya bagaimana sebuah pasangan bisa saling selingkuh. Ya ampun! Harusnya aku tak perlu panik seperti tadi dan mengelak saja!

"Why are you so curious about Me and Mia, Fiona?" tanya Nicholas pelan. Kali ini, pandangannya benar-benar menyiratkan sesuatu yang teduh. Dia benar-benar terlihat penasaran, bukan sedang menegur ku.

Aku sendiri tak yakin apa alasanku begitu penasaran dengannya dan juga Mia. Tapi kalau boleh jujur, aku tak suka setiap kali melihat Nicholas berdiri melihat Mia dan Hero. Jika boleh menghardik, aku akan menghardik Mia, bahkan Nicholas juga. Jika mereka saling mencintai, kenapa malah saling menyakiti? Jika tidak saling mencintai, kenapa saling mempertahankan? Aku tak ingin ada celah yang membuat ku benar-benar masuk diantara mereka.

"Apa kamu mulai menaruh perasaan sama saya?"

Lidah ku kelu. Rasanya tak mungkin aku menaruh perasaan pada Nicholas. Dia bosku, suami orang. Dan jika boleh dibilang, seharusnya dia adalah satu-satunya orang yang harus aku hindari.

"Saya ..."

"We better talk about this, now."

Aku tak bisa membicarakan ini sekarang. Sungguh aku belum siap, karena aku pun masih ragu sebenarnya apa yang membuatku amat bingung seperti ini?

"Ada banyak hal yang begitu mengganggu pikiran saya, Pak."

"Ini berhubungan dengan rasa penasaran kamu?" tanya Nicholas

Aku menganggukkan kepala ku sambil mencoba berpikir keras bagaimana menyampaikannya.

"Saya tahu, Pak Nicholas mungkin menganggap semua ini hanya rasa penasaran. Tapi bagi saya ini semua benar-benar mengganggu pikiran saya, Pak."

"Okay, go on. Kasih tahu saya," jawab Nicholas memusatkan perhatiannya pada ku, sampai aku harus berusaha kerasa untuk tetap fokus.

"Orang tua saya, bercerai. Dan itu semua karena Ayah saya ... Suka banget selingkuh. Mama saya terus bertahan sama Ayah, meskipun saya tahu hatinya sakit setiap kali lihat ayah sama perempuan lain. Mereka selalu begitu di depan mata Mama. And it's really awful, saat saya tumbuh dewasa dan mengerti apa yang ayah lakukan. Ini lebih miris lagi saat saya akhirnya mengerti kenapa Mama masih bertahan di situasi itu, karena anak-anaknya. Dia mau Ayah tetap kasih biaya hidup untuk kita. Don't care what he's doing with those bit***"

Aku diam sebentar untuk mengambil napas, ketika menoleh, aku menatap Nicholas yang juga sedang memperhatikan ku.

"Makanya saya selalu bertanya-tanya, kenapa Pak Nicholas masih bertahan? You got everything. Tapi, kalau ini masalah cinta ..." Aku berhenti lagi sejenak untuk menelan saliva ku.

"Kenapa kalian gak mencoba untuk saling bicara dan perbaiki ini semua? Karena saya yakin ini juga bukan jenis hubungan open relationship. Kalian gak saling menyetujui untuk berselingkuh. Tapi saling tahu kalau sama-sama selingkuh. Walaupun sebenarnya saya bukan selingkuhan asli Pak Nicholas."

"Saya benar-benar ingin selingkuh, Fiona. Jika saya bisa," bisik Nicholas.

"Memang gak seharusnya Pak Nicholas selingkuh."

"Kenapa?"

"Karena saya yakin Pak Nicholas bukan laki-laki brengsek," jawab ku begitu saja keluar dari mulut ku. Dan aku rasa, aku baru sadar betapa dekatnya posisi ku dengan Nicholas. Aku merasa pikiran ku telah buyar kemana-mana, fokus ku telah hilang ketika Nicholas masih menatapku lebih intens di tengah keheningan ini.

"Kamu salah Fiona," bisik Nicholas seketika aku mendengar suaranya tertahan.

"Hmm?"

"Saya brengsek."

Itu adalah kalimat yang mampu ku dengar dan diterima otak ku secara cepat, sebelum rasanya otak ku berhenti berfungsi ketika Nicholas mendaratkan bibirnya di bibir ku. Tidak, aku rasa dia langsung meraih wajah ku dan mengulum bibir ku hingga tubuhnya condong ke arah ku.

