Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Penantian Panjang

"Apakah kamu yakin pemuda itu tidak datang? Atau kerana itukah alasannya kamu ingin menikah dengan pemuda dari kekaisaran barat itu?"

Xuan penasaran seperti apa jawaban gadis itu.

"Sebenarnya aku masih berharap dia datang sebelum ibuku menikahkan aku dengan pemuda dari kekaisaran barat itu. Soal pernikahan bukan aku yang menentukan. Sekte kami juga sangat kejam. Sekte kami juga selalu mengatakan bahwa aku adalah gadis sial, namun mereka hanya berani di belakangku. Ibuku sendiri ingin menjual ku secara terang-terangan."

"Suruh mereka pergi." tanpa menoleh kemana pun.

"Hah, siapa?" Baik.

'Sejak kapan dia tau ada pengawal bayanganku.'

"Apakah kamu tidak takut denganku?"

Dia heran kenapa gadis itu masih betah bersamanya padahal sudah malam hari?

"Tidak, Setelah aku berpikir dan melihat dari sudut pandang yang berbeda, sepertinya pangeran langit itulah yang aku tunggu! Tidak mungkin dia datang dari wilayah timur tanpa alasan yang tidak jelas."

"Apakah kamu yakin bahwa pangeran langit itu adalah dia?" Xuan tersenyum. Ia sudah menduga bahwa matrik sekte tebing salju ada di balik ini semua.

"Ya, walaupun aku belum pernah bertemu dengannya sekalipun. Aku yakin itu adalah dirinya. Lagi pula, apakah kamu kira aku bisa bertemu dengan sembarang pria, tanpa izin dari ibuku? Dia akan membunuhku?

"Kenapa kamu begitu yakin menunggunya."

Xuan tidak yakin, apakah saat dia lemah gadis ini akan menerimanya dengan senang hati!

"Aku tahu klan nya baik, bahkan aku dengar dia tidak pernah mendapat perundungan dari klan nya. Aku juga tau orang tua nya sangat menyayanginya walaupun dia tidak bisa berkultivasi, yang jelas aku pasti bahagia. Walaupun dia dan aku tidak bisa berkultivasi. Hanya itu peganganku, sesuai penjelasan leluhur sekte kami"

"Jadi bagaimana dengan pemuda kekaisaran barat itu?"

"Biarkan mereka datang, sekte mereka sangat miskin dan lemah, aku tidak yakin mereka bisa membantuku berkultivasi atau jangan jangan mereka hanya membual? Atau mungkin ibuku berhutang budi pada mereka."

"Kalau kamu yakin bahwa dia adalah aku, buka bajumu sekarang! Pangeran langit ini, ingin melihat kecantikan gadis salju kesunyian yang akan menjadi miliknya."

"Apa? Apa kamu pikir bahwa aku adalah gadis penghibur dari rumah bordil?" Mata gadis itu memerah karena menahan amarah. Gadis itu ingin meremukkan Xuan saat ini juga. Bahkan tubuhnya bergetar hebat. Tangannya sesekali terkepal dan meninju udara.

"Apa hubungannya buka baju dengan gadis penghibur?" tanya Xuan sambil menyeringai.

'Apakah elang merah tidak berbohong? Apakah perlu buka baju hanya untuk membuka segel di tubuhnya? Yang jelas aku tidak mau ambil resiko, prosedur harus di jalankan sesuai perencanaan.'

"Apakah selama ini pekerjaanmu menyuruh para gadis buka baju?"

'Inikah pahlawan yang di bangga-banggakan kekaisaran selatan ini! semua orang memuji pria tidak tau malu ini, semua orang ingin sepertinya. Jika aku menginjaknya menjadi remahan debu, apakah orang orang akan memburuku hingga ke neraka terdalam?

Wajah gadis itu terlihat jijik ketika memandang Xuan. Pertemuan itu menurutnya adalah bencana besar yang tidak terduga. Bahkan masih ingin menginjak pemuda itu hingga hancur tak bersisa.

