Indonesia
NovelToon NovelToon
CLARGA

CLARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Clarrisa di paksa setuju untuk menikah dengan Galih oleh Ibu dan kakeknya yaitu Satya, demi harta warisan yang di tinggalkan Pras-kakak kandung Satya. Menikah muda bukanlah impian bagi Clarrisa apalagi Galih jauh lebih tua hampir sepuluh tahun darinya, tapi pada akhirnya Clarrisa setuju.
Mendapatkan harta warisan tidaklah semudah itu, Galih tahu tujuan dari perjodohan itu dan ia mengikuti permainan yang di mainkan mereka.
Bagaimanakah pernikahan Clarrisa dan Galih?
Apakah harta warisan akan dengan mudah di dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Arnold

Sebelum pergi ke kantor, Galih pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Ia sudah membuat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya.

Perawat memanggilnya dan ia pun masuk ke ruangan dokter setelah menunggu beberapa saat.

"Selamat pagi, Dok ..." sapa Galih sopan.

"Sudah lama kita tidak bertemu. Setelah Tuan Pras tidak ada, kita jadi tidak pernah bertemu," ujar dokter Gunawan, dokter yang pernah merawat tuan Pras.

"Iya, Dok."

"Ada apa?"

"Ini, Dok. Akhir-akhir ini saya sering pusing dan terkadang sampai mimisan. Ya sebenarnya saya merasa sakit kepala dari lama, tapi akhir-akhir ini agak sering." Galih menjelaskannya.

"Biar saya periksa." Dokter bangkit dari duduknya lalu menyuruh Galih untuk berbaring.

Ia memeriksa keadaan Galih. "Apa ada hal lain yang kamu rasakan selain pusing dan mimisan?" tanyanya.

"Ya paling berasa badan saya gampang lelah, dok," jawab Galih.

"Saya akan mengambil darahmu untuk di periksa lebih lanjut di lab," ujar Dokter.

Galih setuju dengan apa yang dokter lakulan. Setelah selesai pemeriksaan dan pengambilan darah, dokter memberikan resep obat sementara untuk menghilangkan rasa sakit kepalanya itu.

"Nanti perawat akan menghubungimu untuk hasil lab-nya. Semoga kau sehat-sehat saja dan hasilnya bagus," ucap dokter.

"Ya saya harap seperti itu. Kalau begitu, saya permisi dulu. Terima kasih, Dok." Galih bangkit dari duduknya dan berlalu pergi.

Galih pergi ke apotek untuk mengambil obatnya. Menunggu beberapa saat dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Arnold yang sepertinya akan mengambil obat juga.

"Galih," sapa Arnold.

"Mas Arnold," ujar Galih.

"Sedang apa kau disini? Mengambil obat siapa?" tanya Arnold.

"Mengambil obatku, Mas."

"Kau sakit?" tanya Arnold.

"Ya, hanya sedikit tidak enak badan saja. Mas, kenapa ada disini?" tanya Galih.

"Aku mengambil obat untuk kekasihku, dia sedang sakit dan di rawat di rumah sakit ini," jawab Arnold.

"Oh ... Semoga lekas sembuh untuk kekasih Mas," ucap Galih.

Itu hanya basa-basi, sebenarnya ada rasa canggung di diri Galih karena sekarang Arnold adalah pamannya.

"Eh iya ... Bagaimana pernikahanmu dengan Clarrisa?" tanya Arnold.

"Ya, begitu-begitu saja," jawab Galih seraya tersenyum tipis.

"Hmmm ... Sebenarnya aku tidak mau mengatakan hal ini, tapi aku harus mengatakannya. Sebenarnya pernikahan ini hanyalah tentang harta warisan paman Pras, semuanya rencana Papaku. Aku pikir kau tahu segalanya tanpa aku beri tahu," jelas Arnold.

Galih tersenyum tipis. "Ya, aku paham, Mas."

"Kau tidak apa-apa di permainkan seperti ini?" tanya Arnold.

"Tidak masalah, Mas."

"Dengarkan aku, sebagaimana pun Papaku meminta harta warisan itu, jangan berikan! Aku lebih rela kau yang mendapatkannya dari pada Papaku. Di tangan Papaku itu tidak akan bermanfaat!" jelas Arnold.

Galih menatap Arnold, ia tahu kalau orang di hadapannya ini berbeda dengan keluarganya yang lain.

"Ikuti saja alur yang Papaku buat!" ujar Arnold.

Galih hanya mengangguk dan paham apa yang di katakan karena itu percis seperti apa yang pak Rendy katakan.

"Eh iya, tentang Clarrisa ... Bagaimana menurutmu?" tanya Arnold.