Sungguh, tubuh ku beku. Fiona bodoh, tangan ku yang semula aku angkat untuk mendorongnya, malah diam di dada Nicholas yang masih terbalut kemeja biru langit.

Aku tahu ini salah. Tapi kenapa respon ku malah bertolak belakang? Kenapa aku membalas ciuman Nicholas? Oh No. Ini bukan pertama kalinya aku dicium laki-laki. Tapi, sungguh, he's a good kisser. Oh God, what should i do? Jantung ku rasanya berdegup dengan kencang dengan situasi ini.

Aku rasa, aku akan masuk ke dalam perangkap Nicholas malam ini. Sungguh, ini benar-benar berbahaya. Tapi Nicholas tak sebrengsek itu, atau mungkin rasa penasarannya telah usai, sehingga Nicholas akhirnya menghentikan ciumannya, begitu juga aku. Namun dia belum menjauh, aku bisa merasakan napasnya yang terengah-engah di bibir ku. Begitu juga aku.

Pelan-pelan aku kembali bisa mengendalikan tangan ku untuk turun dari dadanya. Layaknya dua orang bodoh yang baru sadar dari mabuk, kami berdua kelihatan linglung setelah ciuman yang cukup panas tadi ku rasa.

"Sa-saya permisi ... Ke toilet," ucap ku dengan susah payah beranjak dari tempat ku menuju toilet.

Kaki ku masih gemetar, pikiran ku masih melayang entah kemana. Bahkan ketika aku bercermin di kaca wastafel, fokus ku langsung tertuju pada bibir ku. Sedikit berdarah. Aku tak ingat jika Nicholas sampai menggigit bibir ku. Astaga, aku bahkan tak bisa merasakan perih pada bibir ku saat itu.

Sial. Yang aku coba lakukan adalah mendapatkan informasi lebih mengenai kemisteriusan Nicholas. Tapi sekarang, sisi misterius itu malah bertambah.

"Ugh!"

Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Bagaimana seharusnya sikap ku nanti jika sedang bersama Nicholas? Bagaimana aku harus bertindak? Ini bahaya, Fiona. Meskipun aku bukan wanita polos, jujur saja aku bukan wanita yang sangat polos. Tapi bagaimana jika kejadian tadi terulang kembali dan sampai ke tahap ... Hubungan ranjang? No way! Ayolah, Fiona, jangan terlalu naif.

Itu hanya ciuman biasa. Jaman sekarang, bukankah ciuman tanpa adanya perasaan dan ikatan hubungan itu sudah biasa? Jadi bersikap lah biasa saja. Jangan terlalu dipikirkan. Anggap saja yang tadi itu hanya mimpi. Yap, mimpi indah.

Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya aku memberanikan diri untuk kembali ke private room Nicholas. Jantung ku semakin berdegup kencang ketika pintu bergerak terbuka. Dan ketika aku masuk, aku melihat Nicholas sudah berpindah duduk di sofa sambil tertidur. Syukurlah!

Tapi apa dia akan tidur dalam posisi seperti itu sampai besok pagi? Aku segera berjalan menuju tempat tidur ku dan berbaring. Tapi karena kejadian tadi, aku malah semakin tak bisa tidur. Semuanya terasa campur aduk di pikiran dan hati ku.

Aku masih pusing memikirkan masalah ku akibat Hero. Tapi di sisi lain, sebagian dari diriku merasa sangat senang karena ciuman Nicholas. Apa dia baru saja mentransfer imun kebahagiaan pada ku? Tidak, Fiona. Mungkin saja, dia sedang mempermainkan mu. Menjadikan mu sebagai pelampiasan.

***

Ketika aku yakin kalau aku akan terjaga sampai pagi, ternyata aku salah total. Karena pagi ini aku terbangun. Yap, terbangun dan artinya aku tertidur semalam.

Dan ketika aku membuka mata, pandangan ku otomatis mengedar ke sembarang arah. Sampai ...

"Holly sh**!"

Aku segera menutup mulut ku. Oh tidak, kata buruk itu keluar sangat mulus dari mulut tak tahu diri ini ketika aku melihat Nicholas duduk di sofa dengan melipat tangan di dada, dan menyilangkan kaki. Masalahnya, dia sedang memperhatikan ku dari tempatnya duduk. Sungguh.

Tapi melihat Nicholas sudah rapi dengan setelan jas yang berbeda, aku mulai khawatir, pukul berapa sekarang?

"Ardi sudah membelikan pakaian kamu hari ini. Jadi cepat siap-siap, karena kita akan adakan meeting," ucap Nicholas yang tak merespon keterkejutan ku.