"Benar, jika aku menginginkan mereka buka baju, maka mereka harus membukanya. Jika kamu tidak mau, aku akan menyuruh gadis lainya"

'Hahaha! Rasakan. Ratusan orang di restoran mempermalukan ku hanya karena kamu tidak mau makan denganku. Apakah kamu pikir aku tidak tau bahwa sekte mu terlibat mengerjai ku? Mana mungkin aku bisa hidup tenang di wilayah ini setelah berkeliaran menggunakan topeng perak.'

"Aku tidak mau. Aku bukan seperti mereka."

Dia melirik pemuda itu dengan kesal, namun dia berpikir untuk apa pemuda itu jauh-jauh datang dari wilayah timur hanya untuk menyuruhnya, membuka bajunya.

"Sayang sekali, Aku berharap bisa melihat kecantikanmu seutuhnya. Jika hanya wajah seorang gadis, bahkan mungkin kamu hanya di antara ribuan gadis cantik yang aku kenal, mereka cantik, kuat, hebat dan jenius."

"Gadis itu di lema, Air matanya mengalir, sudah Lima belas tahun dia menunggu pengeran langit itu, apakah ini balasannya?"

'Kenapa bajingan ini juga membandingkan gadis cantik lainnya denganku. Apakah dia pikir itu tidak menyakitkan?'

Tapi karena tidak ada lagi harapan di sektenya untuk bertahan hidup, gadis itu memilih membuka bajunya. Air mata menganak sungai di pipinya. Dia melihat pemuda itu sangat jijik dan penuh kemarahan. apakah memang ini balasannya setelah aku menunggunya selama lima belas tahun?

Gadis itu perlahan-lahan membuka bajunya, Dia melihat pemuda di hadapannya menelan ludah. Dia menutup matanya. Seolah-olah dia ingin mati saja.

"Huh.... Aku ingin memegangnya!"

'Oh Dewa, bantu aku. Aku adalah pewaris Dewa Keadilan. Mataku ternodai hari ini. Cobaan apa lagi ini?'

Xuan mengambil Kalung jamrud biru dan memasangnya di leher gadis itu. Dia juga menahan nafasnya karena sesekali tangannya tidak sengaja menyenggol bukit kembar gadis itu.

Gadis itu hanya meliriknya tanpa mengatakan apapun. Dia bahkan masih ingin menginjak pemuda itu hingga berubah menjadi debu.

Tangan Xuan bergetar saat jari telunjuknya berada di tengah-tengah bukit hantu kembar. Energi murni mengalir bersama energi api kekacauan. Perlahan-lahan namun pasti, Krak. Suara seperti kaca pecah terdengar, segel penghalang hancur, kultivasi gadis itu melonjak drastis menjadi tingkat master tahap awal.

"Lakukan apa yang kamu inginkan!" sambil menutup matanya pasrah." Namun air matanya tidak bisa berbohong, gadis itu belum menyadari sesuatu, bahwa ritual telah selesai. Dia sepertinya mengkhayal sampai melupakan semuanya.

'Oh Dewa, Lima belas tahun aku menunggunya, hanya untuk hal menjijikkan ini. Oh Dewa, belum cukupkah penderitaan ini untukku. Aku ingin mati saja. Aku hina ... aku hina sekali di matanya!' Pikir gadis itu lagi dalam khayalannya

"Selesai,"

Bulir-bulir keringat dingin menetes dari wajah Xuan. Bukan karena susah memecahkan segel penghalang didalam tubuh gadis itu, walaupun ia harus berhati-hati. Namun karena bukit hantu kembar yang begitu misteri. Dia bahkan menatap begitu lama, seolah-olah bukit kembar itu sudah berada di genggamannya. Yang belum pernah ia jelajahi sepanjang hidupnya. Bahkan gadis itu juga tidak sadar bahwa semuanya sudah selesai. Meraka sama-sama berkhayal padahal saling hadap-hadapan.

Xuan akhirnya menutup baju gadis itu dengan perlahan setelah ia puas melihatnya, hanya melihatnya dan tidak berani menyentuh walau pun dia sangat ingin....!

"Eh, aku ... apa maksudmu?"

Wajah gadis itu memerah karena malu, marah dan bahagia, apa yang aku pikirkan? kenapa aku jadi bodoh? kenapa perasaanku sekarang, aku yang menjijikkan? Tangan gadis itu menutup wajahnya.

