Seorang gadis yang tiba tiba menjadi pacar pura pura seorang seorang sopir yang sangat tampan .
Dengan sebuah kesepakatan mereka menjalaninya untuk tujuan masing masing .
Nah bagaimana Lika liku perjalanan cinta mereka, mampukah mereka konsisten dan menjaga perasaan mereka ataukah malah terjebak cinta yang sesungguhnya ..
Untuk mengetahuinya langsung saja ikuti alur ceritanya, dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak , like , subscribe dan koment...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pernikahan
Gevan sungguh terpaksa menikahi Sonia yang sebenarnya adalah sahabat baiknya dari kecil , tapi karena dendam orang tuanya dan kesombongan mereka akhirnya Gevan dan Sonia yang menjadi korbannya.
selain Surya yang menginginkan Mega proyek keluarga Antoni yang menang tender dengan cara curang , Antoni sendiri juga menginginkan Gevan sebagai alat untuknya membalas dendam dengan mencuci otaknya agar membenci dan menghancurkan ayahnya sendiri.
Karena itulah mereka sama sama sepakat menjodohkan keduanya untuk tujuan masing masing.
Sonia dari dulu memang sudah menaruh hati kepada Gevan tapi Gevan tidak pernah menganggapnya lebih dari sahabat , dan cinta telah menutup mata hatinya .
Sonia dengan kejam menculik dan menyiksa Allenka dengan bantuan Bram , Bram adalah kekasih pelariannya.
Di saat hari pernikahannya , Bram datang dengan tatapan dingin dan berbisik kepada Sonia.
" sayang, setelah acara selesai aku tunggu kamu di tempat biasa kita bertemu "
Sonia tampak tidak suka dan melotot kepada Bram.
" Bram , besok saja bisa gak sih , malam ini aku akan menghabiskan malam pertamaku dengan suamiku " bisik Sonia.
" o, tidak bisa sayangku , malam ini aku sudah ingin sekali menyentuhmu , dan kau tidak boleh disentuh oleh pria ini , kau hanyalah milikku , milikku ingat milikku" bisik Bram dengan smricksnya sambil melangkah meninggalkan altar pernikahan Sonia.
Gevan yang sedikit mendengar pun hanya tersenyum tipis " o jadi begitu caramu bermain , oke aku akan mengikuti caramu bermain , sekarang aku tidak akan membiarkanmu pergi malam ini seakan akan aku sangat mencintaimu Sonia " batin Gevan.
Sonia pun seketika menjadi muram .
Dan setelah beberapa jam berlalu akhirnya para tamu undangan pun pergi meninggalkan tempat acara.
Sonia dan Gevan masuk ke dalam kamar hotel yang telah disiapkan untuk malam pertama mereka.
Gevan membuka jasnya dan melonggarkan dasinya , sesekali dia melirik ke arah Sonia yang sedang cemas dan sedikit pucat.
" kamu kenapa Sonia" tanya Gevan yang membuka satu persatu kancing kemejanya.
" aku aku aku gak apa apa kok Van " jawab Sonia berbohong.
Gevan hanya tersenyum, tentu saja dia sangat tau kalau Sonia sedang berbohong, karena mereka sudah bersahabat dari kecil.
Gevan sengaja mendekati Sonia dengan bertelanjang dada dan memperlihatkan body atletisnya.
Tentu saja Sonia hanya bisa menelan salivanya dan terus menatap tubuh menggoda milik Gevan yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
" Sonia , kenapa kamu hanya diam , tidak kah kau ingin malam pertama denganku , apakah kamu tidak mau memenuhi kewajibanmu sebagai seorang istri " ? Ucap Gevan sambil mencengkram pundak Sonia.
Gevan mulai menyentuh tubuh Sonia , merabanya hingga Sonia mengeluarkan sedikit desahannya.
Gevan hanya tersenyum " inikah yang kamu inginkan Sonia, sejak kapan kamu mencintaiku " tanya Gevan sambil menyerang Sonia dengan beringas .
" sudah lama aku mencintaimu Gevan , ah , tapi kamu tidak pernah perduli dan kau malah memilih wanita sialan itu " ucap Sonia keceplosan.
Gevan seketika menghentikan aksinya dan menatap tajam Sonia.
" katakan dengan jelas Sonia, apa yang sudah kamu lakukan dengan Allenka!" tanya Gevan .
Sonia tersenyum sinis dan kembali menciumi dada Gevan dengan gairah membara .
Gevan mencoba menetralisir nafsunya agar tidak terjebak dengan birahinya .
Sonia melepaskan satu persatu pakaiannya , namun Gevan sama sekali tidak ingin melihatnya dia pejamkan matanya sambil berbisik " apakah aku orang pertama yang berada diranjangmu Sonia "
Seketika Sonia tersadar dan melotot tajam
" sialan Bram sudah menungguku di hotel sebelah" batin Sonia.
