Seorang gadis remaja berhijab dan dengan bercadar 19 tahun , ia bernama Ainin Ghita Syahla Salsabila yang memiliki arti nama perempuan yang dianugerahi mata kebiru-biruan bagai mata air surgawi , yang memiliki rupawan wajah yang cantik seperti namanya . Gadis remaja itu biasa dipanggil dengan nama Salsa. Salsa memiliki akhlak yang mulia dan baik begitu pun IQ berfikir nya sangat lah bagus.
Setelah kepulangan dari kuliahnya ia bertemu seseorang yang membuatnya kagum
Maaf jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan 😊🙏
Penasaran dengan Perjalanan Cinta nya bagaimana. Yuk simak dan baca ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khurrotul Ainy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.
Salsa yang sudah berkumpul dibawah membantu bantu persiapan pernikahan Aiyra. Disaat itu Haidar dan Zahra menuruni tangga dan berjalan ke arah keluarga yang berkumpul.
"Ammah." panggil Haidar.
"Ada apa?." tanya Salsa.
"Eee nggak jadi nanti aja, setelah selesai Ammah bantu bantu." ucap Haidar yang gugup seperti menginginkan sesuatu entah apa itu. Salsa hanya mengangguk kan kepalanya paham.
Di rumahnya Salsa sudah banyak orang yang ingin membantu persiapan pernikahan Aiyra, keluarga Salsa tidak melarang tapi malah senang karena banyak yang ingin membantu. semua orang yang membantu sedang sibuk di dapur untuk membuat bumbu bumbu untuk masakan nanti. Umi Khanza tidak memesan makanan, Umi ingin membuat makanan sendiri karena makanan sendiri lebih enak dari pada membeli/memesan. Dengan dibantu oleh banyak orang pekerjaan akan cepat selesai.
Umi yang sedang berada di ruang tamu, Umi sedang ingin bertanya kepada Salsa, setelah bertanya umi akan melanjutkan kegiatan nya di dapur.
"Salsa." panggil umi.
"Iya um." jawab Salsa.
"Ada apa umi?." tanya Salsa.
"Kapan kamu balik ke Kairo nak?." tanya umi Khanza.
"Dua hari setelah kak Aiyra menikah umi." ucap Salsa yang sambil berjalan mendekati uminya, dan duduk disebelah uminya sambil memeluk erat dari samping.
"Hmm.. perasaan kamu baru kemarin datang nak." ucap umi Khanza sambil membalas pelukan anaknya sambil mengelus sayang kepala anaknya.
"Umi kan sibuk." ucap Salsa bernada sedih.
"Maaf kan umi ya nak, gimana kalau setelah pernikahan kak Aiyra besoknya kita pergi jalan bertiga." ucap umi Khanza.
"Emang umi nggak capek?." tanya Salsa.
"Tidak sayang, kan mau jalan jalan sama anak umi jarang² kita jalan jalan bertiga." jawab umi.
"Bertiga sama siapa um?." tanya Salsa bingung.
"Ya sama Abi sayang." ucap umi tersenyum.
"Hmm.. anak Abi udah lupa dan nggak sayang lagi ya sama Abi." ucap Abi Aflaf bernada tak kalah sedih. Salsa yang mendengar itu terkejut karena abinya mengucapkan bahwa ia sudah tidak sayang lagi kepada abinya. Salsa berjalan kearah abinya yang membuang mukanya ke arah samping seperti anak kecil yang tidak mendapatkan mainan.
"Mana ada Abi, Salsa sangat sayang sama Abi, jangan bilang Salsa udah gak sayang sama Abi ya." ucap Salsa kepada sang abi bernada sedih dan mata yang sudah berkaca kaca. Abi Aflaf tampak masih merajuk.
"Abi jangan diemin Salsa, Salsa gak lupa sama Abi, Salsa kira tadi bertiga sama kakak." ucap Salsa yang kemudian memeluk sang abi dan sudah bercucuran air mata karena abinya marah, kerena sebelum abinya tak pernah seperti ini, padahal abinya hanya menguji seberapa sayang nya Salsa terhadap Abi.
Abi Aflaf kemudian membalas pelukan Salsa yang sedang menangis sesenggukan.
"Kenapa nangis sayang?." tanya Abi kearah Salsa yang berada di pelukannya.
"Hiks..Hiks.. Abi marah karena Salsa gak sayang sama Abi Hiks..Hiks, padahal Salsa sangat sayang sama Abi dan umi." ucap Salsa yang masih menangis.
"Sudah jangan menangis sayang, Abi nggak marah. Abi hanya menguji seberapa sayang kamu kepada Abi." ucap Abi Aflaf sambil mengelus kepala anaknya dengan sayang.
"Belajar yang pinter ya disana." ucap Abi sambil mencium kening anaknya.
"Jangan main hp terus, selalu belajar, sholat jangan dilupain, selalu mengaji, dan selalu Istiqomah ya." sambung Abi, Salsa mengangukkan kepalanya dan memeluk lebih erat sang Abi. Sungguh ia sangat sayang sang Abi yang sudah menjadi pahlawan dalam hidupnya, dan sang umi yang begitu sabar membesar kan dengan kasih sayang.
