Seorang putra mahkota di sebuah kerajaan bernama Pancur Emas sedang mencari seorang putri untuk di jadikan permaisuri nya. Ia harus berhasil menemukan seorang istri agar ia bisa mendapatkan tahta kerajaan nya.
Apakah dia berhasil mendapatkan istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Pangeran Arya pun mengakui bahwa diri nya memang keturunan raja di istana Pancur Emas. Betapa kaget nya Nisha mendengar hal itu.
Secara yang ia ketahui selama ini adalah pangeran Arya sudah tidak mempunyai orang tua. Bahkan ia hanya mengetahui bahwa Arya adalah orang yang miskin tidak kaya seperti pada kenyataan nya. Terlebih dia adalah seorang putra mahkota pula. Sungguh hal itu membuat Nisha sangat kecewa karena di bohongi.
"Jadi selama ini kamu membohongi ku? Membohongi ayah ku. Kamu jahat Arya aku kecewa kepada mu" Ujar Nisha penuh rada kecewa. Gadis itu berlari menuju kamar nya dan mengunci pintu kamar nya. Gadis itu menangis di atas tempat tidur nya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa pangeran Arya tega melakukan hal ini kepada nya.
Pangeran Arya pun berlari mengejar Nisha.
"Nisha, tunggu" Ujar nya.
"Nisha buka pintu nya. Dengar kan penjelasan ku dulu. Tolong buka pintu kamar mu" Ujar pangeran Arya terus mengetuk pintu kamar gadis itu.
"Pergi kamu. Aku benci sama kamu. Kamu telah membohongi aku dan ayah ku. Pergi.... " Teriak Nisha dari dalam kamar nya.
"Maaf kan aku, aku melakukan hal ini karena aku mencintai mu. Aku takut kehilangan mu. Kamu benci kepada orang yang berada. Jadi aku terpaksa melakukan hal ini kepada mu. Maaf kan aku" Jelas pangeran Arya penuh penyesalan.
"Tidak ada kata maaf pada mu. Sekarang juga kamu pergi dari rumah ku" Ujar Nisha lagi berteriak.
"Nisha, tolong jangan seperti ini. Aku tidak mau kehilangan kamu. Aku mencintai mu" Jelas pangeran Arya lagi.
Nisha hanya diam tampa berkata apa pun. Gadis itu berusaha menahan tangis nya.
Melihat hal itu membuat sang raja penasaran. Ia pun datang mendekati Jaka.
"Jaka, siapa gadis itu?" Tanya sang raja.
"Anu.... Anu tuan ku. Gadis itu bernama Nisha. Dia adalah pacar nya Arya" Jelas Jaka.
"Arya, Arya kamu bilang? Berani-berani nya kamu memanggil putra mahkota dengan sebutan nama seperti itu" Ujar raja marah.
"Bukan, bukan begitu tuan ku. Hanya saja hal ini pangeran Arya lah yang meminta nya. Jika di negeri orang dia meminta ku dengan sebutan nama saja. Dia ingin menyembunyikan identitas diri nya. Dan jika sudah berada di negeri kita, baru lah dia di panggil dengan pangeran" Jelas Jaka.
"Oh jadi begitu" Ujar sang raja. Raja itu pun mendekati pangeran Arya yang tengah mengetuk-ngetuk pintu kamar Nisha.
"Arya, sudah lah ayo kita pulang. Ikut lah kami. Kita harus pulang sekarang juga" Ujar sang raja menepuk bahu sang putra mahkota.
"Tapi ayah, Nisha... Aku tidak bisa kehilangan nya dan meninggalkan nya seperti ini" Jelas pangeran Arya merasa keberatan.
"Sudah lah, dia tidak mau menerima kamu lagi. Lupa kan dia. Ayah sudah memilihkan mu seorang putri cantik jelita yang akan menjadi permaisuri mu. Kamu akan menikah dengan nya ketika kita tiba di istana Pancur Emas" Jelas sang raja lagi.
"Tapi ayah, Arya sama sekali tidak... "
"Sudah jangan banyak membantah. Selama ini ayah sudah memberikan kamu kesempatan. Namun kamu lihat apa yang terjadi. Kamu sama sekali tidak menepati janji mu" Jelas sang raja dengan rasa kecewa.
