Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18.
"Ya, ampun!" Lily terenyuh mendengar suara hati Lydia, membuat ia begitu kasihan kepada Lydia, "Olivia benar-benar sangat jahat!!!"
"Orang yang seperti ini harusnya dikeluarin dari sekolah!!!" sahut seorang anak lelaki teman sekelas lainnya, ikut terprovokasi setelah mendengar apa yang dikatakan suara hati Lydia.
"Iya, benar! harus dikeluarkan!!" yang lain menjadi ikut marah, "Keterlaluan! dia itu tidak layak sekolah di sini!!!"
"Lydia! kamu jangan takut! aku akan suruh Olivia meminta maaf sama kamu! terus menyuruhnya keluar dari sekolah!!" dengan nada penuh amarah Mia menenangkan rasa takut Lydia.
Lydia diam-diam menyunggingkan senyuman senang melirik ke arah Olivia.
Ia merasa puas mendengar semua orang melemparkan kebencian kepada Olivia.
Mia menyingkirkan kursi di sampingnya dengan kasar, begitu ia selesai bicara agar ia dapat melangkah ke arah meja Olivia.
Ketiga perempuan itu pun melangkah dengan cepat ke arah meja Olivia, dan tanpa mengatakan apa pun, tangan Mia dengan kencang mengambil buku yang sedang di pegang Olivia.
Lalu melemparkan buku itu ke lantai dengan kasar, dan kemudian ia melotot memandang Olivia dengan raut wajah garang.
"Olivia!!"
"Ambil bukunya!" kata Olivia dengan suara yang terdengar tenang, tanpa menoleh sedikit pun memandang ke arah Mia, "Lalu minta maaf padaku!"
"Kau bilang apa?!!" mata Mia semakin melotot marah.
Perlahan Olivia menoleh memandang Mia dengan tatapan mata yang begitu dingin, "Kubilang minta maaf!!"
Mia sontak menjadi semakin marah, mendengar dan melihat sikap dingin Olivia.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata, Mia memperlihatkan sikap kerasnya membalas dendam Lydia kepada Olivia.
Tangan Mia meraih tas Olivia, lalu membalikkan posisi mulut tas yang terbuka ke bawah lantai, sehingga apa saja yang ada di dalam tas Olivia berhamburan ke atas lantai kelas.
Lalu ia membuang tas itu ke lantai dengan kasar, kemudian ia meraih tepi meja Olivia, dan membalikkan meja itu dengan kuat, sehingga meja jatuh ke lantai dengan suara yang cukup nyaring.
Brak!!!
Olivia yang masih duduk, dan belum bicara lagi melihat apa yang dilakukan Mia, masih tetap mencoba bersikap tenang melihat tingkah arogan Mia.
Dan tanpa Olivia duga, tiba-tiba Mia menjambak ikatan rambutnya, dan menariknya dengan kencang sehingga kepalanya tertarik dengan kuat ke belakang.
"Barusan kau bilang apa, Hah?! ulangi lagi apa yang kau katakan tadi!!!"
Sembari menarik rambut Olivia, satu tangan Mia berkacak pinggang, dengan mendekatkan wajahnya memandang wajah Olivia.
Matanya melotot dengan raut wajah dingin, memandang manik mata Olivia dengan sorot mata tajam, sembari menggerakkan tangannya semakin kencang mencengkram rambut Olivia dalam genggaman tangannya.
Olivia mengepalkan tangannya dengan erat, ia merasakan lehernya terasa tidak nyaman akibat tarikan tangan Mia pada rambutnya.
"Kau suruh aku minta maaf???"
Tangan Olivia meraih buku tebal dari atas kursi, yang berada di samping kursinya.
Ia kemudian menggulung buku itu menjadi bentuk silinder, lalu menggenggamnya erat dalam dua tangannya.
Ia bangkit berdiri dari duduknya sembari mengayunkan kan buku itu dengan kuat menghantam wajah Mia.
Mia sontak terkejut merasa kesakitan, dan reflek melepaskan cengkraman tangannya dari menjambak rambut Olivia.
"Akhhhh!!!"
Tubuh Mia terlempar ke belakang bersamaan saat Olivia bangkit berdiri, dan tubuh Mia terjerembab ke lantai kelas dengan kencang.
Bruk!!!
Olivia berdiri dengan raut wajah semakin dingin, lalu menoleh ke arah Mia yang buru-buru di tolong Lyli dan Melanie.
"Mia!" Lily memeriksa wajah Mia yang terkena pukulan buku Olivia.
Olivia melemparkan buku yang ia pegang ke lantai, lalu memandang Mia yang teronggok kesakitan di lantai, dengan tatapan dingin acuh tak acuhnya.
"Olivia! apa yang kau lakukan!!!" teriak Lily melemparkan tatapan marah kepada Olivia.
Bersambung.......
..