Kisah Safira yang tinggal bersama papa dan mama tiri yang membawa anak perempuan juga, sehingga terjadi konflik setiap hari.
Pak Harry adalah ayah kandung dari Safira, sementara mama kandung nya dari SD sudah meninggal. Jadi papanya menikah lagi di saat dia sekolah SMP.
Karena kesibukan pak Harry sehingga Safira tidak mendapatkan perhatian dari papanya.
Sementara mama tirinya tentu saja tidak menyukai Safira dan ada niat untuk menyingkirkannya.
Tapi Safira tak tinggal diam, tentu saja dia berontak, saat sudah selesai tamat sekolah atas, Safira suka keluar malam sehingga membuat pak Harry murka dan akan membawanya ke kampung halaman mereka yang di perkampungan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18
Di rumah bu maryam sudah selesai menyiapkan makan siang dan semua sudah di hidangkan. Sementara menunggu yang lain pak Harry dan adiknya bercengkrama.
"kemana tadi si Safira? kok enggak ngomong sama abang? "
"dia pergi beli paket internet bang, takut keluar sendiri maka di ajaknya siapa itu tadi namanya? aku lupa... "
pak Harry tau siapa yang di maksud adiknya itu.
"bisma namanya... sengaja ku ajak, mana tau dia bisa membantu ku kalau ada masalah."
"oh... aku pikir dia calon si fira."
"masih kecil dia dan cepat kali kalau bekeluaga, mana pikirannya masih seperti bocah dan kuliah belum selesai." pak Harry menjelaskan
"oh... seperti itu.... "
Pak Harry pun menyampaikan pada bu maryam tentang maksud kedatangannya ke kampung.
"maryam... sebenernya aku ke sini ada maksud... ini tentang Safira."
Bu maryam penasaran dengan omongan pak Harry, dia pun langsung bertanya kembali.
"apa maksud sebenarnya abang pulang kampung? tentang tanah warisan kita? punya abang kan masih aku jaga dengan baik dan juga sudah ku bilang sama irvan bahwa itu hak tulang nya." kata bu maryam
Pak Harry terkejut mendengar perkataan adiknya karena dia tak pernah menanyakan tentang warisan. memang sudah di bagi dan hak pak Harry ada di sebelah rumah adiknya.
"bukan itu maksud ku... aku kan sudah percakapan padamu... kelak itu milik safari."
"jadi tentang apa? "
"aku mau menitipkan safari di kampung ini, biar dia belajar tentang kehidupan. Di Jakarta pergaulan terlalu bebas... aku takut kalau safari salah pergaulan... " kata pak Harry.
Mengerti apa yang di maksud abangnya tapi bu maryam tak yakin kalau keponakannya itu mau tinggal di kampung yang terpencil.
"menurut ku... mana mungkin si fira mau tinggal di sini...baru sampe saja sudah cari paket internet... tadi pas pergi naik sepeda...dia seperti tak suka gitu...apakah tidak ada cara yang lain? "
Hening suasana...keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Tok... tok... tok...
"Assalamualaikum... "
Terdengar suara pintu di ketuk dan bu maryam sudah tau siapa yang datang.
"wa'alaikum salam... sudah pulang kau irvan?"
Seorang pemuda yang tampan dan memakai peci dengan baju koko masuk ke dalam rumah, salim kepada umak nya dan setelah itu dia menyalim pak Harry.
"irvan... ingat kau sama yang kau salim itu? " tanya bu maryam.
Irvan melihat ke arah pak Harry sambil mengingat ingat dengan senyuman yang menandakan kalau dia tak akan lupa sama tulang dari Jakarta.
"ingat lah umak... ini kan tulang ku yang di Jakarta... apa kabar tulang? " kata Harry
Umak adalah panggilan untuk ibu atau mama yang biasa di panggil untuk bu maryam dan begitu juga orang di daerah tempat tinggal mereka.
"Alhamdulillah... sehat... sudah dewasa ternyata anak tulang ya... sebentar lagi mau menikah." kata pak Harry
"bagitu lah tulang... sudah berapa tahun kita tak berjumpa... senang kali aku melihat tulang datang... dan minggu depan aku mau menikah... lengkap rasanya tulang datang ke kampung." kata irvan.