"Tapi ayah... "
"Sudah jangan pakai tapi tapi. Sekarang juga ayo ikut kami pulang" Ujar sang raja menarik putra mahkota nya.
"Terima kasih karena telah menjaga putra ku dengan baik. Kami pulang dulu permisi" Kata sang raja kepada ayah nya Nisha.
Ayah Nisha hanya menjawab nya dengan senyuman.
"Terima kasih tuan untuk kebaikan tuan selama ini kepada aku dan juga pangeran" Ujar Jaka pula berpamitan.
"Kami permisi dulu tuan" Jelas nya kemudian memberi hormat dan berlalu dari hadapan lelaki paruh baya itu.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu dengan menarik tangan pangeran Arya masuk ke dalam kereta kencana nya.
"Nisha, Nisha" Panggil pangeran Arya.
"Sudah lah sayang. Jangan kamu pikirkan gadis itu. Dia sudah membenci mu" Ujar bunda nya sambil memeluk sang putra mahkota yang tengah menangis karena patah hati.
Ayah Nisha datang mendekati kamar putri nya.
"Sayang, buka pintu nya nak" Ujar ayah nya dengan lembut sambil mengetuk pintu.
Nisha pun membuka pintu kamar nya lalu kembali duduk di kasur nya.
"Sayang, jangan bersedih seperti itu" Ujar nya mendekati putri semata wayang nya.
"Aku kecewa kepada nya yah. Dia sudah membohongi kita. Aku mencintai nya karena kebaikan dan kejujuran serta ketulusan nya. Bukan kebohongan nya. Aku benci dia yah" Jelas Nisha sambil menangis.
"Sudah lah nak, bukan kah dia sudah menjelaskan bahwa dia melakukan ini karena takut kehilangan kamu. Karena kamu tidak suka sama orang kaya" Jelas sang ayah.
"Mungkin dia pikir jika dia jujur kamu akan membenci nya dan tidak mau mendekati nya seperti ini" Tambah lelaki paruh baya itu lagi.
"Tetap saja yah dia berbohong kepada ku. Hubungan kami ini sudah di mulai dari kebohongan" Nisha masih merasa kecewa.
"Nak, coba kamu pikirkan baik-baik apa yang ayah katakan. Coba lah berpikir dengan pikiran yang dingin. Dan mungkin saat ini kamu butuh waktu untuk sendiri agar kamu bisa memikirkan semua nya dengan tenang" Jelas ayah Nisha.
Nisha tidak menjawab. Ia hanya diam seribu bahasa.
"Ayah keluar dulu ya. Ada pekerjaan yang harus ayah selesaikan" Lelaki paruh baya itu pun pergi meninggalkan putri semata wayang nya sendirian di dalam kamar nya.
Di perjalanan pulang.
Pangeran Arya hanya diam memikirkan gadis yang bernama Nisha itu. Gadis yang telah berhasil mencuri hati nya namun kini gadis itu membenci nya karena kebohongan yang di buat nya.
"Maaf kan aku Nisha. Aku tidak bermaksud untuk membohongi. Aku mencintai mu" Ujar pangeran Arya lirih. Tak terasa beberapa butir air bening kini mengalir di pipi nya.
Yah seorang putra mahkota kerajaan Pancur Emas kini menangis karena telah kehilangan cinta nya. Baru kali ini dia merasakan patah hati yang sangat terdalam. Karena baru kali ini dia jatuh cinta kepada seorang gadis namun gadis itu telah membenci nya.
Melihat putra nya terluka seperti itu timbul rasa simpati di hati sang bunda. Yah ibu mana yang sanggup melihat putra nya terluka dan bersedih seperti ini.
"Sayang, sudah ya nak jangan kamu pikirkan lagi gadis itu" Pinta sang bunda.
"Tapi aku mencintai nya bunda. Dia lah cinta pertama ku. Baru kali ini aku merasakan rasa cinta di hati ku. Tapi, tapi" Pangeran Arya tidak bisa melanjutkan kata-kata nya.
Sang bunda pun langsung memeluk sang putra untuk memberikan ketenangan di hati putra mahkota nya.