"Sekarang kamu sudah di tingkat master, aku sudah memecahkan segel penghalang di dalam tubuhmu."

Wajah Xuan juga memerah namun kebahagian tidak terkira di hatinya. Dia membalikkan tubuhnya untuk menyembunyikan wajahnya karena memerah. Dia merasa wajahnya panas dingin.

"Apa?" sambil memeriksa kultivasinya. Tangis gadis itu akhirnya pecah, dia melompat sambil memeluk pemuda itu dari belakang.

"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan saat ini, hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu?"

Xuan sudah melakukan tugasnya, sepuluh tahun ia harus mempelajari berbagai macam keterampilan hanya untuk hari ini. Ia tau, ia di jodohkan dengan gadis itu oleh leluhur meraka karena sama-sama tidak bisa berkultivasi.

"An" gege, Aku hanya berpikir kamu telah melupakanku?" gadis itu masih terisak di pelukan Xuan." Namamu bahkan sudah menjadi bahan cerita orang tua untuk menidurkan anak-anak mereka. Serangan hewan buas yang tak kunjung datang saat bulan purnama beberapa hari yang lalu membuat orang-orang penasaran. Dan akhirnya namamu lah jawaban dari semuanya setelah mereka menyelidikinya sendiri. Itulah kenapa aku setuju dengan usulan ibuku untuk menikah dan menjauh dari mu ke barat. Aku pikir kamu telah melupakanku setelah menjadi kuat. Namun hati dan jiwa semua rakyat kekaisaran selatan ini telah datang memanggil mu dan meminta bantuan atas penderitaan mereka selama ini, aku egois.

"Biarkan aku tidur di pelukanmu, aku sangat lelah." gadis itu tiba-tiba tertidur lelap.

"Apa? Baru saja berbicara sudah tertidur." Tidurlah dengan damai, mungkin kamu terlalu lelah beberapa tahun terakhir, biarkan aku yang memikul semua beban ini."

Ia membawa gadis itu ke sebuah gazebo lalu membaringkan gadis itu disana. Kemudian dia bermeditasi di samping gadis itu, tangan kirinya bahkan ada di genggaman gadis itu dan tidak bisa di lepaskan.

"Meraka datang lagi."

Beberapa orang di kejauhan akhirnya bernafas lega dan bahkan bersujud dan berterimakasih kepada dewa-dewa di langit.

"Pulanglah kalian, aku akan menjaganya, Sepuluh tahun aku menderita hanya untuk hari ini." tiba-tiba Xuan sudah ada di belakang Meraka.

"Tu ...Tu... Tu...an... Maafkan kami, kami hanya menghawatirkan nona kami." sahut mereka gelapan.

"Aku adalah Xuan, kultivator misterius bertopeng emas. Akulah yang di tunggu Nona kalian selama lima belas tahun. Terimakasih telah menjaganya dengan baik selama ini. Ambillah, pergilah minum arak, tugas kalian sudah selesai." Xuan memberikan mereka tiga puluh ribu koin emas.

"Tu... Tu.... Tu...an Muda. tidak, anda adalah kultivator bertopeng emas. Pahlawan kami, pahlawan Kekaisaran selatan ini. Terimakasih atas kebaikan anda Tuan Muda. Terimakasih atas keramahan anda Tuan Muda. Mudah Mudahan Dewa selalu menyertai langkahmu."

"Rahasiakan hal yang kalian lihat dengan nyawa kalian?"

"Baik Tuan muda, kami akan merahasiakan. semua yang kami lihat hari ini, kami bersumpah atas nama dewa dilangit, jika kami melanggarnya petir syurga akan meledakkan tubuh kami."

"Terimakasih, kalian masih aku butuhkan di masa depan, pergilah." sambil memberikan sebuah lencana." Simpan Baik baik lencana itu, jika warnanya berubah menjadi merah itu tandanya aku memanggil kalian."

"Baik Tuan muda, terimakasih, terimakasih. Kami akan pergi sekarang."

Xuan hanya bisa menggelengkan kepalanya, namun ia tau meraka benar-benar setia kepada tuannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!