Sebenarnya pak Harry tidak tau kalau keponakan mau menikah, niat nya mau mengantarkan safari untuk tinggal beberapa saat di kampung.
"kebetulan sekali... insha allah sampai kamu menikah baru tulang kembali ke Jakarta." kata pak Harry
Mendengar hal itu bu maryam senang sekali, ada abang kandung yang hadir. Apa lagi pak Harry terkenal sebagai orang yang dermawan di kampung, kebun salak yang di kelola bu maryam dan irvan saja di bagi tiga.
Sepertiga untuk irvan, sepertiga untuk di sumbang ke anak yatim dan kaum duafa dan sepertiga lagi di tabung pak Harry untuk safari.
"Alhamdulillah... aku senang mendengar nya bang... jadi rame nanti pas acara pesta irvan" kata bu maryam
Pak Harry tau apa maksud adiknya maryam berbicara seperti itu, sebuah kode tentunya untuk pak Harry.
"mmmhhh pestanya di sini juga? "
"ya pas sore kan pengantin perempuan di bawa ke sini... acara sederhana saja."
"Kalau seperti itu... di rumah ini acara nya malam saja..."
Irvan yang sudah punya ide untuk acara malam, tidak mau membuat pesta yang meriah.
"tulang... malam hari hanya pengajian saja... tidak ada acara pesta." kata irvan
Mengerti apa yang di maksud irvan jadi tak mau merusak acara keponakan yang sudah di rancang.
"baik lah kalau begitu... tulang kasi mentahnya saja... "
Bu maryam senang mendengar hal itu dia yang langsung menjawab.
"kasi sama aku saja mentahnya bang... buat acara syukuran aja." kata bu maryam
"iya... untuk acara nanti abang kasi sama mu... aman itu... "
"Alhamdulillah... terima kasih bang... murah rezeki abang." kata bu maryam dengan senang hati karena tak menyangka mendapat rezeki dari pak Harry
irvan melihat tingkah umak nya yang gembira hanya tersenyum dan geleng kepala.
"umak... umak... senang sekali ku lihat... "
"sssttt... kamu tak mengerti... lihat saja ya... " kata bu maryam
Tok.. . tok.... tok...
kerukan pintu berbunyi... pertanda ada yang masuk.
"aduh... bou... pantat ku sakit kali... naik sepeda ontel itu... " tiba tiba safari masuk dan mengeluh pada bu maryam.
"safari... sudah pulang... kalau masuk rumah kasi salam dulu...kirain bou siapa yang datang."
Safari yang memang seperti itu setiap masuk rumah, dia tidak melihat posisi di mana dia sekarang. Pak Harry malu melihat tingkah anak gadis nya itu.
"ops... maaf... maaf... aku lupa... Assalamualaikum... " kata safari menjaga sikap dengan bu maryam
"namanya juga naik sepeda... ya seperti itu...kamu salam sama pariban mu itu." kata bu maryam menunjuk ke arah irvan yang lagi duduk dekat papanya.
Safari melihat ke arah irvan, dia sedikit lupa karena sudah lama tidak bertemu dan penampilan irvan yang berubah.
"wah... safari... sudah besar kamu ya... "
"bukan sudah besar tapi sudah jadi gadis yang cantik..." kata bu maryam lagi.
Safira mendekati pariban nya itu, lalu salam menyalami tangan irvan, sedikit kaku karena sudah lama tak berjumpa.
"apa kabar bang irvan? "
"Alhamdulillah... sehat... "jawab irvan.
Karena semua orang sudah berkumpul maka makanan yang ada di hadapi mau di santap bersama, tentunya makan siang lesehan.
" ayo kita makan siang dulu... pasti semua sudah lapar."kata bu maryam yang membuka tudung saja di hadapan mereka.
"betul itu... semua orang sudah berkumpul semuanya." kata pak Harry
"Assalamualaikum.... "
tiba tiba terdengar suara seseorang masuk ke dalam rumah dengan baju penuh dengan keringat.
"Wa'alaikum salam.... mari kita makan siang bisma... " ajak pak Harry
"eits... ganti baju dulu kamu... tuh baju basah karena keringat mu." kata safari.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
subscribe....
vote... vote... vote...
komentar yang membangun
terima kasih.
🙏🙏🙏