Biasanya dia akan merasa jijik ketika melihat perempuan yang medekat kearahnya namun ketika berhadapan dengan seorang perempuan yang sangat sopan dan lembut saat berbicara se akan masih ada harapan untuk berubah .
Bagaimana jika si dingin dan pembenci perempuan bertemu dengan perempuan yang berbeda ?
apakah keduanya akan berjodoh ?
terus ikuti cerita ini ya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehan balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Selamat membaca 😁
Rindu itu berat cukup lantun kan namanya di dalam do'a mu pasti itu akan tersampaikan meski dia jauh di sana ,dia akan merasa di hargai dan mengingat mu .
''Bubu ....Bunda ''teriak dua bocah laki-laki dengan wajah yang sama persis .
Keduanya berlari dengan riang gembira mereka sangat senang dengan kedatangan dua perempuan yang mereka sayang .
''Anak -anak jangan berlari ''ucap Zahra lembut .
''kalian ini sudah berapa kali bunda bilang kalau ...''ucapan Balqis terpotong oleh tinhkah keduanya.
''Bubu ,bunda maafin kita ya ?kita tidak akan nakal lagi dan nurut ''ucap si kembar identik ini dengan kompak .
''Rafa ,Rafi memang ke sayangan bubu dan bunda''
''Tentu saja ''keduanya ber tos ria dengan tawa yang terdengar .
Zahra mengelus pundak Balqis yang terlihat sedang berkaca-kaca melihat si kembar ,sambil berpikir apa yang harus dia lakukan agar orang yang di anggap adik ini segera menemukan kebahagiaannya .
''Bunda kenapa?''Rafi si paling peka bertanya apalagi melihat mata bundanya berkaca-kaca ,Rafa pun ikut menoleh.
''Bun apa kita membuat bunda sedih?''tanya Rafa se akan tahu hati sang bunda.
''Tidak kok ,bunda malah senang ..kalian yang akur kalau bunda kerja ya...''Balqis menghapus sedikit bulir di ujung matanya.
''Iya bun ''ke tiganya berpelukan .
''Sudah melepas rindu nya ...jangan sedih-sedih kita kan mau liburan ,harus bahagia dan bersenang -senang benar tidak duo R ?''alih Zahra pada si kembar .
''Bubu benar !lets go kita bermain ...''senang Rafi yang sudah kembali tidak sedih.
''Istirahat dulu kak ,pasti bunda sama bubu capek''ucap Rafa .
''Benar juga ,ya sudah nanti sore saja kita mainnya kalau begitu''ucap Rafa kemudian menggandeng tangan Balqis dan Zahra yang juga di apit oleh Rafi di sebelah kiri sang bunda.
Mereka ber empat masuk kedalam rumah sedangkan barang yang mereka bawa sudah di masuk terlebih dahulu oleh para pekerja .
Tidak jauh dari mansion itu ada seseorang yang melihat dan mendengar dengan mata berkaca-kaca se umur hidupnya inilah pertama kalinya pria itu menangis bahkan ketika tunangannya menikah dia tidak se sakit ini .
Dadanya sesak selama ini dia hanya bisa melihat dari jauh tanpa bisa mendekat ,memeluk maupun berbicara ,dia sadar ini salahnya mungkin inilah hukuman atas apa yang telah dia lakukan di masa lalu .
''Maaf ..''pria itu menghapus air matanya.
''Hukuman ini tidaklah berat selama bisa melihat kalian tersenyum dan sayang maafkan aku,maaf....''guman nya pelan sambil terus memandangi mansion itu dengan penuh kasih sayang, berharap melihat kegiatan ketiga orang yang dia sayang .
Di gedung yang tinggi Dale sedang menahan rindu sejak terakhir bertemu dengan Zahra apalagi masih belum ada kabar ,sambil memeriksa berkas di hadapannya tetap saja dia tidak bisa untuk fokus.
''Huh ...baru saja kemarin kenapa rasanya lama sekali ''gumannya pelan meletakkan bolpojn yang dia pegang ke atas meja .
Menyandarkan punggungnya ke belakang menutup mata perlahan bayangan Zahra yang sedang tersenyum melintas Dale sungguh tidak menyangka jika perempuan berhijab inilah yang telah memberikan warna dan ketulusan hingga dirinya mulai percaya bahwa cinta itu ada , bahwa ketulusan itu ada dan nyata .
''Bos ...''
''Halo bos ...''Ando menusuk kan ujung tangannya di wajah Dale .
''Huh ...jika tidak ada yang penting bersiaplah menerima hukuman mu ''ucap Dale bayangan Zahra lenyap begitu saja ketika Ando menusuk wajahnya,berani sekali dia padahal Dale adalah atasan nya.
''Bos saya tadi sudah mengetuk pintu juga sudah memanggil berkali-kali tapi bos seakan entah kemana ...''
''Jadi itu salahku ?''dingin Dale .
''Tentu saja tidak bos ''ucap Ando tenang namun dalam hati ''jika aku bilang iya bukankah hukuman itu sudah di depan mata ?beruntung ini berita penting .''Ando mencelos takut juga dia .
''katakan ...''
''Bos ku yang dingin ini kabar tentang nona Zahra mau dengar tidak ?''tanya Ando dia ingin sedikit menggoda Dale namun tatapan mematikan itu membuatnya mengurungkan niatnya.
''Baiklah jangan melotot bos ini berita penting ,jadi saya mendapat kabar jika nona Zahra bersama asistennya sedang berlibur ke sebuah pulau ''ucap Ando .
''Satu lagi mereka kesana bukan hanya berlibur tapi menemui kedua anak kembar dan yang lebih menarik lagi menurut anak buah kita ada seseorang yang mengikuti ke empatnya ,sayang sekali anak buah kita ketinggalan jejak pria itu tapi beruntung mereka sudah tahu ciri-ciri orang itu mungkin sekitar dua hari kita akan tahu wajahnya melalui sketsa yang buat ''jelas Ando ,semakin menarik bukan ?mungkinkah anak itu anak Zahra atau sang asisten masih harus di selidiki lagi .
''Kalian mengikuti nya tanpa sepengetahuan ku ?'' Dale memincingkan matanya ke arah Ando.
''Eh... Bos ini demi dirimu agar bisa tahu kabar nona Zahra ''ucap Ando cepat dengan menelan ludahnya kasar mana mungkin dia akan mengakui kesalahannya jika tidak habislah !.
''Awas jika kamu juga menyukai perempuanku'' dingin Dale .
''Cari informasi orang itu setelah sketsa wajahnya jadi,ingat... sekecil apapun informasinya harus kalian dapatkan ''perintah Dale lagi nada bicaranya dingin namun dalam hatinya terasa gelisah .
''Baik bos ''tanpa menunggu lama Ando keluar ruangan Dale ,sungguh dia takut dengan ekspresi Dale kali ini se akan semua ingin di bunuh dan juga dia takut jika dia mengatakan sesuatu yang membuat bos dinginnya itu keluar taring bisa gawat .
Terimakasih dukungannya 🙏
Like
Komen
Vote
Rating five ⭐
Share
See you next time ✌☺️
ayo dong thor segera up kalo bisa sehari 2x/Determined/
sekali up eh gk lama😂😂
tapi kenapa up nya lama sekali
dan dunia haluku terbengkalai,,,
semangat up nya,jgn lama" biar gk lupa ma ceritanya
semangattt