aku ada dari ketiadaan
aku lahir dari rahim cakrawala
Aku terlahir dari air mata
aku terlahir dari kesedihan
Aku terlahir dari kebencian
aku terlahir untuk sebuah harapan dari kesedihan
aku terlahir untuk menghancurkan"
Menceritakan tentang dua pendekar yang berasal dari dua dunia yang berbeda
saat takdir mempertemukan mereka bertempur bersama untuk melindungi kedamaian di benua selatan
Lingga sang pendekar merak
Luxor sang pendekar naga awan api
adalah sosok besar penyelamat benua daratan selatan dari serangan gabungan kerajaan di benua timur barat tengah dan utara
selain kisah pertempuran ikuti juga kisah Romansa percintaan mereka bersama belahan jiwa mereka
BAGAIMANA KISAH CINTA SEGITIGA SANG PENDEKAR MERAK DENGAN DUA BUAH HATINYA MEI DAN IQLELIAN
aku bukanlah yang sempurna untukmu
aku bukan yang terbaik untukmu
tetapi untukku kau adalah yang terbaik untukku
kau adalah kesempurnaan ku
hadirmu dalam hidupku membuat diriku sempurn
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firal firal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhir pertempuran lembah Baliem II
Kedua prajurit wanita Qian itu terlihat begitu ketakutan melihat Feng hen memegang senjata yang di arahkan ke arah mereka
"sebenarnya kemana kalian ingin pergi jika aku membiarkan kalian meninggalkan tempat ini" Feng hen bertanya dengan nada yang sedikit keras
"ke kemana saja asalkan tidak kembali ke kerajaan Qian" jawab Glen terbata bata
"apakah tuan mengizinkan kami pergi" tanya Glen memberanikan diri
"apa yang bisa kalian tawarkan kepadaku sebagai imbalannya" Feng hen tersenyum tipis
"apa saja yang tuan inginkan dari kami! kami akan berikan"jawab Glen percaya diri
"kau majulah" Feng hen meminta Glen untuk maju lalu setelah jaraknya hanya dua meter Feng hen meminta Glen untuk berbalik
setelah Glen berbalik Feng hen menebas kan pedang nya ke punggung Glen "auuu" teriak Glen kesakitan darah mengucur keluar dari luka sayatan di punggungnya yang terkena sayatan ujung pedang Feng hen
Lian yang melihatnya menjerit histeris lalu melangkah maju "diam di tempat" bentak Feng hen yang membuat tubuh Lian bergetar ketakutan
Feng hen bergerak maju mendekati Glen lalu menotok beberapa bagian di tubuh Glen untuk menghentikan pendarahan
kemudian Feng hen memegang luka sayatan di punggung Glen
Selama beberapa saat kemudian asap putih keluar dari luka sayatan pedang di punggung Glen
"aku telah membebaskan mu dari segel kontrak kematian" tutur Feng hen
"apa maksud tuan" tanya Glen penasaran
"di tubuhmu telah tertanam sebuah segel dimana saat waktunya tiba tubuhmu akan di ambil alih oleh orang yang telah menanamkan segel di tubuhmu ini" Feng hen menjelaskan
"tapi kenapa aku yang di pilih kenapa harus aku" Glen terlihat histeris
"kau memiliki tubuh khusus yang hanya muncul seratus tahun sekali! karna itulah sebaiknya kau lebih berhati hati ke depannya" Feng hen terdiam sejenak
Lalu melanjutkan
"aku menyarankan kalian untuk bergabung di sekte teratai putih yang ada di kerajaan Rudra! Karena disanalah tempat yang paling aman untukmu"
"aku sangat berterimakasih kepada tuan" tutur Glen
"ikut aku " Feng hen berjalan melewati Glen dan Lian yang mematung di tempat
"apa kalian mau hidup? Kalau mau hidup ikuti aku" bentak Feng hen yang membuat Glen dan Lian tersadar
"babaiklah tuan" jawab mereka serentak lalu mereka berjalan mengikuti Feng hen
Sementara itu jauh dibalik awan terlihat dua orang berjubah Putih tampak memperhatikan mereka
Mereka tidak lain adalah walleye dan Daesang yang tiba di sana saat peperangan sedang berlangsung
"apa sebaiknya kita membawa gadis itu ke sekte teratai putih sekarang" tanya Daesang
"tunggu dulu biarkan mereka lebih lama bersama! Aku melihat kalau antara pria muda itu dengan wanita bertubuh khusus itu memiliki ketertarikan masing-masing" walleye berpendapat
"baiklah kita tunggu perkembangannya! Aku hanya khawatir jika Hyuga dan pasukannya datang lebih cepat dari perkiraan kita" tutur Daesang cemas
"tidak perlu khawatir soal itu! Aku sangat yakin mereka tidak akan kemari dalam dua atau tiga hari ke depan"
"hari ini terlalu banyak pasukan Qian yang tewas tentu butuh waktu lebih lama untuk mengumpulkan pasukan Qian yang lain" tegas walleye
"Sebaiknya kita disini mengawasi keadaan" lanjut Walleye "baiklah kalau itu pendapat senior" jawab Daesang
Sementara itu jendral Kharsa dan yang lainnya terlihat sedang mengumpulkan mayat mayat para prajurit mereka dan prajurit Qian untuk di kebumikan