"Emmmh ... Ya Clarrisa cantik, baik ..." jawab Galih singkat.

"Ya kau benar, Clarrisa baik dan penurut, tapi ya gitu ada beberapa sikap yang kurang baik darinya. Selama ini dia kurang kasih sayang ayahnya dan Mamanya pun sangat sibuk di kantor, mungkin itu salah satu yang menjadi penyebab sikapnya yang kurang baik. Jadi, aku mohon padamu, jagalah dia kalau perlu sayangi dan cintai dia!" jelas Arnold.

Galih tertawa tipis. "Ya pasti aku akan menjaganya, aku akan melakukan tugas suami sebagaimana mestinya."

"Ya, aku tahu kau pasti tidak punya perasaan padanya, tapi kau pernah dengar, kan, peribahasa Cinta karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa bersama, aku pikir kalian akan saling mencintai suatu saat nanti," ujar Arnold.

"Sepertinya itu tidak mungkin, seleranya Clarrisa bukanlah seperti diriku. Tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya ..." jawab Galih.

"Aku tahu kau orang baik dan tulus, jadi aku merasa tenang Clarrisa bersamamu," ucap Arnold.

Galih hanya tersenyum merasa malu di puji oleh Arnold, tapi ia jadi kepikiran dengan apa yang Arnold katakan. Apa mungkin bisa? Apa lagi selama ini Galih memang mengaguminya dan sekarang pun jika melihatnya selalu ada getaran di hatinya.

Setelah obrolan panjang mereka saling berpamitan karena obat yang mereka tunggu sudah di dapatkan. Galih melajukan mobilnya menuju kantor, ia sudah memberitahu asistennya akan datang terlambat dan mengatur jadwal ulang untuk pertemuan dengan client.

Sementara itu, Clarrisa pergi melakukan pemotretan bersama Zaki lalu Miley mendatangi Clarrisa ke tempat pemotretan. Menunggunya beberapa saat sembari berbincang dengan Zaki.

"Eh Miley, kamu disini?" Clarrisa baru saja selesai pemotretan.

"Lama banget, sih," keluh Miley.

"Lagi pula ngapain pakek nyusulin kesini segala," ujar Clarrisa.

"Sekalian mampir aja sih sebenernya," jawab Miley.

"gak apa-apalah lama sedikit, lagi pula aku merindukanmu," ujar Clarrisa.

Miley baru kembali dari luar kota mengurusi resort yang ada di kota B. Ia membantu mengurusi bisnis keluarga.

"Sekalian nih aku mau menyampaikan pesan dari Rino. Katanya kenapa chat dia gak pernah kamu balas?" jelas Miley.

"Ih gak penting banget deh!" ketus Clarrisa.

"Kamu seriusan gak suka sama dia? Ya aku tahu kamu sudah menikah, tapi bukan berarti kamu suka sama suamimu, kan?" celetuk Miley.

"Uhuuuk ... Uhuuuk ..." Clarrisa sedang minum dan tersedak saat mendengar ucapan Miley.

"E-eh pelan-pelan dong kalau minum!" ucap Zaki seraya menyodorkan tisu.

"Apa kamu sudah mencintai suamimu?" cetus Miley.

"Ya, tidaklah ... Kau ada-ada saja. Mana mungkin aku suka sama pria modelan begitu! aku tersedak karena denger kamu bicara kayak gitu," elak Clarrisa.

"Aku pikir kamu sudah jatuh cinta padanya, kayak di drama-drama gitu," ucap Miley.

"Gak usah mengada-ada deh!"

"Udah selesai belum sih? cabut yuuuk ... Rino nyuruh kita dateng ke tempat Gym-nya," ajak Miley.

"Males ih ketemu dia!" jawab Clarrisa.

"Cobalah dulu deket sama dia, sayang banget loh kalau di abaikan terus. Dia tampan, badannya bagus, kaya raya, apalagi yang kurang coba?" tutur Miley.

"Bener itu kata Miley, ini kesempatan bagus ..." Zaki mengompori.

"Asistenmu saja setuju. Ayolah ... Jangan banyak mikir!" paksa Miley.

Clarrisa menghela napas panjang. mau tidak mau ia harus setuju, lagi pula masih banyak waktu luang. Ia tidak ingin kembali ke rumah cepat-cepat dan akhirnya setuju untuk pergi.

1
Rose Yura🌹
Bingang lima pokoknya .
Rose Yura🌹
aaaaa....senengnya author bikin novel lagi. 🥰🥰🥰🥰
Intan Diamond: Terima kasih sudah mampir dan membaca 😍😍
total 1 replies
Intan Diamond
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!