"Meeting?" gumam ku buru-buru meraih ponsel ku untuk memeriksa kembali jadwal Nicholas. Aku yakin tak ada jadwal hari ini.

"Meeting soal kasus kamu dan Hero," jawab Nicholas yang mengerti gerak-gerik ku. Setelah mengatakan itu, Nicholas beranjak dari duduknya kemudian berjalan pergi begitu saja. Hal yang aneh menurut ku, padahal baru sepersekian menit. Tapi aku bisa merasakan sikap dingin Nicholas.

Apa karena kejadian tadi malam? Bukankah seharusnya aku yang marah? Dia yang yang mencium ku. Ah sudahlah, Fiona. Bagus jika kamu tidak terlalu dekat dengannya. Bagus juga kalau Nicholas membatasi diri.

Ketika aku masih bersiap-siap, ponsel ku masih dalam keadaan mati. Aku belum berani menyalakan ponsel ku.

Dua puluh menit setelah siap-siap, aku menunggu di ruang kerja Nicholas bersama Fio yang sudah duduk di sofa. Tapi Nicholas tak ada di sini. Tak tahu kemana. Bahkan, biasanya Nicholas langsung yang memerintahkan aku mengurus Fio dan membawakan Fio pada ku. Tapi sekarang, hanya ada kotak Fio dan sebuah sticky notes untuk ku.

Lalu Ardi juga yang datang untuk mengantarkan sarapan ku. Tentu saja atas perintah Nicholas. Kenapa dia jadi sangat dingin pada ku? Apa aku melakukan hal yang salah? Atau dia merasa ilfeel setelah sadar apa yang dia lakukan padaku semalam? Ugh! Sungguh, Fiona. Ini semua bukan salah mu. Apapun yang Nicholas rasakan akibat kejadian semalam, itu salahnya sendiri. Aku juga tak menginginkan ciuman itu.

Tapi jujur saja, tatapan Nicholas setelah mencium ku, aku tak pernah melupakannya. Wajah kebingungannya setelah mencium ku, semuanya seolah terekam jelas di otak ku. Semuanya sangat jelas, bahkan saat Nicholas mencondongkan tubuhnya menempel dengan ku selama berciuman. Astaga, ada apa ini? Hanya mengingat kejadian semalam saja jantung ku berdetak lebih cepat. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus berhati-hati mulai sekarang. Jaga jarak dengan Nicholas, Fiona.

Dia kelihatan begitu tenang di luar. Tapi sesungguhnya Nicholas itu berbahaya. Sumber segala bahaya untuk hidup ku.

...***...

1
Anis Hasan
lanjut
Shanti Siti Nurhayati Nurhayati
linglung aku😶
Shanti Siti Nurhayati Nurhayati
sadar dong Fiona kmu itu udah di bayar jd harus siap 24 jam buat nikholas,,,,
Anis Hasan
lanjut semoga nicholas cepat temukan fiona
Anis Hasan
lanjut semoga semua masalah cepat selesai
Anis Hasan
lanjut satu peesatu mulai terkuak
Anis Hasan
lanjut kapan ya masalahnya selesai rumit kayaknya
Anis Hasan
lanjut kenapa fiona gak jujur ajha
Anis Hasan
lanjut ini konfliknya gak selesai ya jadi penasaran spa yang jahat
Anis Hasan
lanjut apakah targetnya sekarang nicho
Anis Hasan
lanjut semoga semua masalah cepat selesai
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Anis Hasan
lanjut semoga masalahnya selesai
Anis Hasan
lanjut semoga fiona dan nicho bahagia
Grace Shower
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Annaxolovely
udah ngerti belum bun? sini-sini nanya sama aku 🤗
Mam Jes
bingun blm ngerti2 ini certianya hihihihi
Selamat Saint
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
Grace Shower
lanjut thor ceritanya semakin seru dan meneganng kan heheh semangat thor
SecretFruity
Thor, please bagi tips gimana caranya biar bisa keren gini ceritanya!!
Annaxolovely: hai SecretFruity makasih banyak yaa seneng banget kalau menurut kamu ini keren ❤ Tips dari aku yang paling sederhana, kamu banyak baca buku (novel) yang sesuai dengan genre kesukaan kamu, nonton film juga, dan harus berani nuangin imajinasi di otak kamu. Jangan mikirin akan jelek/enggak. yang penting, tulis dulu. Menurut aku pribadi gak ada tulisan yang jelek, cuma kadang kurang sesuai aja sama selera kita 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!