empat puluh ribu lebih mayat prajurit Qian telah di kebumikan secara masal sekarang tersisa sebelas ribu mayat pasukan Suref dan Rudra yang juga akan di kebumikan secara masal
namun ada perbedaannya yaitu untuk beberapa saat semua orang memberi penghormatan kepada mayat mayat prajurit yang telah gugur
"hari ini kita kehilangan begitu banyak teman teman kita" jendral Kharsa mulai mberikan pengarahan kepada sisa sisa pasukannya dan pasukan Suref
Setelah pemakaman berakhir akhirnya para prajurit kembali ke perkemahan di dalam lembah Baliem untuk beristirahat
Pertempuran hari ini sangat terasa kelelahan mereka bertempur hampir seharian penuh tentu saja rasa lelah dan letih menyiksa mereka sebagian prajurit langsung terlelap begitu mereka tiba di perkemahan
"obati prajurit yang terluka" perintah Feng hen kepada prajurit medis nya
Feng hen memeriksa kondisi fisik para prajuritnya satu persatu tak jarang dia bersanda gurau dengan mereka terdengar Senda tawa mereka
"sikap dia memang sangat berbeda, begitu lembut dengan prajurit nya" ucap Glen kagum "sungguh berbeda dengan yang kita dapat kan dari komandan kita " Lian melanjutkan
"apa kakak menaruh hati untuk nya?" tanya Lian menatap kakaknya itu penuh selidik "kamu apaan, asal bicara saja mana mungkin aku suka dengan orang yang membunuh tanpa rasa iba" bantah Glen
Lian malah tersenyum puas mendengar jawaban kakaknya "dia cukup tampan, tubuhnya juga sangat sensasional apa kakak yakin akan menolaknya" goda Lian
"auw auw sakit kak" teriakan Lian kesakitan cukup kerah sampai terdengar oleh Feng hen dan beberapa prajuritnya
"awas kamu" ancam Glen lalu kembali mencubit pinggang Lian, Lian bukannya kesakitan malah semakin tertawa riang
"ampun kak ampun sakit nih" Lian memelas
"biarin rasain sakit" Glen tak perduli malah semakin kuat tangannya mencubit pinggang Lian
"semakin lama kamu mencubitnya bisa bisa dia pingsan" Feng hen tiba tiba menghampiri mereka
Sontak Glen melepaskan tangannya dari pinggang Lian, wajah glen terlihat memerah
"maaf tuan"
"panggung aku Feng atau apa saja yang membuatmu santai tetapi jangan panggil aku tuan" protes Feng hen
harus diakui oleh Feng hen kalau wajah kedua kakak beradik ini sangat cantik jadi wajar mereka memiliki kelebihan dari wanita wanita yang pernah dilihatnya
Perasaannya sesekali tak karuan jika pandangannya dan Glen bertemu ada gejolak yang dirasakannya begitu berbeda
Seumur hidup Feng hen menghabiskan waktu untuk berlatih setiap ada jeda terkadang dia sering ke ibukota mencari suasana baru tetapi dia belum pernah bertemu dengan wanita yang kecantikannya seperti mereka berdua terutama Glen
Bagi Feng hen Glen memiliki sesuatu yang membuatnya merasa tertarik padanya
awalnya ketika melihat mereka pergi Feng hen sebenarnya ingin membiarkan mereka lolos seperti prajurit Qian yang lain
Tetapi perasaannya ada sesuatu dengan mereka sehingga dia bergerak untuk menghadang mereka
Benar saja walaupun wajah glen di tutupi oleh lapisan bedak yang membuat wajah mereka terlihat tidak menarik tetapi Feng hen merasa mereka menyembunyikan wajah mereka yang sesungguhnya dari prajurit Qian yang lainnya
karena begitu penasaran setelah membawa mereka ke perkemahannya dia meminta mereka untuk pergi ke sungai untuk membersihkan diri tanpa mereka sadari Feng hen mengikuti mereka di kejauhan
Disaat Glen dan Lian masuk ke air berendam beberapa saat kemudian saat mereka muncul kembali ke permukaan air jantung Feng hen berdetak kencang
"apa ini mimpi, begitu cantik kedua wanita itu" Feng hen sampai ber decak beberapa kali sakit kagumnya dia
"apa kakak baik baik saja" teguran Lian membuyarkan lamunan Feng hen
"oh aaaku baik baik saja tak perlu khawatir" jawab Feng hen panik dup dup dup detak jantung Feng hen berdetak kencang saat Glen mendekatinya lalu memegang keningnya
"sepertinya anda terlalu lelah suhu tubuhmu sedikit panas dan juga sedikit dingin" tutur Glen pelan
"apanya yang lelah ini karna kamu! Huh" umpat Feng hen dalam hati
"baiklah aku mau kembali ke tendaku untuk istirahat, kalian pergilah istirahat kalian juga terlihat sangat lelah jika ada yang kalian butuhkan tendaku yang itu datang saja padaku" selesai berkata Feng hen bergegas meninggalkan mereka dengan perasaan campur aduk
Lian tersenyum tipis memandangi Feng hen berlalu " sebaiknya kau juga harus istirahat besok kita akan ke kerajaan Rudra " tutur Glen lalu berjalan ke tenda yang telah di siapkan untuk mereka, Lian hanya mengangguk dan mengikuti kakaknya tanpa membantah.
*********