Gevan mencoba meredam nafsunya saat melihat tubuh polos Sonia yang menggoda karena walau bagaimanapun dia adalah pria normal.
sedangkan Sonia yang takut Bram akan marah dan memutuskan hubungan dengannya, segera memakai kembali bajunya kemudian merapikan sedikit make up nya .
" mau ke mana kamu , yakin kamu mau meninggalkan aku dalam keadaan begini " tanya Gevan.
" aku ada sedikit urusan Van, nanti kita lanjutin lagi , aku cuma sebentar kok , aku pergi dulu " ucap Sonia kemudian buru buru pergi meninggalkan kamar hotel menuju tempat Bram menginap .
" hhhh, cihhh dasar wanita ****** tak tahu diri , dia kira gue mau tidur sama dia , dasar toliet umum " gumam Gevan kemudian mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Alvin yang saat ini sudah berada di Prancis.
" hallo Vin, bagaimana perjalanannya "
( lancar Van , ini sekarang gue lagi berada di rumah sakit , Allenka mulai sadar , dia masih bingung sekarang berada di mana , kondisinya juga masih lemah Van , dokter sudah melakukan pemeriksaan intensif , aman tenang aja Van dia masih segelan, berarti Sonia tidak melakukan seperti yang kita duga)
" iya Vin, terimakasih sudah mau membantuku "
( sama sama Van , lu juga harus pastikan Gea tidak melirik laki laki lain untuk dijadikan pacarnya lagi )
" ih , apaan sih lu emangnya kakak gue separah itu "
( hahahaaaa cuma bercanda Van , dia baru saja kirim kabar katanya secepatnya juga mau menyusul ke sini , tapi gue melarangnya)
" nah , kenapa lu melarangnya, harusnya kan lu seneng"
( ya, siapa bilang seneng yang ada gue puding tiap hari , dekat dengannya tapi tak bisa menyentuhnya , kan belum halal , gak boleh dong takut dosa )
" iya juga ya "
( makanya cepetan selesaikan misi lu agar kamu cepet kembali dan segera menikah bersama sama , pasti seru , kita bukan madu bareng )
" ogah , yang ada lu gangguin gue sama Allenka"
Diam
( kenapa lu diam Van)
" enggak Vin, gue sedih aja mengingat keadaan Allenka, dia menderita karena gue "
( lu tau Van, saat pertama kali dia membuka mata , lu yang diingatnya , katanya Alvin di mana Gevan ,jangan sampai Gevan dan Sonia menikah , Sonia dan keluarganya adalah orang jahat , mereka akan merebut semua harta Millano dan membunuhmu Gevan, Sonia bukanlah Sonia yang dulu sekarang dia adalah penjahat , Alvin bantu aku , aku tidak akan membiarkan Sonia menghancurkan keluarga Millano)
Gevan semakin tersakiti mendengar kata kata Alvin yang menyampaikan apa yang dikatakan Allenka saat dia baru sadar dari komanya.
( Van ,lu baik baik saja)
" iya Vin , gue gak apa apa " terdengar Isakkan Gevan.
( Van lu nangis , yang sabar ya Van , kita akan sama sama berjuang, lu fokus saja sama semua misi misi lu , dan gue fokus dengan penyembuhan Allenka, dan kalau lu butuh bantuan lu bisa hubungi anak buah gue ntar gue kasih nomernya )
" sekali lagi terimakasih Vin, lu memang sahabat terbaik gue "
( sama sama Van)
Sambungan telp pun dimatikan dan Gevan tersungkur duduk dengan lemas di bawah dinding yang dingin.
" Allenka, tunggulah aku sayang " gumam Gevan.
Sementara di hotel tempat menginap Bram.
Sonia datang dengan terburu buru .
Tok tok tok
ceklekkk
Bram sangat senang melihat siapa yang datang .
Sonia tampak sedikit ditekuk mukanya .
" hei cantik, kenapa sih senyum dong " goda Bram.
Sonia masih tetap sinis tapi Bram tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja , dia langsung menyerangnya dengan kemesraan dan sentuhan sentuhan yang bisa membangkitkan nafsu Sonia.
Sonia pun mulai merespon dan terjadilah malam panas yang tak seharusnya terjadi , dan entah berapa kali mereka melakukan dosa besar itu , yang pasti kelakuan mereka sungguh bejat dan biadap .
Sonia dan Bram sama sama melepaskan dekapannya dan saling menatap .
" Bram, aku harus kembali sekarang juga , Gevan sudah menungguku " rengek Sonia memelas.
" tidak , kamu tidak akan ke mana mana " jawab Bram.
Sonia semakin emosi dan memaksa untuk melangkah tapi Bram tak membiarkannya dia dorong tubuh Sonia di atas ranjang dan dosa besar kembali terjadi malam itu.
Sonia hanya bisa pasrah dan tidak lagi melawan , karena tenaganya sudah habis terkuras tidak punya lagi tenaga untuk melawannya.