Dan Salsa sayang kakak kakak nya yang begitu perhatian kepadanya saat ia kenapa kenapa dan tidak mau Salsa kenapa-kenapa. Salsa sangat bangga dan senang memiliki kakak yang sangat sayang padanya.
"Sudah jangan menangis sayang." ucap Abi sambil menghapus air mata yang ada dipinggir mata Salsa. Kemudian Salsa berjalan kearah umi dan duduk disampingnya, dan kembali memeluk sang umi.
"Belajar yang pinter ya sayang." ucap umi.
"Ingat kata Abi ya." ucap umi kepada Salsa, Salsa menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah umi mau lanjut ke dapur dulu ya sayang." ucap umi yang sudah berdiri
"Ikut." ucap Salsa memegang tangan umi. Umi tersenyum dan mengangguk kepalanya, karena pekerjaan Salsa membuat beberapa hiasan sudah selesai jadi ia ingin membantu di dapur.
Setelah lama membantu orang orang di dapur membuat bumbu halus untuk masakan yang dibuat hidangan makanan nanti di acara pernikahan, dan akhirnya selesai juga Salsa meminta izin kepada umi pergi ke kamar nya untuk persiapan melaksanakan shalat magrib karena jam sudah pukul 17.15 WIB. Dan orang orang yang membantu juga sudah berpamit pulang dan melanjutkan nya besok.
Setelah melaksanakan shalat magrib dan sudah mengaji, Salsa mendudukkan dirinya diatas kasur sambil mengambil remote tv untuk menyetel tv.
Tok..tok..tok
"Masuk aja, nggak di kunci kok." ucap Salsa yang mendengar ketukan pintu, dan masuklah Haidar berjalan kearah Salsa.
"Ada apa?." tanya Salsa.
"Eee apa ya." ucap Haidar sedikit gugup untuk meminta keinginannya.
"Tidak usah bertele-tele, langsung aja ngomong." ucap Salsa yang masih memfokuskan dirinya pada tv.
"Gini Ammah, Haidar mau ikut Ammah ke Kairo." ucap Haidar sedikit takut dalam ucapannya, Salsa yang mendengar itu langsung melihat ke arah Haidar.
"Ngapain ikut Ammah ke Kairo?." tanya Salsa.
"Mau sekolah disana, Haidar kan sudah lulus SMP jadi Haidar mau sekolah disana sekalian kalau sudah lulus SMA, Haidar mau kuliah disana." jawab Haidar menjelaskan.
"Zahra pasti akan ikut kalau kamu kemana mana." ucap Salsa.
"Ya kan adik Haidar Ammah, jadi dia selalu mengikuti dimana pun kakak nya pergi." ucap Haidar. Salsa hanya mengangguk paham karena memang kalau Haidar pergi kemana pasti Zahra akan setia mengikuti nya dari belakang.
"Emang mau sekolah apa pesantren?." tanya Salsa.
"Emm gak tau juga Ammah, Haidar belum izin sama ayah." ucap Haidar sambil nyengir.
"Jadi belum bilang sama ayah?." tanya Salsa lagi.
"Belum Ammah." jawab Haidar, Salsa langsung menepuk jidatnya karena mendengar ucapan Haidar yang ingin ikut ke Kairo tapi belum izin sama ayahnya.
"Astaghfirullah hal adzim." ucap Salsa menahan kesal nya kepada Haidar, Haidar benar benar membuat dia kesal dengan ucapan nya yang ingin ikut ke Kairo tapi belum meminta izin kepada ayahnya atau pun bundanya.
"Huh sabar."
"Yasudah nanti bilang sama ayahmu." ucap Salsa.
"Yasudah Haidar pergi lagi." ucap Haidar sambil melangkah kan kakinya keluar.
Setelah pintu itu ditutup kembali, Salsa merebahkan tubuhnya di kasur.
"Kalau Haidar dan Zahra jadi pergi nanti mau tinggal bersama ku juga ya🤔." batin salsa berfikir.
"Astaghfirullah ya iyalah tinggal bersama ku, masa ku terlantar kan, Tapi kamarnya hanya ada dua." Batin Salsa lagi.
"Hmm.. Jadi Zahra akan tidur bersama ku dan Lia, untung kasur dan ukuran ranjang nya lebar jadi bisa cukup. Hmm." sambung batin Salsa.
Dan salsa melanjutkan menonton tv, tak lama kemudian adzan isya berkumandang dan Salsa segera melaksanakan shalat isya kebetulan ia masih mempunyai wudhu.
...****************...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu semua 🤭.
Hehehe maaf ya telat up, author lagi ujian 🤭🤭🤭, jadi harus fokus dulu ke ujiannya☺️.
Hehehe untuk para reader yang selalu nungguin up I love you buat kalian hehe 🤭🤭🤭.
Semoga gak bosan ya dengan cerita dari author ya🤭🤭🤭.
...****************...
...See you 😍....
...Selamat membaca🤗....